Bab 8 Di mana Motormu?

by Andy Lee 11:58,Jun 15,2020
Lancy Xia mengunci rapat bibirnya untuk tidak berbicara, dia tahu Rica Xia terus mempermasalahkan dia yang diakui sebagai gadis tercantik keluarga Xia, sehingga setiap ada kesempatan pasti akan mengejeknya, Lancy telah terbiasa.
Lancy Xia semakin diam, Rica Xia semakin girang.
“Lancy, kapan Morgan Chen membelimu mobil, cuaca sepanas ini, dia tidak bisa membiarkanmu duduk di jok belakang motor setiap hari, dia tidak mengerti untuk menyayangimu.”
“Ada hubungan denganmu?” Lancy Xia berkata sambil memandang Rica Xia dengan sebal.
Rica Xia mengangkat ujung bibirnya, sengaja bersikap terkejut berkata:”Maaf Lancy, aku lupa gaji Morgan Chen sebagai pengantar pesanan sangat kecil, jika tidak ada mukjizat, dia takkan mampu membeli mobil seumur hidup ini.”
Lancy Xia menggertakkan gigi penuh amarah, Rica Xia merendahkan Morgan Chen di hadapannya, ini membuatnya sangat marah, namun apa daya dia tidak bisa membantah, sebab yang dikatakan Rica Xia adalah kenyataan, jangankan untuk membeli mobil, gaji Morgan Chen sebagai pengantar pesanan bahkan sulit untuk menghidupi keluarga.
“Lancy, atau suruh Morgan Chen jangan mengantar pesanan lagi, suruh dia bekerja untuk suamiku saja, perusahaan suamiku belakangan ini sedang membuka lowongan untuk satpam, gajinya lumayan, paling tidak lebih baik daripada pengantar pesanan, jika Morgan Chen bekerja giat 8-10 tahun, masih ada kemungkinan untuk membeli mobil.”
Rica Xia berbicara dengan nada mengejek, dia berbeda dengan Lancy Xia, dia menikah dengan suami baik, menjadi manager personalia di perusahaannya pada usia muda, gaji setahun jutaan, sehingga setiap kali di depan Lancy Xia, dia sangat berani.
Lancy Xia memutar balik kepalanya tanpa melirik Rica Xia.
“Hm.” Rica Xia mendehem dengan nada ejekan, Lancy Xia tidak perduli padanya, jika dia terus mengejek juga tiada arti.
Saat ini, sebuah mobil hitam Audi A8 memasuki pintu perusahaan, ada sebuah taxi Jetta mengikuti di belakang Audi A8.
Melihat Audi A8, wajah Rica Xia langsung bahagia.
“Lancy Xia, suamiku menjemputku, kamu lanjutkan berjemur matahari di sini.” Rica Xia berjalan menuju mobil Audi A8 dengan penuh kemenangan.
Lancy Xia menggigit bibirnya sembari melirik Rica Xia, tidak mungkin dia tidak iri, sama-sama adalah suami, tetapi suami Rica Xia setiap hari akan menjemputnya dengan mengendarai mobil Audi A8 yang harganya hampir jutaan, sedangkan suaminya sendiri hanya mengendarai motor.
Ketika hujan, mereka berdua akan basah kuyup.
Mobil hitam Audi berhenti di depan pintu perusahaan, jendela mobil turun perlahan-lahan, terlihat wajah ganteng Robyn Zhao.
“Suamiku!” Rica Xia menghampirinya dalam pelukan, ciuman mendarat di pipi Robyn Zhao.
“Rica, naik mobil.”
Robyn Zhao tersenyum kecil, melirik Lancy Xia sekilas, matanya tersirat penuh keheranan, 3 tahun telah berlalu, Lancy Xia masih cantik seperti dulu, waktu tidak meninggalkan bekas di wajahnya, bahkan Lancy Xia menjadi memiliki daya tarik wanita dewasa.
Kemudian melirik Rica Xia yang berada di sebelahnya, walaupun cantik berkat dandanan, namun bila dibandingkan dengan kecantikan Lancy Xia yang bagaikan bunga kembang sepatu yang muncul dari air yang jernih, sungguh berbeda levelnya.
Alangkah bagusnya jika dulu dia bisa lebih duluan daripada sampah itu, Robyn Zhao berpikir dalam hati, 3 tahun lalu, pada awalnya dia tertarik pada Lancy Xia, bukan Rica Xia, namun ketika dia ingin mengejar Lancy Xia, mendadak keluarga Xia menyampaikan berita bahwa Lancy Xia telah menikah!
Dengan seorang pengantar pesanan.
Saat itu Robyn Zhao merasa langit runtuh, akan tetapi nasi telah menjadi bubur, dia tak berdaya, terpaksa memilih Rica Xia.
Namun hatinya tidak pernah bisa melupakan Lancy Xia, bahkan ketika mendengar bahwa Lancy Xia tidak bahagia setelah menikah, dia pernah terpikir untuk bercerai dengan Rica Xia untuk mengejar Lancy Xia kembali.
Namun hal seperti itu hanya bisa dipikirkan.
Robyn Zhao menghela nafas, bersiap-siap untuk pergi, pada saat itu dia melihat bayangan yang akrab lewat kaca spion belakang.
Mengapa sampah ini datang? Bibir Robyn Zhao menyindir.
“Lancy, maaf aku terlambat.” Morgan Chen turun dari taxi, mengelap keringat di kepalanya, langsung menghampiri Lancy Xia.
“Tidak apa-apa.” Melihat Morgan Chen tidak mengendarai motor, Lancy Xia ragu, namun dia tidak bertanya.
“Mari jalan, kita pulang.” Morgan Chen tersenyum berkata.
“Aduh Morgan Chen, di mana motormu?” Suara Rica Xia yang bernada aneh terdengar, dulu paling tidak Morgan Chen akan menjemput Lancy Xia dengan motor, hari ini bahkan tidak ada motor, apakah janjian untuk berjalan kaki pulang.
Morgan Chen menyipitkan mata, berkata dengan datar:”Apa hubungan denganmu?” Rica Xia tidak menyukai Lancy Lin, dia tentu saja……
tahu, sehingga dia juga tidak akan bersikap baik kepada Rica Xia.
Rica Xia kehilangan kata-kata, mereka berdua ucapannya sama persis.
Akan tetapi dia masih sungkan kepada Lancy Xia, tetapi tidak sungkan kepada Morgan Chen:”Bagaimana caramu berbicara? Tahu aturan tidak? Tidak tahu aku adalah kakak sepupumu? Kurang ajar!”
“Rica Xia, bicara yang sopan!” Sebelum Morgan Chen berbicara, Lancy Xia telah maju dengan muka dingin.
“Kenapa, Morgan Chen si sampah ini, bahkan tidak bisa membuat orang……”
“Plok”
Rica Xia belum menyelesaikan ucapannya, di mukanya muncul bekas 5 jari tangan.
Rica Xia terpana, Robyn Lin terpana, Morgan Chen juga terpana.
Hanya Lancy Xia yang bermuka dingin, menggertakkan gigi berkata:”Coba kamu bilang dia sampah lagi?”
Dia ternyata ditampar……Rica Xia terbengong.
“Hei! Pelacur kurang ajar, kubunuh kau!”
Setelah sadar, Rica Xia menjerit, dengan mata merah menerjang Lancy Xia.
Saat ini, Morgan Chen tentu saja tidak bengong lagi, dia segera melindungi Lancy Xia ke belakangnya.
Robyn Zhao juga turun dengan wajah suram, dia tadinya ingin membantu, namun melihat Morgan Chen yang tinggi besar, dia berhenti dan menarik Rica Xia.
Jika berkelahi, Morgan Chen yang sudah terlatih kerja keras sepanjang tahun, Robyn Zhao yang berstatus tuan muda tahu jelas dirinya takkan menang, dia tidak ingin dipermalukan di sini.
“Robyn Zhao, untuk apa kamu menarikku, pelacur ini memukul istrimu, kamu tidak membantu, bahkan menarik aku!”
Rica Xia menjerit kencang, sama sekali tidak menjaga imeg, banyak karyawan perusahaan yang datang mengelilingi, wajah Robyn Zhao suram bagaikan air keruh, merasa sangat malu.
“Sudah!” Robyn Zhao membentak Rica Xia, memelototi Rica Xia,
“Hiks hiks, suamiku, Lancy Xia si pelacur ini memukulku.”
Wajah Morgan Chen dingin, mendadak maju dan menampar Rica Xia 1 kali.
Tidak masalah Rica Xia memakinya sampah, tetapi tidak boleh memaki Lancy Xia!
Tamparan kali ini lebih kencang daripada tamparan Lancy Xia, seketika itu juga pipi Rica Xia muncul bekas jari tangan.
“Morgan Chen, kamu pecundang, kamu berani memukul aku, Lancy Xia si pelacur berani pukul aku, kamu si sampah juga berani, aku akan sikat kamu!”
Rica Xia memegang pipinya yang merah padam, dia benaran jadi gila, segera melepaskan diri dari Robyn Zhao, menerjang Morgan Chen.
Plok Plok!
Bagaimana mungkin tubuh kecilnya Rica Xia bisa menang dari Morgan Chen, 2 tamparan berlanjut, Rica Xia hampir pingsan.

“Suamiku, suamiku, sampah ini, dia……dia berani pukul aku! aku tidak ingin hidup lagi!”
Rica Xia hampir hancur.
“Jika kamu tidak bisa mengontrol mulut busukmu, aku tidak keberatan untuk membantumu merobeknya!” Morgan Chen berkata dengan dingin, pandangannya yang dingin membuat orang yakin dia akan melakukannya.
Banyak orang yang terpana melihat situasi ini, bahkan Robyn Zhao dan Lancy Xia terbengong di tempat.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

789