Bab 6 Benar Dapat Menyembuhkan Penyakit?

by Stefen Lee 11:53,Sep 15,2020
Ketika Erick Qin membawa pil ini keluar dari dapur, Kakek Tsu dan Dokter Sun kebetulan turun dari lantai atas.

Ekspresi wajah mereka terlihat sangat buruk, terlebih Kakek Tsu yang sudah berumur terlihat pucat.

"Dokter Sun, apakah tidak ada cara lain lagi?" Kakek Tsu bertanya dengan tidak terima.

Dokter Sun menggelengkan kepala berkata: "jika Anda lebih muda sepuluh tahun, mungkin dapat menjalani operasi pertukaran darah, akan tetapi sekarang...........tubuh ini sudah tidak dapat menerima perlakuan seperti itu."

Begitu Kakek Tsu mendengar ucapannya, dia tersenyum pahit lalu menghela nafas berkata: "rupanya ini merupakan takdir."

"Dokter Sun kalau begitu berapa lama lagi umur kakekku?" Pada saat ini, Finola Tsu bertanya dengan panik.

Begitu mendengar ucapan ini, ekspresi wajah Dokter Sun semakin memburuk.

Dia dengan ekspresi gelap berkata: "paling lama sebulan."

Finola Tsu hampir saja jatuh pingsan begitu mendengar perkataannya.

Beberapa tahun ini, dialah yang selalu menjaga Kakek Tsu, hubungan kedua orang ini sangatlah erat.

Jika benar-benar terjadi sesuatu terhadap Kakek Tsu, pasti Finola Tsu akan sangat sedih.

Kakek Tsu yang berada di samping terlihat santai, dia melambaikan tangan berkata: "sudahlah, jangan membahas ini lagi. Beberapa hari kemudian, panggil ayahmu dan pamanmu untuk pulang, katakan saja ada yang ingin aku bicarakan."

Maksud ucapan ini sangat jelas, yaitu mempersiapkan hal-hal sebelum dia meninggal.

Dokter Sun yang berada di samping menghelakan nafas, terlihat dengan sangat jelas, hati dia juga tidak nyaman.

"Tuan Besar Tsu, bagaimana jika Anda mencoba pil milikku ini......" Pada saat ini, Erick Qin tiba-tiba berjalan menghampirinya sambil memegang sebuah pil berwarna hitam.

Orangnya belum tiba, akan tetapi aroma obatnya sudah tersebar di seluruh ruangan.

Kakek Tsu, Fiona Tsu beserta yang lain pun menutupi hidung mereka.

"Barang apa ini?" Kakek Tsu berbicara sambil menutup hidung.

"Ini........" Erick Qin juga tidak tahu harus menjawab apa, dia hanya dapat menggaruk kepala dan berkata: "ini adalah pil yang terbuat dari tumbuhan obat, mungkin dapat menyembuhkan penyakit kamu."

"Ini dapat menyembuhkan penyakit?" Dokter Sun tertawa mengejek, "anak muda, kamu pikir kamu ini siapa? Jangan-jangan ini merupakan daki yang kamu kumpulkan dari tubuhmu."

Begitu ucapan ini keluar, orang di sekeliling pun tidak dapat menahan tertawaannya.

Erick Qin merasa malu dalam beberapa saat. Dia menggaruk kepalanya berkata: "Tuan Besar Tsu, saat ini Anda juga sudah tidak memiliki cara lain, anggaplah sebagai usaha percobaanmu yang terakhir....."

Dalam seketika Kakek Tsu merasa tidak senang begitu mendengar ucapan tersebut.

Dia mendengus lalu berkata: "terima kasih atas niat baikmu, akan tetapi aku rasa tidak perlu!"

"Kakek! Erick Qin datang jauh-jauh untuk mengobati penyakitmu, mengapa kamu berbicara seperti itu?" Finola Tsu berkata dengan marah.

Dia menahan aroma pil tersebut dan mengambilnya dari tangan Erick Qin dan dengan sedikit kasar berkata: "aku tidak peduli, kamu harus memakannya!"

Kakek Tsu sudah menguasai Kota F selama bertahun-tahun, entah berapa banyak orang yang sangat menghormati dia, akan tetapi dia tidak dapat berbuat apa-apa terhadap cucunya ini.

Dia dengan tidak berdaya berkata: "Finola jangan beronar lagi. Kamu lihat apakah barang ini dapat dimakan........"

Finola Tsu mencubit pinggangnya dan berkata: "aku tidak peduli, segera memakannya!"

Kakek Tsu tidak berdaya, dia terdiam selama beberapa saat lalu mengambil pil tersebut dari tangan Finola Tsu.

Lalu dia menatap ke arah Dokter Sun sambil tersenyum berkata: "maaf merepotkan Dokter Sun untuk mengecek pil ini."

Terlihat dengan jelas dia takut ada racun di dalam pil ini.

Sebersit tatapan tidak senang muncul pada mata Dokter Sun, akan tetapi dia tetap menerimanya karena menghormati Kakek Tsu.

"Kakek Tsu aku rasa tidak memerlukan keperluan seperti ini. Meskipun aku bukan orang yang hebat, akan tetapi dalam dunia kedokteran, aku berada di posisi atas." Dokter Sun berbicara dengan datar.

Kakek Tsu bergegas menjelaskan: "Dokter Sun bukannya aku tidak mempercayai keahlian kamu, hanya saja........"

Begitu berbicara hingga di tahap ini, Kakek Tsu tersenyum pahit menatap ke arah Finola Tsu.

Dokter Sun pun hanya dapat mengiyakannya: "baiklah."

Lalu dia mengeluarkan beberapa alat untuk memeriksa pil tersebut.

Selama beberapa saat, dia memberikan pil tersebut kepada Kakek Tsu dan berkata: "aku sudah memeriksanya, pil ini memang terbuat dari tumbuh-tumbuhan obat, tidak ada pengaruh negatif bagi kesehatan, hanya saja.....bahan-bahan obat ini terlalu umum, manfaat obat ini sudah menghilang banyak."

"Benar, aku membeli bahan-bahannya dari toko obat." Erick Qin mengaku.

Dokter Sun melirik ke arah Erick Qin dan berkata: "anak muda, jika kamu dapat menggunakan obat-obat umum ini untuk menyembuhkan penyakit Kakek Tsu, maka aku akan segera meminta maaf kepadamu dan meminta kamu menjadi guruku!"

"Tidak perlu Dokter Sun, Anda tidak perlu sungkan." Erick Qin bergegas menggelengkan kepalanya.

Dokter Sun tersenyum mengejek: "jika kamu berani menyetujuinya, apakah jangan-jangan kamu memiliki keahlian seperti itu?"

Erick Qin memegang hidungnya dan di dalam hatinya dia berkata: "tunggu ketika aku berhasil memasuki masa permurnian, penyakit ini tidak akan menjadi masalah."

"Sudahlah tidak apa-apa, selama tidak ada pengaruh negatif." Kakek Tsu menerima air dari sang pembantu dan menelan pil tersebut.

Lalu Kakek Tsu meminum air dan menatap ke arah Finola Tsu dengan tidak berdaya, "sudah selesai bukan?"

Finola Tsu bertanya kepada kakeknya dengan nada berharap: "bagaimana perasaanmu sekarang kakek?"

Kakek Tsu memutar matanya: "tidak ada apa-apa. Kamu benar-benar mengira pil hitam ini dapat menyembuhkan penyakit ya?"

Finola Tsu membuka mulutnya dan menatap ke arah bawah. Dapat terlihat dengan jelas dia merasa sedih.

Erick Qin pun juga turut merasa bersalah, dia bergumam dengan pelan: "kelihatannya obat umum ini meskipun sudah ditambah dengan reiki pun juga tidak bermanfaat....."

"Sejak awal aku sudah mengatakan tidak perlu." Dokter Sun mendengus. Dia dengan tatapan mengejek menatap Erick Qin dan berkata: "jika dia memang memiliki keahlian seperti itu, maka dia sudah tidak perlu tinggal di Kota F."

"Ucapan Dokter Sun sangat tepat." Kakek Tsu memaksa senyumannya dan di saat yang bersamaan timbul rasa tidak suka terhadap Erick Qin.

Entah ada berapa banyak orang yang ingin mendekati dia karena statusnya, akan tetapi dia baru pertama kali bertemu dengan orang sebegitu tidak tahu malu seperti Erick Qin.

Setelah kunjungan bertahun-tahun pun membuat Erick Qin menjadi lebih peka, dia dapat merasakan perasaan tidak senang pada Kakek Tsu. Maka dia pun tidak ingin berlama-lama dan berkata: "kalau begitu aku tidak akan menganggu waktu kalian lagi."

Kakek Tsu terdiam bahkan tidak menatap ke arahnya sekali pun.

Erick Qin memegang hidungnya dan membalikkan badan lalu pergi.

Di saat ini juga, tiba-tiba Kakek Tsu merasakan aliran panas mengalir di tubuhnya, seluruh tubuh seperti terkena sinar matahari, seperti berbaring di pemandian air panas.

Setelah itu, dia merasakan tubuhnya dan tenaganya perlahan-lahan mulai pulih, rasa lelah yang tadi lenyap seketika!

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

824