Bab 4 Antique Fair

by Brick 23:06,Oct 29,2020
"Kami juga tidak punya uang. Kamu tarik saja bocah itu untuk berdiskusi!"

Paman Marthen pun berteriak dengan ketakutan.

"Betul! Dia juga ada bekerja di Grup Shinstar kalian! Setidaknya kalian bisa membiarkannya bekerja seumur hidup untuk melunasi hutangnya!" ucap bibi Marta yang telah memberanikan dirinya.

Dan paman Justin dengan tidak tahu malu berkata, "Darwin, kamu ikut mereka saja, kamu tidak ingin membiarkan ayah dan kakekmu yang menanggung beban ini, bukan? Kakekmu pernah bilang kalau kamu adalah tulang punggung dan orang yang paling menjanjikan dalam keluarga Lin, jadi kamu yang membereskan saja masalah ini. Kami ini orang yang tidak berpendidikan, sudah tua dan tak dapat melakukan apa-apa.”

Para kerabat langsung mendorong tanggung jawab tersebut pada Darwin, dan mereka tidak ingin terlibat dalam masalah ini.

Darwin pun menyeringai dan berkata, “Ayah, tolong jaga kakek, aku akan berbicara dengan mereka dulu.” Setelah selesai mengatakannya, Darwin pun keluar dan menutup pintu. Dia tahu bahwa kalau ayah dan kakeknya akan cemas, makanya dia tidak memberi mereka kesempatan untuk menahannya.

Selama beberapa tahun ini, Darwin tidak pernah melakukan sesuatu yang hebat selain mendapat ijazah kuliah. Pada saat ini, ia pun berpikir kalau ia bisa melakukan sesuatu yang hebat!

Di ruang tamu, bibi Martha, paman Justin dan paman Marthen saling melirik sambil terkikik, seolah-olah mereka telah menemukan kambing hitam yang tepat. Tapi Juna dan Arnold sangat mengkhawatirkan Darwin! Bagaimanapun juga, Grup Shinstar merupakan perusahaan terkemuka yang memiliki keuangan dan kuasa di Einklag. Jika diskusi mereka tidak mencapai kesepakatan, maka Darwin mungkin saja akan dihajar mereka.

Setelah turun ke bawah, manajer paruh baya berkata, "Nak, bagaimana kamu ingin menyelesaikan masalah ini?"

"Mari kita pergi ke toko perhiasan kalian dan mencarikan cara terbaik untuk menyelesaikannya. Jika kalian masih bersikeras mau menyelesaikannya sekarang, kalian boleh naik ke atas dan melihat apakah disana ada 3 miliar atau tidak," balas Darwin dengan nada tenang.

"Boleh. Kamu berani juga ya, ayo pergi."

Pria paruh baya tersebut mendengus dingin. Lalu ia mempersilahkan Darwin untuk masuk ke mobil dan mereka pun pergi ke toko perhiasan Shinstar.

Pahatan giok senilai 3 milar telah dihancurkan, jika si manajer tak dapat membereskan masalah ini, ia pun akan dihukum dan gaji tahunannya juga akan dipotong. Makanya ia sekarang tak tidak ingin memprovokasi Darwin, ini pun agar dirinya tidak keluar dengan tangan kosong.

Setengah jam kemudian, mereka pun tiba di toko perhiasan Shinstar. Jason, yang sedang duduk di kantor manajer, tampak sangat marah setelah mendengar solusi Darwin! Orang ini malah ingin menggunakan cara berhutang padanya lalu perlahan-lahan membayarnya kembali. Memangnya dia kira dirinya bisa tertipu, hah?! Tidak ada orang yang akan memercayainya! Jika masalah pahatan giok yang pecah itu sampai ketahuan ketahuan atasannya, maka Jason harus menanggungnya, dan ia pun tidak ingin dipecat.

"Nak, bisakah kamu mengatakan sesuatu yang masuk akal?! Jika kamu tidak memberiku uangnya sampai tenggat waktunya, maka aku menuntutmu di pengadilan! Aku akan membuat kakekmu masuk penjara! Aku memiliki koneksi yang luas, kamu jangan mengira aku bisa seenaknya diganggu ya!" bentak Jason kesal.

Di matanya, Darwin yang tampak lemah dan lembut itu hanyalah seorang anak dusun yang tidak berguna, jadi Jason pun tidak harus mempertimbangkan perasaannya. Dia tidak memanggil orang untuk menghajarnya, melainkan memaki dan mengejeknya, ini pun sudah merupakan perilaku yang amat baik.

Darwin pun hanya menyeringai saja. Dia memiliki 4 miliar di sisinya, tetapi dia ingin membayar ganti rugi itu, karena pahatan giok itu bukan dipecahkan kakeknya, jadi untuk apa menyalahkannya, bukan? "Kalau kamu berani, coba kasih aku lihat rekaman CCTV tokomu. Aku ingin melihat dengan mata kepalaku sendiri apakah kakekku yang memecahkan pahatan giok itu. Kalau ada buktinya, maka aku akan langsung membayar ganti ruginya.”

"Rekaman CCTV?! Ha ha! Nak, kamu kira dirimu itu hebat ya! Meskipun aku tidak memiliki buktinya, pahatan giok itu memang dipecahkan kakekmu, para pegawai dan satpam di toko ini adalah saksinya! CCTV di toko ini sudah lama rusak, jadi bagaimana mungkin bisa ada rekamannya! Kamu nanti juga akan terbengong ketika berdiri di pengadilan. Jangan mengira mentang-mentang dirimu pintar, kamu bisa semudah itu menipuku. Asal kamu tahu, aku jauh lebih memiliki pengalaman dan pengetahuan dibandingmu!" bentak Jason, mencibirnya.

Darwin pun mengangkat alisnya dan menatap Jason dengan tatapan marah!

Perkataan Jason sangat tidak enak didengar, di mana nadanya terdengar sombong dan kejam! Tapi itulah kebenaran dunia ini. Orang-orang yang seperti Jason ini, yang kaya dan memiliki kekuasaan, dapat meloloskan diri mereka dari jerat hukum dengan memfitnah orang yang tidak bersalah! Bahkan kalau dibawa ke depan polisi, ia pun bisa lolos dengan menggunakan koneksinya, dan Darwin pun tidak akan bisa mengatakan alasannya. Ketika baru lulus kuliah, Darwin masih percaya bahwa orang jahat adalah jahat dan orang baik adalah baik. Tetapi setelah bekerja selama beberapa tahun, dia pun telah dihadapkan dengan kenyataan yang kejam dan pahit.

Ketika kedua orang itu saling bertatap-tatapan, tiba-tiba ada yang membuka pintu kantornya.

Seorang bapak dengan pakaian kasual sedang masuk kemari. Pria ini memiliki rambut putih, sepasang mata cerah, dan dua alis panjang. Wajahnya penuh dengan kerutan dan tubuhnya bungkuk. Tampaknya ia sudah amat tua. Ia pun tidak terlihat seperti orang besar, tapi begitu dia masuk, Jason tiba-tiba bangkit berdiri. Wajah tegasnya seketika tersenyum, kemudian ia mengangguk-angguk sambil berjalan menghampirinya.

"Tuan Victor, ada urusan apa Anda kemari? Apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya Jason sembari tersenyum.


"Hari ini aku ada di Jalan Kumlang sedang menyelenggarakan Antique Fair. Kamu carikan aku orang untuk bantu membawakan barang-barangku," pertintah Victor.


Jason yang mendengarnya pun mengernyit. Toko perhiasannya selama dua hari ini sedang mengadakan acara yang besar dan meriah. Para pegawai di toko pun harus kerja lembur dan sangat sibuk sampai tidak punya waktu untuk beristirahat, jadi bagaimana bisa dia memilih orang untuk membantunya? Ia seketika tampak bimbang, tapi ia juga tak berani menolaknya.

"Siapa ini?"

Victor menyadari kalay Jason tampak kesulitannya, makanya ia menunjuk Darwin sambil bertanya padanya.

Jason tentu saja tak bisa memberitahunya tentang pahatan giok yang pecah itu. Bagaimanapun juga, pahatan giok seharga 3 miliar itu bukanlah masalah kecil, dan dia tidak ingin mengganggu atasannya dengan hal ini, jadi dia hanya bisa berbohong dengan berkata, "Dia adalah satpam yang baru direkrut, tapi sekarang masih sedang diwawancara."

"Kalau begitu suruh dia yang melakukannya saja."

Setelah mengatakannya, Victor pun berbalik dan pergi.

Bahkan jika Jason memiliki seribu alasan untuk menolaknya, dia juga tak berani mengatakannya keluar.

Toko perhiasan Shinstar termasuk milik Grup Shinstar. Sosok hebat pertama di Grup Shinstar adalah Jonathan, yang merupakan pendiri perusahaan ini. Tetapi dia sudah mengundurkan diriya karena mengidap penyakit serius. Lalu sosok hebat kedua di Grup Shinstar adalah Sherina, yang merupakan satu-satunya putri Jonathan. Putrinya sejak kecil sudah belajar di luar negeri, setelah menerima bisnis keluarganya, perkembangan Grup Shintar pun menjadi semakin maju. Baik dari segi penampilan maupun kemampuannya, dia merupakan orang terhormat dan merupakan salah satu dari lima putri keluarga terkaya di Einklag.

Sedangkan bapak Victor di depannya ini adalah sosok hebat ketiga di Grup Shintar. Perbawa dan kualifikasinya bahkan lebih tinggi ketimbang Sherina, bahkan Jonathan yang melihatnya pun akan memanggilnya kak Victor, dan dia tidak berani berlagak di depannya. Konon katanya Grup Shintar telah berkembang dari toko perhiasan kecil menjadi perusahaan terkemuka di Einklag pun karena hubungan pertemanan dengan Victor. Tokoh bisnis inilah yang telah membantu Jonathan membangunkan Grup Shintar.

Baik dalam urusan permata maupun barang antik, Victor memiliki kemampuan penilaian barang yang amat tinggi, dan bahkan termasuk tokoh bisnis yang terkemuka. Banyak perusahaan bahkan rela memberikan 50% saham mereka kepada Victor, tetapi mereka pun tidak berhasil merayunya.

Jadi bagaimana mungkin Jason berani bersikap kurang ajar di hadapan orang besar ini, kan?

Hanya saja dia takut Darwin akan menceritakan masalah mengenai pahatan giok tersebut, jadi setelah memikirkannya, dia pun berjanji kepada Darwin kalau ia akan mendiskusikan usulan menjadikan hutang dengan Darwin jika ia bersedia membantunya menjadi kuli selama seharian. Selain itu, ia menyerahkan tugas di toko kepada pegawainya dan ikut menemani Victor ke Antique Fair. Dengan demikian, ia bisa mencegah Darwin membicarakan masalah mengenai pahatan giok itu, sekaligus menyenangkan hati Victor dan menjaga posisinya di Grup Shintar.

Darwin pun tidak menolaknya. Dia sekarang memiliki kemampuan visual tembus pandang dan juga tertarik pada Antique Fair, makanya ia mengangguk dan berangkat bersamanya.

Antique Fair yang berada di Jalan Kumlang berawal pada pelayaran di Dinasti Ming, dan telah terus berkembang hingga saat ini. Pada zaman dahulu, banyak harta karun dari luar negeri akan dipamerkan di tempat ini, tetapi sekarang telah menjadi tempat pengumpulan batu giok, ornamen dan barang-barang antik lainnya. Banyak penikmat seni dan pedagang yang akan membuka stan dan menjual barang-barang tersebut di sini, salah satunya berupa benda yang langka, dan ada juga barang-barang palsu yang tampak cantik dari permukaannya, pokoknya itu sama seperti bazar yang ramai dan menjual barang asli maupun palsu.

Jika mereka adalah orang seperti Victor, yang merupakan seorang penikmat seni, maka mereka tentu tidak akan melewatkan perkumpulan seperti ini dan setiap tahun akan datang untuk membawa pulang benda berharga itu.

Mereka pun pergi ke tempat tujuan dengan menaiki mobil Buick. Setelah mobilnya berhenti di pinggiran jalan, Victor mereka turun dan masuk ke dalam Antique Fair. Tempat tersebut tampak sangat ramai, penuh dengan suara teriakan, tawar-menawar dan pertengkaran orang-orang.

Di sepanjang jalan, orang-orang yang melihat Victor pun segera pergi menghampiri, menyapa serta berusaha berteman dengannya. Hal ini menunjukkan posisi Victor di dunia bisnis.

Dan Jason juga sedang berusaha menyanjung Victor, dan bahkan membantunya memegang payung, Perilaku sopan itu pun membuat Darwin merasa lucu. Di zaman ini, hidup seorang pengikut akan terasa jauh lebih nyaman, tetapi Darwin tetap tak dapat melakukannya karena ia masih memiliki harga diri yang tinggi.

Selain Darwin, ada juga dua pengawal pribadi Victor di sini. Meskipun status mereka juga tidak tinggi, mereka malah mengesampingkan serta membiarkan Darwin berjalan di paling belakang, dan bahkan tidak menganggapnya. Di mata kedua pengawal itu, Darwin hanyalah seorang kuli, jadi bagaimana mungkin ia bisa sebanding dengan mereka yang merupakan pengawal elite dengan penghasilan 400 juta per tahun, bukan? Darwin yang melihat mereka memandang rendah dirinya pun hanya dapat tertawa saja.

Sepanjang perjalanan, Victor telah membeli lima barang antik berturut-turut, menghabiskan miliaran rupiah. Hal ini pun membuat Darwin yang merupakan anak dusun iri padanya. Orang kaya memang suka menghamburkan uang mereka! Namun, dengan penglihatan Victor, barang antik yang dibelinya pasti dapat menghasilkan banyak uang.

Para pengawal tentu tidak ingin melakukan pekerjaan kuli ini, makanya kelima barang antik tersebut diserahkan kepada Darwin.

Jason menoleh dan melirik Darwin dengan tatapan dingin dan jijik. "Nak, pegang yang benar. Kalau sampai barang ini jatuh dan pecah, bahkan kalau kamu menyerahkan seluruh harta keluargamu, itu pun tak akan cukup!

"Betul sekali. Kau harus berhati-hati, jangan sampai kakimu tersandung ya, ha ha!"

"Kakimu juga tidak seberharga apapun yang ada di tanganmu!"

Kedua pengawal itu pun ikut mengejeknya.

Darwin pun tak ingin meladeni mereka, makanya ia hanya tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa.

Pada saat ini, jalan di depan telah dipenuhi kerumunan dan mereka pun dapat mendengar suara percekcokan, seakan ada yang sedang tawar-menawar. Setelah Darwin mereka mendekat, mereka yang melihat pun langsung memahaminya. Ternyata penjual stan ini memiliki memiliki pembakar dupa Xuande dan ingin menjualnya seharga 300 juta. Si pembeli menginginkannya, tetapi setelah harganya dipotong menjadi 10 juta, ia pun masih tetap meminta si penjual untuk menurun harganya. Orang yang memiliki penglihatan yang bagus pun akan tahu kalau pembakar dupa Xuande ini adalah barang tiruan. Barang aslinya yang tersisa pun sangat sedikit dan harganya bahkan bisa mencapai 20 miliar! Selain itu, kualitas barang palsu ini sangat rendah, seakan tidak layak dibeli dengan nilai 10 juta.

Si pedagang itu akhirnya telah bertemu dengan pelanggan yang ingin membelinya, jadi ia pun tidak ingin menyerah, dan juga ingin menghasilkan keuntungan, makanya keduanya orang tersebut menolak untuk mengalah.

Banyak orang berkumpul untuk menyaksikan keributan ini. Mereka semua sangat tertarik dengan apa yang akan dikatakan si pedagang dan upaya tawar-menawar si pembeli. Beberapa saat kemudian, harganya telah turun menjadi 6 juta, tapi si pembeli masih merasa itu terlalu mahal, namun si pedagang tetap tak ingin menurunkan harganya. Jika ia menurunkan harganya, maka ia akan rugi.

Ini adalah cara yang biasa dilakukan para pedagang barang antik, yang ingin mencari tahu harga yang dapat diterima si pembeli. Banyak orang penikmat seni yang berada di sekitar pun ingin tertawa. Harga pembakar dupa yang jelek ini paling hanya 400 atau 600 ribu, dan si pedagang masih ingin menjualnya seharga 6 juta? Dia benaran ingin mencari keuntungan besar! Tetapi tidak ada yang berani mengungkapkannya, karena ini adalah peraturan berbisnis.

Di saat mereka menolak untuk mengalah, tidak ada yang menyangka akan ada orang yang ikut bergabung.

"Bos, aku ingin membeli kompor ini dengan harga 2 juta."

Terdengar sebuah suara dengan nada datar. Sesaat itu, semua orang melihat orang ini. Dalan sekejap, Darwin pun menjadi fokus perhatian orang-orang! Hanya saja dia tidak merasa gugup sedikit pun, matanya tetap menatap lurus tertuju pada pembakar dupa Xuande palsu yang dipegang si penjual.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

284