Bab 4 Mengatakan Kebenaran

by Mike 13:43,Sep 30,2020
Di luar ruang tamu, Marvin Zheng baru saja duduk di kursi pengemudi mobil Lamborghini, tetapi pintu mobilnya belum ditutup.

“Tuan Zheng.” Mario Wang mengejarnya ke samping mobil, lalu mengulurkan tangannya untuk memblokir pintu dengan temperamen yang sama sekali berbeda.

Mario Wang yang ada di ruang tamu tadi tampak seperti pemuda kontemporer yang baik, tampak tidak berbahaya; sementara Mario Wang yang sekarang, secara alami mengungkapkan kepercayaan dirinya yang tak terkatakan di wajahnya, tatapan matanya setajam pisau. Tangan kanannya yang memegang pintu mobil itu seperti penjepit besi, dan sekujur tubuhnya benar-benar memancarkan rasa tertekan.

“Singkirkan tangan kotormu!” Marvin Zheng awalnya sudah menahan amarah, akhirnya dia membuka mulutnya untuk mengutuk: “Jangan sentuh mobilku!”

Haha!

Mario Wang meremas telapak tangannya dengan ringan dan langsung memutar pintu mobil Lamborghini, membuat suara berderak yang aneh, lalu tersenyum tipis: "Bisakah kita membicarakannya baik-baik sekarang?"

Bulu di tubuh Marvin Zheng tiba-tiba berdiri.

Dengan kekuatan tangan yang begitu kuat, jika itu dijepit di leher, maka tulang-tulangnya akan dipelintir olehnya. Mario Wang ini adalah pelatih!

"Bagaimanapun, kamu adalah teman keluarga Wei. Aku menikah dengan Karin, tidak apa-apa jika kamu tidak memberikan selamat kepada kami. Namun, jika kamu mengancam kami dengan menggunakan bisnis, maka itu adalah salahmu." Mario Wang bertepuk tangan: "Apakah benar yang kukatakan?"

Marvin Zheng tiba-tiba menyadari bahwa Mario Wang mengkhawatirkan runtuhnya bisnis keluarga Wei, sehingga dia keluar untuk memohon padanya!

“Kamu merusak mobilku dan masih ingin bernegosiasi denganku?” Bulu di tubuh Marvin Zheng kembali normal, dengan seringai di wajahnya: “Memohon padaku ya memohon padaku, untuk apa berkata begitu tinggi? Kukatakan padamu dengan jujur, jika kalian ingin terus berbisnis dengan keluargaku, kecuali jika kamu membiarkan Karin tidur denganku selama satu malam, kalau tidak, aku tidak membicarakannya! Jangan berpikir bahwa aku akan takut padamu. Jika kamu memiliki kemampuan, cobalah untuk menyentuhku. Aku mempunyai sepuluh ribu cara untuk membunuhmu."

Mario Wang menghela nafas.

Mengapa dia tidak ingin bersikap masuk akal? Marvin Zheng, jika bukan karena pemuda ini tidak ingin mengungkapkan identitasnya, maka kamu sudah akan mati ketika kamu mengatakan perkataan itu barusan!

“Karin masih menunggu di ruang tamu, aku tidak ingin berbicara omong kosong denganmu.” Mario Wang mengulurkan dua jarinya dan berkata dengan pelan: “Sekarang, aku akan memberimu dua pilihan. Pertama, minta maaflah atas apa yang baru saja terjadi, sikapmu harus tulus dan kerja sama antara kedua perusahaan akan terus berlanjut. Kedua, aku akan segera menghancurkan perusahaan Zheng. Adapun kerugian bisnis keluarga Wei, tentu saja aku mempunyai cara untuk memberikan kompensasinya."

“Apakah menurutmu kita sedang mensyuting film? Tahukah kamu betapa kuatnya keluargaku, beraninya kamu untuk ingin menghancurkan harta milik keluargaku?” Marvin Zheng terhibur oleh Mario Wang, lalu dia berkata: “Pilih kepalamu, gila kamu ya!"

Kemudian, dia menutup pintu, menginjak pedal gas, dan mobil Lamborghini itu melaju kencang.

Mario Wang menggelengkan kepalanya, mengeluarkan ponselnya, dan memutar sebuah nomor telepon khusus.

Bel berbunyi dan segera terhubung, terdengar suara seorang pria paruh baya yang terhormat: "Tuan muda."

"Aku akan memberimu satu menit." Mario Wang berkata dengan ringan: "Perusahaan Zheng di kota A, Marvin Zheng, selesaikanlah dia."

Dia menutup telepon setelah berbicara.

Adapun bagaimana menyelesaikannya, Mario Wang tidak mengatakannya sama sekali. Dia mempunyai alasan untuk percaya bahwa orang yang menjawab telepon tadi akan menangani semuanya dengan sangat baik. Dia juga sangat yakin bahwa itu tidak akan memakan waktu lebih dari semenitpun. Marvin Zheng akan mengendarai mobil Lamborghini-nya dan kembali ke sini dengan patuh!

Lamborghini melaju cepat.

"Si wanita jalang Karin itu beraninya menggunakan metode ini untuk menolakku!" Marvin Zheng menginjak pedal gas dengan wajah panik: "Penghinaan hari ini, aku akan mengembalikannya seratus kali lipat, dan Mario itu, berani-beraninya dia menghancurkan mobilku, aku juga akan membereskannya dan membiarkan mereka berlutut di kakiku untuk memohon belas kasihan. Aku akan memainkanmu di depannya, bermain dengan kejam!"

Pikirannya terus menunjukkan gambaran tentang keluarga Wei yang bangkrut, mereka yang berlutut dan menangis di depannya, berpikir tentang Karin Wei yang dipermainkan olehnya secara sembrono, membuatnya mau tidak mau pun menjadi bersemangat dan nafasnya menjadi lebih cepat.

Namun.

Kurang dari empat puluh detik setelah dia meninggalkan vila keluarga Wei, telepon mobil pun berdering sangat cepat.

“Ayah?” Marvin Zheng melambat, melihat ID penelepon di layar, dan menekan tombol menjawab.

“Dasar bajingan!” Pria di telepon itu menggeram dengan panik, “Pihak bank baru saja memberitahu bahwa semua pinjaman kepada kita telah ditarik kembali, tidak ada gunanya jika kita mencari siapapun! Setidaknya ada lebih dari 20 perusahaan koperasi yang telah mengumumkan pemutusan kontrak mereka, semua pabrik serta lokasi konstruksi juga telah dihentikan. Tiga saham kita semua sudah diturunkan limitnya, kerugian langsungnya telah mencapai 500 juta Yuan, kerugian tidak langsungnya tidak bisa dihitung!"

Di telepon, ayah Marvin Zheng menarik nafas beberapa kali dan terus mengutuk: "Aku juga menjawab sebuah panggilan misterius, dan pihak lain secara inisiatif mengakui bahwa merekalah yang melakukannya, mengatakan bahwa kamu telah menyinggung tuan muda mereka. Bajingan, kamu ini sudah menghancurkan keluarga Zheng, aku tidak sabar untuk mencekikmu sendiri!"

Marvin Zheng menutup telepon, menginjak pedal gas, terkejut sampai-sampai dahinya berkeringat dingin, lalu kepalanya menoleh dengan cepat dan tiba-tiba menyadari sesuatu.

Menyinggung tuan muda mereka... itu adalah Mario Wang!

“Dia tidak bercanda, dia benar-benar bisa menghancurkan keluarga Zheng…” Marvin Zheng membalikkan bagian depan mobil dan bergegas kembali ke vila keluarga Wei dengan panik.

Mario Wang! Pasti Mario Wang yang melakukannya. Bagaimana mungkin dia bisa memiliki kekuatan yang begitu besar? Siapakah dia sebenarnya?!

Di halaman vila keluarga Wei, Mario Wang sedikit mengernyit setelah melihat waktu di ponselnya.

Bagaimana bawahannya itu melakukannya? Sudah hampir dua menit, tetapi Marvin Zheng belum kembali.

Pada saat ini.

CIT!

Suara rem yang sangat tajam itu seperti menembus langit, mobil Lamborghini biru bergegas masuk ke keluarga vila Wei lagi dan berhenti tepat di depan Mario Wang.

“Tuan... Tuan Wang!” Marvin Zheng tidak memiliki ekspresi di wajahnya, kakinya melemas ketika dia keluar dari mobil, dan dia hampir berlutut dengan hingus dan air matanya: “Tuan Wang, tolong maafkan aku. Aku tahu aku salah, aku benar-benar salah!"

Wajah Mario Wang berubah, lalu dia melihat kembali ke ruang tamu vila. Setelah memastikan jaraknya cukup jauh, dia baru menoleh dan berkata dengan suara yang dalam: "Jangan berbicara omong kosong, tuan Wang apa, aku tidak mengerti. Aku adalah suami dari Karin, yang lain aku tidak tahu apa-apa lagi."

“Oh, oh.” Marvin Zheng seperti memahami sesuatu dalam sekejap, diam-diam menangis dalam hatinya.

Kenapa aku begitu tidak beruntung? Tuan muda dari keluarga mana yang telah disinggung olehku!

“Hehe, tuan Zheng.” Wajah Mario Wang muncul kembali dengan senyuman: “Aku sudah berdiskusi dengan tuan Zheng. Tuan Zheng bersikap masuk akal dan memutuskan untuk meminta maaf kepada keluarga Wei, lalu perusahaan Zheng lanjut bekerja sama dengan keluarga Wei, dan kamu juga mendoakan pernikahanku dengan Karin, apakah aku benar?"

Marvin Zheng buru-buru mengangguk dan membungkuk: "Ya, benar, benar... Yang dikatakan kak Wang benar, aku ingin meminta maaf dan akan segera meminta maaf."

"Tadinya kamu masih meludah di ruang tamu..."

Marvin Zheng membungkuk lagi dan lagi: "Akulah yang salah, aku akan membersihkannya, segera membersihkannya!"

"Ayah mertuaku jatuh ke sofa karena dibuat marah olehmu..."

Marvin Zheng sudah hampir menangis, lalu dia menampar dirinya sendiri dengan keras: "Aku akan membayarnya, aku akan membeli produk perawatan untuk merawat tubuh paman Wei."

Pemadaman listrik pabrik, pemadaman listrik di lokasi konstruksi, jalur produksi berhenti berjalan, semua pekerjaan ditangguhkan, bank menarik kembali pinjamannya... Untuk setiap detik penundaan itu, kerugian yang dialami oleh keluarga Zheng sangatlah besar. Jika ini terus berlanjut, maka dibutuhkan waktu kurang dari lima menit untuk seluruh keluarga Zheng menjadi runtuh!

“Sudah, jangan menangis lagi, kalau tidak, orang-orang akan mengira bahwa aku menindasmu.” Mario Wang menepuk-nepuk bahu Marvin Zheng dan memberinya tatapan yang membesarkan hati: “Nantinya, pergilah ke ruang tamu dan bersikaplah dengan baik. Aku optimis terhadapmu."

Marvin Zheng mengeluarkan senyuman yang lebih jelek daripada menangis: "Kak Wang, lihatlah, bisnis keluargaku.."

“Tahu untuk menjaga bisnis keluarga, benar-benar anak yang baik.” Mario Wang mengeluarkan ponselnya, mengirimkan OK ke nomor sebelumnya, dan kemudian berbalik ke ruang tamu: “Ayo, jangan biarkan Karin dan ayah serta ibu mertuaku menunggu dengan panik. Sekarang, keluargamu akan baik-baik saja untuk saat ini."

Apa artinya baik-baik saja?

Artinya, jika permintaan maafnya tidak cukup tulus, maka keluarga Zheng masih akan terus mendapat masalah?

Marvin Zheng mengikuti di belakang Mario Wang dan diam-diam bersumpah di dalam hatinya. Setelah nantinya dia memasuki ruang tamu, dia pasti akan dengan tulus meminta maaf. Semakin tulus akan semakin baik, dia harus membuat pemuda ini merasa puas!

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1065