Bab 7 Hanya Sebuah Transaksi

by Lena Tan 10:16,Mar 01,2021
Meskipun tahu tidak seharusnya begini, tapi hatinya tetap saja bagaikan ditekan oleh gunung besar, terasa tertekan, sedikit sesak.
Dia dari kecil sudah tahu, bahwa dia akan menikah dengan Kane Gu saat dia tumbuh besar nanti, dan akan menjadi majikan wanita keluarga Gu.
Meskipun Kane Gu biasanya cuek terhadapnya, Elise Xu tetap tak menyerah, dan tetap terus berusaha mendekatinya, berusaha membuat Kane Gu bisa menyukainya juga.
Kecelakaan itu telah menjadi titik balik hubungan antara Elise Xu dan Kane Gu, tapi tepat saat Elise Xu mengira mimpinya hampir jadi kenyataan, Kane Gu malah memberikan pukulan besar secara mendadak, membuat Elise Xu masih trauma hingga sekarang.
Elise Xu pun pernah mencoba berpikir, apakah Kane Gu membatalkan pertunangannya benar-benar karena dirinya terlalu murahan dan tidak tahu diri, tapi sekarang kalau dipikir-pikir kembali, Kane Gu sebenarnya hanyalah sekedar tidak menyukainya.
-
Saat makan sarapan di keesokan harinya, Ayah Xu menerima sebuah panggilan telepon, setelah itu wajahnya langsung mencari ceria, tersenyum terhadap Elise Xu yang sedang makan sarapan sambil berkata: "Elise, CEO Zhang bilang dia sangat puas denganmu, kalau kalian bisa membahas pernikahannya secepat mungkin, dia akan mengeluarkan dana untuk bekerja sama dengan proyek utama perusahaan kita."
Ibu Xu pun merasa girang setelah mendengarnya, "Sudah kuduga, dengan paras dan moral yang dimiliki Elise ini, CEO Zhang pasti akan menyukainya, bagus, sekarang perusahan kita akan terselamatkan!"
"Kalau begitu segera pilih hari mengajak CEO Zhang bertemu untuk membahas perihal pernikahan."
"Hmm, aku pergi pilihkan hari yang baik."
Elise Xu diam, hanya mendengarkan pembahasan di antara orang tuanya, lalu pernikahannya telah diputuskan begitu saja, tidak, dengan kata lain, mereka telah menjualnya begitu saja!
Bagi mereka, pernikahan dan kebahagiaannya hanyalah sebuah barang yang bisa ditransaksikan untuk mendapatkan keuntungan, tidak peduli baik di masa lalu maupun sekarang!
Ibu Xu seakan-akan sekarang baru kembali teringat dengan Elise Xu, dia mengangkat kepala dan melihatnya, llau bertanya: "Elise, bagaimana pendapatmu?"
Elise Xu meletakkan pisau dan garpu di tangannya, mengangkat pandangan mata, perlahan-lahan bertatapan dengan mata ibunya, Elise Xu menggigit bibirnya sesaat, setelah itu baru berkata dengan suara kecil, "Ibu, aku tidak ingin menikah."
Selama ini, dia hampir tidak pernah membantah perintah orang tuanya, tapi kali ini, entah kenapa, dia malah mengatakan ucapan seperti itu secara tanpa sadar.
Setelah ucapan ini terlontarkan, raut wajah orang tuanya langsung berubah, "Kamu bilang apa? Kamu sudah menjadi bahan tertawaan di kalangan kita dari dulu, sekarang, CEO Zhang bisa tertarik padamu merupakan keberuntunganmu, kamu kira kamu masih berhak pilih-pilih? Kukatakan padamu, mau tidak mau kamu tetap harus menikah!"
Elise Xu selama ini tahu kejadian di masa lalu itu telah membuat keluarga Xu menanggung rasa malu, dan sekarang telah menjadi bahan tertawaan semua orang. Tapi seburuk apa pun perkataan orang lain, Elise Xu bisa mengabaikannya, namun yang melontarkan ucapan seperti ini sekarang malah ayah kandungnya sendiri.
Setiap kata terasa bagaikan sebilah pisau yang menusuk ke lubuk hatinya dengan kejam, raut wajahnya sedikit memucat.
Saat melihat keadaan ini, Ibu Xu segera mencoba mengatasi situasi, "Sudahlah, Elise baru saja pulang, dia masih kelelahan dan belum sepenuhnya sadar, jangan begitu buru-buru dalam hal ini, biarkan dia istirahat beberapa hari dulu, kita bahas lagi beberapa hari kemudian."
Ayah Xu melototinya, dia seakan-akan masih hendak mengatakan sesuatu, tapi dihentikan oleh ibu Xu dengan tatapan matanya, baru ayah Xu berusaha menahan amarahnya, tapi selera makannya sudah menghilang, Ayah Xu bangun dan pergi dengan cepat.
Saat sosok tubuhnya menghilang dari pintu, Ibu Xu mengulurkan tangan, menepuk bahu Elise Xu dengan pelan, berkata dengan lembut: "Elise, ayahmu sangat gelisah karena masalah di perusahaan, terkadang akan berkata kasar, bertoleransilah padanya, jangan masukkan ke hati, dia sebenarnya masih menyayangimu, tahu tidak?"
Elise Xu memperlihatkan senyuman dengan paksa, menganggukkan kepala secara perlahan.
-
Hari ini, setelah Ibu Xu dan Elise Xu selesai melakukan perawatan kulit di klinik kecantikan langganan mereka, mereka mendapatkan panggilan telepon dari Ayah Xu, katanya dia kebetulan sedang berada di restoran dekat-dekat sana, mengajak mereka berdua makan bersama lalu pulang bersama.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

618