Bab 8 Pertama Kali Bertemu Dengan Adik Ipar

by Andreas 09:20,Feb 05,2021
Jackson Chen mendapatkan tiga barang dari Keluarga Lei.

Selembar surat pernyataan pembatalan pernikahan dengan Camelia Shen.

Selembar cek dengan nominal delapan juta, untuk menggantikan jam tangan itu.

Terakhir, sebuah undangan dengan kertas warna emas.

"Tuan Chen terhormat, upacara sumbangan amal dan pesta Keluarga Lei akan diadakan tiga hari lagi di lantai tertinggi Xinhui Hotel. Mereka mengundang tuan untuk ikut."

Ditanda tangani oleh tuan rumah Keluarga Lei, Andre Lei.

Saat itu ketika meninggalkan pesta, Jackson Chen memberikan tiga syarat kepada Keluarga Lei.

Membatalkan pernikahan, mengganti hadiah, menyumbangkan 30 juta untuk amal.

Tidak disangka Keluarga Lei menyetujui semuanya dengan mudah.

Selain itu masih begitu merendahkan diri, bahkan sengaja mengadakan acara amal, selain itu memberikan undangan kepadanya.

Jackson Chen mengelus dagunya sendiri.

Keluarga kaya di Kota Ancheng bukanlah orang yang mudah ditindas.

Sepatuh ini, bagaimana mungkin bertahan di lingkaran keluarga kaya.

Pesta amal Keluarga Lei ini, pasti tidak semudah yang kelihatannya.

Takutnya adalah sebuah jebakan!

Namun, meskipun itu adalah tempat yang berbahaya, di mata Jackson Chen, juga berubah menjadi taman berbunga.

Tidak takut.

Karena cukup kuat!

"Hanita, tiga hari lagi, kamu temani aku pergi ke pesta amal ini."

"Baik."

"Undang seorang desainer terbaik. Berdasarkan pola rumah di zaman dulu, merenovasi Kediaman Shen yang awal, lalu beli tanah-tanah di sekitar."

"Tidak apa-apa."

......

Tiga hari kemudian.

Xinhui Hotel.

Ini adalah hotel bintang lima termewah di Kota Ancheng. Memiliki ketinggian 40 lantai. Lantai tertingginya adalah pilihan utama keluarga-keluarga kaya untuk mengadakan pesta.

Di depan hotel, suasana sangat ramai.

Tidak terhitung berapa banyak wanita berpakaian gaun pesta dan pria berpakaian tuksedo yang turun dari mobil dan masuk ke dalam hotel, jelas saja semuanya datang untuk menghadiri pesta.

Di tengah kerumunan, Jackson Chen yang mengenakan jaket hitam dan Hanita Qi yang mengenakan jaket kulit terlihat sangat mencolok, menarik perhatian banyak orang.

"Membuat acara sebesar ini, takutnya setengah orang kaya di Kota Ancheng sudah datang semua."

Jackson Chen merasakan sebuah suasana aneh.

Semua keluarga elit di Kota Ancheng berkumpul di sini. Di pesta amal, kalau Keluarga Lei macam-macam, maka itu adalah masalah besar di seluruh kota.

Jackson Chen membawa Hanita Qi masuk ke hall hotel. Di tengah keramaian, tiba-tiba terdengar teriakan seorang wanita.

"Hei rubah, kelak menjauhlah dari Tuan Muda He. Kalau berani muncul di hadapanku lagi, aku pasti akan mencakar wajahmu!"

Seorang wanita yang mengenakan gaun ungu dan berdandan menor, memarahi seorang wanita di sampingnya.

Ketika mendengar itu, banyak orang menoleh ke sana.

Wanita yang dimarahi oleh wanita itu, mengenakan dress berwarna merah mawar, berambut panjang, bertubuh kecil, anggun, dan setiap gerakannya menarik perhatian orang lain.

Telinga wanita itu mengenakan anting-anting berwarna hitam. Wajah sampingnya bagaikan Dewi Yunani, membuat orang terpukau, dan tekad di matanya semakin kuat.

Setelah dilihat lebih dekat, Jackson Chen tiba-tiba sedikit tersentak.

Meskipun biasanya dia tenang, wajahnya tidak berekspresi, tapi juga tidak tahan merasa sedikit terkejut.

Dia melangkah maju, menangkap pergelangan tangan wanita yang memakai anting-anting itu.

"Monita! Kamu tidak mati?"

Wanita yang mengenakan anting-anting itu bisa-bisanya sama persis dengan cinta pertamanya yang sudah meninggal, yang melahirkan seorang anak padanya itu!

Apakah orang yang meninggal masih bisa hidup lagi?

Hati Jackson Chen bergejolak.

Wanita yang mengenakan anting-anting itu, ketika mendengar panggilan Jackson Chen, juga sangat terkejut, dan wajahnya menunjukkan ekspresi tidak percaya.

"Siapa kamu? Kenapa tahu nama kakakku?"

"Kakak?"

Begitu mendengar perkataan wanita itu, Jackson Chen melepas pergelangan tangan wanita itu, dan menghela napas.

"Ternyata, dia tetap sudah meninggal. Pantas saja, kalian begitu mirip."

Wanita ini menatap Jackson Chen dengan mata cantiknya, penuh dengan kebingungan dan kecurigaan.

"Namaku Lesica Yun. Bertemu dengan nona, seharusnya memberitahu namamu sendiri."

"Jackson Chen. Kamu seharusnya pernah mendengarnya."

Apa?

Lesica Yun menutup bibirnya. Matanya tiba-tiba memancarkan rasa benci dan melangkah mundur.

"Jadi kamu? Kamu adalah ayah Chloe! Kamu yang membunuh kakak!"

Jackson Chen akhirnya sudah mengerti.

Wanita di depannya ini adalah adik iparnya. Sedangkan anaknya, dinamai Chloe.

Wanita ini, bahkan Keluarga Yun, jelas sekali masih menganggapnya sebagai pelaku yang membunuh putri mereka!

"Chloe? Apa itu putriku? Dia...di Kota Ancheng?"

Mata Lesica Yun penuh dengan kemarahan dan kesedihan. Dia menunjuk Jackson Chen.

"Kamu masih berani kembali? Seberapa menderitanya Keluarga Yun karena kematian kakak! Sekarang akhirnya berhasil kembali seperti semula, aku tidak akan membiarkan Chloe kembali terluka. Selamanya jangan harap untuk bertemu dia!"

Jackson Chen menggelengkan kepala. Rasa benci Lesica Yun padanya benar-benar sangat besar.

Di saat keduanya sedang berlawanan, wanita yang berpakaian dress ungu itu mendekat, menilai Jackson Chen dari atas ke bawah, lalu menunjukkan senyum cantik.

"Kak tampan, kelihatannya kamu juga mempunyai dendam dengan si rubah ini. Bagus sekali. Kebetulan pesta malam ini kurang pendamping pria. Kamu temani aku, ya?"

Setelah selesai berkata, wanita itu sengaja membungkukkan badan, menunjukkan dada yang dia banggakan ke hadapan Jackson Chen.

"Malam ini aku masih ingin bicara dengan Lesica. Tidak bisa menjadi pendampingmu."

Senyum Melly Zhou seketika hilang.

"Kamu...dasar tidak tahu diri. Aku, Melly Zhou dapat menyukaimu, itu adalah keberuntunganmu! Bisa-bisanya kamu berani menolakku?"

Jackson Chen berkata datar, "Memangnya kenapa kalau menolak?"

Begitu perkataan ini keluar, wajah Melly Zhou yang berdandan menor, seketika menjadi masam.

Orang-orang di sekitar juga berdiskusi dengan suara kecil.

"Bukankah itu nona kaya Keluarga Zhou?"

"Yaitu itu empat keluarga besar di Kota Ancheng, Keluarga Zhou dari Keluarga Lin, Keluarga Wei, Keluarga Zhou, dan Keluarga He."

"Benar, benar. Pria itu berani sekali menolaknya. Sekarang sudah ada deama bagus."

"Keluarga Zhou tidak bisa dilawan oleh orang biasa. Kali ini dia sudah bermasalah."

"Dengar-dengar waktu itu ada yang membuat marah nona ini, langsung dipatahkan kaki dan tangannya, berubah menjadi orang cacat!"

Melly Zhou mendengar gosip-gosip di sekitar dan semakin marah karena malu.

"Bocah, aku peringatkanmu sekarang. Segera datang menjadi pendampingku. Kalau tidak, kamu tidak bisa melihat matahari esok pagi lagi!"

Jackson Chen tidak mempedulikan wanita itu, melainkan berbalik ke arah Lesica Yun.

"Malam ini aku bicarakan semuanya denganmu. Kamu menjadi pendamping wanitaku dan mengikuti pesta dulu saja."

Baru saja Lesica Yun ingin menolak, tiba-tiba dia dibuat terkejut ooleh tatapan Jackson Chen.

Itu adalah kharisma yang meyakinkan, seperti dirinya hanya seekor semut, sedangkan pria di hadapannya adalah gunung. Bukan hanya perbedaan kekuatan terlalu besar, selain itu pria di hadapannya juga dapat langsung melihat isi hatinya!

Lesica Yun membuka mulut, tiba-tiba menyadari bahkan dirinya untuk bergerak saja sulit. Pria ini menatap dirinya. Tekanan seperti itu membuat jantung orang tanpa bisa ditahan berdetak cepat, dan tekanan darah berubah tinggi.

Ditatap langsung seperti ini, Lesica Yun pada akhirnya tidak mengatakan perkataan menolak apa pun, melipat tangan di depan dada, mengerucutkan bibir, menunjukkan rasa tidak puasnya.

Mata Melly Zhou yang ada di samping berubah semakin dingin.

"Bocah, kamu menggoda rubah ini, menganggap aku udara ya! Aku cakar dulu wajahnya, lalu mencari orang untuk mematahkan tulangmu sampai cacat! Agar kamu tahu harga yang harus dibayar karena membuat marah orang Keluarga Zhou!"

Setelah selesai berkata, Melly Zhou mengulurkan tangan, menggunakan kuku yang sangat tajam, dan berwajah kejam, hendak mencakar wajah Lesica Yun.

Lesica Yun masih belum menyadari, Jackson Chen sudah mengerutkan dahi.

Sebuah tangan cantik tiba-tiba muncul dari samping.

Phak!

Sebuah tangan langsung menampar wajah Melly Zhou.

Semua orang di sana terkejut.

Suasana seketika menjadi hening, dilanjutkan dengan teriakan heboh orang-orang.

"Melly bisa-bisanya ditampar!"

"Dia adalah nona keluarga kaya Kota Ancheng, wanita yang dihormati dimanapun dia berada!"

"Tamparan itu kencang sekali!"

"Bahkan wajahnya juga sudah bengkak."

"Dia sudah semakin berani!"

"Keluarga Zhou pasti akan balas dendam. Orang-orang ini sudah akan tamat!"

Hanita Qi melangkah dengan sepatu kulitnya, membusungkan dada, menunjukkan tubuh yang yakin, menghadang di hadapan Lesica Yun.

"Bahkan berani menyentuh wanita bosku. Tamparan ini termasuk yang paling ringan!"

Melly Zhou menutupi pipi yang merah, untuk sesaat sedikit bingung, dan mengoceh sendiri dengan tidak wajah tidak percaya.

"Kamu berani memukulku?"

Hanita Qi menunjukkan sebuah senyum, seperti tidak bersalah sedikit pun. Dari dalam kantongnya mengeluarkan pisau kecil, lalu memainkannya di tangan.

"Status bosku terhormat, tidak sudi bertarung denganmu. Kalau berani mengganggu di depan wanita bosku, percaya atau tidak, aku juga berani membunuhmu?"

.......

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

330