Bab 6 Bawa Aku Pergi, Harus Cepat

by Sandra 17:39,Feb 29,2020
Amanda Mu terus menerus melihat Novia Xiao, pandangan matanya dingin, "Maaf? Tidak mungkin."

Dalam ingatan Novia Xiao, semasa kecil anak perempuannya ini memang pintar dan cantik, tapi semakin besar semakin jelek dan bodoh, ini pertama kalinya melihat Amanda Mu menunjukkan pandangan mata yang begitu tajam, pandangan matanya kali ini ternyata membuat seluruh tubuhnya dingin.

Novia Xiao menelan air liurnya, membalikkan kepala dan berbisik ke Sisca Mu, "Sisca Mu, hari ini kita mengalah saja, takutnya kalau didesak dia......"

Meskipun dalam hati Sisca Mu tidak rela, tapi terpaksa mengalah.

Takutnya kalau Amanda Mu benar-benar melakukan kesalahan, keluarga Mo marah dan akan membawa dampak buruk bagi keluarga Mu, bagaimana dia dapat merasakan kehidupan sebagai seorang putri?

Amanda Mu melihat mereka terkejut oleh perkataannya, membalikkan badan naik ke atas pergi ke kamar dan membereskan barangnya.

Dia sudah hidup di keluarga Mu selama dua puluh tahun, barang-barangnya sedikit, seakan seperti dia menumpang di rumah orang lain.

Saat mengangkat koper turun tangga, di ruang tamu tidak ada satu orangpun.

Amanda Mu ragu-ragu sejenak, berjalan ke arah pintu belakang keluar meninggalkan vila Keluarga Mu.

Meskipun tidak tahu kenapa "adik sepupu" Ricky Mo menyukainya, tapi yang dia tahu menjauhinya tidak salah.

......

Ricky Mo sudah menunggu lama di depan pintu vila Keluarga Mu, masih tidak melihat Amanda Mu keluar, raut wajahnya berubah menjadi tidak enak dipandang.

Teringat data yang dia lihat kemarin, dia mengerutkan alisnya, tidak mungkin perempuan jelek itu dianiaya Keluarga Mu?

Begitu pikiran ini muncul, dia mengeluarkan tangannya mengusap wajahnya yang terkena tamparan kemarin, mendengus dingin, sepertinya dia bukan orang yang mudah dianiaya.

"Tuan, kamu mau duduk dulu?"

Suara lembut seorang wanita, Ricky Mo membalikkan kepala melihat ke arah luar jendela, melihat seorang wanita yang cantik sedang berdiri di samping mobil.

Saat Sisca Mu melihat wajah Ricky Mo, dia tertegun.

Tadi dari lantai atas melihat Amanda Mu bermesraan dengan seorang laki-laki di dalam mobil, tidak menyangka ternyata laki-laki ini sangat tampan.

Bagaimana mungkin laki-laki setampan ini bisa suka dengan Amanda Mu yang bodoh, jelek dan kampungan?

Kelihatannya, keputusannya untuk keluar dan mencoba peruntungan itu tidak salah.

Yang terpikir olehnya, tidak bisa mengelabui mata Ricky Mo.

Ricky Mo tersenyum sinis, "Kamu siapa?"

"Aku kakak Amanda Mu, namaku Sisca Mu." Dia sedikitpun tidak mempedulikan sikap sinis Ricky Mo.

"Sisca Mu?"

Ricky Mo ingat, Keluarga Mu mempunyai dua putri, selain Amanda Mu, satunya lagi adalah tunangan dia yang murahan.

Menurut pandangan orang biasa, memang benar-benar sangat cantik seperti bunga, tapi menurut pandangan dia, meskipun Amanda Mu jelek tapi lebih enak dipandang.

Ricky Mo tidak memiliki kesabaran berbicara dengannya, dengan wajah tanpa ekspresi bertanya, "Amanda Mu dimana?"

"Dia...... dia seharusnya masih di kamar membereskan barang, dia menyuruh aku turun mempersilahkan kamu masuk untuk duduk." Sisca Mu tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, menjalin hubungan baik dengan Keluarga Mo, tidak buruk, apalagi dengan laki-laki setampan ini.

Ricky Mo tertawa sinis tahu apa yang dipikirkannya, Amanda Mu bisa menyuruh dia masuk untuk duduk?

Takutnya Amanda Mu sudah diam-diam kabur!

Ricky Mo tidak ingin melihat Sisca Mu lagi, menurunkan kaca mobil, langsung mengendarai mobil pergi.

Belum pernah ada laki-laki yang bersikap dingin seperti ini ke Sisca Mu, dalam sekejap raut wajahnya berubah.

......

Amanda Mu langsung kembali ke tempat yang disewanya.

Saat kuliah, dia tinggal di asrama sekolahnya, kemudian setelah lulus dan praktek kerja, dia kos di luar.

Kalau bukan karena akhir-akhir ini Novia Xiao memaksa dia untuk menikah dengan Keluarga Mo, terus mengurung dia di rumah, selangkahpun dia tidak ingin masuk ke keluarga Mu.

Lagipula Ricky Mo tidak tinggal di villa, juga tidak ingin melihat dia, dia kembali atau tidak juga tidak masalah?

Setelah selesai membereskan barangnya, sudah sore, dia berencana keluar membeli sedikit makanan.

Dia tinggal di daerah kumuh yang terkenal di Kota J, transportasi sulit, dan berantakan.

Baru saja masuk ke sebuah gang, dia mendengar suara yang begitu keras, "dor" .

Sepertinya suara...... pistol?

Dia mengangkat kepala, melihat sebuah van putih ke arahnya seperti anjing liar yang gila, tidak terkendali menuju ke arahnya.

Dia menghindar ke samping, ketika mobil itu melewatinya, pintu mobil tiba-tiba terbuka, laki-laki bertubuh besar tinggi keluar dari dalam mobil.

Laki-laki itu memegang kepalanya, jatuh ke samping kaki Amanda Mu.

Saat Amanda Mu mau melangkah mundur, laki-laki itu tiba-tiba melompat berdiri, suara merdu laki-laki itu terdengar familiar, "Bawa aku pergi, harus cepat."

Saat Amanda Mu mengangkat kepala dan melihat jelas laki-laki itu, tanpa sadar berteriak, "Charles Mo"

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1513