-
-
-
Chapter 80
Wang Sima
08:53,Mar 28,2023
Eren Braun ditindih oleh bunga sekolah, dan terlahir kembali dengan memori 100 kali kehidupan.
Dia hanya mau berlatih menjadi Imortal dengan lancar, dan menghilangkan kutukan di tubuhnya, tapi bunga sekolah selalu membebaninya.
Tapi ini hanya permulaan, nona keluarga besar, gadis dari keluarga kaya raya, dan pramugari cantik, semua mendekatinya.
Karena ini, Eren merasa akan jadi gila.
-
-
-
Chapter 100
Veedrya
12:01,Apr 01,2021
Dia sudah terbiasa berbagi. Dipaksa untuk selalu mengalah dan menerima keadaannya. Satu-satunya kesempatan saat dia memilih jalannya sendiri, memilih jurusan kuliah, membuatnya dikucilkan dari keluarganya, dianggap tidak manut pada orang tua dan tidak ingin ikut andil dalam pengembangan bisnis keluarga.
Dia hanya ingin menentukan hidupnya sendiri, menikmati hidup dengan caranya sendiri, dan mendapatkan pengakuan serta dihargai atas keputusannya.
Tapi yang didapat adalah…. Dia harus menerima perjodohan yang diatur Ayahnya, menggantikan saudari kembarnya dengan salah satu murid kesayangannya, Naya. Tidak sampai situ, ternyata tunangannya juga sudah memiliki pacar dan tidak berniat putus walaupun setuju bertunangan dengan Rhea.
Apakah kali ini juga, dia harus berbagi? Tidak bisakah dia memiliki Naya hanya untuknya sendiri? Kali ini saja, untuk pertama dan terakhir kali?
-
-
-
Chapter 328
Novita.Ramadhani
10:00,Oct 16,2024
Wajah kami berdua sudah sange berat. Kami kemudian berciuman lagi. Anik mulai melepas ikat pinggangku membuka celanaku dan meloloskannya. Aku bantu dia, hingga kemudian batangku yang perkasa keluar dari balik celana dalamku. Ia langsung meremas batangku.
“Niik…enak banget,” kataku.
“Nggak usah pemanasan yah, langsung. Aku kepengen ngerasain,” katanya.
Tiba-tiba Anik menurunkan roknya, kemudian celana dalamnya yang berwarna putih pun diturunkan, Ia tinggal memakai kerudungnya aja. Dia duduk di atas meja kelas. Kakinya dilebarkan menantang juniorku untuk masuk ke sarangnya.
“Nik, nggak apa-apa? Kamu masih perawan kan?”
“Ini semua untukmu sayangku, masuklah! Jadilah yang pertama!”
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-