Bab 6 Rayuan Wanita

by Glen Valora 16:17,Feb 01,2021
Ocha tidak berpikir Gavin akan begitu cepat, dan tidak meragukannya.

Sebenarnya Gavin juga tidak mau begitu cepat, namun melihat Ocha sudah benar-benar marah, ia juga tidak berpikir banyak.

“Hm…..”

Sebuah bisikan lembut keluar dari mulut Ocha , bagaimana bisa membuat Gavin si pria muda bisa menahannya.

Gavin menyipitkan matanya menatap bibir merah yang sedang digigit Ocha , ia melepaskan kepalan tangannya, menjulurkan lidahnya dan menjilatnya.

Ini membuat Ocha tertawa, namun tubuhnya terasa tidak nyaman.

“Gavin , kamu jangan……asal berbuat, hisap keluar.”

“Kakak ipar, aku sedang menghisapnya, hanya waktu semalaman, mentimun bahkan sudah busuk, tidak mudah.”

Selesai mengatakan ini, dia menghisapnya dengan pelan, ia tidak menyangka bahwa ternyata dia benar menghisapnya keluar, ini bukanlah hasil yang ia inginkan.

Jadi dia perlahan mendorongnya kembali dengan ujung lidahnya.

Ocha hanya merasa ada sebuah rasa berbeda yang hampir membanjiri akal sehatnya yang terakhir, dia menahan, dan bertanya : “Gavin , sudah keluar belum.”

“Kakak ipar, sebentar lagi, sebentar lagi.”

Melihat kedua tangan Ocha yang ramping itu terus memegang sekitar, api kecil di hatiGavin mulai membakar membuat seluruh tubuhnya terasa panas, kakak ipar yang biasanya begitu polos, tidak disangka ia akan begitu membuat orang tidak tertahan ketika ia dirangsang.
Reaksi Ocha membuat hatiGavin terasa gatal.

“Gavin , kakak …..kakak sudah tidak tahan.”

Gavin menatap mataOcha yang indah, mendengar bisikan gembiranya, membuatnya tidak ingin terus menggodanya diluar seperti ini.

Menarik nafas dalam, mengumpulkan semua energinya, dan langsung menghisapnya dengan kuat.

Mentimun yang sudah melewati semalaman, sudah sedikit busuk dan menyusut menjadi lebih kecil dari sebelumnya, bagaimana bisa menahan isapan Gavin yang begitu kuat.

Po…..

Suara botol yang dibuka terdengar diseluruh kamar, dan Ocha juga langsung mendengar jelas suara itu.

Gavin yang baru saja ingin menghela nafas, kepalanya dijepit oleh kedua kaki Ocha , saat bersamaan, Ocha juga menekan kepalanya dengan keras.

Gavin tidak menyangka Ocha akan bereaksi begitu besar.

Ketika ia ingin menaikkan kepalanya melihat ekspresi Ocha , Gavin merasa kekuatan tangan Ocha meningkat, pada saat bersamaan, pinggangnya yang ramping juga dipelintir dengan gila.

Bagaimana bisaGavin tidak mengerti apa yang terjadi, ini sudah jelas sekali bahwa dia sudah melupakan dirinya sendiri dan sangat kehilangan akal sehat.

Ketika Gavin bersiap untuk menambahkan api, kemudian menyelesaikan pekerjaan bersama kakak iparnya.

Mengeluarkan bunyi desis…

Gavin sudah memiliki pengalaman sebelumnya, tidak lama ia sudah mulai akrab, dan dengan pengetahuan-pengetahuan yang ia dapat sebelumnya dari film JAV, sekarang adalah waktu yang tepat untuk menggunakannya.

Ocha hanya menikah beberapa hari denganLipus, mana pernah ia memainkan ini bersamaLipus, ditambah setelah Lipusmati, dia hidup seperti seorang janda, terutama ketika malam hari, ia mendengar nyanyian wanita disebelah, ia semakin menginginkannya.

Semalam ketika mendengar suara jeritan dari ruangan sebelah, ia berpikir apakah Gavin disebelahnya akan berinisiatif menaikinya, namun ketika fajar tiba, malah dia yang menekankan semuanya.

Gavin merasa gerakan pinggang Ocha semakin lama semakin cepat, suaranya juga semakin lama semakin besar. Ini membuat Gavin merasa waktu sudah tepat, ia langsung membuka pakaiannya.

Ocha saat ini sudah merasa sangat puas,ingin bekerja lebih keras,namun ia merasaGavin sudah mengangkat kepalanya, dan melihat Gavin ternyata sudah melepaskan celananya, dan benda besar yang ia lihat semalam, muncul lagi dihadapannya.

Kulu….

Ocha menelan ludahnya, sedikit takut dan juga sedikit menantikannya, menatap Gavin , dan berkata dengan gugup : “Gavin , aku adalah kakak iparmu, kamu….kamu tidak boleh…..”

Masih belum selesai bicara, Gavin sudah berkata dengan tidak sabar.

“Kakak ipar, aku…..sebenarnya….sangat menyukai…..”

Kata “kamu” masih belum sempat diucapkan, terdengar suara ketukan pintu.

Gavin danOcha terkejut dan menjadi tersadar ketika mendengar suara ketukan itu.

Gavin bergegas memakai celananya, sedikit panik, menatap Ocha dan berkata : “Kakak ipar, dimana aku bersembunyi.”

Ocha memakai rok selutut hari ini, yang berbeda dengan rok panjang semalam. Melihat sekeliling tempat yang bisa bersembunyi, langsung berkata : “Kamu bersembunyi dulu dilemari baju, aku pergi lihat siapa yang datang.”

Selesai bicara, Ocha berdiri, dengan cepat merapikan pakaiannya yang sedikit kusut, melirik setengah mentimun yang diatas ranjang, kemudian ia melirik dengan malu lemari yang sudah ditutup rapat, ia mengambil mentimun itu dan berjalan keluar.

“Sudah datang, sudah datang, jangan ketuk lagi.”

Sambilan berbicara, Ocha sambilan membuka pintunya.

Ketika membuka pintunya, Ocha melihat Igun , tetangga sebelah sedang tersenyum menatap dirinya.

Senyuman ini jelas tidak berniat baik, Igun selalu tidak menyukai Ocha , jangan dulu membahas bahwa Ocha lebih cantik dari dirinya, tatapan menggoda Ocha saja sudah cukup membuat suaminya tidak sadarkan diri dalam waktu sejenak. Hari ini, pagi-pagi ia sudah tidak melihat suaminya di rumah, dan tadi mendengar suara jeritan Ocha , ini membuatnya curiga.

“Kakak Igun , ada apa?”

“Ocha , kakak datang lihat apakah ada maling yang memasuki rumahmu, aku terkejut ketika mendengar suara jeritanmu, aku mengira kamu di perkosa oleh pria liar.”

Mendengar perkataan ini, wajah Ocha menjadi merah karena malu, pada saat bersamaan ia menjelaskan dengan suara yang sangat pelan : “Kakak Igun , kamu salah dengar, mana ada pria yang berani datang ke rumah pembawa sial sepertiku.”

“Belum tentu, kamu adalah wanita cantik no.1 di kampung kita, semalam ketika aku melakukan pekerjaan malam dengan suamiku, suamiku memintaku untuk memanggilnya dengan suara sepertimu, seorang pria yang sudah menikah saja begitu, menurutmu apakah pria yang belum menikah dan bujangan dapat menahan rayuan wanita menawan sepertimu?”

Igun sengaja mengatakannya dengan kuat, agar pria didalam dapat mendengarnya, melihat tatapan Ocha yang menghindar tadi, membuatnya semakin yakin bahwa suaminya ada didalam rumah Ocha , teringat kejadian tadi malam, melakukannya setengah dan tidak melanjutkannya, ternyata ia ingin melanjutkannya dengan Ocha dipagi hari. Semakin dipikir, Igun semakin yakin kebenarannya ada didepan matanya.

Namun perkataan ini benar-benar mengubah raut wajah Ocha .

“Kakak, asalkan pria kita sendiri mencintai kita sendiri, bahkan malaikatpun tidak bisa menggodanya, lagipula aku juga tidak menggoda suamimu, kamu sendiri yang tidak menjaganya dengan baik, jangan datang memfitnahku, kamu sendiri tidak ada kemampuan, malah datang menyalahkan orang lain.”

Selesai mengatakan ini, Ocha ingin menutup pintunya, walaupun dia lembut dan baik hati, namun itu tidak berarti ia bisa dibully, jika tidak rumor-rumor sebelumnya sudah bisa membuatnya bunuh diri.

Igun langsung kesal mendengar perkataan ini, tadinya ia sudah curiga bahwa suaminya sudah digoda oleh Ocha , Ocha berkata seperti ini, sama saja sudah mengakuinya.

“Aiya, melihat kamu begitu lembut, tidak menyangka mulutmu begitu kejam, jangan mengira aku tidak tau, kamu menjerit begitu keras tadi, pasti ada pria didalam rumahmu? Kenapa? Apakah merasa suamiku sangat hebat, pagi-pagi sudah membuatmu menjerit begitu kuat.”

“Kunto keluar kamu, jangan kira aku tidak tau bahwa kamu ada didalam, jika kamu tidak keluar sekarang, aku akan bercerai denganmu.”

Sambil berbicara, Igun sambil menerobos kedalam ruangan.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

127