Bab 5 Orang Terkaya Changzhou

by Andy Lee 11:58,Jun 15,2020
“Anak muda, sedang apa?” Pimpiman satpam yang berwajah hitam melihat Morgan Chen dengan pandangan tidak bersahabat.
“Cari orang.” Jawab Morgan Chen dengan jujur.
“Cari orang?” Satpam bermuka hitam tersenyum mengejek bertanya:”Tahukah kamu tempat apa ini?”
“Gunung Yuquan.” Jawab Morgan Chen dengan datar.
“Sialan, sudah tahu di sini adalah Gunung Yuquan, masih berani mencari orang di sini, apakah mungkin ada orang yang kamu kenal di sini?” Lucas Wang tertawa mengejek, harga pakaian yang dipakai oleh Morgan Chen tidak lebih dari 100 yuan, mengendarai motor antar pesanan, orang seperti ini bagaimana mungkin bisa kenal dengan orang di pervillaan.
Morgan Chen mengernyitkan dahi, dia hanya perduli dengan gaya sederhana, namun tidak disangka akan bertemu dengan satpam yang meremehkan orang dari penampilan di sini.
Morgan Chen tidak berbicara, Lucas Wang semakin berlebihan, menganggap dirinya mengetahui tujuan asli Morgan Chen.
“Anak muda, katakan kamu mencari siapa, Direktur Li ataukah Bos Shen?” Lucas Wang bertanya dengan nada mengejek, Marcus Li dan Hugo Shen adalah 2 orang yang paling terkenal di seluruh kota Changzhou, yang satu adalah pimpinan kota Changzhou, yang satu lagi adalah orang terkaya Changzhou. Dulu banyak orang yang mencoba mengambil keuntungan dengan mengatakan mengenal mereka berdua, namun pada akhirnya mundur setelah digertak oleh Lucas Wang, bahkan diberi pelajaran.
“Aku mencari Hugo Shen, aku membeli sebuah villa darinya, aku datang untuk melihat villa.” Morgan Chen berkata sambil menghela nafas. Dia tahu kejujurannya takkan dipercayai oleh Lucas Wang, namun dia bersedia memberikan 1 kesempatan lagi untuk Lucas Wang, bila Lucas Wang mengijinkannya masuk, dia bisa menganggap tidak pernah terjadi apapun, pada dasarnya kelak dia akan tinggal di sana.
“Ha ha ha ha!”
Sesuai dugaan Morgan Chen, jawaban untuknya adalah suara tawa ejekan tanpa sungkan.
Lucas Wang tertawa hingga membungkukkan pinggangnya, air mata pun keluar.
“Ha ha ha, apakah kalian dengar?” Si bodoh ini mengatakan dia membeli villa dari Bos Shen, aku sungguh akan mati karena tertawa.”
“Si bodoh ini mengantar pesanan hingga menjadi bodoh, apakah dia tidak tahu 1 meter persegi villa di sini saja dia takkan sanggup beli.”
“Jika dia mampu membeli villa di sini, akan aku makan motor dia.”
Satpam-satpam tertawa sahut menyahut, mereka bertemu banyak pembual, namun tidak pernah bertemu yang seperti Morgan Chen, begitu naik mengatakan dirinya telah membeli sebuah villa di Gunung Yuquan.
Ini bukan membual lagi, ini adalah mimpi!
Morgan Chen menggelengkan kepala, reaksi beberapa satpam di depannya membuatnya serba salah.
Mengapa pada masa sekarang berkata jujur pun tidak dipercayai.
“Baiklah anak muda, karena kamu telah membuat aku tertawa, aku tidak akan memberimu pelajaran, enyahlah, enyahlah ke bawah gunung sendiri, di sini bukan tempat yang bisa kamu datangi.” Setelah selesai tertawa, Lucas Wang mengibas tangannya bagaikan mengusir lalat dan berkata kepada Morgan Chen.
Berdasarkan sifatnya, seharusnya dia akan memberikan pelajaran kepada Morgan Chen, agar Morgan Chen mengetahui kodrat.
Namun Morgan Chen membawa kesenangan untuk mereka, Lucas Wang merasa dirinya bisa berbaik hati melepaskan Morgan Chen.
Pada saat bersamaan, di ruang tamu elegen dalam villa, Javier Chen berjalan bolak balik di depan jendela, di belakangnya berdiri seorang pria bertubuh besar.
Kulit sang pria hitam, seluruh badannya mengeksrepsikan dirinya adalah seorang bandit, berdasarkan penampilannya, dia takkan memiliki hubungan dengan orang terkaya Changzhou.
Pria itu adalah orang terkaya Changzhou, Hugo Shen.
“Tuan Chen, kapankah Tuan Muda Chen….. akan datang?” Saat ini, Hugo Shen mulai tegang, semalam ketika Javier Chen mengatakan bahwa penerus warisan keluarga Chen akan datang ke Changzhou, dia tidak tidur semalaman.
Dia tidak tahu sifat Tuan Muda Chen, apakah mudah untuk diajak bergaul.
Walaupun semua orang menganggapnya sebagai orang terkaya di Changzhou, namun Hugo Shen tahu jelas dirinya hanya menjadi orang penting di tempat kecil Changzhou, bila pergi ke ibukota yang penuh dengan orang kaya dan berkuasa, kekayaan dia sama sekali tidak berarti.
“Tuan Muda……” Javier Chen juga merasa tidak tenang, telepon telah putus 1 jam lebih, seharusnya Morgan Chen sudah lama tiba, namun sekarang tidak terlihat bayangannya.
Javier Chen ingin menanyakan Morgan Chen telah berada di mana, namun takut Morgan Chen tidak suka.
Pada saat itu, telepon dia yang berdering dulu.
“Tuan Muda!”
“Aku di depan gerbang” Morgan Chen hanya mengucapkan 4 perkataan tersebut kemudian memutuskan telepon.
Javier Chen berubah raut wajahnya, di depan gerbang? Mengapa tidak masuk?
“Kamu anak muda, aku suruh enyah, kamu benaran tuli ya?! Melihat Morgan Chen tidak hanya tidak mengikuti perkataannya, malahan menelepon di depannya, Lucas Wang sangat tidak senang
Morgan Chen seolah-olah……
tertawa namun sebenarnya tidak, berkata:”Kamu menyuruh aku enyah?”
“Kenapa, perlu aku yang mengusirmu?” Lucas Wang tersenyum dingin, dia meregangkan jari jemarinya hingga berbunyi, sambil berkata dia menginjak motor Morgan Chen.
Motor yang dikendari Morgan Chen selama 3 tahun diinjak hingga hancur berantakan.
Morgan Chen mengernyitkan dahi, wajahnya dingin, dia mengendari motor ini melewati badai dan hujan selama 3 tahun untuk mengantar pesanan, bisa dikatakan memiliki rasa sayang terhadapnya, kini diinjak hancur oleh seorang satpam.
Morgan Chen sangat marah.
Lucas Wang tidak perduli, memanggil beberapa satpam mengelilingi Morgan Chen.
“Anak muda, jika kamu tidak pergi sendiri, maka aku akan bantu kamu pergi, kemari, julurkan mukamu baik-baik, biar aku berikan 2 tamparan, aku akan lepaskan kamu turun gunung.” Lucas Wang bersikap congkak, merasa Morgan Chen adalah ikan dalam genggamannya, dia bisa memotongnya sesuka hati.
“Kamu yakin ingin memberi aku 2 tamparan?” Morgan Chen tertawa dan berjalan ke arah Lucas Wang.
“Kenapa, aku tampar kamu, kamu bisa berbuat apa terhadap aku?” Lucas Wang tertawa terbahak-bahak, semakin merasa anak muda di depannya sedikit bodoh.
Walaupun dirinya hanya seorang ketua satpam, tetapi dia adalah orang keluarga Shen, nama keluarga Shen saja cukup untuk membuat pengantar pesanan ini tidak bisa bertahan hidup.
Di wilayah ini, biarpun pejabat tinggi juga harus bersikap sopan, tanpa perintah keluarga Shen, bila dia mengatakan tidak boleh masuk, maka tidak boleh masuk, tiada orang yang berani mencari masalah!
Sambil berkata, Lucas Wang mengayunkan tangannya menambar pipi Morgan Chen.
Namun sebelum tamparan ini kena, tangannya telah dipegang erat oleh seseorang, selanjutnya adalah sebuah tamparan melayang di pipinya.
Kemudian muncul di hadapannya sebuah wajah yang suram.
“Bos……Shen?” Otak Lucas Wang seolah-olah meledak, hanya terasa lidahnya kaku. Sebab yang mendadak muncul di hadapannya adalah orang terkaya Changzhou yang terkenal, Hugo Shen!
“Bos Shen, mengapa Anda……datang.” Suara Lucas Wang agak gemetar, dia mengetahui jelas betapa menakutkannya orang terkaya Changzhou ini.
“Inginkah kamu menampar aku sekalian?”
Hugo Shen menanyakan dengan dingin, sebelumnya dia masih memikirkan cara untuk menjilat kepada Morgan Chen, ternyata dalam sekejap mata, pengawal keluarganya sendiri malah menahan Morgan Chen di luar gerbang dan hampir dipukul.
Saat ini, Hugo Shen bahkan berpikir untuk membunuh Lucas Wang.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

789