Bab 7 Maaf, Aku Tinggal di Sini

by Stefen Lee 11:53,Sep 15,2020
Perasaan yang ajaib ini membuat Kakek Tsu tidak terbiasa dalam beberapa saat, akan tetapi beberapa saat kemudian, dia merasa sangat bersemangat!

Sedangkan Erick Qin saat ini sudah berjalan ke pintu utama dengan tidak bersemangat, dia menggenggam erat kartu bank dengan erat. Dia tidak tahu apakah dia harus tetap memiliki kartu ini atau tidak.

"Tunggu!" Di saat ini juga, Kakek Tsu tiba-tiba berteriak.

Erick Qin yang memunggungi Kakek Tsu pun tersenyum pahit.

Dia memutar badannya dan berjalan ke depan Kakek Tsu lalu menundukkan kepalanya berkata: "Tuan Besar Tsu, ini adalah kartu yang Anda berikan kepadaku, aku mengembalikannya sekarang kepada Anda, terima kasih."

Kakek Tsu tertegun lalu melambai-lambaikan tangannya: "anak muda, tidak ada namanya dikembalikan akan barang yang sudah diberikan kepada orang lain."

"Kalau begitu untuk apa Anda memanggil aku?" Erick Qin mengerutkan kening karena kebingungan.

Kakek Tsu berusaha menahan kegembiraannya dan berkata: "anak muda, pil yang tadi kamu berikan kepadaku itu berasal dari mana?"

"Aku membuatnya sendiri......" Erick Qin bersemu merah. Setelah dirinya mengalami penderitaan selama beberap tahun ini pun membuat dia menjadi orang yang tidak percaya diri.

"Benar?" Kakek Tsu bertanya dengan bersemangat.

Erick Qin menganggukkan kepala dengan serius.

"Tuan Besar Tsu, apa maksud Anda?" Dokter Sun tidak mengerti.

Kakek Tsu bergegas menatap ke arah Dokter Sun dan berkata: "maaf merepotkan Dokter Sun untuk memeriksa aku lagi!"

Dokter Sun mengerutkan kening: "Tuan Besar Tsu, jangan-jangan Anda benar-benar merasa pil tersebut bermanfaat?"

"Haha, sulit untuk membicarakan hal ini. Maaf merepotkan Dokter Sun." Kakek Tsu berbicara sambil tertawa.

Dokter Sun merasa sangat tidak senang, akan tetapi karena Kakek Tsu merupakan orang penting, dia pun hanya mendengus tanpa berbicara sepatah kata pun.

Lalu dia pun mengikuti Kakek Tsu berjalan ke lantai atas.

Setelah berjalan setengah jalan, Kakek Tsu tiba-tiba membalikkan badan dan berkata: "anak muda, kamu juga ikut saja."

"Hah? Aku?" Erick Qin merasa terkejut, tanpa berpikir panjang pun dia langsung bergegas naik.

Setelah tiba di lantai atas, Erick Qin baru menyadari bahwa Kakek Tsu memiliki alat pemeriksaan profesional yang memiliki hampir semua peralatan pengujian medis di dalamnya.

Erick Qin menarik nafas dingin tanpa disadarinya, sebenarnya apa latar belakang Keluarga Tsu?

"Silahkan Kakek Tsu." Dokter Sun berbicara sambil menahan rasa tidak senang.

Dalam proses pemeriksaan, Erick Qin dan Finola Tsu mengikutinya.

Setiap memeriksa satu bagian, Dokter Sun pun bergetar.

Ketika semua pemeriksaan telah selesai dilakukan, Dokter Sun pun menunjukkan ekspresi terkejut.

Dia tidak berhenti-hentinya bergumam: "bagaimana mungkin, bagaimana mungkin!"

"Dokter Sun ada apa dengan kakekku?" Finola Tsu menjadi panik begitu melihat reaksinya.

Dokter Sun menelan ludahnya dan menatap Erick Qin dengan tatapan terkejut lalu menundukkan kepala bergumam: "sebenarnya.......sebenarnya kamu siapa?"

Erick Qin merasa canggung, dia tidak tahu harus menjawab apa.

"Bagaimana hasilnya Dokter Sun?" Kakek Tsu bertanya.

Dokter Sun menjawab dengan ekspresi terkejut: "Kakek Tsu, tubuh Anda......ada tanda-tanda pulih, bahkan peremajaan.......jika berdasarkan keadaan ini, Anda dapat melakukan operasi pertukaran darah!"

Meskipun Kakek Tsu sudah mempersiapkan dirinya sejak awal, akan tetapi ketika mendengar ucapan Dokter Sun pun dia tidak dapat menahan rasa terkejutnya.

"Anak muda, apakah kamu dapat memberitahu aku apa sebenarnya pil itu?" Dokter Sun bertanya dengan bersemangat hingga menarik lengan Erick Qin.

Erick Qin menggelengkan kepalanya: "maaf, aku tidak dapat memberitahunya kepadamu."

Dokter Sun membuka mulutnya, lalu dia berkata dengan penuh rasa hormat: "aku minta maaf atas kelakuanku yang tadi terhadap Anda, ini merupakan sebuah keajaiban dalam dunia kedokteran!"

Erick Qin menghembuskan nafas lega dan di saat yang bersamaan, hatinya semakin bersemangat.

Karena pil yang dia buat itu merupakan tingkat terendah dari warisan ayahnya!

"Anak muda, mulai hari ini kamu adalah penyelamatku!" Kakek Tsu menarik lengan Erick Qin dan berbicara dengan bersemangat.

"Kamu lihatlah, sudahku bilang Erick Qin pasti dapat menyembuhkan lukamu, kamu masih tidak percaya!" Finola Tsu berbicara dengan nada merajuk sambil mengerucutkan bibirnya.

Kakek Tsu tersenyum canggung: "iya kakek salah. Kamu tenang saja, mulai hari ini Erick Qin adalah tamu VIP Keluarga Tsu!"

Erick Qin dengan jelas merasakan bahwa Kakek Tsu benar-benar sudah mengakui dia.

"Anak muda, kamu telah membantuku begitu banyak dan aku juga tidak tahu harus bagaimana membalas jasamu." Kakek Tsu berkata, "jika ada yang kamu inginkan, katakan saja kepadaku."

Erick Qin bergegas menggelengkan kepalanya: "tidak perlu, Anda tidak perlu sungkan."

Lalu Kakek Tsu menunjukkan ekspresi serius berkata: "pada dasarnya aku sudah merasa bersalah kepadamu, jika aku menerima begitu saja jasamu ini, harus ditaruh di mana wajahku ini!"

Erick Qin tahu dirinya tidak akan berhasil, dia pun terdiam selama beberapa saat lalu berkata: "Tuan Besar Tsu, aku ada satu permintaan."

"Erick silahkan beritahu aku, tidak ada barang yang tidak dapat aku dapatkan di Kota F ini." Kakek Tsu berkata dengan bangga.

Erick Qin menatap Kakek Tsu lalu dengan hati-hati berkata: "aku ingin sebuah rumah."

"Sebuah rumah?" Kakek Tsu langsung tertawa terbahak-bahak begitu mendengarnya.

Dia bergegas melambaikan tangan dan memerintah: "bawakan kunci Longhai Villa kemari."

Sang pembantu mengiyakannya lalu membalikkan badan dan pergi.

Setelah beberapa saat, sang pembantu kembali sambil membawa satu renceng kunci.

"Erick, ini adalah villa di Kompleks Longhai, kamu tinggalah di sana." Kakek Tsu tersenyum tipis.

Erick Qin pernah mendengar mengenai Kompleks Longhai, kompleks ini merupakan kompleks termewah di Kota F.

Hal yang paling mengejutkan adalah kompleks ini berada di tengah-tengah sebuah gunung, dengar-dengar orang-orang yang tinggal di villa di atas gunung sana merupakan orang-orang penting di Kota F!

"Kakek Tsu, ini......terlalu berlebihan, aku hanya menginginkan sebuah rumah seperti pada umumnya saja sudah cukup." Erick Qin berusaha menolaknya.

Kakek Tsu tertawa terbahak-bahak: "apakah nyawa aku tidak senilai seperti villa ini?"

Begitu Erick Qin mendengar ucapannya, dia tidak lagi menolaknya dan menerimanya.

Setelah selesai mengobati Kakek Tsu, Erick Qin pun mencari alasan untuk pergi.

Hal yang memenuhi pikirannya saat ini adalah mengenai semua warisan ayahnya dan jalan menuju keabadian.

"Finola, kamu antar Erick pergi ke Kompleks Longhai." Kakek Tsu memerintah.

"Baik!" Finola Tsu mengiyakannya dengan semangat. Dia memiliki sebuah perasaan yang tidak dapat dideskripsikan terhadap Erick Qin.

Finola Tsu yang sudah hidup dalam kemewahan sejak kecil pun sudah terbiasa bertemu dengan pria-pria brengsek. Timbulah sebuah perasaan yang tidak dapat dideskripsikan terhadap pria seperti Erick Qin dimana dia memiliki keahlian dan rendah diri.

Dalam waktu singkat, kedua orang itu pun tiba di Kompleks Longhai.

Komplek tersebut berada di tengah-tengah gunung, serta terlihat sangat mencolok meskipun hanya melihatnya dengan sekilas.

Awan dan kabut mengelilingi puncang gunung, pemandangan ini terlihat seperti di negeri khayangan.

"Villa itu berada di puncak gunung." Finola Tsu berbicara sambil menunjuk ke arah gunung tersebut.

Erick Qin terkejut dan berseru: "villa yang diberikan oleh Kakek Tsu adalah villa tersebut?"

"Iya." Finola Tsu menjulurkan lidahnya, "ini merupakan pemberian pemerintah Kota F kepada kakekku, akan tetapi karena kakekku mengatakan dia kesulitan bernafas ketika berada di atas sana, sehingga dia pun tidak pernah meninggalinya."

Erick Qin memiliki perasaan yang tidak dapat dideskripsikan, sebenarnya apa status Kakek Tsu ini?

"Kamu tunggu aku sebentar di sini, aku memarkir mobil terlebih dahulu karena mobil tidak diizinkan untuk naik ke atas gunung." Finola Tsu berkata.

Erick Qin mengiyakannya lalu turun dari mobil.

Tidak lama setelah mobil Finola Tsu pergi, sebuah Mercedes Benz hitam perlahan berhenti di depan Erick Qin.

"Erick Qin? Mengapa kamu ada di sini?" Begitu jendela mobil diturunkan, terlihat dengan jelas wajah menjijikan milik Louis Yang.

Serta orang yang duduk di sampingnya adalah istri Erick Qin, oh salah, lebih tepatnya adalah mantan istri, Alicia Lin.

"Erick Qin apakah kamu gila? Kita sudah bercerai, untuk apa kamu masih menganggu aku?" Alicia Lin langsung merasa kesal begitu melihat wajah Erick Qin.

Erick Qin menatap dia dengan dingin lalu berkata: "maaf, aku tinggal di sini."

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

2408