Bab 4 Keluarga Tang

by Kevin Wong 11:32,Sep 26,2020
Bibi Feng tertegun sejenak, kemudian wajahnya menjadi murung, dia menarik Thomas Qin dan berkata.

"Thomas, jangan terbawa emosi. Kota Donghai bukan lagi Kota Donghai yang dulu. Orang-orang seperti kita bahkan tidak sebanding dengan anjing peliharaan mereka."

Ana Feng sangat menderita selama ini.

Sejak kejadian sepuluh tahun lalu, Ana Feng terus bersembunyi di berbagai tempat dan sangat menggenaskan.

Beberapa tahun yang lalu, setelah merasa aman, Ana Feng diam-diam kembali ke rumah untuk melihat. Rumah itu telah menjadi objek wisata, jadi meskipun ada turis di siang hari, mereka hanya melihat-lihat di luar, tidak seorang pun yang masuk.

Ana Feng akan datang untuk membersihkannya sesekali, ketika tahun baru, dia akan memasang syair baru di pintu utama, dan memasang papan nama almarhum Tuan Besar dan Nyonya di dalam rumah, dan sering disembahyangi.

Alhasil, tindakan Ana Feng terbongkar beberapa bulan lalu.

Dia dipenjara dalam kandang anjing ini, dengan beberapa ekor anjing di luar untuk mencegahnya keluar.

Seseorang akan datang membuang sedikit sisa makanan secara berkala.

Saat suasana hatinya baik, dia akan buang sisa roti kukus ke dalam kandang dan membiarkan dia makan kenyang.

Jika suasana hatinya sedang buruk, dia akan membuangnya di luar kandang, dan Ana Feng harus berebut makanan dengan anjing.

Tangan Ana Feng penuh goresan dan darah. Selama beberapa bulan, hidupnya lebih buruk dari kematian.

Orang-orang itu tidak membunuhnya atau membiarkannya pergi, mereka hanya ingin menyiksanya seperti itu.

Thomas Qin memeluk Bibi Feng, ekspresinya menjadi lebih tenang. Tapi semakin tenang, petanda semakin besar amarah di hatinya.

Saat memasuki kamar, yang terlihat adalah berantakan di mana-mana, seolah-olah kecurian, berantakan sekali.

Thomas Qin membantu Bibi Feng masuk ke kamar, membereskan tempat tidur, dan membiarkan Bibi Feng berbaring.

Pegang pergelangan tangannya dengan tangan kiri, dan periksa denyut nadinya dengan tiga jari tangan kanan.

"Thomas, kamu ..."

Ana Feng sedikit terkejut dengan diagnosis denyut nadi profesional Thomas Qin.

"Ke mana kamu pergi selama bertahun-tahun? Bagaimana kamu bisa bertahan hidup?"

Delapan belas anggota keluarga Qin dibunuh, jika bukan karena Bibi Feng kebetulan membawa keluar Thomas Qin, mereka tidak akan selamat.

Kemudian, orang-orang itu mengetahui bahwa Thomas Qin belum mati, dan mulai mengejar mereka dengan liar.

Keduanya terpisah saat melarikan diri. Bibi Feng melarikan diri ke kampung halamannya di pedesaan selama beberapa tahun, tetapi Thomas Qin hilang. Selama bertahun-tahun, dia selalu mengira dia terbunuh.

Thomas Qin berkata, "Pada saat itu, aku diselamatkan oleh adik perempuan keluarga Ye dan berhasil bersembunyi untuk sementara waktu. Kemudian, aku meninggalkan Donghai dan bertemu dengan seorang pertapa suci, ikut dia ke gunung dan belajar ilmu selama sepuluh tahun."

Kata-kata Thomas Qin sangat sederhana, nada serta ekspresinya juga sangat santai.

Tetapi Ana Feng tahu bahwa Thomas Qin pasti sangat menderita.

Segera, Thomas Qin mengangkat pergelangan tangannya.

"Bibi Feng, jangan khawatir, kamu dalam keadaan sehat. Hanya saja beberapa bulan terakhir ini sedikit menderita, dan pernah digigit oleh anjing-anjing ganas itu, ada peradangan di tubuhmu. Aku akan memberimu resep untuk pembenahan terlebih dahulu, lalu kerok dan akupuntur beberapa hari kemudian, nanti akan baik-baik saja."

Ana Feng mengangguk dengan terpana, dia benar-benar tidak berani membayangkan berapa banyak penderitaan yang dialami oleh tuan mudanya sehingga dari seorang tuan muda yang berpakaian bagus, makan nikmat dan dilayani penuh setiap saat bisa menguasai ilmu pengobatan ini.

Thomas Qin membelikan sedikit makanan untuk Bibi Feng. Dia sakit dan tidak boleh makan lemak dan berminyak. Dia memilih bubur nasi dan telur, dan merebus obat herbal untuk diminumnya.

"Bibi Feng, sekarang kamu katakan, siapa yang mengurungmu di sini?"

Thomas Qin sepertinya bertanya dengan santai, tetapi dalam nada suaranya, masih ada kemarahan yang tak terkendali.

Sebuah keluarga yang terdiri dari delapan belas orang dibantai, kerabat Thomas Qin di dunia hanya tinggal sedikit dan menerima penyiksaan seperti ini, dia harus mengembalikannya ratusan kali lipat.

Bibi Feng meraih tangan Thomas Qin, matanya menunjukkan kekhawatiran.

"Tuan Muda jangan pergi, kamu tidak bisa mengalahkan mereka!"

Thomas Qin tersenyum tipis, "Jangan khawatir Bibi Feng, aku tahu batasan."

Kata-kata Thomas Qin tidak diragukan lagi.

Ana Feng ragu-ragu sejenak, dan masih berkata.

"Itu keluarga Tang ..."

Thomas Qin mengerutkan kening.

"Keluarga Tang? Bukankah itu keluarga asal ibu aku? Ini adalah pernikahan persahabatan antar kedua keluarga, bahkan jika keluarga Tang tidak mau membantu, seharusnya tidak memperburuk keadaan."

Ana Feng menghela napas, "Tuan Muda, sejak kematian Kakek kamu, Tuan Besar Kedua mewarisi posisi sebagai Kepala Keluarga Tang. Selama bertahun-tahun, keluarga Tang telah berusaha sangat keras untuk memutuskan hubungan dengan keluarga Qin untuk menunjukkannya kepada orang luar bahwa para mantan kerabat sekarang adalah musuh."

Thomas Qin mengepalkan tinjunya sedikit.

Meskipun Tuan Besar Kedua dan keluarga Qin tidak berhubungan langsung, tetapi biar bagaimanapun ini adalah pernikahan antar dua keluarga. Keluarga Qin sudah menggenaskan seperti ini, sedangkan mereka masih memperburuk keadaan, Sungguh menyebalkan!

Namun, karena Thomas Qin sudah kembali, semua ini akan berubah.

Karena kalian tidak menganggap aku sebagai kerabat, aku tidak perlu menganggap kalian sebagai manusia.

"Oke, aku tahu, Bibi Feng kamu tidur lebih awal."

Thomas Qin menutupi Bibi Feng dengan selimut dan menutup pintu.

Dari tas yang dia bawa, dia mengeluarkan pisau tajam dan menyembelih tiga anjing ganas di halaman.

...

Saat ini, keluarga Tang sedang bersukacita.

"Kakak pertama, hari ini ultah kamu. Semula ingin merayakannya di restoran, tapi kemudian teringat bahwa kita adalah keluarga besar, menurutku perjamuannya akan lebih bagus diadakan di rumah."

Yang berbicara adalah putri ketiga dari keluarga Tang, dalam hubungan keluarga, dia seharusnya adalah bibi ketiga Thomas Qin.

Kebanyakan dari mereka yang hadir di sini adalah bibi dan paman Thomas Qin.

Sejak Julius Tang menjadi kepala keluarga Tang,

Putra tertuanya, Albraham Tang posisinya bagaikan matahari di langit, dia akan menjadi pewaris keluarga Tang, yaitu calon kepala keluarga, orang-orang dalam keluarga ini secara alami akan menyanjung dan menjilat.

Halaman besar keluarga Tang penuh dengan tamu saat ini. Mereka datang hari ini untuk merayakan ulang tahun Albraham Tang.

"CEO Tang, status keluarga Tang di Kota Donghai sekarang meningkat. Akankah ada kesempatan untuk menjadi salah satu dari empat keluarga besar di masa depan?"

"Haha, tentu saja, CEO Tang sangat cerdas dan lihai, berkembang semakin baik dalam beberapa tahun terakhir, untuk menjadi salah satu dari empat keluarga terbesar hanya tinggal tunggu waktu."

"Tidakkah kamu melihat bahwa empat keluarga besar terus kosong untuk satu tempat? Itu memang disisakan untuk keluarga Tang kita!"

Empat keluarga besar di Kota Donghai, Qin, Qi, Shu, Hua.

Keluarga Qi, keluarga Shu, keluarga Hua.

Dan Qin adalah keluarga Qin saat itu.

Keluarga Qin terbunuh, dan empat keluarga besar selalu kosong satu tempat. Banyak keluarga yang memperebutkan posisi ini. Tentu saja, yang paling kompetitif adalah keluarga Tang.

Sebagai andalan keluarga Tang, Albraham Tang sedang dalam masa puncak kehidupannya, dan perkembangan karirnya sangat baik. Setelah ia menjadi kepala keluarga, sangat mungkin keluarga Tang akan termasuk di antara empat keluarga besar.

Namun, karena keluarga Tang dan keluarga Qin pernah ada pernikahan, ini berpengaruh besar pada mereka.

Oleh karena itu, keluarga Tang mengabaikan hubungan pernikahan dan sangat menekan keluarga Qin. Bahkan jika itu hanya seorang pengasuh, juga harus dibunuh.

Biar tiga kelaurga lainnya melihat kinerja mereka dan biar dunia tahu bahwa keluarga Tang tidak ada hubungannya dengan keluarga Qin dulu.

Albraham Tang mengangkat gelasnya, tetapi tidak bangun.

"Hari ini ulang tahun aku, terima kasih kepada semua tamu karena telah memberikan muka kalian, jangan sungkan, minumlah beberapa gelas lagi."

Albraham Tang menyesap dan mengangkat gelasnya.

CEO Tang bersulang, dan itu artinya memberi mereka muka, semua orang secara alami berdiri dan minum habis sekali teguk dengan hormat.

Ketika sedang ramai, seorang pengawal masuk dan berkata.

"CEO Tang, ada orang di depan pintu, dan dia membawa barang-barang, seolah-olah dia datang untuk merayakan ulang tahun, tetapi ... mengenakan pakaian lusuh, tidak seperti orang kelas atas."

CEO Tang merayakan ulang tahunnya, tentu saja orang biasa tidak memenuhi syarat untuk datang.

Albraham Tang berkata, "Tidak apa-apa, meskipun itu seorang pengemis, selama dia mengatakan sesuatu yang baik kepada aku, kamu bisa memberikan sedikit makanan untuknya dan suruh dia pergi."

"Iya."

Pengawal itu hendak keluar, dan pemuda lusuh yang diceritakannya sudah masuk.

Thomas Qin berdiri di pintu dengan wajah dingin, memandangi para tamu yang ramai di dalam, dan berkata dengan dingin.

"Albraham Tang, keluar."

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1320