Bab 3 Anggota Keluarga Lama Qin

by Kevin Wong 11:32,Sep 26,2020
Beberapa menit kemudian, Tuan Besar Zhu dalam kondisi stabil dan dikirim ke bangsal VIP untuk beristirahat.

Setelah beberapa pemeriksaan, dia dalam keadaan sehat.

Jenis penyakit akut yang tiba-tiba ini, selama bisa bertahan, akan jauh lebih mudah untuk ditangani di kemudian hari.

Ketika para dokter memeriksa Tuan Besar Zhu, mereka semua tercengang.

Tabib Dewa, ini adalah tabib dewa sejati.

Dokter sekarang terlalu mengandalkan mesin, sehingga banyak penyakit yang tidak mudah diobati, tabib seperti Thomas Qin sudah terlalu langka.

Di usia muda, dia memiliki keterampilan medis yang hebat, ini sungguh luar biasa.

Robin Zhu duduk di depan ranjang rumah sakit, mengerutkan kening dan berpikir, siapa pemuda itu tadi?

Karena dia dipanggil sebagai Paman Zhu, dia seharusnya mengenalnya.

Robin Zhu telah bergelut dalam bisnis selama bertahun-tahun, siapa yang tidak dengan hormat memanggilnya CEO Zhu saat bertemu? Panggilan intim Paman Zhu sudah lama tidak terdengar.

Apakah mungkin...

Dia?

Tak lama kemudian, putri Robin Zhu, Melissa Zhu bergegas pergi ke rumah sakit.

"Di mana Kakek? Bagaimana dengan Kakek?!"

"Ssst! Kakek kamu baik-baik saja, sekarang sudah tidur."

Melissa Zhu merasa lega.

"Baguslah jika tidak apa-apa, aku dengar Kakek diselamatkan oleh seorang Tabib Dewa muda, di mana orangnya?"

Robin Zhu menggelengkan kepalanya, "Sudah pergi."

"Pergi? Tidak berterima kasih sebanyak mungkin?"

Robin Zhu tiba-tiba mengangkat kepalanya, menatap putrinya, dan berkata.

"Kamu ingat tidak tetangga kita waktu kecil, rumah Paman Qin?"

Melissa Zhu tertegun, "Ingat, aku selalu pergi bermain ke rumah mereka ketika kecil, kemudian keluarga Paman Qin dicelakai ... Bukankah Ayah melarangku mengungkit kejadian ini?"

Ketika keluarga Qin dibunuh, seluruh Kota Donghai terguncang.

Namun, seiring berjalannya waktu, keluarga Qin telah memudar dari kesan semua orang.

Sekarang keluarga Qin sudah menjadi tabu, di antara sesama keluarga besar, tidak boleh menyinggung tentang keluarga Qin sedikit pun, atau nyawa tidak akan terjamin.

Jadi bahkan keluarga Zhu yang pernah dekat dengan keluarga Qin saat itu, juga tidak berani menyebutkannya lagi.

Robin Zhu berkata, "Ada hal-hal yang tidak kamu ketahui karena masih kecil. Seluruh keluarga Qin terbunuh, polisi mengisolasi tempat kejadian, aku berada tepat di samping, dan jasad Thomas Qin tidak ditemukan."

“Kak Thomas Qin? Maksud kamu berarti Kak Thomas Qin belum mati?” Seru Melissa Zhu.

Robin Zhu tampak serius dan mengangguk.

"Pemuda yang baru saja menyelamatkan kakek kamu memanggil aku Paman Zhu, dilihat dari usianya, dia seusia dengan kamu. Aku merasa ... dia adalah orang keluarga Qin!"

Melissa Zhu tersenyum gembira, "Bagus sekali Kak Thomas tidak meninggal, mengapa Ayah tidak terlihat terlalu bahagia?"

Robin Zhu tersenyum pahit, "Tentu saja aku senang Thomas tidak meninggal, tapi Thomas adalah anak dengan pikiran berat dan temperamen buruk. Aku khawatir tidak akan sesederhana itu ketika dia kembali."

Jika pemuda itu benar-benar anggota keluarga Qin, kepulangannya ke Kota Donghai secara alami demi balas dendam.

Tapi bagaimana bisa melawan kekuatan besar hanya dengan mengandalkan keterampilan medis?

Tentu saja, Robin Zhu tidak pernah mengira bahwa Thomas Qin memiliki lebih dari sekedar keterampilan medis itu.

...

Dengan mengendong ranselnya, Thomas Qin datang distrik kota kuno di pinggiran barat Kota Donghai, yang sekarang menjadi resort pemandangan indah yang dipenuhi dengan rumah-rumah tua yang telah direnovasi.

Tua, tapi sangat berharga.

Di kota metropolis modern seperti itu, hanya ada beberapa rumah yang berdiri sendiri dengan halaman seperti ini.

Selama sepuluh tahun, tempat-tempat ini tidak banyak berubah.

Harus diakui tempat ini dirawat dengan sangat bagus, mirip seperti yang diingat Thomas Qin.

Saat berjalan ke halaman dalam dan melihat rumah lamanya, suasana hati Thomas Qin menjadi rumit.

Kecuali hilangnya plakat asli dengan tulisan "Qin Mansion" di depan pintu, semuanya tetap sama.

Sepasang syair di pintu sepertinya baru diganti tahun ini, masih ada orang yang tinggal di sini?

Pada saat itu, keluarga Thomas Qin yang terdiri dari 18 anggota, selain pengasuh Bibi Feng dan Thomas Qin yang berusia 12 tahun, tiada yang hidup, jangan-jangan…

Thomas Qin mendoron pintu utama dan berjalan masuk ke halaman.

Yang menarik perhatian adalah sangkar besi persegi yang besar. Di dalam sangkar besi itu, sesosok tubuh yang menggenaskan meringkuk di sudut. Di depannya ada mangkuk pecah dengan sisa makanan basi di dalamnya.

Di luarnya ada tiga ekor anjing ganas yang diikat dengan rantai besi, anjing serigala hitam besar yang setinggi orang dewasa saat berdiri, dengan buih di mulut mereka, menggonggong dengan gansa dan menunjukkan taring.

Dengan mengabaikan mereka, Thomas Qin berjalan ke kandang, memandang manusia yang dipelihara bagaikan pengemis dan anjing itu, dan bertanya.

"Kamu siapa?"

Pengemis itu mengangkat kepalanya, dengan rambut panjang dan wajah kuyu, terlihat bahwa dia adalah wanita paruh baya, dengan kengerian di matanya.

Mendengar pertanyaan dari Thomas Qin, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak mundur dan tidak berani berbicara.

Penampilan orang dewasa pada dasarnya tidak banyak berubah. Bahkan setelah sepuluh tahun, Thomas Qin dapat melihat sekilas bahwa wanita di depannya adalah pengasuh keluarga Qin mereka, Bibi Feng.

"Bibi Feng? Apakah itu kamu, Bibi Feng?"

Ana Feng tercengang sejenak, dan mengangkat kepalanya, dengan sedikit keraguan di matanya yang penuh ketakutan.

"Kamu ... siapa kamu?"

Wajah Thomas Qin berangsur-angsur muram, dan dia mengepalkan tangannya.

"Bibi Feng, aku adalah Thomas."

Mata Ana Feng yang ketakutan tiba-tiba menjadi bingung, dan kemudian terlihat kegirangan, air mata langsung membasahi matanya.

"Tuan Muda ... Kamu Tuan Muda! Kamu belum mati ... Bagus sekali!"

Meskipun Bibi Feng hanya seorang pengasuh, dia merawat Thomas Qin sejak kecil dan bisa dianggap setengah ibu bagi Thomas Qin. Sekarang dia dianiaya seperti ini, Thomas Qin sangat marah.

"Bibi Feng, cepat keluar!"

Thomas Qin membuka kandang besi untuk mengeluarkan Bibi Feng.

Wajah Ana Feng berubah drastis, "Tuan Muda, hati-hati!"

Begitu Thomas Qin membuka pintu kandang, tiga anjing ganas yang diikat dengan rantai besi itu segera menyerang. Panjang rantai besi itu jelas telah dihitung dan kebetulan bisa menyentuh pintu besi itu.

Tujuannya adalah untuk mencegah Ana Feng keluar dari kandang.

Ketiga anjing ganas ini sangat ganas. Ana Feng telah digigit mereka beberapa kali. Dia tahu betapa kuatnya mereka. Tadi tidak mengingatkan Thomas Qin, apa yang harus dilakukan sekarang?!

Tiga anjing ganas menyerang, Thomas Qin mendengus dingin, menghentakkan pergelangan tangannya, dan tiga cahaya perak berkilau pada saat bersamaan!

Puff puff puff!

Dalam sekejap mata, anjing ganas yang ingin menyerang langsung menundukkan kepalanya dan mulutnya berbusa.

Sebuah jarum perak ditusukkan di leher ketiga anjing tersebut, pada posisi yang sama, titik akupuntur yang membunuh mereka.

Mata Ana Feng membelalak. Dia tidak melihat pemandangan itu dengan jelas. Dia hanya melihat ketiga anjing itu jatuh begitu tuan mudanya melambaikan tangannya.

Thomas Qin masuk ke dalam kandang dan membantu Bibi Feng berdiri.

Penganiayaan yang berkepanjangan membuat fisik Ana Feng lemah, dan dia pernah digigit anjing sebelumnya dan juga terinfeksi rabies. Jika Thomas Qin tidak muncul tepat waktu, khawatirnya Bibi Feng tidak akan bisa bertahan beberapa hari.

Melihat Thomas Qin, Ana Feng menangis.

"Yang penting Tuan Muda selamat, bagus sekali kamu bisa hidup, setelah pulang dan lihat, segeralah pergi!"

Thomas Qin memapah Bibi Feng dengan tatapan dalam.

"Kepulanganku kali ini tidak berencana untuk pergi."

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1320