-
-
Chapter 201
Dinda Tirani
11:00,Apr 22,2024
Dan perempuan itu? Kulihat wajahnya memang cantik. Rambut panjang terurai dengan cat pirangnya. Kulit putih, meskipun tidak seputih susu. Tinggi semampai, dengan tubuh yang proporsional. Dengan dada dan bokong yang besar.
Ah, tapi tetap saja, aku lebih cantik tentunya.
Coba deh, tanyakan ke Mas Ali. Dia pasti akan bilang, bahwa aku adalah yang tercantik. Aku harus percaya diri.
"Kamu jangan khawatir, sebentar lagi juga kamu bakalan jadi ratu di rumah ini. Menggantikan mantuku yang mandul itu. Kita hanya harus pintar bersandiwara. Kamu mainkan peranmu secantik mungkin. Jangan sampai rencana kita berantakan. Rayulah Ali, sampai dia jadi milikmu. Berikan aku cucu. Ok?"
Spontan, aku menutupkan telapak tanganku, menutupi mulutku, yang membentuk huruf o.
What ? Mantu mandul? Ibu mertuaku bilang, mantu mandul?
Ok, baiklah. Orang bodoh pun tahu arah pembicaraan mereka. Tak perlu menerka-nerka, aku sudah sangat paham.
Sepertinya aku akan ikuti sandiwara mereka, dan akan kupastikan, mereka hanya akan jadi figuran saja.
-
-
Chapter 78
Lizbeth Lee
08:00,Dec 24,2024
Saat Felisha sedang merencanakan pernikahan dengan pria bernama Clay Sanjaya, dia tidak tahu bahwa malapetaka datang menjemputnya. Kevin yang merupakan kakak dari tunangannya justru dengan kejam memaksa dan membuat Felisha mengandung anaknya.
Ancaman demi ancaman Felisha dapatkan dari seorang Kevin Sanjaya, pria yang telah menodainya dengan paksa, hingga Felisha terpaksa menuruti segala keinginan pria itu termasuk menikah dan melahirkan anak untuknya.
Sayangnya cinta Felisha terlalu dalam untuk Clay, sehingga dia rela bermain api di belakang Kevin. Kevin bukan pria bodoh yang mudah dikelabui oleh Felisha, peringatan pun dia layangkan pada sang istri saat rumah tangganya goyah.
Demi mengembalikan keadaan, Kevin mulai menjauhi Felisha, bersikap dingin dan menjadi pria yang arogan, disitulah Felisha akhirnya mengerti satu hal bahwa cintanya hanya untuk Kevin, bukan Clay.
Namun, mampukah Felisha merubah sikap Kevin atau justru dia benar-benar membuat pria itu menjauh darinya?
-
Chapter 57
Princess Kinan
01:01,Aug 04,2023
~Saat melihatnya kembali maka saat itu pula aku tak akan pernah melepaskannya lagi~
Ting!
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pintu lift terbuka lebar dan ia segera memasukinya tanpa pikir panjang. Namun, seketika pandangannya tertuju pada seseorang. Suasana di dalam lift itu langsung terasa begitu mencengkam, seperti ada aura gelap dan menakutkan menyelimuti lift. Wanita itu langsung menoleh ke belakangnya untuk memastikan apakah pandangannya keliru, dan tatapannya beradu dengan mata abu gelap yang begitu tajam milik seseorang yang pernah ia kenal. Orang itu menyeringai kecil dengan tatapan lapar menelusuri seluruh tubuhnya, membuat sang wanita merasa sangat gugup dan ketakutan.
“Se-selamat siang, Pak Davero,” gumamnya dengan gugup.
“Siang,” jawabnya dengan suara serak.
Pria tinggi nan tampan itu melangkahkan kakinya mendekati sang wanita, membuat sang wanita terperangah dan mundur perlahan. Pria yang dipanggil Davero itu tak menghentikan gerakannya. Ia terus melangkah memojokkan sang wanita hingga menyentuh dinding lift di belakangnya, ia terlihat ketakutan karena sang pria semakin merapat.
“Lama tak bertemu,” ucap Davero diiringi seringaian yang membuat bulu kuduk berdiri.
Sang wanita tak bisa berkutik sedikit pun. Apalagi sebelah tangan pria itu menyentuh dinding tepat di samping kepala wanita cantik itu.
“A-apa yang kau inginkan dariku?” tanya sang wanita dengan suara lemah, nyaris berbisik setelah mengumpulkan segenap keberaniannya.
“Kau!”
Seketika tubuh wanita itu menegang dan merinding karena mendengar bisikan penuh ancaman dan penekanan yang tak terbantahkan. Tanpa sadar wanita itu menahan napasnya karena rasa takut.
“You’re Mine!”
-
Chapter 30
BundaRey
10:09,Aug 22,2023
"Mas ... menikahlah lagi." Bagai di sambar petir, apa yang dikatakan Azzura malam itu terdengar seperti sebuah lelucon untuknya. Setelah percintaan panas keduanya, bahkan rasa lelah dan peluh yang bercampur belum hilang sepenuhnya. Azzura mengucapkan kalimat yang tak pernah Brian duga sebelumnya. Atau mungkin Brian sama sekali tidak pernah memikirkannya.
"Apa maksud kamu, Zura?" Brian lelaki normal yang mungkin akan menjadi serakah akan cinta, tetapi tidak sekali pun dia memiliki pikiran seperti itu.
Sebanyak apa pun hartanya, setampan apa pun dirinya, dia tak berniat melihat ke arah wanita lain. Untuk apa mendua, jika apa yang dia mau telah dia dapatkan dari Azzura.
"Aku ingin Mas menikah lagi." Melihat wajah Azzura kali ini, dia sedang tidak bercanda. Brian sangat tahu jika saat ini istrinya itu tengah serius. Bahkan mungkin tak pernah seserius ini.
"Iya. Tapi, untuk alasan apa, Zura?" Brian merasa geram. Bahkan lelaki itu sampai mengepalkan tangannya. Apalagi melihat Zura yang nampak begitu santai saat mengucapkannya.
"Tidak ada alasan apa pun. Aku hanya ingin Mas menikah lagi."
"Apa kamu sudah bosan padaku dan tak mencintaiku lagi, Zura?" Baru kali ini dia merasa tidak percaya diri di hadapan istrinya. Brian meringsut sedikit menjauhkan tubuhnya dari Azzura.
Merasa suaminya sedikit menghindar, Zura mengeratkan pelukannya. Dia membenamkan wajahnya di dada Brian. "Mana mungkin aku bisa bosan padamu, Mas. Dan jangan kamu ragukan rasa cintaku padamu. Aku begitu mencintaimu, hingga rasanya aku tak mampu jauh darimu."
-
-
-
-
-
-
Chapter 10
MilaBsa
14:05,Aug 20,2024
Lima tahun lalu, Aria Ravenscroft menikah dengan Alaric Hawthorne karena kesepakatan awal, seorang miliarder. Aria tahu bahwa di hati Alaric masih tersimpan nama wanita yang merupakan cinta pertama suaminya, Selene Hart. Aria diceritakan hanya berperan sebagai ibu pengganti demi uang. Hubungan mereka hanya permainan cinta. Tidak akan ada cinta sama sekali di rumah tangga mereka. Dalam pikiran Aria, asalkan ia bisa bersikap baik pada Alaric, suatu saat nanti, Alaric akan berubah pikiran dan jatuh cinta padanya. Namun, ia menyadari kenyataan pahit bahwa seorang pria tidak akan pernah jatuh cinta pada seorang wanita hanya karena tersentuh hatinya. Alaric tidak akan pernah menaruh hati padanya. Karena sejatinya Alaric masih mengharapkan kehadiran Selena di masa mendatang. Lima tahun kemudian, mereka masih menjadi sepasang kekasih. Namun Selene, cinta pertama Alaric kembali, dan Alaric bertekad untuk menceraikannya dan menggugurkan bayi dalam perutnya. Apakah Aria akan membiarkan suaminya berbuat semaunya padanya? "Aku akan membuat pernikahan ini menjadi permainan cinta untukmu"
-
-
Chapter 42
Zaidaa
10:00,Oct 21,2024
Sereia dijuluki si buruk rupa. Seiring berjalannya waktu, si buruk rupa tumbuh dengan luka di hatinya. Akibatnya, dia tidak mengenal cinta. Yang dia tahu, dia hanya harus menyelamatkan hidup ketiga adiknya semenjak ditinggalkan oleh kedua orang tuanya untuk selamanya.
***
Teman-temannya mulai membicarakan salah satu pelacur itu tidak seperti biasanya. Elias masa bodoh. Baginya, semua wanita sama saja. Namun, setelah mendengar tentang si pelacur yang dibicarakan teman-temannya yang ternyata adalah si buruk rupa di sekolahnya dulu, Elias tertarik sebab dia tidak menyangka wanita yang ia kira polos dan begitu bodoh ternyata bisa menjadi sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan. Dia tidak percaya tetapi malam itu...dia jatuh cinta.
***
Elias adalah salah satu luka terbesarnya, satu-satunya alasan dia memutuskan berubah, dan dia berusaha melupakan bedebah itu mati-matian. Ketika mengetahui lelaki itu tertarik padanya setelah mereka menghabiskan malam bersama, dia berusaha menyingkirkannya dari hidupnya dengan segala yang ia bisa. Namun, segalanya malah menjadi jauh dari harapannya.
***
Mengetahui wanita yang dicintainya putus asa, El berusaha memberikan perhatian. Namun, wanita itu tidak bisa percaya pada siapapun lagi. Wanita itu selalu berusaha lari darinya. El bertindak semakin jauh dan tanpa memikirkan perasaan wanita itu hanya demi mendapatkan cintanya dan tidak membiarkannya pergi. Sampai akhirnya, wanita itu tiba-tiba menerimanya. Tetapi itu hanya jebakan supaya dia bisa pergi.
***
"Pergilah sejauh mungkin sampai aku tidak bisa menemukanmu! Tetapi ingatlah, kalau aku menemukanmu lagi, kamu tidak akan bisa lari lagi!"