Bab 7 Kamu Bantu Aku Ambil

by Sandra 17:39,Feb 29,2020
Ricky Mo juga tidak menyangka bisa bertemu Amanda Mu disini.

Orang yang Ricky Mo kejar sampai disini, tidak disangka orang itu balik menyerang.

Rumah disini sangat padat, tidak beraturan, Ricky Mo kebingungan, awalnya berpikir ingin membawa orang itu pergi dari sini, tapi tidak disangka bisa bertemu Amanda Mu.

Tidak tahu kenapa, saat melihat Amanda Mu, di dalam hatinya muncul perasaan yang aneh.

Ricky Mo menyimpan pistolnya, memandang Amanda Mu dengan tatapan yang dalam, suaranya yang dingin dan serak: "Sedang apa kamu disini?"

"Aku tinggal disini." Amanda Mu dikejutkan oleh pistol yang di tangannya, berbicara jujur.

Di mata Ricky Mo terbesit rasa terkejut, Nona ketiga keluarga Mu, tinggal di tempat seperti ini?

Tapi dengan cepat Ricky Mo kembali seperti biasa, berkata dengan nada memerintah: "Bawa aku ke tempat kamu tinggal."

"Tidak bisa." Meminta dia membawa laki-laki ini ke tempat tinggalnya, lebih baik tembak mati dia saja.

"He." Dari awal Ricky Mo sudah menebak dia akan bereaksi seperti ini, tersenyum dingin, suaranya rendah seperti hantu: "Mau aku beritahu kakak sepupu kamu menggoda aku?"

Mengancam Amanda Mu lagi!

Amanda Mu mengepalkan tangan, wajah kecilnya merah, benar-benar tidak tahu harus bagaimana menghadapi laki-laki yang tidak tahu malu ini.

Pada akhirnya, Amanda Mu membalikkan badan berjalan: "Kamu ikut denganku."

Tidak sampai setengah menit mereka berbincang disana.

Begitu mereka berjalan, dua orang laki-laki yang mengenakan baju berwarna hitam ikut mengikuti.

Ricky Mo mendengar suara langkah kaki, menarik tangan Amanda Mu masuk ke gang yang lain, masuk ke dalam salah satu rumah.

Menunggu dua orang itu pergi, Ricky Mo baru menarik Amanda Mu keluar.

Amanda Mu sangat tegang sekali, dia tidak tahu 'Charles Mo' berurusan dengan orang seperti apa, tapi dia tahu sekarang bukan saatnya bertanya.

……

Mereka berdua bergegas kembali ke rumah kecil Amanda Mu.

Amanda Mu berdiri di depan pintu rumah, melihat ke sekeliling seperti seorang pencuri, baru masuk ke dalam.

"Kamu sebenarnya……"

Amanda Mu menutup pintu, membalikkan badan mau bertanya 'Charles Mo' mengganggu siapa, beberapa kata setelahnya belum diucapkan, melihat tubuhnya yang besar dan tinggi jatuh.

"Kamu kenapa?" Raut wajah Amanda Mu berubah, segera menopang dia.

Tapi tubuh Ricky Mo tinggi, sekujur tubuhnya penuh dengan otot, sedangkan dia, lengannya kecil, kakinya kecil, tidak kuat menopang Ricky Mo, di tangannya menempel darah Ricky Mo.

Saat ini dia baru menyadari wajah 'Charles Mo' pucat seperti kertas, karena dia mengenakan baju berwarna hitam, jadi darah yang mengucur keluar tidak terlihat.

Ricky Mo melihat dia yang panik dan cemas, tiba-tiba mengulurkan tangan memegang tangannya, berkata: "Takut apa? Tenang saja, kalau aku mati paling mereka hanya akan minta kamu menguburkan aku."

Nada bicaranya datar sekali, sampai tidak bisa membedakan apa itu candaan atau bukan.

Amanda Mu juga tidak ingin mendengar dia berkata seperti itu, Amanda Mu teringat tadi mendengar suara tembakan, berkata kepadanya: "Kamu lepaskan aku, aku mau ambil telepon panggil ambulance!"

Raut wajah Ricky Mo tiba-tiba berubah, berkata dengan nada dingin: "Jangan panggil ambulance."

Amanda Mu merasakan tangannya dipegang makin erat sampai rasanya agak sakit, melihat wajahnya yang sangat pucat, Amanda Mu tidak berani melawan.

Amanda Mu menjawab: "Kalau begitu……aku balut lukamu?"

Ricky Mo mengabaikan perkataannya, memerintahkan dia: "Pisau, korek api, lilin, plester, handuk kecil."

Amanda Mu mengerti, dia ingin mengambil pelurunya sendiri.

Amanda Mu terkejut langsung menggelengkan kepala: "Tidak bisa, kamu tidak boleh mengambil pelurunya sendiri, kamu bisa mati."

"Siapa yang bilang aku mau ambil sendiri?" Ricky Mo menatap dia, bola matanya yang hitam, begitu dilihat, seakan bisa menarik orang masuk ke dalam.

Pada saat Amanda Mu hampir ditarik masuk ke dalam matanya, samar-samar terdengar Ricky Mo berkata: "Kamu bantu aku ambil."

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1513