Bab 12 Dua Gadis Menggoda

by Glen Valora 17:26,Sep 05,2020
Menangkap dua dalam sekaligus ?
Meniduri dua wanita dalam sekaligus ?
Ini impian semua lelaki normal.
Lagu pula, dua wanita tersebut adalah gadis cantik dan muda.
Akan tetapi, aku merasa batasan seperti ini sudah terlalu jauh dariku. Bagaimanapun aku merasa diriku hanya seorang pria lajang yang bahkan terus dihina oleh wanita !
“Lepaskan rasa rendah diri ! Mempertahankan semangatmu !” Dewi Danau membentak dengan nada dingin.
“Kamu bukannya sudah mendapat warisan ilmu dariku ya ?”
“Kalau hatimu terus merendahkan dirimu, kamu tidak akan bisa sukses !”
“Asalkan seorang lelaki normal, pastinya berharap bisa mewujudkan semua impiannya !”
Kata-kata Dewi Danau bagaikan sebuah pukulan nyata yang menyadarkanku.
Dalam hatiku terus berpikir, apa pengaruhnya juga kalau Alvia merendahkan diriku ? Asalkan aku berhasil meniduri Alvia, bukannya Alvia tetap saja hanya bisa mendesah di bawah tubuhku ?
Dengan adanya penyemangat dari Dewi Danau, aku memutuskan untuk bertindak.
Namun apabila aku mengetuk pintu mereka dan berkata dengan terus terang :”Dua kakak, kita main bertiga saja.” Dengan demikian Selvi dan Alvia pasti akan melayangkan dua tamparan pada wajahku.
Aku merenung sekilas, lalu memanjat ke sana dengan melalui jendela.
Dikarenakan sering memanjat gunung dan pohon pada saat kecil, sehingga memanjat jendela sudah bukan masalah susah bagiku.
Aku dengan mudahnya memanjat di bagian jendela mereka, lalu berdiam di sana untuk memperhatikan keadaan dan menanti kesempatan beraksi.
Lampu di dalam kamar masih menyala, Selvi dan Alvia sedang berdiri berhadapan, sepertinya sedang menghayati tubuh masing-masing.
Selain indra pendengaranku yang jauh lebih tajam daripada orang biasanya, saat ini indra penglihatanku juga mencapai batasan yang menakjubkan.
Pada saat Aku mengintip ke arah dalam, ternyata Alvia dan Selvi hanya mengenakan baju tidur yang berbahan tipis, di dalam baju tidur tersebut hanya ada sehelai celaan dalam.
Selvi membelakangi Aku, sementara Alvia sedang berhadapan ke arahku, saat ini mereka saling bertatapan, sama sekali tidak menyadari kejanggalan di luar jendela, lagi pula mereka juga tidak akan kepikiran bahwa ternyata aku memiliki kemampuan untuk memanjat jendela dan mengintip mereka.
“Selvi, kamu cantik sekali. Kalau aku seorang pria, aku pasti akan menikahimu.” Alvia memujinya.
“Heihei, kamu juga sangat cantik. Pantas saja mata Gilang selalu berbinar-binar ketika melihatmu.” Selvi juga tertawa mengejeknya.
“Jangan ungkit budak bodoh itu lagi. Malam ini, hanya ada kamu dan aku.”
Alvia tiba-tiba mengulur kedua tangannya, lalu menyerang ke tubuh Selvi yang tertutupi oleh baju tidur.
“Aa !”Selvi menjerit kaget, sepertinya tidak mau mengalah dan balik menyerangnya tubuh Alvia.
Alvia tertawa riang, lalu mendorong Selvi ke atas kasur dan menindihnya, kedua tangan yang lincah telah menyelip ke dalam baju tidur Selvi dan meraba dengan tanpa ketakutan.
Selvi merasa malu dan gatal, sehingga buru-buru menjerit :” Alvia cepat hentikan tangannya, kalau kamu tidak berhenti lagi ----aku akan balik menyerang ! Aaa, gatal sekali, hahaha, kamu jahat sekali lagi, aku tidak sanggup lagi, aku mau turun tangan…”
“Hahaha, silakan, aku mana pernah takut ? Biarkan aku menyaksikan kehebatanmu !”
Sudah pernah mendengar kabar bahwa sifat Alvia sangat mementingkan kemenangan, akhirnya hari ini bisa menyaksikan dengan mataku sendiri. Setelah mendengar dari Selvi bahwa dirinya akan balik menyerang, jiwa kompetitif Alvia langsung terbangkit, sehingga semakin bersemangat, kedua tangan yang berada di tubuh Selvi bergerak dengan cepat dan kuat, membuat aku yang melihatnya menjadi semakin bergairah.
Sialan, aku benar-benar ingin berkata kasar.
Aku benar-benar ingin menjerit kuat, Alvia, kamu lepaskan tanganmu, biarkan aku saja !
“Aa, gatal sekali, aku sudah hampir terbang ke langit ! Kamu jahat sekali, aku mau balas dendam !"
Selvi tiba-tiba berbalik badan dan duduk di atas kasur, setelah itu mengulur tangan dan menangkap Alvia.
Alvia yang mencapai kemenangan sementara tidak kepikiran bahwa Selvi yang telah bertubuh lemas masih sanggup meledakkan tenaga yang sebesar ini, kelalaian sementara malah kehilangan pertahanan, sementara pada saat ini Selvi malahan menjadi ahli, dalam seketika ini, rasa gatal mulai menyebar pada seluruh tubuh Alvia dan membuat Alvia menjadi semakin lemas.
“Aaa, Selvi, kamu…kamu begitu berpengalaman, jujur saja, siapa yang ajari kamu ? Jangan-jangan Gilang sudah pernah meraba di tubuhmu ya, aa……”
Sepertinya tubuh Alvia jauh lebih sensitif daripada Selvi, saat ini kedua pipinya telah merona merah, sehingga sudah mulai mendesah dengan tanpa terkendali.
Adegan yang terjadi pada saat ini bahkan dapat mengalahkan film orang dewasa.
Jantungku berdetak dengan kencang dan bahkan sudah hampir mimisan !
Saat ini Aku ingin sekali mendobrak ke dalam dan menangkap semua gadis.
Akan tetapi aku juga ingin menyaksikan siaran langsung seperti ini, sehingga tidak ingin banyak beraksi dulu.
Selvi yang memang tidak lemah sudah berhasil balik menyerang, saat ini dia sedang menindih di atas tubuh Alvia dan meraba sembarangan, jelasnya sedang menanti kata permohonan yang dilontarkan Alvia.
“Alvia, sudah mau mengalah ? Cepat minta ampun sama nona besar !” Selvi berkata dengan penuh kesombongan.
“Hmm !” Alvia yang sedang bernafas terengah-engah langsung bersemangat kembali setelah mendengar kata-kata Selvi, lalu berkata dengan nada tidak terima :”Sejak kapan aku minta ampun padamu, kalau berani kamu lanjut saja.”
Selvi melihat Alvia yang sama sekali tidak mau mengalah, sehingga langsung mengulur tangan untuk menarik baju tidurnya. Bahan baju tidur tersebut sangat tipis, Selvi juga sedang seru bermain, sehingga sama sekali tidak menyadarinya, setelah itu terdengar suara “Srekk” yang nyaring, akhirnya baju tidur tersebut telah terlepaskan.
Pada seketika itu, tubuh Alvia yang hanya menyisakan celana dalam berbahan renda putih langsung terpapar di pemandanganku, membuat aku yang sedang memanjat di dinding terus bergemetar, dan hampir terpeleset dari jendela.
Meskipun imajinasiku sangat tinggi, Aku tetap saja tidak dapat membayangkan adegan seperti ini, dan juga tidak dapat membayangkan bahwa bentuk tubuh Alvia akan begitu indah ! Saat ini Aku terus menatapnya dengan kedua mata yang telah terbuka lebar, tenggorokan aku juga semakin kering. Meskipun dalam hatiku sangat melecehkan tingkah diriku yang sedang mengintip, namun dengan dorongan naluri seorang pria, Aku tetap saja menyaksikannya dengan mata yang terbuka lebar, dan bahkan tidak ingin ketinggalan sama sekali.
“Kamu jahat sekali !” Alvia yang dilepaskan baju tidurnya menjerit kuat karena kaget, setelah itu juga menangkap baju tidur Selvi dan menariknya dengan kuat.
Setelah terdengar suara tarikan, baju tidur Selvi juga jatuh terlepas, saat ini tubuhnya juga hanya menyisakan sehelai celana dalam berbahan renda putih.
Meskipun Aku sudah pernah melihat dua kali mengenai bentuk tubuh Selvi, namun kondisi di saat itu sangat spesial, sehingga tidak terlalu jelas melihatnya. Namun ketika menghayati lagi di waktu dan keadaan seperti ini, memang membawa rasa menyentuh hati yang luar biasa.
“Kamu ---“ Selvi terbengong seketika.
Alvia tertawa terbahak-bahak, lalu melompat dari kasur dan menahan pada pinggang sendiri, setelah itu berkata pada Selvi dengan reaksi sombong :” Selvi, bagus juga ! Sekarang kita tidak ada utang apapun lagi, sudah bisa berinteraksi dengan terus terang !”
Mulutku terasa haus dan tenggorokanku juga menjadi kering, saat ini Aku hanya ingin mencari air sumur untuk mengatasi rasa hausku.
“Hem, aku masih ada trik lain !”
Selvi menyadari kembali dan langsung berdiri dari lantai, setelah itu menindih di atas tubuh Alvia yang sedang sombong.
“Bagaimana ? Tetap saja aku yang hebat kan ? Cepat minta ampun saja !” Selvi menindih Alvia dan berkata.
Alvia mengeluh sinis :”Masih belum tahu lagi ! Lihat saja nanti !”
Setelah itu mereka berdua mulai bermain dan menyerang ke bagian tubuh masing-masing.
Dalam seketika itu, aura bermesraan bertebaran di seluruh kamar dan kesannya sangat menggoda.
Selvi dan Alvia melilit jadi satu dan terus bercandaan, lalu bermain seru dengan tubuh yang saling melekat, kadang kalanya terdengar suara jeritan dan tertawaan yang sangat jelas, kesannya sangat menggoda sekali, kedua telingaku bahkan menjadi kemerahan dan jantungku juga terus berdetak kencang.
Dua gadis menggoda !
Benar-benar tidak tertahan !
Namun tiba-tiba, adegan yang lebih mengagetkan langsung terjadi lagi !

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

570