Bab 1 Tidak Bisa Mengalihkan

by Glen Valora 16:16,Feb 01,2021
Matahari terik, langit terus memancarkan cahaya seperti bola api, membuat seluruh daratan menjadi sangat panas, semua makhluk bersembunyi dengan tenang, karena takut akan terbakar oleh cahaya matahari.
Gavin Hosna juga menggiring serombolan domba pulang lebih awal, hasil panen di gunung hari ini lumayan banyak, dia memetik sebungkus besar buah naga, dan rencana membagikan sebagian buah-buahan ini pada kakak iparnya, karena tidak mudah bagi kakak iparnya untuk hidup sendiri.
Tapi ketika tiba di pintu rumah kakak iparnya Ocha Shila, dia mendengar suara familiar dari dalam rumahnya, itulah suara setiap kali dia menonton film JAV, ini merangsang darahnya.
Oh oh…...
Hmm…...
Suara penuh godaan membuat Gavin menjadi kesal, kakaknya baru meninggal tidak lama, Ocha langsung mulai selingkuh, tidak heran penduduk desa mengatakan Ocha adalah seorang wanita yang tidak bermoral, sebelumnya dia masih berdebat dengan mereka, sekarang sepertinya dia telah tertipu oleh wajah Ocha yang cantik.
Gavin membuka pintu tanpa mengucapkan sepatah kata pun dan berjalan ke dalam rumah. Begitu tiba di jendela, dia melihat pemandangan yang membuat darahnya meningkat, dia melihat Ocha menaikkan rok panjangnya, memperlihatkan dua kakinya yang ramping, sebatang mentimun berdiri di sana, dan pada saat yang sama tatapan Ocha menjadi kabur dan mulutnya mendengus lembut.
Seiring tangannya yang terus bergetar, suaranya menjadi semakin keras.
Adegan ini benar-benar mengejutkan Gavin , dia menyangka kakak iparnya selingkuh, tapi ternyata dia sedang memuaskan diri, dan biasanya dia menonton film pendek di TV, saat ini dipentaskan begitu realistis di depannya, ini membuatnya dirinya sedikit tak terkendali.
Gavin menelan air ludah dengan penuh semangat, dan menatap pemandangan indah di ranjang dengan tatapan panas melalui kaca jendela, dia berharap bisa menjadi mentimun itu.
Ocha mendengar suara di luar jendela, jadi segera melihat ke arah jendela.
Melihat wajah Gavin yang memerah, Ocha segera berteriak kaget, menurunkan rok panjangnya, dan juga menjepit kakinya, dia tidak menyangka baru saja pertama kali mempelajari apa yang dilakukan wanita di dalam TV, langsung diketahui adik iparnya.
"Gavin , kamu….... kamu….. mengapa kamu masuk tanpa mengetuk pintu."
Menghadapi pertanyaan Ocha , Gavin terdiam, tidak mungkin dia menjawab dirinya datang untuk menangkap basah, kan?
Melihat penampilan Gavin yang canggung, Ocha menghela nafas dalam hatinya.
"Di luar sangat panas, masuklah."
Memikirkan adegan di mana Gavin berdebat dengan penduduk desa, Ocha tidak tega mengusirnya pergi.
"Kakak ipar, aku tidak bermaksud begitu. Aku memetik banyak buah naga hari ini, aku ingin datang dan memberikannya padamu, kemudian…..."
Melihat tatapan Gavin yang bingung, Ocha langsung tahu apa yang sedang terjadi, tetapi ketika tatapannya tertuju pada celana Gavin , dia tidak bisa mengalihkannya lagi.
Karena saat ini bagian bawah tubuh Gavin sedang berdiri tegak, celana bermotif bunga itu diangkat tinggi-tinggi seolah-olah tidak memiliki keberatan apapun, seperti payung besar.
Meskipun tidak tahu betapa besar, tapi berdasarkan pengalaman Ocha , Gavin pasti lebih besar dua kali lipat dari pada kakaknya Lipus Hosna yang sudah meninggal.
Kali ini giliran Ocha yang menelan ludah, dia adalah seorang wanita normal, terutama suaminya meninggal setelah menikah, kehidupan seorang janda membuatnya tak tertahankan, kalau tidak, dia tidak akan melakukan hal seperti ini pada siang hari.
Melihat barang Gavin yang besar, Ocha tidak menahan diri berpikir betapa baiknya kalau Gavin adalah Lipus.
Gavin menyangka akan dimarahi Ocha , tetapi setelah menundukkan kepala dan menunggu lumayan lama, Gavin melihat Ocha tidak memiliki reaksi apapun, jadi dia mengangkat kepalanya dengan berani dan memandang Ocha .
Dia melihat Ocha sedang menatap barangnya dengan ekspresi tertegun, dia segera tahu apa yang sedang terjadi.
Terhadap kakak iparnya yang cantik, tidak mungkin dia tidak tertarik padanya, tapi Ocha adalah istri kakak kandungnya, setiap kali memikirkan hal ini, dia selalu merasa bersalah, meskipun kakaknya sudah meninggal.
"Kakak ipar, aku meletakkan ini di meja samping ranjangmu, kamu makan pelan-pelan, makanan ini bisa meredakan panas dalam."
Setelah berkata, Gavin sengaja menegakkan pinggangnya, kemudian siap-siap meletakkan buah naga.
Di saat Gavin menegakkan pinggangnya, celana besar bermotif bunga malah robek…...
Ocha segera menutupi matanya, dan menjerit, tapi diam-diam meninggalkan lubang di antara jarinya, "Kamu…... cepat simpan barangmu…..."
"Kakak ipar, aku ingin juga, tapi dia tidak mendengarku, dan aku hanya mengenakan celana ini."
Gavin juga sangat tidak berdaya, dia hanya ingin menunjukkan keagungannya, tapi tanpa terduga malah menunjukkan sepenuhnya.
"Gavin , Gavin , apakah kamu di sini?"
Mendengar suara ini, Gavin dan Ocha terkejut, Ocha yang tadinya masih duduk di ranjang segera berdiri.
Itu adalah suara ibu Gavin .
Mendengar langkah kaki yang semakin dekat, Gavin melihat ke seluruh ruangan, tapi tidak menemukan tempat untuk bersembunyi, dia berkata dengan cemas: "Kakak ipar, apa yang harus aku lakukan, kalau ibuku tahu aku di sini bersamamu, dia pasti akan membunuhku."
Ocha juga sangat cemas, dia sangat memahami orang-orang dari keluarga Hosna, keluarga Hosna selalu menganggap dirinya sebagai wanita pembawa sial, dan menganggap dialah yang menyebabkan kematian Lipus.
Kalau Gavin ditemukan bersamanya, terutama saat ini barang Gavin sedang berdiri tegak di luar udara, begitu ibu Hosna melihatnya, dia pasti akan menyebarkan kata-kata tentang Ocha menggodai Gavin , ini bukan sesuatu yang dia inginkan.
Setelah melihat ke kiri dan ke kanan, Ocha tiba-tiba melihat roknya yang panjang, dia segera menimbulkan sebuah ide yang berani di dalam hatinya.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

95