Bab 11 Masih Ada Penyerangan Lain

by Andreas 09:20,Feb 05,2021
Steven Qin benar-benar tidak bisa menahan keinginannya untuk membalas dendam, wajahnya sangat ganas, kemudian melambaikan tangan kirinya.

"Pergi! Tangkap dia hidup-hidup! Lalu kamu bebas melakukan apa saja pada kedua wanita itu, setelah itu, kuburkan mereka!"

Dua belas Tentara Bayaran yang berpengalaman, memegang senjata penyerangan jarak dekat di tangan mereka, melangkah ke depan membentuk lingkaran untuk mengepungnya.

Dua Tentara dengan sumpitan di mulut mereka jelas adalah Master sejati, tidak ada penghinaan sedikit pun di mata mereka. mereka mengeluarkan belati dari saku mereka dan berdiri di garis depan, bersiap untuk pertempuran jarak dekat.

Tentara bayaran dengan miniatur senapan mesin ringan dan busur serbu sudah siap menembak kapan saja.

Semua hadirin pada acara perjamuan sudah mundur ke dinding untuk menghindari cedera yang tidak diinginkan.

Kali ini, tiga orang ini dikepung dan dibunuh di depan umum.

Tepat ketika seluruh penonton fokus pada Jackson Chen yang dibidik oleh moncong pemanah.

Tiba-tiba muncul suara yang tak diduga.

Jackson Chen masih duduk di sana, menggoyangkan gelas yang berisi arak.

Terdengar suara siulan yang aneh yang berasal dari mulutnya.

Suara siulan tersebut terdengar secara bertahap dari rendah ke tinggi.

Hanita Qi menarik Lesica Yun, sebelum Lesica Yun tersadar, dia sudah memasukkan dua buah bola kecil ke dalam telinganya.

Suara siulan tersebut semakin lama semakin keras dan semakin tajam.

Tiga detik kemudian, tangan dan bibir kedua Tentara Bayaran yang paling dekat dengannya tiba-tiba mulai bergetar hebat.

Dang-dang!

Sedetik kemudian, tangan kedua musuh yang paling dekat dengannya sudah tidak bisa dikendalikan lagi, kemudian belati dan sumpit di mulutnya langsung jatuh "Ah!"

Tubuh kedua orang itu tampak gemetar tak terkendali, pupil mereka dipenuhi dengan garis merah yang banyak, mereka menggunakan tangan untuk menutup pelipisnya, terlihat seperti disiksa!

Dua detik kemudian, Tentara Bayaran di sekitarnya, yang mengendalikan panah dan senapan juga mulai gemetar, mata mereka terpejam tanpa sadar, gigi mereka bergemeretak, gerakan mereka mulai berubah menjadi aneh.

Segera setelah itu, mereka seperti terkena penyakit menular yang hebat, kemudian Master sejati dalam jumlah ratusan orang juga mulai bergerak, ekspresi wajah mereka sepertinya sedang menahan rasa sakit yang hebat.

Anehnya, para tamu yang menyaksikan dari kejauhan dan bersandar di dinding tidak menunjukkan ketidaknyamanan.

Setelah itu, siulan Jackson Chen berubah menjadi semakin kuat.

"Ah! Aku sudah tidak tahan!"

"Biarkan aku mati! Biarkan aku mati! Berhenti bersiul!"

"Mengapa pemandangan di depanku mulai berputar-putar!"

"Jangan potong penggal kepalaku!"

Pengepungan Keluarga Lei dan Keluarga Qin terhadap Jackson Chen mulai kehilangan kendali.

Tentara Bayaran, Master Boxing, tidak peduli mereka yang berbadan kekar atau pun kurus, di dalam pertempuran ini semua terkena dampak, mereka semua terlihat seperti disiksa oleh semacam senjata spiritual.

Boom! Boom!

Karena jarak yang terlalu dekat, satu persatu Tentara Bayaran yang mengepung Jackson Chen mulai tumbang.

Dua Tentara Bayaran terdekat sudah berlutut di lantai, kepalanya terus menghantam ke lantai, darah segar mereka tak berhenti mengalir.

Sepuluh Tentara Bayaran lainnya sudah melemparkan senjatanya ke segala arah, meraung-raung dan menundukkan badan mereka di tanah.

Di luar ruangan, kondisi Master dalam jumlah ratusan orang juga tidak jauh berbeda dari mereka yang berada di dalam sana.

Bagi mereka yang memilki fisik yang kuat, masih bisa berlutut di lantai, bagi mereka yang memiliki fisik yang buruk, sudah berbaring di tanah karena serangan jantung dan memuntahkan busa putih di mulut mereka.

Dari suara siulan dibunyikan hingga penyebaran virus yang menyebabkan lemahnya kesadaran mereka, ditambah dengan runtuhnya semua pengepungan dari luar, hanya menggunakan waktu tujuh hingga delapan detik.

Sssttt.

Jackson Chen berhenti bersiul.

Aula perjamuan tiba-tiba hening, seperti tidak ada makhluk hidup yang ada di sini.

Di lantai, 12 Tentara Bayaran sudah terbaring kesakitan dengan berbagai macam gaya, senjata dan amunisi pertempuran mereka sudah berantakan di mana-mana.

Beberapa Master di luar sana selain kejang-kejang, sisanya semua telah pingsan.

Sungguh mengerikan!

Steven Qin dan Andre Lei yang berdiri bersamaan dengan para tamu, langsung memuntahkan ludah berbusa secara bersamaan, ekspresi wajah mereka terlihat seperti termakan kotoran hewan.

Kegagalan total!

Para hadirin langsung memandang Jackson Chen seolah-olah mereka sedang melihat monster.

Kemampuan seperti apa ini?

Apakah dia benar-benar adalah manusia?

Hanya dengan mengeluarkan suara misterius itu mampu menghasilkan serangan yang begitu kuat.

Ratusan Master yang kuat, belasan Tentara Bayaran yang berpengalaman, bahkan mereka belum sempat menyerang satu tembakan atau pun melemparkan sebuah pisau.

Hanya dalam beberapa detik, mereka semua sudah tumbang di lantai!

Ekspresi Jackson Chen tampak seperti tidak terjadi apa-apa, dia meminum anggur merah di gelas secara perlahan.

Dia berdiri dan melihat sekeliling.

Selain Hanita Qi dan Lesica Yun, dalam radius sepuluh meter ke depan, tidak ada lagi orang yang bisa menghalangi garis pandangnya.

Selangkah demi selangkah, perlahan-lahan berjalan menuju Andre Lei dan Steven Qin.

Langkahnya sangat lambat, namun setiap langkah tersebut terdengar sangat jelas dan berat bagi semua orang.

Saat jarak semakin dekat, mata Andre Lei dan Steven Qin terbuka semakin lebar.

Setiap langkah seperti mantra yang mendesak, semakin lama semakin dekat.

Akhirnya, Jackson Chen berhenti di tempat sekitar dua atau tiga meter dari tempat mereka berdua berdiri, ekspresinya acuh tak acuh, dan tatapannya membawa aura mendunia.

"Kalian berdua mungkin tidak mengerti, menyinggungku adalah hal terbodoh di dunia ini... namun, bagi yang bisa mati di tanganku akan menjadi suatu kehormatan."

Andre Lei sudah gemetar ketakutan, dia berbicara dengan suara gemetar.

"Tidak! Kamu tidak boleh menyerang kami, aku memiliki hubungan yang erat dengan beberapa keluarga orang kaya, kamu tidak boleh menyinggung terlalu banyak orang! Kamu tidak boleh tidak memberikan muka kepada kami!"

Jackson Chen mengangkat kelopak matanya dan memandangi tamu lain yang bersembunyi di dekat dinding.

"Apakah ada yang ingin memberhentikanku?"

Tidak ada yang menjawab, seluruh ruangan hening.

Ada beberapa keluarga orang kaya yang memiliki hubungan yang baik dengan Keluarga Lei juga secara kolektif memilih untuk diam saat ini.

Kedua keluarga itu menyergap ratusan orang, menyiapkan berbagai senjata, pistol maupun senapan sudah disiapkan, hari ini mereka jelas ingin membunuh Jackson Chen.

Hanya akan ada satu sisi yang akan bertahan hidup di dalam pertempuran ini.

Orang yang melakukan perbuatan jahat jelas tidak akan bertahan hidup.

Keluarga Lei dan Keluarga Qin merencanakan perbuatan yang ingin mengambil nyawa orang.

Hari ini, Lesica Yun baru pertama kali melihat Jackson Chen, karena berdekatan dengannya, dia juga tidak ingin melepaskannya!

Menghadapi cara brutal ini, aneh jika Jackson Chen tidak melawan.

Hanya saja yang mengejutkan semua orang adalah bahwa Jackson Chen bertarung sendiri, dia bahkan tidak mengangkat tangannya sudah mampu membunuh ratusan tentara penyergap!

Dia tidak bisa berkomentar apa-apa mengenai serangan balik ini.

Jackson Chen tak bersalah dengan melakukan pembalasan dendam di tempat.

Melihat bahwa semua orang kaya yang menghadiri perjamuan itu seperti menutup telinga mereka masing-masing, Andre Lei benar-benar panik.

Saat ini, Stevin Qin yang dipenuhi dengan keringat dingin masih bisa mempertahankan sedikit ketenangan.

Wajahnya yang awalnya galak, berubah menjadi penuh misterius.

"Hei, kamu yang bermarga Chen, apakah kamu benar-benar berpikir kamu telah menang?"

Orang-orang di sekitar kaget, bahkan Andre Lei memandang Steven Qin dengan tatapan heran, jelas tidak mengerti mengapa dia berani memprovokasi dalam situasi mengerikan seperti ini.

Jackson Chen bahkan tidak mengedipkan matanya, tetap bersikap sangat tenang.

"Sampaikanlah Kata-kata terakhirmu."

Steven Qin tertawa histeria.

"Hahaha! Jackson Chen, buat apa kamu pintar sendirian! Bisakah kamu melindungi anggota Keluarga Shen? Mungkin mereka sudah mati sekarang!"

Ekspresi Jackson Chen terkejut, ekspresinya tampak berubah dalam sekejap, bahkan postur dan auranya yang tadinya sangat kuat, tiba-tiba memiliki sedikit celah.

Saat ini, kondisi tiba-tiba berubah!

Bam!

Jendela kaca besar di sebelahnya tiba-tiba meledak, dan serpihan kaca yang tak terhitung jumlahnya tersebar di sekitar, menyebabkan udara di sekitar tertutup asap!

Semua hadirin belum sempat bereaksi, hanya saja terdengar suara hembusan angin.

Sosok hitam, seperti macan tutul, terbang masuk dari jendela, dengan kecepatan yang luar biasa!

Sosok hitam itu tidak bertindak lebih banyak lagi, hanya saja mengeluarkan pistol peredam suara, dan menggunakan kecepatan paling cepat menembakkan peluru pada alis Jackson Chen.

Bam! Bam! Bam!

Menembakkan tiga tembakan berturut-turut!

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

330