-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Chapter 202
Naturally
11:22,Aug 05,2024
Seratus tahun yang lalu, Samuel Chen memasuki area terlarang bernama Abyss, lampu jiwa padam dan semua orang mengira dia sudah mati. Hari ini, meskipun Samuel Chen keluar dari area terlarang hidup-hidup, tetapi kultivasinya telah hancur an akar spiritualnya hancur. Menghadapi pembatalan nikah dari wanita kesukaanna, dan penindasan dari berbagai sekte, apa yang harus dilakukan Samuel Chen? " Samuel Chen, aku memberimu dua pilihan: satu, menikahlah denganku; dua..."
Ada seorang gadis berpakaian merah yang tinggal di Abyss, dengan mata seperti bintang dan suara lembut. “Aku memilih dua.” Sebelum gadis berbaju merah selesai berbicara, Samuel Chen sudah membuat pilihan.
-
-
-
Chapter 189
Neng Gemoy
10:00,Jun 06,2024
Ini kisah Kino tentang the coming of age yang kadang-kadang melodramatik.
Mba Rien tampak memejamkan mata erat-erat ketika Kino mengurut-urut tonjolan itu seperti yang diminta Mba Rien.
“Terus, Kino… teruskan, ohhhhhh..,” Mba Rien seperti merengek-rengek dengan wajah yang semakin memerah dan mulut membuka menghembuskan nafas memburu. Kino memenuhi permintaannya, menggosok dan mengurut dengan jari tengahnya lebih cepat lagi.
Mudah sekali jari tangannya melesak ke liang kenyal kecil di bawah sana, karena liang itu seperti membuka dengan sendirinya, dan seperti hendak menyedot masuk jarinya.
Gerakan-gerakan tangan Kino semakin teratur; naik…, turun…. berputar,… naik … turun…. melesak sedikit. Demikan seterusnya, sementara Mba Rien kini menggelinjang, mengerang-erang seperti ada kenikmatan memenuhi relung jiwanya.
“Oooooh, Kino… lebih cepat lagi ….
-
-
-
Chapter 200
Sandy Nugraha
08:01,Oct 21,2024
Adohi Ye sendirian mengejutkan ribuan pahlawan, tetapi karena sembilan keindahan yang menakjubkan, dia terpaksa turun gunung. Dunia akhirnya tahu siapa kultivator abadi terkuat, menarik keindahan dari seluruh dunia untuk melemparkan diri ke dalam pelukannya. . Sekuat apapun kamu, sekaya apapun kamu, jangan sombong di hadapanku. Pendahuluan 2 Dia tak tertandingi di dunia dan dipuja oleh jutaan pahlawan. Dia mendominasi dan tak terkalahkan serta mengesankan dewi perang wanita yang sombong. Dia romantis dan serba bisa serta dapat meluluhkan gunung es CEO wanita. Dia baik hati dan jujur serta membuat pembunuh wanita kejam itu menitikkan air mata... Penampilannya membuat... Dunia menari! (Buku ini penuh dengan keindahan, lurus dan patriotik, tak terkalahkan dan tanpa kekerasan, sangat menyenangkan)
-
-
Chapter 60
Bombastic
08:01,Aug 14,2023
Jones Xu, seorang pekerja migran yang bekerja sendirian di ibu kota provinsi, dijebak dan pulang ke rumah dengan putus asa, tetapi secara tak terduga menemukan bahwa gunung di belakang rumahnya telah menjadi tempat pembuangan sampah Surga... Sampah-sampah yang sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari para dewa di Surga ini semuanya adalah harta langka di dunia bawah! Dengan menggunakan sampah ini, Jones membangun kebun buah, membuka peternakan ayam, menanam tumbuhan, membuka restoran, dan memimpin penduduk desa menjadi kaya! Membangun Perusahaan Agrikaltur Gabungan terbaik dunia! Dokter desa yang cantik, kepala desa wanita, dan Wanita CEO yang cantik semuanya memandang ke arahnya, sehingga Jones bahkan tidak dapat bersembunyi! Pada saat yang sama, semua jenis dewa yang tertarik dengan dunia juga mencarinya...
-
-
Chapter 124
AM.assekop
13:29,Aug 02,2023
Deskripsi
Datang sebagai menantu pria dengan status sebatang kara, Stefan hanya dianggap benalu dan sampah di rumah mertuanya. Selama tiga tahun Stefan mendapat cacian dan hinaan dari keluarga istrinya, Lionny. Pasca kecelakaan tragis yang membuatnya harus kehilangan ingatan, Stefan hanya bisa numpang makan dan tidur, bahkan nyaris seperti orang gila.
Keadaan tidak kunjung membaik. Stefan ingin bunuh diri. Lantas dihabiskannya lebih dari seratus obat dan vitamin dari dokter sekalian minum. Bukannya mati karena over dosis, ingatannya malah kembali.
Setelah melewati titik terendah dalam kehidupannya, sang menantu benalu pun bangkit untuk mengubah takdirnya, menjadi bos sukses, kaya, dan dikagumi!
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-