Bab 10 Aku Bilang Cocok, Pasti Cocok

by Stefen Lee 11:53,Sep 15,2020
Pada saat ini Finola Tsu tidak terlihat usil melainkan memiliki aura yang sangat luar biasa kuatnya.

Wajahnya yang cantik ditambah ekspresi yang dingin, berhasil membuat aura yang sangat kuat.

"Jalang! Di mana sopan santunmu ketika berbicara dengan Kak Kevin?" Tito Zhao ingin membantu Kevin Jin, sehingga dia pun langsung memarahinya.

Finola Tsu menyipitkan matanya dan menatap ke arah Tito Zhao lalu bertanya: "kamu memanggil aku apa?"

"Jalang! Kenapa? Kamu tidak senang? Kamu percaya tidak kami dapat menarik kamu hingga ke atas gunung?" Tito Zhao berbicara sambil menyipitkan matanya.

Sedangkan Kevin Jin yang berada di samping sudah ketakutan hingga mengeluarkan keringat dingin, bahkan kedua kakinya saja sudah gemetar.

"Kak Kevin, wanita ini cantik juga." Tito Zhao berjalan mendekat dan berbicara sambil terkekeh.

Kevin Jin menggoyangkan bibirnya, mengangkat tangannya dan menampar wajahnya Tito Zhao, lalu berteriak: "aku lihat istrimu barulah seorang jalang!"

"Kak Kevin apa yang kamu lakukan....." Tito Zhao berbicara dengan nada sedih.

Kevin Jin tidak memiliki niat untuk menghiraukan dia, melainkan dia berjalan ke depan Finola Tsu dengan tertatih-tatih lalu tersenyum berkata: "Nona.....Nona Tsu, mengapa Anda berada di sini......"

Di bawah cahaya lampu, dapat terlihat ekspresi Finola Tsu yang terlihat tidak senang.

Hal ini membuat Kevin Jin yang awalnya terkejut pun semakin ketakutan.

"Kevin Jin, sekarang kamu sangat hebat ya." Finola Tsu berbicara dengan ekspresi dingin.

Kevin Jin bergidik dan bergegas berkata: "di depan Nona Tsu, aku ini tidak.....tidak ada apa-apanya!"

"Benarkah?" Finola Tsu melirik sekilas ke arah dia dengan dingin, lalu tiba-tiba mengangkat tangannya dan menampar wajah Kevin Jin.

"Bahkan temanku saja kamu sudah berani memukulnya, apakah kamu menganggap remeh Keluarga Tsu?" Finola Tsu berbicara dengan datar.

Begitu mendengar perkataan tersebut, Kevin Jin langsung berlutut dan memohon: "Nona Tsu, aku tidak tahu dia itu teman Anda, jika tidak meskipun Anda meminjamkan aku sepuluh keberanian pun, aku juga tidak akan berani!"

Hati Tito Zhao tersentak begitu melihat sikap Kevin Jin yang begitu rendah diri.

Keluarga Tsu? Sepertinya hanya ada satu orang yang dapat membuat Kevin Jin sangat takut terhadap Keluarga Tsu di Kota F!

"Semua salah dia!" Kevin Jin berkata: "Nona Tsu, Anda tenang saja, aku pasti tidak akan melepaskan dia!"

Tito Zhao juga tidak bodoh, tanpa berpikir pun dia langsung berlutut di depan Finola Tsu dan terus-menerus menampar wajah diriya sendiri berkata: "Nona Tsu, maafkan aku yang tidak mengenali Anda. Tolong ampuni aku......"

Finola Tsu tidak menghiraukan Tito Zhao, melainkan dia hanya menatap ke arah Kevin Jin dan dengan datar berkata: "aku tidak ingin melihat dia lagi."

Setelah mendengar ucapan tersebut, seketika wajah Tito Zhao menjadi pucat dan tubuhnya menjadi lemas.

"Nona Tsu, Anda harap tenang! Aku tahu apa yang harus aku lakukan!" Kevin Jin menganggukkan kepalanya dengan cepat.

Lalu, Kevin Jin pun memberi perintah: "bawa masuk pria brengsek ini ke dalam mobil!"

"Baik!" Anak buah dia bergegas berjalan maju dan menarik Tito Zhao yang sudah ketakutan ke arah mobil.

Sedangkan Kevin Jin masih berlutut di depan Finola Tsu dengan ekspresi ketakutan.

"Kamu bisa menjadi seperti hari ini tentu bukan suatu hal yang mudah." Finola Tsu dengan datar berkata, "sebaiknya lebih berhati-hati di kemudian hari."

"Baik, baik, pasti, pasti....." Kevin Jin menganggukkan kepalanya dengan cepat setelah mendapatkan pengampunan.

Sedangkan Erick Qin yang berada di samping pun tertegun, ini pertama kalinya dia melihat Finola Tsu yang begitu kuat.

"Sebenarnya apa latar belakang Keluarga Tsu ini......" Erick Qin bergumam di dalam hatinya.

"Ayo jalan." Pada saat ini Finola Tsu membalikan badannya dan menatap ke arah Erick Qin.

Dia kembali menjadi dirinya yang usil dan matanya yang besar dan bercahaya itu dapat membuat orang tenggelam di dalamnya.

"Baik." Erick Qin bergegas mengiyakannya.

Kedua orang itu pergi ke pasar untuk membeli beberapa daging dan sayur-sayuran, lalu menggunakan sepeda naik ke atas gunung.

"Terima kasih telah membantuku kali ini." Ketika sudah mau tiba di puncak gunung, tiba-tiba Erick Qin membuka suaranya.

Finola Tsu tersenyum: "bukannya aku pernah mengatakan bahwa tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh Keluarga Tsu di Kota F ini."

Erick Qin tersenyum pahit dan dia mendesah di dalam hatinya: "wanita sehebat Finola Tsu memang membuat orang-orang sangat terpikat padanya.

Sayangnya.........dirinya merupakan pria yang telah bercerai.

Setelah tiba di rumah, Erick Qin lari ke arah dapur dan menyibuki dirinya selama dua jam untuk memasak berapa macam sayur.

Sedangkan Finola Tsu mengeluarkan sebotol anggur dari dalam lemari. Dia tersenyum dan berkata: "orang lain yang memberikan botol anggur ini kepada kakekku dan kakekku terus menyimpannya, dia tidak rela meminumnya."

Setelah selesai berbicara, dia langsung membuka tutup botol anggur tersebut.

Erick Qin berbicara dengan sedikit terkejut: "sepertinya ini.....ini tidak terlalu baik?"

"Mengapa tidak baik?" Finola Tsu melambiakan tangannya dengan santai berkata, "dia juga tidak akan meminumnya, sayang jika hanya menyimpannya saja."

Erick Qin tersenyum dengan tidak berdaya.

Ketika sedang makan, Finola Tsu tidak berhenti-berhentinya memuji dia: "masakanmu enak sekali! Masakanmu jauh lebih enak dibanding koki-koki di rumahku!"

Erick Qin merasa tidak berdaya. Selama beberapa tahun tinggal bersama Keluarga Lin, Erick Qin demi menyenangi Anggota Keluarga Lin, setiap harinya dia terus belajar berbagai macam masakan.

Beberapa tahun kemudian, sudah pasti keahlian memasaknya juga semakin membaik.

"Aish, aku benar-benar tidak tahu mengapa istrimu rela bercerai denganmu." Setelah selesai makan, Finola Tsu mengelap bibrnya dan mendesah.

Erick Qin tertegun dan tiba-tiba muncul sebuah perasaan yang tidak dapat dideskripsikan di dalam hatinya.

Setelah hidup dua puluhan tahun lebih, pertama kali ada orang yang memuji dia seperti inni.

"Sepertinya tidak ada wanita yang akan menyukai orang sepertiku." Erick Qin mengejek dirinya sendiri.

Finola Tsu membesarkan matanya dan berkata: "siapa yang mengatakannya? Kamu mengerti ilmu kedokteran dan bisa memasak serta kamu begitu rendah diri, bagaimana mungkin tidak ada orang yang menyukaimu?"

Erick Qin terdia selama beberapa saat dan hatinya merasa sangat terharu.

"Terima kasih." Ini merupakan ucapan tulus dari hati terdalam milik Erick Qin.

Pada saat ini, Finola Tsu seperti tiba-tiba teringat akan sesuatu, dia menatap ke arah Erick Qin dan berkata: "oh iya, setengah bulan lagi, Keluarga Tsu akan membuat sebuah pertemuan bisnis. Kamu datanglah pada saat itu, kebetulan aku tidak memiliki pasangan dansa."

"Hah? Aku?" Erick Qin menunjuk dirinya sendiri dan bergegas menggelengkan kepalanya berkata: "tidak,tidak,tidak. Aku tidak cocok pergi ke acara seperti itu......."

Finola Tsu tertawa dan berkata: "aku bilang cocok pasti cocok, keputusan ini sudah final."

Lalu Finola Tsu beranjak dan berkata: "sudahlah, aku sudah harus pulang, kamu istirahatlah lebih awal."

"Aku antar kamu." Erick Qin bergegas beranjak dan menemani Finola Tsu turun ke kaki gunung.

Saat tiba di kaki gunung, supir Keluarga Tsu sudah menunggu sejak tadi.

"Istirahatlah lebih awal." Finola Tsu berkata sambil mengerjapkan matanya.

Lalu mobil pun mulai bergerak.

Erick Qin memandang mobil tersebut dengan perasaan campur aduk.

Setelah hidup begitu lama, ini pertama kalinya dia merasakan kehangatan, kehangatan yang berasal dari hati terdalamnya.

Di dalam mobil, Finola Tsu sedang bermain dengan ponselnya.

"Nona, Erick Qin ini merupakan menantu dari keluarga terpandang, status Anda yang seperti ini tidak cocok dengannya....." Sang supir berbicara setelah mengumpulkan keberaniannya.

Finola Tsu menatap sang supir dengan dingin dan berkata: "bagian apa yang tidak cocok?"

"Anda adalah nona muda dari Keluarga Tsu, serta harta bagi Kakek Tsu! Sedangkan pemuda itu merupakan seorang pengecut!" Sang supir berbicara dengan menggebu-gebu.

Begitu mendengar ucapan tersebut, ekspresi dingin Finola Tsu berubah menjadi ekspresi marah.

Dia dengan dingin berkata: "kamu ini hanyalah seorang supir, kamu ada hak apa untuk membahas hal ini? Lagipula dia sudah menyelamatkan nyawa kakekku."

Sang supir terkejut hingga tidak berani mengeluarkan suara, akan tetapi dia masih tidak dapat menerimanya di dalam hatinya.

Di matanya, Finola Tsu merupakan sosok yang terlalu sempurna, tida ada orang yang pantas bersanding dengan dia!

Serta saat ini pria yang sudah pernah bercerai seperti Erick Qin ini memiliki hubungan begitu dekat dengan Finola Tsu, tentu saja dia tidak dapat menerimanya.

Finola Tsu seperti mengetahui isi pikiran dia dan dengan tenang berkata: "ayo kita bertaruh, paling lama sebulan, dia pasti akan menjadi orang terkenal dan hebat di Kota F."

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

2403