Bab 8 Perempuan Yang Pintar dan Baik Hati

by Sandra 17:39,Feb 29,2020
"Apa?" Amanda Mu yang mendengar ucapan itu, terkejut sampai melangkah mundur: "Aku tidak bisa!"

Meskipun dia sangat tidak suka dengan laki-laki ini, tapi dia menghargai kehidupan.

Meskipun kelahiran dia, karena Kelvin Mu dan Novia Xiao tidak menggunakan obat kontrasepsi dengan baik, beberapa tahun ini di rumah keluarga Mu dia sama seperti pembantu, dimanfaatkan oleh Sisca Mu, tapi dia masih terus berjuang untuk hidup.

Dia tidak tahu kenapa 'Charles Mo' bisa berkata dengan begitu mudahnya, tapi dia tidak bisa melakukan seperti apa yang diminta olehnya.

Ricky Mo mengerutkan alis: "Apa kamu lebih ingin menguburkan aku?"

Nada suara yang datar, tapi terdengar seperti tidak ada keraguan sama sekali.

Wajah Amanda Mu pucat, dengan tidak berdaya pergi mengambil barang yang disebutkan tadi.

Dia merasa, sejak dia masuk ke keluarga Mo, hidupnya seakan hancur sampai tidak tahu bagaimana caranya bisa memulihkan kembali, bagaimana caranya mencegah agar tidak menjadi lebih buruk lagi?

Dia berpikir dalam kesedihannya, kalau dia meninggal saat mengambilkan peluru untuk 'Charles Mo', dia bisa menguburkan seorang laki-laki tampan seperti ini, rasanya tidak terlalu rugi juga.

……

Amanda Mu sudah berusaha keras untuk tetap bersikap tenang, tapi dia tidak bisa menahan tangannya yang gemetar.

Dia sambil menggunakan pisau membelah kulitnya, sambil memperhatikan kondisi 'Charles Mo'.

Dia mendapati, selain wajah 'Charles Mo' yang pucat, dan dahinya yang berkeringat, tidak ada reaksi lainnya.

Kalau harus mengatakan sesuatu yang istimewa, Ricky Mo terus menerus menatap Amanda Mu.

Amanda Mu bisa merasakan saat ini Ricky Mo sangat lemah, tapi pandangan Ricky Mo seperti membakar dia.

Amanda Mu tidak tahan, berkata: "Kamu jangan lihat aku."

Sebenarnya Ricky Mo tidak setenang itu, lukanya sangat sakit, dia kehilangan banyak darah, dia hampir pingsan.

Tapi, saat dia melihat Amanda Mu, rasa sakitnya seperti berkurang.

"Jangan tegang, aku tidak akan mati, aku percaya kamu." Suara Ricky Mo ringan dan datar.

Amanda Mu belum pernah diberi kepercayaan seperti ini, dia menggigit bibirnya keras-keras, berusaha mengeluarkan peluru itu.

……

Amanda Mu merasa waktu berjalan sangat lambat.

Saat akhirnya dia berhasil mengeluarkan peluru itu, tubuhnya sudah penuh dengan keringat.

Dia mencuci tangan di baskom yang terletak di sampingnya, bertanya kepada Ricky Mo: "Apa yang kamu rasakan?"

Kalau berkata sebelum ini, kesan Amanda Mu terhadap 'Charles Mo', "Orang kaya yang jahat", tapi setelah mengambil peluru, Amanda Mu merasa sedikit kagum padanya.

Dia sama sekali tidak berteriak kesakitan, juga tidak pingsan, orang yang kuat seperti ini, kalau di televisi sering lihat.

Di waktu yang bersamaan, Amanda Mu juga merasa laki-laki ini sangat misterius, sedikit menakutkan.

"Ambil bolpoin, kamu catat daftar obat yang aku sebutkan." Meskipun wajah Ricky Mo pucat, tapi saat dia berbicara dia masih bertenaga sekali.

Amanda Mu mencatat daftar obat, pergi membelikan dia obat.

Amanda Mu dengan sangat berhati-hati berlari ke beberapa apotik baru terkumpul semua obat yang dibutuhkan.

……

Saat Amanda Mu kembali, Ricky Mo memperhatikan kantong kresek yang Amanda Mu bawa bukan dari satu apotik saja, sudut bibirnya naik.

Benar-benar perempuan yang pintar dan baik hati.

Ricky Mo tahu, Amanda Mu sangat membenci dia.

Atau bisa dikatakan, yang dia benci itu 'Charles Mo'.

Mungkin Amanda Mu mengira Ricky Mo sedang dikejar musuh, jadi saat dia pergi membelikan obat sebisa mungkin tidak membuat orang curiga, pergi ke beberapa apotik membeli obat.

Amanda Mu mengeluarkan obat, berjongkok di hadapan dia: "Aku oleskan obat, kalau sakit, kamu bilang ya."

Sampai Amanda Mu selesai mengoleskan obat, Ricky Mo tidak mengeluarkan suara sama sekali.

Saat Amanda Mu akan bangkit berdiri, laki-laki itu tiba-tiba mengulurkan tangan menghalangi dia, mendekat ke bibirnya dan mencium dia.

"Aku sudah bilang, tidak boleh pakai kacamata."

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1513