Bab 1 Harta Keluarga Bernilai Triliun

by Andy Lee 11:58,Jun 15,2020
“Ingin aku pulang ke keluarga Chen?”
Di pintu sebuah restoran di jalan pejalan kaki di Kota Chang Zhou, Morgan Chen memakai seragam antar pesanan berwarna kuning, wajahnya dingin.
“Betul, Tuan Besar bilang asalkan Tuan Muda bersedia pulang ke keluarga Chen, aset keluarga Chen yang bernilai triliun akan dikelola oleh Tuan Muda.” Di hadapan Morgan Chen, seorang bapak tua yang memakai jubah chiongsam abu-abu berbicara dengan hormat.
“Huh……aset bernilai triliun?” Morgan Chen tersenyum mengejek, menghela nafas panjang berkata:”Kalian keluarga Chen sungguh kaya.”
Seakan merasakan nada ejekan dari perkataan Morgan Chen, bapak tua yang memakai chiong sam dengan tak berdaya bertanya:”Tuan Muda, apakah masih mengingat terus kejadian 3 tahun lalu?”
Melihat Morgan Chen tak bersuara, Javier Chen tersenyum pahit berkata:”Tuan Muda, 3 tahun lalu memang Tuan Besar yang bersalah, namun Tuan Besar juga telah membayar harga yang pantas untuk kejadian tersebut, mengapa Tuan Muda tidak sudi memberikan Tuan Besar satu kesempatan?”
“Kesempatan?” bibir Morgan Chen tersenyum sinis, menyuruh dia memberikan kesempatan kepada Frans Chen, tetapi pernahkah Frans Chen memberikan kesempatan kepada ibunya?
Morgan Chen takkan pernah melupakan kondisi ibunya meninggal jatuh sakit di hadapannya pada 3 tahun lalu.
Keluarga Chen memiliki aset bernilai triliun, namun Frans Chen tidak bersedia mengeluarkan 1 juta untuk biaya pengobatan ibunya, bahkan ketika dia bagaikan seekor anjing bersujud di hadapannya sambil menggoyangkan ekor memohon belas kasihan, Frans Chen juga sama sekali tidak tergerak hatinya, melihat ibunya meninggal dengan mata sendiri.
Sekarang Frans Chen ingin 1 kesempatan? Huh......
Morgan Chen menggelengkan kepala, ekspresi wajahnya penuh dengan sindiran yang tersirat.
“Apakah Tuan Muda rela bekerja seumur hidup sebagai pengantar pesanan?” Melihat Morgan Chen sama sekali tidak tergerak hatinya, Javier Chen menghela nafas bertanya, dia mengetahui setelah meninggalkan keluarga Chen, Morgan Chen melewati kehidupan yang sulit dalam 3 tahun ini, sebagai menantu keluarga Xia yang tinggal di rumah mertua, dia tidak hanya berstatus rendah, bahkan juga dikucilkan oleh keluarga Xia, bila dibandingkan dengan kehidupannya di keluarga Chen, sungguh berbeda jauh bagaikan langit dan bumi.
“Lebih baik menjadi pengantar pesanan daripada mengantar nyawa.” Morgan Chen tersenyum tipis berkata.
Raut wajah Javier Chen berubah dan berkata:”Tuan Muda, apa maksudmu?”
“Tiada maksud apapun.” Morgan Chen menggelengkan kepalanya,”Javier Chen, kamu boleh pulang, beritahu Frans Chen, cepat atau lambat aku akan pulang ke keluarga Chen, namun bukan demi aset triliun itu!”
Javier Chen terbengong, melihat sosok Morgan Chen yang pergi menjauh, mendadak kerumitan terpampang di wajahnya......
Sepanjang jalan, suasana hati Morgan Chen sangat kacau.
Sejak lahir, dia senantiasa tinggal di keluarga Chen, namun karena dia adalah anak luar nikah, dia tidak pernah dianggap oleh keluarga Chen, bahkan pelayan keluarga Chen juga memakinya sebagai anak haram, seenak hati menghinanya.
Tadinya Morgan Chen mengira dia seumur hidup akan menjadi belatung di keluarga Chen, hingga ibunya jatuh sakit 3 tahun lalu, barulah dia memahami keluarga Chen bahkan tidak memberikan dia kesempatan untuk menjadi belatung!
Malam tersebut ibunya sakit parah, Morgan Chen bersujud di depan semua anggota keluarga Chen bagaikan seekor anjing, memohon mereka menyelamatkan nyawa ibunya, namun tidak ada 1 orang pun yang menjulurkan tangan untuk membantu.
Ekspresi semua orang sangatlah dingin.
Akhirnya, ibunya meninggal tanpa diobati penyakitnya.
Morgan Chen sakit hati, saat itu dia memahami bahwa nyawa dia dan ibunya bagi keluarga Chen bahkan tidak sebanding dengan semut!
Pada hari itu, Morgan Chen meninggalkan keluarga Chen.
Pada hari itu, Morgan Chen bersumpah suatu hari nanti dia akan pulang kembali ke keluarga Chen, menggunakan kekuatannya untuk membuat seluruh anggota keluarga Chen bersujud dan bertobat di depan makam ibunya!
Namun itu hanyalah pandangan dia sebagai anak muda yang sembrono, setelah meninggalkan keluarga Chen, pada hari ke-2 di Changzhou, Morgan Chen akan dibunuh oleh sekelompok orang, jika Kendro Xia tidak menolongnya, dia telah meninggal dari dulu.
Tanpa berpikir pun tahu orang yang ingin membunuh dia tidak terlepas hubungannya dengan keluarga Chen.
Di depan keluarga besar Chen, Morgan Chen kecil dan hina bagaikan semut.
Setelah menjadi menantu yang tinggal di keluarga Xia, kehidupan Morgan Chen mulai tenang, walaupun ditertawakan semua orang, namun paling tidak dia adalah seorang manusia.
Namun ketika pohon ingin ketenangan, angin tidak berhenti bertiup, Keluarga Chen mencarinya kembali.
Bahkan menyuruh dia kembali ke keluarga Chen untuk menjadi pengurus aset bernilai triliun.
Akan tetapi generasi ke-3 keluarga besar Chen memiliki 100 lebih anak laki, bagaimana pun juga tidak mungkin dia yang sebagai anak luar nikah akan terpilih untuk mengelola aset keluarga Chen.
Tidak perlu diragukan lagi, ini adalah tipu muslihat.
Dia yang dulu hina bagaikan anjing, hari ini malahan bernilai triliun.
Tipu muslihat ini sungguh palsu!
“Morgan Chen!” Ketika Morgan Chen berpikir sembari mengernyitkan dahi, seorang wanita polos dan cantik yang bergaun putih muncul di hadapannya, kelima indera wanita ini indah, badannnya tinggi dan ramping, bersifat anggun, hanya dengan berdiri di sana saja dapat membuat mata orang yang melihatnya menjadi terang dan terpesona.
Wanita ini adalah istri Morgan Chen, Lancy Xia.
“Lancy, ada apa?”
Setelah melihat Lancy Xia, wajah Morgan Chen kembali penuh senyuman, tidak perduli apa pun yang terjadi, selama ada Xia......
Lancy, perasaan dia akan membaik tanpa diketahui penyebabnya.
Namun ekspresi Lancy Xia sedikit dingin, dia hanya melirik Morgan Chen sekilas, kemudian berkata dengan datar:”Ikut aku ke aula sembahyang leluhur, upacara besar sembahyang leluhur akan segera mulai.”
“Pergi ke aula sembahyang leluhur?” Mulut Morgan Chen ternganga, baru teringat kemarin Lancy Xia telah memberitahunya hari ini adalah upacara besar sembahyang leluhur keluarga Xia, semua anggota keluarga Xia harus datang ke aula leluhur untuk sembahyang kepada leluhur.
Hanya saja......
Morgan Chen menundukkan kepala melihat seragam pesan antar warna kuning yang dipakainya, hatinya tidak luput dari rasa malu, baru selesai mengantar pesanan dan sempat tertunda waktunya karena Javier Chen, dia belum sempat ganti pakaian.
Upacara besar sembahyang leluhur adalah acara yang khidmat, dia sadar tidak boleh menggenakan pakaian yang mencolok mata seperti ini.
“Lancy, bisakah menungga aku pulang untuk ganti pakaian dulu?” Morgan Chen dengan serba salah membuka mulut.
Lancy Xia terlihat tidak senang:”Kamu dari tadi sibuk apa! Bukankah kemarin aku sudah beritahu kamu hari ini sembahyang leluhur?”
“Aku......aku lupa.” Morgan Chen menundukkan kepala bagaikan anak kecil yang bersalah.
“Ya sudah, tidak perlu ganti, tidak ada orang juga yang memperhatikanmu, langsung jalan, kakek dan yang lain sudah menunggu.” Lancy Xia berkata dengan tidak sabaran, hatinya masih kesal terhadap Morgan Chen, urusan sepenting ini bisa dilupakan.
“Baiklah.” Morgan Chen ingin berbicara, namun Lancy Xia telah berbalik badan dan jalan, dia terpaksa mengikuti.
Keluarga Xia adalah keluarga ternama di Kota Changzhou, Benny Xia pernah menjadi perdana menteri Dinasti Han, sejak Benny Xia mendirikan keluarga Xia hingga saat ini, keluarga Xia telah berdiri selama 2.000 tahun.
Beberapa tahun ini, walaupun kondisi keluarga Xia memburuk, tidak jaya seperti dulu kala, namun di Changzhou tetap tiada orang yang berani meremehkan keluarga Xia.
Upacara besar sembahyang leluhur yang diadakan 3 tahun sekali merupakan salah satu acara terpenting keluarga Xia.
Setelah bergegas menuju ke aula leluhur bersama Lancy Xia, Morgan Chen menyadari di dalam aula leluhur telah berdiri banyak orang.
Lancy Xia menarik nafas panjang, melangkah masuk ke dalam aula leluhur, Morgan Chen mengikuti di belakang, namun setelah tiba di pintu masuk, dia dihadang oleh sebuah tangan besar.
“Tunggu! Morgan Chen, untuk apa kamu masuk?” Pemuda yang menghadang Morgan Chen bernama Vinley Xia, abang sepupu Lancy Xia, kemudian Vinley Xia berpangku tangan, wajahnya penuh dengan candaan.
“Sembahyang leluhur.” Morgan Chen memandang Vinley Xia dengan tidak mengerti, ada upacara besar sembahyang leluhur, semua anggota keluarga Xia harus hadir, dia telah diambil mantu oleh keluarga Xia, tentu saja juga menjadi bagian dari keluarga Xia.
“Sembahyang leluhur?” Vinley menertawakan:” Leluhur mana yang kamu sembahyang? Yang dipuja di sini adalah leluhur keluarga Xia, apa hubungannya denganmu?”
Maksudnya adalah Morgan Chen sebagai orang luar, tidak pantas memasuki aula leluhur keluarga Xia.
“Vinley Xia! Apa maksudmu?” Wajah lancip Lancy Xia dingin.
Vinley Xia melirik sekilas Lancy Xia, dengan cuek berkata:“Tidak ada maksud lain, aula leluhur keluarga Xia tidak boleh dimasuki oleh orang luar dan anjing.”
Kalimat di depan hanya sindiran samar, namun kalimat di belakang ‘tidak boleh dimasuki orang luar dan anjing’ adalah penghinaan secara terang-terangan.
Ini tidak masalah bagi Morgan Chen, dia pernah mengalami penghinaan yang lebih parah dari ini.
Malahan Lancy Xia yang marah hingga wajahnya tidak sedap dipandang, biar bagaimanapun Morgan Chen adalah suami sahnya secara hukum!
“Morgan Chen adalah suamiku, berdasarkan apa kamu bilang dia orang luar!”
“Suamimu? Ha ha ha.” Bagaikan mendengar lelucon besar, Vinley Xia tertawa terbahak-bahak:”Lancy Xia, tanyakan pada hati nuranimu, benarkah kamu menganggap sampah ini sebagai suami? Jangang mengira aku tidak tahu, kalian menikah selama 3 tahun namun tidak pernah melakukan apapun.”
Menikah 3 tahun, tidak pernah melakukan apapun?
Mendengar perkataan ini, tidak sedikit anggota keluarga Xia di aula leluhur yang menebarkan senyum penuh arti, pandangan ke arah Morgan Chen juga penuh dengan sindiran. Mereka tidak mengerti betapa tak bergunanya Morgan Chen, hidup 3 tahun bersama Lancy Xia yang cantik rupawan, ternyata sama sekali tidak pernah tidur bersamanya, apakah sampah ini memiliki masalah?
Wajah Lancy Xia berubah, memang benar dia menikah 3 tahun dengan Morgan Chen tanpa pernah tidur bersama, bahkan bergandengan tangan pun tidak pernah, dia beranggapan hanya sedikit orang yang mengetahui hal ini, namun sekarang seluruh anggota keluarga Xia telah mengetahuinya.
“Lancy, kamu masuk dulu, aku mendadak ingat masih ada 1 pesanan belum diantar.” Morgan Chen dengan senyum terpaksa berkata, dia dapat menghadapi sindiran semua anggota keluarga Xia, namun dia tidak ingin melibatkan Lancy Xia.
Melihat Morgan Chen yang berpura-pura tidak keberatan, hati Lancy Xia terasa sakit tanpa dia ketahui alasannya, selama 3 tahun menikah, walaupun dalam hatinya tidak pernah menganggap Morgan Chen sebagai suaminya sendiri, namun Morgan Chen sangat baik terhadap mereka, tidak perduli badai maupun hujan, Morgan Chen selalu antar jemput dia ke kantor, biarpun dia marah besar, Morgan Chen selalu hadapi dengan tersenyum.
Di hadapan dia, pria ini seolah-olah tidak memiliki perasaan……
Umumnya tidak pernah marah, hanya mengalah kepadanya dan merawatnya……
Setelah waktu berjalan lama, tentu akan muncul perasaan.
Kelopak mata Lancy Xia yang indah tanpa terasa berkabut, mengapa kamu begitu baik kepadaku……
Morgan Chen menarik nafas panjang, berbalik badan untuk meninggalkan tempat, dia tahu dengan tetap berdiri di sana hanya akan mendapatkan penghinaan.
Namun dia baru saja balik badan, terdengar suara nyaring di belakangnya:”Dia masuk, aku masuk!”
Setelah suara itu, Morgan Chen merasa tangannya digenggam erat oleh sebuah tangan yang lembut.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

789