-
Chapter 78
Lizbeth Lee
08:00,Dec 24,2024
Saat Felisha sedang merencanakan pernikahan dengan pria bernama Clay Sanjaya, dia tidak tahu bahwa malapetaka datang menjemputnya. Kevin yang merupakan kakak dari tunangannya justru dengan kejam memaksa dan membuat Felisha mengandung anaknya.
Ancaman demi ancaman Felisha dapatkan dari seorang Kevin Sanjaya, pria yang telah menodainya dengan paksa, hingga Felisha terpaksa menuruti segala keinginan pria itu termasuk menikah dan melahirkan anak untuknya.
Sayangnya cinta Felisha terlalu dalam untuk Clay, sehingga dia rela bermain api di belakang Kevin. Kevin bukan pria bodoh yang mudah dikelabui oleh Felisha, peringatan pun dia layangkan pada sang istri saat rumah tangganya goyah.
Demi mengembalikan keadaan, Kevin mulai menjauhi Felisha, bersikap dingin dan menjadi pria yang arogan, disitulah Felisha akhirnya mengerti satu hal bahwa cintanya hanya untuk Kevin, bukan Clay.
Namun, mampukah Felisha merubah sikap Kevin atau justru dia benar-benar membuat pria itu menjauh darinya?
-
-
Chapter 508
Regina Wang
11:22,Jan 28,2021
Untuk biaya pengobatan adik perempuannya, ayah Miranda memaksanya menikah dengan seorang pria yang bodoh, dia pergi ke bar dan minum hingga mabuk, tidak menyangka di hari itu juga dia kehilangan pertama kalinya untuk saudara laki-laki dari pria bodoh itu..
Setelah menikah, dia adalah adik iparnya, dan keduanya saling memperlakukan dengan hormat. Beberapa bulan kemudian, dia hamil dan semua orang tahu bahwa anak itu bukan dari suaminya.. Alberto membantunya memblokir semua opini publik untuknya.
Kemudian, mereka bersama, dia memanjakannya dan memintanya setiap malam.. Miranda benar-benar tidak bisa menahan serangannya, dan berkata dengan marah, “Alberto, mulai hari ini, kamu tidak diperbolehkan untuk memelukku, menciumku, dan tidak boleh tidur denganku di ranjang yang sama!”
Pria itu menyerah, “Sayang, aku berjanji, aku tidak akan menyentuhmu, biarkan aku memelukmu tidur..”
Tengah malam, Miranda keluar dari ruang tidur, sambil marah besar“Alberto, kamu tidak menepati janjimu. Kamu menyebalkan sekali!”