Bab 1 Hancurnya Kehidupan Yang Tenang

by Edrick 09:03,Jun 08,2020
“Tuan Muda Qi, apakah kamu benar-benar ingin menolak undangan dari tuan besar?”

“Aku tidak bermarga Qi. Aku bermarga Lin.”

“Namun, darah yang mengalir dalam tubuhmu adalah darah Keluarga Qi.”


“Sejak saat dimana mereka sudah mengusir aku dan ibuku dari rumah Keluarga Qi, aku sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi dengan para anggota Keluarga Qi itu!”

Pada sore hari, di Kota Qingyun, tepatnya di Jalan Yanjiang, sebuah mobil Bentley Mulsanne yang berwarna hitam terlihat berhenti di tengah pusat kota yang ramai, penampilannya terlihat menonjol di tengah kerumunan, hingga menarik perhatian para pejalan kaki.

Di depan stand barberkyu, seorang pemuda dengan wajah yang menawan terlihat sedang merapikan alat-alat barberkyu dan mendorong standnya.

Seorang pak tua yang mengenakan jas hitam melangkah turun dari mobil Bentley tersebut, lalu berdiri di depan stand barberkyu itu dan membungkukan tubuhnya, seperti sedang memohon sesuatu kepada pemuda itu.

“Tuan Muda, kamu juga tahu tuan besar hanya tertekan oleh situasi pada saat itu. Walaupun sudah membuat nyonya bersedih, namun dia tidak pernah mengusirmu......”

“Satu tahun yang lalu, kondisi penyakit tuan besar menjadi kritis, tuan besar sudah menyuruh kami untuk mencarimu selama satu tahun penuh. Kami sudah menggunakan segala jenis sumber dan koneksi untuk mencarimu di seluruh Negara Long, hingga akhirnya dapat menemukanmu disini.”

“Apakah kamu bersesdia untuk mengajukan dirimu sendiri sebagai menantu dari Keluarga Zhang yang bahkan tidak tergolong sebagai keluarga terpandang, hidup bersusah payah, dan masih saja tidak mau pulang ke rumah Keluarga Qi? Kamu kini adalah satu-satunya keturunan Keluarga Qi di generasi ini......”

Cameron Lin menjawab dengan datar,”Keluarga Qi tidak perlu mencampuri masalahku, aku juga tidak ingin mendengar mengenai masalah Keluarga Qi. Aku harap kamu tidak akan datang mengganggu hidupku lagi kedepannya.”

Setelah merapikan standnya, ia pun berpaling dan pergi meninggalkan Jalan Yanjiang.

Pak tua berpakaian jas itu hanya melihat bayangan Cameron Lin yang pergi menjauh tanpa mengejarnya dan hanya menghela nafasnya.

“Keluarga Qi, heh......”

Cameron Lin berjalan keluar dari Jalan Yanjiang, ia lalu tersenyum dingin, tatapannya tiba-tiba terlihat seakan-akan ia teringat kembali akan kenangan yang sudah berlalu sangat lama.

Keluarga Bangsawan Qi adalah keluarga bangsawan yang kaya raya dan sangat terkenal di seluruh Negara Long, banyak sekali orang yang mencari segala jenis cara untuk mendapatkan sedikit koneksi dengan Keluarga Qi, lalu mulai berkembang dari sana.

Namun, menurut Cameron Li, Keluarga Qi hanyalah sebuah rasa perih yang tidak bisa ia lupakan dalam hatinya!

Cameron Lin lahir di Keluarga Bangsawan Qi, dia adalah cucu dari Tuan Besar Qi, sehingga ia dapat disebut lahir dengan status terhormat. Namun, pada saat ia berumur delapan tahun, ayah kandungnya, Nick Qi, jatuh cinta dengan wanita lain, ditambah lagi dengan beberapa saudaranya yang beradu untuk mendapatkan posisi pewaris, hingga ia akhirnya bercerai dengan istrinya yang sudah melalui kesusahan berasama dengannya, Wendy Lin, lalu menikahi putri dari keluarga bangsawan lainnya.

Walaupun Wendy Lin lahir di sebuah keluarga biasa, namun dia juga merupakan seorang wanita yang kuat, ia tidak mau menerima segala jenis bentuk kompensasi dari Keluarga Qi, lalu keluar dengan tangan kosong. Cameron Lin juga tidak mau berpisah dengan ibunya, tanpa mempedulikan segala jenis halangan dari Keluarga Qi, ia pun kemudian pergi bersama ibunya, Wendy Lin, meninggalkan keluarga bangsawan ini, lalu menghilang sepenuhnya dari ruang lingkup Keluarga Qi, kemudian dua ibu dan anak ini pun hidup saling bergantungan selama bertahun-tahun.

Oleh karena alasan inilah, ia mengikuti nama ibunya dan mengganti marganya menjadi Lin.

Sudah sepuluh tahun lamanya, ibunya meninggal karena penyakit tiga tahun yang lalu, ia awalnya mengira ia tidak akan pernah teringat kembali akan ingatan yang menyakitkan ini lagi, namun ia tidak mneyangka, ternyata Keluarga Qi berhasil menemukannya?

Sambil mengisap habis sepuntung rokok di ujung jalan, Cameron Lin tidak memikirkannya lebih lagi, ia kemudian menghentikan sebuah taksi dan pergi menuju Jade Villa.

Anak sulung dari Keluarga Zhang berkuasa untuk hari ini, ini adalah hari dimana anak putri dari James Zhang akan menikah dengan putra sulung dari Keluarga Sun yang merupakan keluarga terpandang di Kota Qingyun, acara yang diadakan sangat mewah, mereka bahkan mengundang para petinggi bisnis di segala jenis bidang di Kota Qingyun, bahkan semua orang yang Keluarga Zhang kenali.

Jika tidak, berdsarkan identitas Cameron Lin yang hanya merupakan menantu yang bersedia mengantarkan diri dari Keluarga Zhang ini mungkin tidak akan pernah datang ke Jade Villa untuk seumur hidupnya.

Dua puluh menit kemudian, taksi pun berhenti di luar Jade Villa.

Di depan pintu utama vila yang mewah, seorang gadis cantik dengan tubuh menawan yang sedang mengenakan gaun panjang berwarna biru muda terlihat sedang menatap ke arah Cameron Lin dengan sepasang matanya yang sedikit bergemilang dan wajah yang tidak berekspresi.

Gadis ini adalah istri Cameron Lin, Chloe Zhang.

Dua tahun yang lalu, Cameron Lin menjadi bagian dari Keluarga Zhang atas pemintaan Tuan Besar Ezra Zhang yang merupakan pendiri mandiri dari Zhang’s Jewelry Corp.

Hal ini tentu saja menarik cukup banyak gejolak dari para keluarga bangsawan di Kota Qingyun, semua orang menertawai Tuan Besar Zhang pasti sedang kebingungan, hingga menikahi putrinya dengan seorang anak yatim piatu yang tidak mempunyai uang.

Harus diperhatikan bahwa Chloe Zhang adalah gadis cantik yang terkenal di seluruh Kota Qingyun, dimana banyak sekali anak-anak dari keluarga bangsawan yang juga mengejarnya pada saat itu.

Namun, Cameron Lin yang benar-benar sangat biasa yang akhirnya ditunjuk oleh Tuan Besar Zhang untuk menikahinya.

Di tengah semua ini, ada alasan yang hanya diketahui oleh Cameron Lin dan Ezra Zhang......

Ezra Zhang meninggal dunia satu tahun yang lalu, sehingga alasan yang rahasia itu kini hanya diketahui oleh seorang Cameron Lin.

Namun istrinya, Chloe Zhang, tidak pernah menyetujuinya sejak awal, walaupun ia tetap saja putus asa dan menikah, tetapi mereka masih belum bersikap seperti sepasang suami dan istri yang sebenarnya hingga saat ini.

Seiring dengan kepergian Ezra Zhang, Zhang’s Jewelry Corp. juga mengalami perubahan kekuasaan yang hebat. Ayah mertua Cameron Lin akhirnya disingkirkan dari pusat kekuasaan perusahaan, ia juga tidak mendapatkan bagian dari sahamnya, situasi Keluarga Zhang langsung memburuk, hingga ia harus hidup sambil mempertimbangkan setiap ekspresi wajah dari Keluarga Zhang.

Ayah mertua dan ibu mertuanya menyalahkan semua ini kepada Cameron Lin yang tidak menguntungkan, tidak memunculkan diri, tidak mempunyai kemampuan, tidak mempunyai uang, dan tidak bisa dibandingkan dengan satupun menantu Keluarga Zhang yang lainnya.

Keluarga Zhang bersikap dingin terhadap Cameron Lin, sehingga ia akhirnya menjadi sosok yang disepelekan oleh semua orang.

“Cameron Lin, jangan terlalu banyak berbicara ketika kamu muncul di pesta nanti.” Ekspresi Chloe Zhang terlihat tegas, ia kemudian berkata,”Acara hari ini benar-benar sangat penting, aku membawa sebuah hadiah besar untuk Kak Magie hari ini. Perusahaan yang diatur oleh ayah dapat bertahan atau tidak hanya bergantung kepada apakah paman bersedia membantu atau tidak kali ini.”

“Aku mengerti,”Cameron Lin menganggukan kepalanya.

Setelah memasuki Jade Vila, vila yang dilengkapi oleh dekorasi yang berkilauan, serta kolam kecil di taman bunga, semua ini adalah properti milik anak sulung Keluarga Zhang.

Sederetan mobil mewah terlihat berderet di luar aula, Maserati, Porsche 91, Cayenne, hingga yang paling rendah hanya Audi.

“Ah, Adik Chloe, apakah kamu berkendara sendiri kemari? Mengapa kamu tidak menelepon kakak, kakak dapat mengirimkan mobil untuk menjemputmu kemari. Ini adalah hari yang sangat penting, mengapa seperti ini? Apakah kamu ingin membuat Keluarga Zhang merasa malu?”

Dari sebuah mobil Porsche 91, turun seorang pemuda yang mengenakan kacamata hitam, ia melepaskan kacamata hitamnya, lalu melihat Chloe Zhang dan Cameron Lin dengan ekspresi merenung.

Chloe Zhang menggigit bibirnya perlahan tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Ayah mertua Cameron Lin, Vincent Zhang, adalah generasi yang lebih tua dari Keluarga Zhang yang paling menyedihkan, beberapa saudaranya sudah menekannya di Zhang’s Corp. sejak awal, hingga ia akhirnya disingkirkan. Ia kemudian hanya mendapatkan sebuah perusahaan perhiasan kecil yang hampir bangkrut dan sudah berusaha untuk mempertahankannya selama satu tahun.

Berdasarkan latar belakang ekonomi keluarganya, mereka tentu saja tidak mempunyai uang lebih untuk membelikan Chloe Zhang sebuah mobil.

“Adik Chloe. Menurutmu, kakak sudah menyuruhmu untuk bercerai dengan lelaki tidak berguna ini, lalu aku akan memperkenalkan anak ketiga dari Keluarga Sun untukmu, jika kamu mendengar perkataanku pada saat itu, bagaimana kamu bisa terjebak di situasi seperti ini sekarang?” Lelaki itu berbicara semakin bersemangat, ekspresi wajahnya bahkan terlihat bangga, ia sepertinya tidak menghiraukan sedikitpun keberadaan Cameron Lin,”Tentu saja, sekarang juga masih belum terlambat, jika kamu ingin kaya, mari mohon kepada kakak. Kakak dapat membantu memperkenalkan pasangan yang baik untumu!”

Dia benar-benar tidak menghargai suaminya dengan berbicara seperti ini di hadapannya!

“Richard Zhang, apakah kamu sudah selesai berbicara?” Ucap Chloe Zhang denga sikap dingin dan ekspresi wajah yang mulai memucat.

“Ah, kakakmu yang satu ini hanya merasa kasihan melihatmu harus bersama dengan lelaki tak berguna seperti ini. Aku hanya berbaik hati menyarankanmu, menunjukkan sebuah jalan yang lebih baik untukmu, kamu masih saja tidak mendengarnya, maka kamu memang sudah seharusnya miskin untuk seumur hidupmu!” Ucap Richard Zhang secara perlahan-lahan.

Setelah selesai berbicara, Richard Zhang sepertinya masih saja tidak puas, ia kemudian melihat ke arah Cameron Lin dengan ekspresi sinis.

“Cameron Lin, kamu ini hanyalah seorang lelaki tidak berguna, mengapa kamu masih saja berani menghadiri acara pernikahan Kak Magie?” Ucap Richard Zhang dengan sinis,”Oh! Betul juga, dengar-denegar pendanaan perusahaan ayah mertuamu itu terputus, hingga ia tidak bisa membayar gaji karyawannya dan hampir bangkrut. Kalian hanya datang untuk membujuk keluarga paman, supaya ia meminjamkan uang dan membantu kalian melewati kesulitan ini, bukan?”

Cameron Lin hanya terdiam menatap Richard Zhang.

Ayah Chloe Zhang, Vincent Zhang, awalnya disingkirkan dari Zhang’s Corp. oleh ayah Richard Zhang, yaitu anak ketiga dari Keluarga Zhang, Nathan Zhang. Bahkan kesulitan yang kali ini dialami oleh perusahaannya itu juga merupakan hasil tindakan yang diam-diam dilakukan Nathan Zhang.

Chloe Zhang menghirup nafas yang dalam, menekan amarahnya, lalu berkata kepada Cameron Lin,”Tahan, jangan hiraukan dia. Kita hari ini datang untuk menyelesaikan masalah bisnis kita.”

Cameron Lin menganggukan kepalanya, lalu mereka berdua pun berpaling dan berjalan menuju aula vila.

“Heh, lihat saja sampai kapan lelaki tak berguna itu bisa menahan diri,”Richard Zhang melihat bayangan punggung Cameron Lin, memutar lehernya, lalu tersenyum sinis.

Di dalam aula, ruangan terlihat sangat luas, dilengkapi dengan karakteristik gedung Barat, serta dekorasi yang mewah, bahkan ditambah dengan selapis karpet merah.

Para tamu Keluarga Zhang terus berjalan masuk dan duduk.

Chloe Zhang menjinjing sebuah kotak hadiah, lalu berjalan ke depan hadapan pengantin wanitanya, tersenyum dan berkata,”Kak Magie, selamat atas pernikahanmu, semoga kalian berbahagia hingga hari tua.”

Magie Zhang terlihat menawan, kulitnya berwarna cerah, disertai dengan auranya yang anggung, namun dia tetaps aja terlihat sedikit kurang jika dibandingkan dengan Chloe Zhang.

Ia hanya melirik datar Chloe Zhang dan berkata,”Letakkan hadiahnya disana.”

“Kak Magie, sini kutemani jalan,”ucap Chloe Zhang sambil tersenyum.

“Tidak perlu. TIdak perlu mencoba untuk membujukku, aku tahu apa tujuanmu, keluargaku tidak akan membantu permasalahan ayahmu,”ucap Magie Zhang dengan sikap dingin, serta ekspresi yang terlihat tidak berperasaan.

Senyuman Chloe Zhang langsung menegang, lalu digantikan dengan perasaan sedih yang sulit sekali ia sembunyikan.

Ia mengepal erat tangannya, hingga tubuhnya sedikit bergemetar.

Sebelum menikahi Cameron Lin, dia selalu dimanjakan oleh kakeknya, dia adalah permata dalam Keluarga Zhang. Kak Magie selalu bersikap sangat ramah padanya, namun mengapa kini berubah menjadi sedingin ini......

Kak Magie kini menikahi keluarga terpandang di Kota Qingyun, acara pernikahannya sangat mewah, semua orang datang memberikan selamat kepada Keluarga Zhang dengan penuh hormat.

Sedangkan dia......

Chloe Zhang terdiams ejenak, ia kembali teringat akan kesulitan yang sedang dialami ayahnya saat ini, ia kemudian memaksa diri untuk tersenyum dan melihat Magie Zhang yang melangkah pergi......

Cameron Lin yang sedang duduk,merasakan sebuah perasaan yang sulit sekali ia deskripsipkan ketika melihat semua ini......

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1082