Bab 10 Menjadikan Dia Sebagai Papan Lompat

by Sandra 17:40,Feb 29,2020
Keesokkan hari.

Amanda Mu terbangun karena dering telepon genggamnya.

Saat semua orang di sekeliling sudah memiliki telepon genggam dengan berbagai fitur dan model yang bagus, Amanda Mu masih menggunakan telepon genggam yang hanya bisa digunakan untuk menelepon.

Mengambil telepon, melihat nama yang tertera, otaknya baru tersadar.

Dia ragu beberapa saat, baru mengangkat telepon: "Pa."

Suara Kelvin Mu terdengar begitu serius: "Kamu kemarin pulang rumah? Siapa yang mengantar kamu pulang?"

Sebagai seorang ayah menelepon anak perempuannya yang baru saja menikah, tapi yang ditanyakan malah pertanyaan yang tidak penting seperti ini, Amanda Mu merasa kecewa.

Biasanya, Kelvin Mu jarang menelepon Amanda Mu, dia tiba-tiba menelepon menanyakan ini, membuat Amanda Mu meragukan niatnya menelepon.

Tapi Amanda Mu masih menjawab dengan jujur: "Adik sepupu Ricky Mo."

Kelvin Mu di seberang telepon terpaku beberapa saat, kemudian baru menjawab: "Kalau ada waktu, bawa kakakmu pergi ke rumah Keluarga Mo melihat-lihat, kalau ada anak muda yang cocok kenalkan juga ke kakakmu, supaya dia bisa kenal lebih banyak teman."

Perkataan yang diucapkan ayahnya, Amanda Mu mengerti.

Kemarin setelah dia meninggalkan villa kediaman keluarga Mu: Sisca Mu mungkin bertemu dengan 'Charles Mo'.

Sangat mungkin Sisca Mu menyukai 'Charles Mo', jadi ingin meminta dia menjodohkan mereka.

Mereka berdua, ayah dan anak perempuan sama-sama memiliki niat yang sama.

Jelas-jelas Ricky Mo dan Sisca Mu terikat dalam perjanjian nikah, tapi pada akhirnya dia yang harus menikah dengan Ricky Mo.

Kemudian, mereka ingin menjadikan dia sebagai papan lompat, mencarikan seseorang dari Keluarga Mo yang hebat untuk dijadikan suami Sisca Mu.

Semua orang di seluruh kota J siapa yang tidak tahu, di Keluarga Mo, selain Ricky Mo, beberapa saudara sepupunya itu orang yang hebat.

Amanda Mu ingin menertawakan dirinya sendiri, Sisca Mu adalah anak kandung Kelvin Mu, memangnya dia bukan?

Bagaimana bisa pilih kasih seperti ini?

Amanda Mu menahan rasa sakit di hatinya, berusaha agar suaranya tetap datar: "Aku juga ingin membawa kakak ke rumah Keluarga Mo, tapi, sampai sekarang aku belum bertemu dengan Ricky Mo."

Begitu Kelvin Mu mendengar perkataan ini dia langsung marah.

"Bahkan suami sendiri belum bertemu, tidak ada gunanya sama sekali, kamu masih punya muka pulang ke rumah!"

Amanda Mu menahan tangis, menahan supaya air matanya tidak jatuh, suaranya masih tetap datar: "Kamu antar kakak ke rumah Keluarga Mo, siapa tahu Ricky Mo bersedia menemui dia? Aku seorang yang jelek seperti ini, untuk apa dia mau bertemu denganku?"

Ricky Mo yang keluar dari kamar mandi kebetulan mendengar ucapannya ini.

Amanda Mu duduk di kasur, rambut hitamnya terurai, jari tangan yang memegang telepon genggam, karena terlalu kuat dia memegang sampai terlihat urat di tangannya, matanya sudah dipenuhi dengan air mata, tapi dia masih menahan agar air matanya tidak menetes, bayangan yang rapuh membuat orang yang melihat merasa kasihan.

Ricky Mo menyipitkan mata, menyadari istrinya ini semakin enak dilihat.

Tidak tahu orang yang di seberang telepon berbicara apa lagi, wajah Amanda Mu pucat, tidak berkata-kata juga tidak menutup telepon.

Ricky Mo segera berjalan menghampiri, mengambil telepon dari tangannya, langsung menutup telepon itu.

He, perempuan ini ternyata masih menggunakan telepon genggam seperti ini.

Kemudian, Ricky Mo menundukkan kepala melihat Amanda Mu, dengan suara yang datar berkata: "Ucapan yang tidak ingin di dengar, tidak perlu di dengar."

Amanda Mu mengangkat kepala, matanya masih penuh dengan air mata, merasa pandangannya kabur, sama sekali tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya.

Sangat aneh, Amanda Mu merasa ada kehangatan di ucapan Ricky Mo barusan.

Tapi beberapa saat kemudian, Amanda Mu membelalakan mata: "Kenapa aku bisa diatas kasur?"

Amanda Mu memberikan kasurnya ke laki-laki yang terluka, kemarin dirinya tidur di sofa!

"Kamu sendiri kemarin tidur sambil berjalan naik ke kasur." Ricky Mo berbicara tanpa ekspresi, berjalan sampai ke samping kasur, berbaring di sebelah dia.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1513