Bab 1 Salah Paham Atau Tipu Muslihat

by Stefen Lee 11:52,Sep 15,2020
"Kakak ipar, kamu jangan cuci dulu."

Seorang gadis yang suci dan cantik menggoyangkan kakinya dan berkata dengan manja.

Ada seorang pria di depannya yang sedang berjongkok di depan baskom, mencuci pakaian dalam wanita.

Setelah mendengar kata-kata tersebut, lelaki itu meletakkan bedan di tangannya, mengelap tangannya, dan tersipu berkata, "Agnes, kenapa kamu tiba-tiba memanggil aku kakak ipar ..."

Pria itu bernama Erick Qin yang bergabung dengan Keluarga Lin tiga tahun lalu.

Dalam tiga tahun penuh pernikahannya, Agnes Lin tidak pernah memanggilnya sebagai kakak ipar! Setiap kali hanya bolak-balik memerintah, bahkan tanpa memanggil nama.

Agnes Lin menggoyangkan kakinya dan berkata dengan manja:"Idih, aku kan sudah mengubah kesalahan sebelumnya!"

Erick Qin tersipu dan bertanya dengan suara rendah, "Ada apa kamu memanggil aku?"

Agnes Lin mengedipkan matanya yang seperti air dan berkata sambil tersenyum manis, "Kakak ipar, kamu datang ke kamar aku, aku ingin kamu membantu sesuatu."

Setelah mengatakan ini, Agnes Lin membalikkan badan dan pergi.

Dia tidak berani melanggar perintah Agnes Lin, jadi dia menyeka tangannya dan berjalan menuju kamar Agnes Lin.

Begitu pintu terbuka, Erick Qin melihat Agnes Lin terbaring di ranjang merah jambu, menatapnya dengan mata sendu.

Dan kedua pahanya yang ramping saling menempel, terlihat sangat menggoda.

Wajah Erick Qin memerah ke pangkal lehernya sambil "mendesah".

Dia buru-buru menoleh ke samping dan bergumam, "Agnes, ada ... ada apa?"

“Aduh kakak ipar, kenapa kamu malu sekali, kemari!” Ucap Agnes Lin lembut.

Erick Qin juga seorang pemuda yang energik, menghadapi adegan seperti ini, aneh jika dia tidak bergejolak.

Dia menekan keinginannya dengan keras, berusaha untuk tidak melihat Agnes Lin.

“Punggungku agak gatal dan tidak bisa menjangkau, kamu bantu aku garuk ya?” Agnes Lin melihat Erick Qin tidak bergerak, jadi dia menarik lengannya mendekati dirinya.

Erick Qin terhuyung-huyung, tidak bisa berdiri dengan kokoh, dan seluruh tubuhnya tertekan di tubuh Agnes Lin.

“Ah!” Agnes Lin tampak sedikit tidak nyaman di bawah tekanan dan tidak bisa menahan untuk tidak berteriak.

Kemudian dia berkata dengan genit: "Menyebalkan kakak ipar, aku adalah adik ipar kamu ..."

Sentuhan dengan Agnes Lin membuat hasrat Erick Qin melesat ekstrim dalam sekejap.

Darah mengalir ke otaknya, dan mata Erick Qin hampir memerah.

Tapi dia belum kehilangan akal sehatnya. Bagaimanapun juga Agnes Lin adalah adik iparnya. Jika dia melakukan hal seperti ini, kelak dia tidak bisa bertemu orang.

Jadi, dia melawan keinginan itu dan bangkit dengan penuh perjuangan.

Kali ini, Agnes Lin tiba-tiba mencengkeram leher Erick Qin dan berbisik di telinganya: "Aku tahu kakakku tidak baik pada kamu, dia tidak membiarkan kamu menyentuhnya setelah tiga tahun menikah. Kamu sudah sengsara menahan diri, kan?"

Jantung Erick Qin berdegup lebih kencang, dan kata-katanya tidak diragukan lagi menstimulasi otak Erick Qin.

"Kakak ipar, jangan malu ..." Agnes Lin meraih tangan Erick Qin dan berkata sambil menyeringai.

Otak Erick Qin sepertinya kekurangan oksigen, dan tubuhnya tidak bisa menahan gemetar.

Dalam tiga tahun terakhir menikah, Erick Qin memang telah menahan diri penuh sengsara.

Terlebih lagi, Agnes Lin memiliki kulit mulut dan tubuh ramping dengan pinggul besar dan pinggang kecil, pria manapun juga takkan bisa menahan pesonanya.

“Erick Qin, apa yang kamu si binatang lakukan!” Pada saat ini, pintu kamar tiba-tiba ditendang terbuka.

Lalu terlihat kakaknya Agnes Lin, Alicia Lin berjalan masuk.

Dia berteriak parau saat mengambil foto ini dengan ponselnya.

Erick Qin buru-buru bangun dan buru-buru menjelaskan: "Bukan itu yang kamu bayangkan, itu Agnes ... katanya punggungnya gatal ... Agnes, kamu cepat jelaskan!"

Namun, saat ini Agnes Lin mengubah wajahnya.

Dia berkata dengan gentar: "Kamu binatang, aku adalah adik ipar kamu, bagaimana kamu bisa melakukan hal seperti ini!"

Mulut Erick Qin tiba-tiba terbuka lebar, wajahnya kaget.

“Kamu… omong kosong apa yang kamu bicarakan? Jelas-jelas barusan kamu yang membiarkan aku masuk!” Erick Qin menjelaskan dengan cemas.

“Bohong! Aku jijik begitu melihat kamu, bagaimana mungkin membiarkan kamu masuk ke kamar aku!” Agnes Lin menyangkalnya dan berkata dengan tatapan tegas.

Erick Qin langsung mengerti bahwa ini jelas konspirasi Agnes Lin, dan dia melakukan ini untuk menjebak Erick Qin.

“Kamu punya hal lain untuk dikatakan?” kata Alicia Lin dengan wajah dingin.

Erick Qin menggertakkan giginya. Dia memandang Alicia Lin dan berkata, "Ini adalah konspirasi dari kalian dua bersaudara?"

Alicia Lin tercengang, lalu dengan marah berkata: "Kamu omong kosong! Bagaimana aku bisa mempertaruhkan adik aku! Kenapa, tidak berani mengakui perbuatanmu!"

Erick Qin tersenyum pahit: "Bukankah kalian hanya ingin aku keluar dari rumah ini dengan tangan kosong? Perlukah usaha sebesar ini..."

Wajah Alicia Lin tiba-tiba menjadi masam.

Jelas sekali, perkataan Erick Qin benar.

Alicia Lin meletakkan teleponnya dan berkata dengan tidak sabar, "Kalau sudah tahu, segera berkemas dan pergi. Kita akan pergi mengambil surat cerai nanti."

Erick Qin tidak mengatakan apa-apa, dia keluar dengan ekspresi lelah.

Selama tiga tahun terakhir, Erick Qin telah bekerja keras dan menerima semua perlakuan dalam Keluarga Lin, tetapi semua orang Keluarga Lin ingin mengusir Erick Qin!

Jika bukan karena Kakek Lin menghalanginya dengan segara cara, bagaimana mungkin mereka berdua bisa bertahan hingga hari ini!

Dalam tiga tahun ini, Erick Qin juga lelah.

Hanya saja ... merasa bersalah pada Kakek Lin.

Erick Qin yang tidak memiliki ayah atau ibu dibesarkan oleh Kakek Lin sejak kecil.

Dan Erick Qin juga mengingat kebaikannya, jadi tidak peduli bagaimana Keluarga Lin memperlakukannya, dia menerimanya.

Hanya saja Erick Qin bahkan tidak habis pikir sampai saat ini, kenapa Kakek Lin ngotot menikahkan cucunya padanya.

Jika tidak menemukan jawabanya, maka Erick Qin tidak ingin memikirkannya lagi.

Dia berjalan dengan lemah di jalan, sama konyolnya seperti seorang pelawak.

Di sisi lain, kedua kakak beradik, Keluarga Lin yang sukses terlihat bersemangat.

“Akhirnya berhasil mengusir keluar pecundang ini!” Kata Alicia Lin sambil menyeringai.

Agnes Lin menyatakan setuju berulang kali:"Itu benar, aku tidak tahu apa yang Kakek pikirkan, hingga membiarkan kamu menikah dengan sampah seperti itu!"

“Oke, jangan bicarakan ini, buruan berikan video ini pada kakek, aku tidak percaya kakek tetap tidak setuju dengan perceraian kami!” Ucap Alicia Lin dengan sedikit kegembiraan.

Vila Keluarga Lin.

Seorang pria tua dengan rambut abu-abu, wajahnya pucat.

“Kakek, si binatang ini ternyata melakukan hal seperti itu pada adikku, itu sungguh tidak bermoral! Kali ini aku harus menceraikannya!” Ucap Alicia Lin dengan ekspresi kesal.

Agnes Lin yang berada di samping, berpura-pura dirugikan dan berkata, "Ya Kakek, kamu harus mengusirnya dari Keluarga Lin! Kalau tidak, siapa yang tahu apa yang akan dia lakukan di masa depan ..."

Melihat dua bersaudara yang tampak sedih di wajah mereka, Kakek Lin memukul meja dengan keras.

Dia mengertakkan gigi dan berkata, "Ini pasti ulah kalian, kan?"

Alicia Lin terkejut, dan buru-buru menggelengkan kepalanya dan berkata, "Kakek, apa yang kamu katakan, bagaimana kami bisa melakukan hal seperti itu ..."

"Benar Kakek, apakah Anda bingung, mengapa kami mengambil risiko dengan tubuh sendiri..." Agnes Lin ikuti membela diri.

Kakek Lin tampak putus asa. Dia jatuh terduduk di kursi rotan dan berbisik: "Apakah kalian tahu siapa dia ... Kalian ... ceroboh!"

Kedua saudara perempuan Keluarga Lin saling memandang, mata mereka penuh dengan kebingungan.

“Tadinya aku ingin memberikan rejeki kepada Keluarga Lin, ya sudahlah, Keluarga Lin yang tidak memiliki berkah ini…” Kakek Lin merosot di kursi rotan, seolah-olah dia tertambah tua puluhan tahun seketika.

"Kakek, sebenarnya apa yang kamu bicarakan ..." Alicia Lin berbisik, "Bukankah Erick Qin hanya anak haram yang kamu punggut ..."

Kakek Lin terbaring di tempat tidur dengan senyum masam, dan pikirannya kembali pada masa dua puluh tahun yang lalu.

Keluarga Lin saat itu hanyalah nelayan di tepi laut dan tidak ada hubungannya dengan orang kaya.

Sampai hari itu, Kakek Lin yang ingin berlayar menangkap ikan bertemu dengan seorang pria asing.

Dia berdiri di permukaan laut, dan ketika dia mengangkat tangannya, dia dapat mengubah awan dan hujan serta mengubah warna dunia.

Sepasang kornea matanya bagaikan datang dari Neraka yang mana menakutkan!

Kakek Lin melihat dengan mata kepalanya sendiri pria yang membawa kepala naga di tangannya.

Kepala naga asli.

Pada saat itu, Kakek Lin seakan-akan melihat dewa yang sebenarnya, dia berlutut di tanah dan terus menghaturkan penghormatan.

Pria inilah yang memberi Keluarga Lin keberuntungan, sehingga Keluarga Lin jaya seperti sekarang.

Dan Erick Qin adalah putra pria itu!

Putra kandung!

Pria itu berkata bahwa dia akan kembali untuk membawa pergi Erick Qin setelah dia pulih dari cederanya.

Dalam sekejap mata, itu sudah lebih dari dua puluh tahun.

Meski puluhan tahun telah berlalu, namun saat mengingat adegan itu, mata Kakek Lin tanpa sadar masih menunjukkan kengerian.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

2403