-
Chapter 297
Tiffany Wibisono
09:21,Oct 29,2022
Setelah tiga tahun menikah, suaminya selalu menyakitinya dan ketika Sharon diperkosa, suaminya tersenyum dan mengucapkan selamat.
Ketika sedang sedih, ada pria asing yang menguatkan dan memeluknya erat-erat, “Karena kamu hamil, menikahlah denganku.”
Sejak itu Sharon selalu minta dipeluk setiap malam, “Suamiku, ada anak disini, pelan-pelan.”
-
-
-
-
Chapter 351
RYE
11:44,Jul 12,2020
Memiliki sebuah paras asri juga hidup penuh kemewahan, segala rangkaian puisinya begitu berjaya.
Memiliki sebuah kehidupan yang berkecukupan, merupakan orang yang beruntung dalam dunia.
Saat Clara Jian lahir, seorang peramal tua mengucapkan kalimat ini sebagai hasil ramalannya.
Tetapi, dia telah menjadi anak yatim sejak lahir, saat berumur 6 tahun, ibunya membawanya dan pergi menikah kembali, tapi ayah tirinya selalu memandangnya dengan sebelah mata saja.
Saat berumur 16 tahun, dalam keadaan amarah yang memuncak, ibunya membunuh ayah tirinya demi dirinya, lalu kemudian bunuh diri, dan meninggalkan seorang adik perempuan yang bukan seayah dan seibu, yang membuat sepanjang hidupnya menjadi beban.
Saat berumur 19 tahun, demi membalas budi, dia meminjamkan rahimnya, tapi tetap tidak ingin melangkah menuju jalan kegelapan karena hal ini.
Sampai pada suatu hari setelah bertahun-tahun telah berlalu, tuan Xu, tangan seorang pria yang menawan dan tampan menyentuh dagunya, sepasang mata bagaikan buah persik yang berbinar-binar menatapnya, dengan senyuman yang menggoda dan memikat berkata, "Nyonya Xu, anak pertama dan kedua merupakan hasil dari pembuahan buatan, bukankah mulai dari anak ketiga, kita sudah harus melakukan pembuahan alami?"
Clara Jian melirik Tuan Xu sejenak, langsung menepuk dan melepaskan tangannya, "Aduh! Anak pertama dan kedua mungkin saja bukan anak kandungmu, sebaiknya kamu pergi melakukan tes DNA untuk memastikannya sejenak."
Tuan Xu, "......"
-
Chapter 57
Princess Kinan
01:01,Aug 04,2023
~Saat melihatnya kembali maka saat itu pula aku tak akan pernah melepaskannya lagi~
Ting!
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pintu lift terbuka lebar dan ia segera memasukinya tanpa pikir panjang. Namun, seketika pandangannya tertuju pada seseorang. Suasana di dalam lift itu langsung terasa begitu mencengkam, seperti ada aura gelap dan menakutkan menyelimuti lift. Wanita itu langsung menoleh ke belakangnya untuk memastikan apakah pandangannya keliru, dan tatapannya beradu dengan mata abu gelap yang begitu tajam milik seseorang yang pernah ia kenal. Orang itu menyeringai kecil dengan tatapan lapar menelusuri seluruh tubuhnya, membuat sang wanita merasa sangat gugup dan ketakutan.
“Se-selamat siang, Pak Davero,” gumamnya dengan gugup.
“Siang,” jawabnya dengan suara serak.
Pria tinggi nan tampan itu melangkahkan kakinya mendekati sang wanita, membuat sang wanita terperangah dan mundur perlahan. Pria yang dipanggil Davero itu tak menghentikan gerakannya. Ia terus melangkah memojokkan sang wanita hingga menyentuh dinding lift di belakangnya, ia terlihat ketakutan karena sang pria semakin merapat.
“Lama tak bertemu,” ucap Davero diiringi seringaian yang membuat bulu kuduk berdiri.
Sang wanita tak bisa berkutik sedikit pun. Apalagi sebelah tangan pria itu menyentuh dinding tepat di samping kepala wanita cantik itu.
“A-apa yang kau inginkan dariku?” tanya sang wanita dengan suara lemah, nyaris berbisik setelah mengumpulkan segenap keberaniannya.
“Kau!”
Seketika tubuh wanita itu menegang dan merinding karena mendengar bisikan penuh ancaman dan penekanan yang tak terbantahkan. Tanpa sadar wanita itu menahan napasnya karena rasa takut.
“You’re Mine!”