Bab 8 Bisakah Mengerjakan Soal Pilihan Ganda?

by Mike 13:43,Sep 30,2020
Karin Wei duduk di kursi ruang makan, tubuhnya gemetar karena marah. Melihat Mario Wang dengan seringai di sebelahnya, dia menjadi semakin marah.

“Kamu masih tertawa.” Karin Wei tidak ingin makan lagi. “Aku dan Annie adalah sahabat yang begitu baik. Salahkanlah si Raffi itu, juga kamu! Bisakah kamu sedikit dewasa? Tadinya ketika kamu begitu diejek oleh mereka, kenapa kamu tidak membantahnya!"

Mario Wang menggaruk kepalanya dan bertanya tanpa takut mati: "Direktur Wei, apakah kamu benar-benar sangat marah?"

“Tentu saja aku marah.” Karin Wei ingin memukul seseorang sangkin marahnya: “Coba pikirkan, bagaimana mungkin aku tidak marah dengan apa yang baru saja mereka katakan? Bagaimanapun, kamu adalah suamiku. Aku sudah begitu marah, tidak bisakah kamu melihatnya? Annie tidak seperti ini dulunya, bagaimana dia bisa menjadi seperti ini sekarang!"

Mario Wang sangat terharu.

Jika didengar, meskipun mereka adalah pasangan diatas kontrak, namun jauh di lubuk hati, istrinya masih memperlakukannya seperti seorang suami. Dia benar-benar adalah istri yang baik!

"Apakah kamu lupa? Aku orang yang paling masuk akal. Direktur Wei, tunggulah di sini, aku akan pergi membicarakannya dengan mereka." Mario Wang tersenyum: "Jangan khawatir, sebentar lagi mereka akan kembali dan meminta maaf. Aku jamin."

Setelah itu, terlepas dari apakah Karin Wei setuju atau tidak, dia pun segera bangkit berdiri dari kursi dan pergi mengejar.

Karin Wei awalnya juga sama sekali tidak mengharapkan adanya harapan. Dia melihat punggung Mario Wang, menggelengkan kepalanya dan menghela nafas, lalu mengangkat tangannya dan berkata, "Pelayan, aku mau pesan makanan."

————————

Pintu masuk restoran.

Raffi Li dan Annie Yang baru saja berjalan keluar.

Mobilnya adalah mobil Audi A8 hitam yang ditempatkan di parkiran bawah tanah, dia tidak perlu mengemudikannya sendiri dan tinggal menunggu penjaga pintu untuk mengantarkan mobilnya.

“Aku benar-benar kesal.” Annie Yang mengayunkan lengan Raffi Li dan mengertakkan giginya: “Wanita jalang si Karin itu dulunya selalu menghancurkanku. Sekarang, dia mendapatkan seorang suami sampah, tetapi masih mengira bahwa dirinya adalah dewi surga! Raffi, kamu paling mencintaiku, bukan? Jangan bekerja sama dengan keluarga Wei, biarkanlah bisnis keluarga mereka benar-benar runtuh!"

Kepala Raffi Li dipenuhi dengan wajah cantik Karin Wei, hatinya sakit dan tak tertahankan. Dia pun mengiyakan dengan acuh tak acuh, sudah memikirkannya di benaknya sejak awal. Dia hanya memikirkan cara untuk mengelabui Karin Wei ke tempat tidurnya, tidak memikirkan tentang kerja sama atau apapun. Bahkan jika dia memiliki kesempatan untuk bersenang-senang dengan sepasang sahabat ini, itu akan lebih bagus, ckck!

Pada saat ini.

Sesosok itu perlahan berjalan mendekati mereka berdua dengan senyum tipis di wajahnya: "Annie, Raffi, kebetulan sekali, kita bertemu lagi."

Itu adalah Mario Wang.

“Apakah otakmu sakit?” Annie Yang bahkan tidak melihatnya sama sekali: “Kebetulan apa, sampah, jangan menghalangiku, jangan menghalangi kami menunggu mobil.”

Raffi Li mengerutkan kening dan berkata dengan nada buruk: "Mario, apa yang akan kamu lakukan? Apakah nona Wei sudah memikirkannya dan ingin bekerja sama dengan bisnis keluarga Li kami?"

“Tidak, tidak, tidak.” Mario Wang tersenyum dan menggelengkan kepalanya: “Aku hanya ingin meminta kalian berdua untuk menjawab pertanyaan pilihan ganda. Jika kalian menjawabnya dengan benar, kalian tidak akan diberi penghargaan. Jika kalian menjawabnya dengan salah, hehe, maaf sekali."

Annie Yang hampir tidak tertawa: "Mengapa kami harus menjawab pertanyaan pilihan ganda? Mario, jangan berpikir setelah menikahi Karin, maka kamu memiliki kualifikasi untuk berbicara seperti ini kepada kami. Kuberitahu kamu, di depan Raffi, keluarga Wei di belakangmu bukanlah apa-apa. Jangan mencari masalah dengan Raffi di sini, kalau tidak, dia akan membuatmu berlutut untuk memohon belas kasihan setiap menitnya!"

“Berlutut dan memohon ampun, itu ide yang bagus.” Mario Wang mengangguk sambil berpikir, mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan teks, lalu berkata: “Karena begitu, maka kita tidak perlu membuang waktu lagi. Pertanyaan pilihan ganda juga tidak perlu dijawab lagi, langsung saja umumkan hasilnya. Skor kalian — tidak lulus."

Setelah berbicara, Mario Wang menjentikkan jarinya: "Timer 30 detik dimulai. Setelah 30 detik, aku akan menunggu kalian berlutut."

"Brengsek!" Annie Yang langsung mengumpat: "Awalnya mengira kamu adalah sampah, tetapi sekarang kelihatannya kamu sudah gila. Raffi, mari kita abaikan dia dan menunggu di tempat lain. Penjaga pintu akan segera menyetirkan mobil ke sini."

Raffi Li memandangi Mario Wang dengan jijik, tidak tahu apa yang diisi di dalam otaknya. Dia sudah gila dan tidak ada obatnya.

Waktu sepertinya berjalan sangat lambat.

1 detik, 5 detik, 10 detik...

Dalam waktu sesingkat itu, beberapa peristiwa besar telah terjadi di kota A.

Di perusahaan Guolong, perusahaan Luo tiba-tiba mengumumkan bahwa semua anak perusahaan pakaiannya telah merebut semua pedagang milik bisnis keluarga Li dengan harga yang sangat rendah; hanya dengan tindakan ini, itu akan secara langsung memutuskan kehidupan perdagangan bisnis perusahaan Li dan kerugiannya tidak terukur.

Yang lebih mengerikan masih akan datang.

Semua kegiatan ekonomi bisnis perusahaan Li segera diselidiki dengan alasan penggelapan pajak dan persaingan tidak sehat. Semua dana bisnis perusahaan Li telah dibekukan, air dan listrik di pabrik diputuskan, dan mereka dilarang pergi ke luar negeri!

Masih ada yang lebih kejam.

Perusahaan Luo mengeluarkan surat ketenagakerjaan dengan gaji yang tinggi kepada semua karyawan bisnis perusahaan Li yang tiga kali lipat lebih tinggi daripada bisnis perusahaan Li, membuat bisnis perusahaan Li benar-benar menemui jalan buntu. Sama sekali tidak mungkin untuk menolak.

“Waktu masih tersisa 5 detik.” Mario Wang melihat ke layar ponsel: “Oh, ini sudah 30 detik.”

"Kamu masih berpura-pura apa, memangnya kenapa dengan 30 detik? Aku akan memberimu tiga tahun." Raffi Li tersenyum marah: "Aku pernah bertemu dengan loser, tetapi tidak pernah bertemu dengan loser seperti kamu ini, kamu..."

Dia tidak menyelesaikan kata-katanya.

Di sakunya, ponselnya berdering dan telepon pun datang.

“Tunggu sebentar, aku akan memberitahumu nanti.” Raffi Li mendengus dan mengeluarkan ponselnya untuk menjawab panggilan.

Di telepon, seorang pria paruh baya menggeram dengan panik, tenggorokannya serak, dan suaranya sangat keras: "Brengsek kamu, apa yang sudah kamu lakukan sebenarnya?! Apakah ada seorang tuan muda di sebelahmu yang bernama tuan Wang, dia adalah tuan muda di perusahaan Luo! Cepat berlututlah dan memohon ampun, segeralah berlutut! Keluarga kita sudah berakhir, keluarga kita sudah berakhir, sudah berakhir! Berlututlah sekarang, ini adalah kesempatan terakhir, segeralah kamu berlutut!"

Wang, Mario Wang, tuan Wang?

Raffi Li kebingungan dan melihat ke arah Mario Wang tanpa sadar. Tiba-tiba, dia seperti teringat akan sesuatu, lalu sekujur tubuhnya menjadi dingin.

“Berlututlah!!” Ayah Raffi Li berteriak seperti orang gila: “Memohon ampunlah, cepatlah meminta maaf kepada tuan muda Wang, mohonlah padanya untuk melepaskan keluarga kita. Kalau tidak, aku akan membunuhmu sendiri dan kita akan mati bersama! Aku melakukan apa yang kukatakan!"

"Ayah..." Raffi Li masih memiliki harapan besar di hatinya dan ingin mengatakan sesuatu.

Ayah Raffi Li berteriak histeris: "Aku akan membunuhmu, cepat berlututlah untukku!!"

Kedua kaki Raffi Li melemah, lalu tiba-tiba dia berlutut di tanah, sekujur tubuhnya gemetar seperti anak kecil yang tidak berdaya, air matanya mengalir, dan dia memandang Mario Wang dengan pandangan memohon: "Wang, Wang, tuan Wang.…"

Mario Wang belum berbicara, tetapi Annie Yang tampak tercengang, lalu dia mengulurkan tangannya untuk menarik lengan Raffi Li, terlihat panik: "Raffi, ada apa denganmu, kenapa kamu tiba-tiba berlutut?"

"Aku, aku..." Tubuh Raffi Li gemetar dan dia tidak bisa berkata apa-apa. Dia memandangi Mario Wang seperti iblis yang keluar dari neraka, gemetar di sekujur tubuhnya.

Di telepon, ayah Raffi Li menjadi gila lagi: "Tidak, tidak, bukan hanya kamu. Apakah masih ada wanita jalang kecil di sisimu, yang bernama Annie? Biarkan dia juga berlutut, berlututlah, berlututlah untukku!"

Bagaimana mungkin Raffi Li masih berani ragu-ragu? Dia tidak bisa membantu tetapi meraih Annie Yang, mengeluarkan semua kekuatannya, dan menekan Annie Yang turun ke bawah.

Menekan kepalanya, sama-sama bersujud kepada Mario Wang, menangis dan menangis: "Tuan Wang, aku sudah bersalah, aku benar-benar sudah tahu kesalahanku. Kumohon kepada tuan Wang untuk melepaskan keluargaku..."

Mario Wang menatap ke atas langit dan menghela nafas.

Hei, jelas-jelas ada kesempatan untuk mengerjakan soal pilihan ganda, jadi kenapa tidak dikerjakan? Kenapa begitu bodoh? Orang-orang zaman sekarang tidak suka berbicara baik-baik. Sungguh sulit bagi seorang tuan muda untuk tetap rendah hati!

“Jangan berlutut lagi, ada begitu banyak orang di sekitar yang melihat, berdirilah.” Mario Wang berbalik dan berjalan ke restoran, sambil meninggalkan beberapa kata: “Pergilah meminta maaf kepada Karin, tetapi jangan mengungkapkan identitasku. Kalau tidak, kalian akan tahu konsekuensinya."

Annie Yang masih tidak tahu apa yang sedang terjadi, dia hanya memberontak dan menangis dibawah tekanan tangan Raffi Li.

Raffi Li tampaknya telah meraih penyelamatan terakhir, dia pun menampar wajah Annie Yang dua kali dan menggeram dengan suara rendah.

"Mario bisa membunuh kita hanya dengan satu jarinya, mengerti? Cepat minta maaf kepada nona Wei, kalau tidak, kita semua akan mati dan tidak ada yang bisa hidup!"

Annie Yang bergidik, wajahnya memucat sejenak, dan kemudian dia bereaksi, lalu berlari ke restoran sambil menangis.

“Apakah otakmu sakit?” Raffi Li melompat, lalu meraih Annie Yang: “Sialan, cepat hapuskan air matamu. Apakah kamu tidak mendengar apa yang dikatakan Mario, jangan mengungkapkan identitasnya! Dengan kamu seperti ini, Karin dapat melihat bahwa ada masalah secara sekilas!"

Annie Yang tidak bisa bersuara, dia buru-buru menyeka air mata dan hingusnya, dengan cepat menyesuaikan emosinya, kemudian dia mengikuti Raffi Li dan berjalan perlahan ke restoran.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1065