Bab 2 Memandang Rendah Orang Lain (1)

by Brick 23:04,Oct 29,2020
Jika Reyhan adalah orang yang baik, Darwin mungkin akan memberi tahu rahasia ini padanya. Reyhan pun tidak hanya tidak akan kehilangan uangnya, tetapi juga menghasilkan banyak uang. Sayangnya si Reyhan telah membuat orang-orang membencinya karena perbuatan jahatnya itu! Bahkan Darwin yang mendengar perbuatan hina Reyhan dari mulut orang di sekitar pun menjadi geram.

Makanya Darwin memutuskan untuk tidak mengatakan rahasia ini padanya.

Sebaliknya, ia malah menyeringai sinis.

Ketika Reyhan, yang tampak sedih, sedang melewatinya, Darwin tiba-tiba melangkah ke depan dan berkata, "Tuan Reyhan, bisakah kau jualkan patung Buddha ini padaku? Ibuku beragama Buddha, dan aku ingin membelinya darimu agar dapat memberikan patung ini padanya. Sebenarnya patung Buddha ini terlihat bagus, tetapi juga merupakan karya yang sangat indah."

Setelah mengatakannya, Reyhan dan anteknya tercengang, tapi tidak hanya mereka saja, bahkan orang disekitar pun ikut tercengang!

Dia ingin membeli barang palsu ini, apakah orang ini gila!

Apakah dia bodoh!

Reyhan seketika tersenyum licik. "Boleh! Tapi harganya tidak boleh terlalu murah. Meskipun ini adalah barang antik palsu, barang ini juga merupakan sebuah karya seni, kan? Aku akan mengurangkan harganya untukmu, bagaimana kalau 4 juta?"

"Itu terlalu mahal, kurangi lagi ya, bagaimana dengan 3 juta?"

Darwin berpura-pura menjadi orang yang tak mengerti apa-apa sembari bertanya secara cermat.

Tetapi Reyhan lebih pandai bersandiwara. Ia jelas berpikir kalau ia sedang bertemu dengan orang bodoh, tetapi ia malah berpura-pura menjadi sedih, seolah-olah harus membuat keputusan yang besar, setelah itu dia baru berkata, "Baiklah! Karena kamu begitu berbakti pada orangtuamu, maka aku menjualkanmu barang ini dengan harga 3 juta! Tapi begitu transaksinya selesai, kamu tidak boleh membuat onar ya! Dibanding denganmu, aku yang telah mendapatkan kerugian yang paling banyak. Cepat berikan uangnya. Kamu sebaiknya memberikannya sekarang sebelum aku mulai menyesalinya."

Kerumunan di sekitar pun tahu niat busuk Reyhan ini, dan beberapa orang bahkan mengedipkan mata pada Darwin, ingin memberitahunya agar jangan tertipu. Harga barang palsu ini paling hanya empat atau enam ratus rupiah. Jika ada yang membelinya dengan harga 3 juta, maka orang itu jelas-jelas telah tertipu.

Tapi sayangnya Darwin seperti orang yang telah dibutakan. Ia pun tampak cuek dan segera membayarnya. Ketika semua orang memandangnya, mereka pun sudah sangat yakin kalau orang ini adalah orang bodoh! Tidak ada yang bisa menghentikan Darwin jika ia masih mau jatuh ke perangkap Reyhan.

"Baiklah. Nak, kamu mempunyai selera yang bagus. Sampai jumpa ya. Kamu jangan sampai mengembalikan barang ini padaku, kalau tidak, aku akan marah!”

Reyhan mengancam dengan nada dingin. Kemudian ia berbalik, memanggil anteknya dan pergi dengan girang.

Menurut Reyhan, meskipun ia telah kehilangan uangnya, tetapi nasib buruknya telah dipindahkan ke Darwin, jadi ini juga merupakan hal yang membahagiakan.

Darwin pun berpura-pura menjadi orang yang polos dan bodoh, namun hatinya saat ini sedang bersorak-sorai! Ia pun memeluk patung Buddha itu dan segera pergi. Darwin juga tampak cuek dengan komentar orang-orang yang mengatakan ia bodoh. Sepuluh menit kemudian, ia dengan cepat melewati pertigaan jalan, berdiri di samping tempat sampah yang berada suatu sudut terjauh.

Matanya masih tertuju pada patung Buddha yang dipeluknya.

Pada saat ini, pandangannya telah menembus ke dalam, dan penglihatannya pun menjadi semakin jelas.

Prang! Patung Buddha itu pecah! Darwin melihat cahaya emas yang muncul di serpihan tembikar tersebut, membuatnya langsung tertawa besar. Sesuai dengan dugaannya, di dalam patung Buddha ini terdapat sebongkah emas yang seukuran telapak tangan manusia. Selain itu, ini bukanlah emas biasa, melainkan emas nugget!

Emas nugget merupakan emas yang diproduksi secara alami, di mana terbentuk akibat aktivitas bakteri. Bakteri tersebut menjadi agen pengumpul butir-butir emas di alam sehingga butirannya dapat saling melekat dan bertambah besar sampai membentuk emas nugget, dan kata ‘nugget’ ini dinamai oleh salah satu komisaris emas. Benda berharga ini bukan diukur dari jumlah emasnya, melainkan dari nilai koleksinya, yang hanya dapat ditemukan secara kebetulan.

Dalam beberapa tahun terakhir, harga lelang emas nugget pun terus meningkat.

Mata Darwin seketika berbinar-binar dan tampak menakutkan.

Setelah melihat tidak ada orang di sekitar, Darwin segera memasukkan emas nugget tersebut ke sakunya, berbalik badan dan segera pergi.

Dengan barang berharga ini, Darwin bisa langsung membeli apapun rumah yang diinginkannya! Ia pun tampak sangat bahagia.

Dia untuk sementara tidak memikirkan bagaimana cara memicu kemampuan penglihatannya ini, yang dipikirkannya hanyalah ingin segera menjual emas nugget ini, kemudian menukarnya dengan uang dan membereskan masalah dengan keluarga pacarnya. Dia telah berada di perusahaan lelang selama tiga tahun, jadi dia juga akrab dengan beberapa tempat pembelian emas dan perak.

Harga emas nugget ini melebihi miliar rupiah dan tidak banyak orang yang dapat langsung membayarnya. Setelah memikirkannya, ia pun pergi ke toko emas Kaliem, toko emas terbesar di seluruh kota ini. Terakhir kali dia bertemu dengan John, si pemilik toko emas Kaliem, adalah untuk pergi ke tempat pelelangan emas nugget, tetapi sayang waktu itu dia belum bertemu dengan benda berharga ini.

Darwin memanggil taksi dan pergi ke cabang utama toko emas Kaliem. Kemudian ia turun dari taksi dan langsung masuk.

Pada hari ini, karena toko emas tersebut sedang mengadakan acara, makanya di dalam sangat ramai dan tampak sibuk. Sebagian besar dari mereka berpakaian mahal. Karena harga perhiasan emas, berlian serta batu giok yang dijual di cabang utama ini mahal, kebanyakan orang tak akan mampu membelinya. Darwin, dengan penampilan seperti orang dusun, masuk ke dalam, dan tentu saja tidak ada pegawai yang mau menghampirinya. Selain itu, dia juga tampak agak gugup, dan bahkan ditatap oleh satpam yang mencurigai dia adalah pencopet.

Darwin segera bergegas ke sudut toko, dimana merupakan tempat emas dan perak dikumpulkan.

Yang berdiri di sini adalah seorang pemudi cantik yang mengenakan rok. “Selamat siang Tuan, apa ada yang bisa aku bantu?” Pemudi itu tersenyum paksa dan kaku, ia jelas tampak enggan melayani Darwin yang berpakaian seperti orang miskin.

"Saya ingin menjual sepotong emas nugget."

Darwin secara jujur mengatakannya.

"Emas nugget? Pfft...!"

Setelah mendengar perkataan Darwin, pemudi itu tiba-tiba tak bisa menahan tawanya, ia pun menatap Darwin dengan tatapan hina dan mengejek. Memangnya barang berharga anak dusun ini bisa digunakan? Jangan bercanda deh! "Pak, hari ini toko sangat sibuk, dan aku masih punya pekerjaan lain, aku harap kau tidak membuat onar, kalau tidak, aku akan memanggil satpam."

Darwin seketika tampak jengkel.

Kedua matanya tampak sangat marah!

Tapi siapa yang akan menyangka kemampuan penglihatan yang aneh itu akan tiba-tiba muncul kembali.

Ketika Darwin menatap pemudi itu, pakaiannya seketika tampak buram, dan kemudian menjadi transparan! Ia tiba-tiba dapat melihat tembus bagian dalam atasan pemudi ini, dimana tubuh eloknya yang masih disembunyikan dengan pakaian dalam itu terlihat di depan matanya! Warna putih, merah muda dan hitam... Darwin seketika tertegun dan hampir mimisan!

Lagi pula ia adalah seorang perjaka yang masih belum dapat menahan hawa nafsu, jadi bagaimana mungkin ia dapat menahan godaan seperti ini.

Melihat ada yang tidak beres pada raut Darwin, pemudi itu pun mengikuti arah pandangannya dan seketika tampak jengkel. "Satpam! Di sini ada gangster! Cepat tangkap dia!" jerit pemudi itu sambil bergegas ke arah dua satpam yang tampak kekar. Darwin jelas bukan lawan mereka, dan tubuhnya dalam sekejap langsung ditahan.

Orang-orang di sekitar segera menoleh kemari. Dalam keributan itu, muncul seorang pria paruh baya yang telah keluar dari kantornya. "Apa yang telah terjadi di sini?"

"Bos, ada orang yang berbohong bilang memiliki emas nugget dan sengaja melecehku!"

Balas pegawai wanita itu yang tampak kesal.

Emas nugget?

Mata John seketika berbinar-binar. Ia pun segera menghentikan dua satpam yang akan menyeret Darwin keluar. "Anak muda, apakah kamu benaran mempunyai emas nugget?" tanya John pada Darwin.

"Dasar, kamu kira aku datang kemari untuk mencari masalah apa, tapi sekarang aku tidak mau menjualnya lagi!"

Meskipun Darwin adalah orang yang ramah, tetapi kini ia marah karena dirinya telah dihina.

"Pegawai kami masih belum memiliki pengalaman yang cukup, tolong maafkan mereka. Mari kita membicarakannya di dalam. Selama kamu punya barangnya, aku pun tak akan mengecewakanmu. Silakan masuk!"

John dengan sopan mengatakannya.

Karena bos besar toko emas Kaliem telah meminta maaf secara pribadi dan bahkan menjabat tangan dengannya, amarah Darwin pun mereda. Lagi pula, tidak banyak tempat yang mampu membeli emas nugget dengan harga penuh, dan dia pun tak ingin membuat masalah dengan John.

Di bawah tatapan semua orang, kedua orang ini pun memasuki kantor John.

Para pelanggan yang menyaksikan drama barusan itu pun lanjut melakukan pembelanjaan mereka, tetapi kedua satpam dan pegawai wanita itu masih terdiam di tempat. Mereka yakin kalau Darwin sedang berbohong dan ingin menggoda wanita. Ketika bos mereka menyadari hal ini, Darwin pun akan dihajar habis-habisan.

"Merari, si bajingan itu jelas sengaja memulaikan percakapan denganmu karena melihatmu cantik. Sekali lihat saja sudah ketahuan kalau dia itu sangat miskin!”

Ucap seorang satpam tinggi.

"Dasar orang itu! Mentang-mentang Merari sangat cantik, dia kira bisa menggodanya, hah!"

Balas si satpam pendek yang menyetujui perkataannya.

Pegawai wanita itu tersenyum menawan dan berkata, "Kita tunggu saja sampai bos mengusirnya, setelah itu kalian bantu aku membereskannya ya. Bajingan seperti ini itu memang tidak tahu malu!"

Keda satpam itu menatap dada Merari, menelan ludah, dan segera mengangguk kepala mereka.

Di dalam kantor, John telah berulang kali memeriksa emas nugget Darwin, dan ia pun telah meminta spesialis toko untuk memverifikasinya, dan itu memang emas nugget asli.

Biasanya setelah selesai verifikasinya, dia harus membayar Darwin untuk menyelesaikan transaksi tersebut, tetapi John tidak sebodoh itu. Melihat Darwin begitu muda dan introvert, dia pun ingin membodohinya dan menurunkan harganya. “Nak, dari mana kamu mendapatkan emas nugget ini? Benda ini hanya tersedia di Amerta, apakah kamu mencurinya?"

Setelah mendengar perkataannya, Darwin pun dapat menebak isi pikiran John, tetapi dia hanya tersenyum dan tidak mengatakan sepatah kata pun, karena dia tidak menyangka John begitu licik dan seketika masih belum tahu harus bagaimana menanganinya.

"Kalau ingin melakukan penjualan pribadi, bagaimana kalau harga jualnya diturunin menjadi 1 miliar? Kalau tidak, aku akan laporin kau ke polisi. Nanti jangan sampai kau tak dapat menjelaskannya dan akhirnya malah mendapat masalah besar."

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

284