-
-
-
Chapter 60
Auren Vio
08:02,Oct 01,2026
Putri sah keluarga jenderal, Hani, terlahir dengan jiwa yang keras dan bersumpah tak akan pernah menundukkan kepala! Sebagai putri Panglima Besar Pertahanan Utara, ia dibesarkan di ibu kota yang dipenuhi bangsawan dan para penguasa. Berbekal kehormatan keluarga yang gemilang serta tekad sekeras baja, ia hidup dengan kepala tegak, menantang dunia yang selalu meremehkan perempuan.
Namun, sebuah pernikahan justru menyeretnya ke dalam pusaran pengkhianatan. Suami berselingkuh, wanita simpanan datang menantang, mertua terus menekan, bahkan kedudukan Hani sebagai istri sah mulai digoyahkan. Ketika semua orang bersekongkol memaksanya menerima Perceraian Damai demi menutupi kepentingan mereka, Hani hanya tersenyum dingin.
"Kalau aku memilih berpisah... itu akan menjadi awal kehancuran kalian."
Saat harga dirinya diinjak dan kehormatan keluarganya berada di ambang kehancuran, Hani bersumpah akan membangkitkan darah ksatria yang mengalir dalam dirinya. Ia akan menghancurkan aturan-aturan yang mengekangnya, memutus setiap belenggu, dan menulis sendiri legenda perlawanannya. Badai mulai mengguncang ibu kota. Kini, siapa yang sanggup menghalangi kebangkitan putri keluarga jenderal itu?
-
-
-
-
-
-
-
Chapter 70
Jazz Amburcy
08:04,Apr 02,2025
Leonardi mengalami perjalanan waktu dan mendapati dirinya kembali ke masa lalu. Tepat saat kekasihnya, seorang selebritas papan atas yang telah dia dukung dengan hidup hemat memutuskan hubungan dengannya. Namun, tidak ada yang tahu bahwa di dalam pikirannya, Leonardi menyimpan seluruh pengetahuan dari sebuah kerajaan hiburan di dunia lain!
Jocelyn: "Leonardi, aku ini bintang besar. Kamu cuma orang biasa. Mari kita putus. Kamu tidak pantas untukku!"
Leonardi: "Baik."
Tak lama kemudian, ketika Jocelyn masih berjuang untuk memenangkan penghargaan Lagu Emas, Leonardi sudah menjadi ketua dewan juri. Sambil menatap mantan kekasihnya di atas panggung, Leonardi hanya bisa menggelengkan kepala dan berkata dengan nada pasrah, "Lagumu memang penuh teknik, tapi tidak ada jiwa di dalamnya."
-