Bab 2 Membuat kamu puas

by Sandra 17:38,Feb 29,2020
Dia sengaja menonjolkan kata "orang tidak berguna", dengan nada rendah untuk menggodanya.

Laki-laki itu sengaja mendekati Amanda Mu, dengan nafas yang dingin dan kuat.

Amanda Mu pindah ke samping dengan tidak nyaman, setelah ragu-ragu sejenak, Amanda Mu mempercayai ucapannya.

Yang pasti, villa Ricky Mo, tidak bisa sembarang orang masuk.

"Dia kakak sepupu kamu, tolong jangan bicara seperti ini." Bahkan adik sepupunya sendiri juga bicara seperti ini, sepertinya kehidupan Ricky Mo memang tidak baik.

Di dalam hati Amanda Mu muncul perasaan kasihan dan simpati.

Sebenarnya Keluarga Mo adalah keluarga yang kaya dan terpandang, tapi melihat keadaan Ricky Mo, selama ini pasti hidupnya sangat menderita.

Mata Ricky Mo yang hitam sekilas muncul keheranan, dia sama sekali tidak menyangka perempuan sejelek ini bisa bicara seperti ini,

Ricky Mo menatap dalam matanya.

Rambut yang berantakan, memakai kacamata berbingkai hitam dan jaket katun panjang, dengan poni tebal di dahinya yang hampir menutupi matanya, beberapa jerawat di wajahnya yang kuning gelap, sungguh tidak ingin melihatnya lebih lama lagi.

Tidak diragukan lagi, wanita jelek ini bukan tunangannya yang dikabarkan sangat cantik dan menawan.

Tapi anggota Keluarga Mo tidak mempersoalkan apakah akan menikahi wanita cantik atau jelek, asal wanita itu bisa memberikan keturunan, itu sudah cukup, kalaupun diganti orang lain, mereka juga tidak mempermasalahkan.

Bayangan mata Ricky Mo sekilas menunjukkan sinar gelap, tiba-tiba dia mengulurkan tangannya mendorong Amanda Mu, dengan nada suara yang merendahkan berkata, "Disini juga tidak ada orang lain, kamu tidak usah berpura-pura, dengan keadaan kamu seperti ini sudah pasti kamu masih perawan, anggap saja aku berbuat baik, membuat kamu puas."

Selesai berbicara, Ricky Mo langsung mengulurkan tangan dan memasukkan tangannya ke dalam baju Amanda Mu.

Sentuhan halus di ujung jarinya, hampir membuat dia ketagihan.

"Plak!"

Dengan sekuat tenaga Amanda Mu menampar wajah Ricky Mo, "Jangan menganggap orang lain berpikiran kotor seperti kamu, sementara kakak sepupu kamu belum datang, kamu cepat pergi, aku akan menganggap tidak pernah terjadi apa-apa."

Walaupun Amanda Mu berusaha untuk tetap bersikap tenang, tapi dia tidak bisa menutupi tangannya yang gemetar.

Dalam perjalanan kemari, dia membayangkan sejelek apa wajah Ricky Mo, tapi dia tidak menyangka bisa terjadi hal seperti ini.

Ricky Mo dengan ekspresi wajah yang dingin berkata, "Belum pernah ada perempuan yang berani menampar aku."

Karena memberontak, kacamatanya jatuh ke bawah, terlihat matanya yang jernih dan bersinar, tidak berhenti gemetar karena rasa takut dan cemas.

Tidak tahu kenapa tiba-tiba hati Ricky Mo sedikit melunak.

Dia berdiri, merapikan bajunya, dengan pandangan sinis memandangnya, "Kamu tunggu saja orang tidak berguna itu disini."

Brak!

Sampai pintu tertutup, Amanda Mu sedikit lega.

......

Di luar pintu.

Bodyguard melihat ada bekas merah di wajah Ricky Mo, tertegun sebentar kemudian bicara, "Tuan muda, wajah kamu ......"

Ricky Mo mengusap wajahnya, tanpa ekspresi berkata, "Tertabrak pintu."

Pintu apa yang bisa meninggalkan bekas lima jari di wajah?

Tapi bodyguard itu tidak berani banyak bertanya lagi, dengan hormat menyerahkan sebuah dokumen, "Ini data pribadi Nyonya."

Ricky Mo membuka dokumen, melihat nama yang tertulis: Amanda Mu.

Ibu kandung Amanda Mu ini sedikit menarik, memanjakan putra dan putri tirinya seperti mutiara, tapi terhadap putri kandungnya sendiri sangat kejam.

Alinea berikutnya, dia mengerutkan alisnya, bertanya kepada bodyguard, "Dia itu idiot?"

Bodyguard menganggukkan kepala.

Dengan wajah tanpa ekspresi Ricky Mo berkata "Periksa ulang."

Saat Amanda Mu berbicara, terlihat jelas sangat normal.

Lagipula, Ricky Mo tidak pernah melihat ada orang idiot yang dalam keadaan seperti itu bisa dengan penuh semangat melawan dan menampar orang dengan sangat kejam.

Terpikir sampai di sini, dia marah, mengembalikan dokumen itu ke bodyguard, "Kalau tidak bisa mendapatkan data yang membuat aku puas, pergi dan jangan bertemu aku lagi!"

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1513