Bab 3 Alasan Tidak Bisa Menginap

by Odel 10:14,May 03,2022
Setelah hening beberapa detik, Jordy Yu mengambil iga dan memasukkannya ke dalam piring makan Finola, lalu dengan tenang berkata, "Bu, aku dan Finola baru 2 tahun menikah, kami belum mau mempunyai anak."

Finola juga tidak mengatakan apa-apa, terus makan dan menundukkan kepalanya, hanya ada sedikit seringai sinis di bibirnya, belum mau punya anak, atau tidak ingin punya anak darinya?

Ibu Yu tahu kalau dirinya begitu terburu-buru, tapi Jordy Yu adalah anak satu-satunya di keluarga mereka, dan Finola juga putri satu-satunya dari keluarga Jiang. Kedua keluarga ini sedang menantikan pewaris. Dia masih ingin membujuk mereka, tapi ayah Yu menatapnya memberinya kode untuk tidak mengatakan apa pun lagi, jadi dia akhirnya hanya bisa menghela napas: "Kalian pengantin baru, ingin melewati dunia yang hanya berdua. Ya ibu mengerti, tetapi kalian tetap harus memperhatikan waktu."

Selesai makan, mereka berdua mengobrol dengan kedua orang tua itu, sampai pukul 10:30 mereka baru keluar dari rumah keluarga Yu.

Ibu Yu awalnya menahan mereka neminta mereka untuk menginap di sana, tetapi mereka berdua menolaknya. Jordy Yu bilang dia besok pagi masih ada pertemuan penting, dan dokumen-dokumennya masih ada di rumah, repot untuk pulang-pergi. Jadi ibu Yu akhirnya hanya bisa melepas kepergian keduanya.

Setelah masuk ke dalam mobil, Finola juga sedikit mengantuk, dia menguap dan memejamkan mata, di dalam mobil begitu sunyi, hanya terdengar suara mesin penghangat mobil yang samar.

Tepat ketika dia akan jatuh tertidur, dia tiba-tiba mendengar seorang pria yang tenang berkata, "Steve Zhou malam ini akan menghilang dari kota Jin."

Mendengar itu otot sarafnya tersentak, dan Finola saat ini benar-benar terjaga, menatap pria itu dalam-dalam.

Lingkaran cahaya lampu jalan yang hangat menimpa sisi wajahnya, dari pangkal hidung yang lurus hingga garis rahang yang jelas, setiap titik tampaknya menunjukkan keegoisan dan rasa cinta pencipta yang dalam untuknya. Salah satu alasan mengapa Finola memilih Steve Zhou karena dia tampan, tetapi ketampanannya masih jauh bahkan kurang dari seperseribu ketampanan Jordy Yu.

Pria ini memiliki penampilan yang luar biasa, latar belakang yang bagus, sikap yang baik, lembut dan tenang, dan di tulangnya seperti memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain.

Jika bukan karena ibunya bersahabat dengan ibu Yu dari sepuluh tahun yang lalu, dan sebelum ibunya meninggal mempercayakannya kepada ibu Yu, dia mungkin tidak akan pernah menikah dengannya.

Jordy Yu menoleh dan menatap balik Finola, matanya yang tenang bak dipenuhi embun beku juga salju: "Lain kali jangan memprovokasiku dengan cara bodoh seperti ini, temperamenku tidak baik setiap saat."

Finola yang diperingatkan olehnya, sudut mulutnya malah sedikit terangkat, dia masih berpikir, bahkan sekalipun Jordy Yu tidak mencintainya, melihatnya mengambil uangnya untuk memelihara pria lain ya dia tidak mungkin diam saja, jadi ternyata dia ada di sini sedang menunggunya.

Tapi dia terlalu bisa menahan semua ini. Segalanya sudah berlalu tiga bulan dan dia baru mengatakan hal ini, um...Aku lupa, Presdir Yu memang orang yang selalu begitu menahan diri, ya dengan begini baru sejalan dengan gaya biasanya.

Sama seperti binatang buas di dalam rumput, menunggu mangsa melonggarkan kewaspadaannya, kemudian membuat serangan mendadak, dia tidak akan membicarakan banyak teori dengannya, tetapi secara langsung membiarkannya melihat dengan matanya sendiri pria seperti apa yang dia pilih, dan secara sadar memecahkan hal itu, ini dilakukan juga untuk menghindari kekhawatiran akan apa yang terjadi di masa depan.

“Kamu sepertinya sangat bosan dan butuh sesuatu untuk dilakukan. Yang ibu katakan tadi, apakah mau mencoba memikirkannya,” ucap Jordy Yu tiba-tiba.

Mendengar itu senyum Finola langsung membeku: "Perkataan ibu? Punya anak?" Anaknya dia dan dia?

Jordy Yu berhenti dan dengan lembut melanjutkan, "Kalau kamu menginginkan anak, aku bisa memberimu satu."

Dia tidak menjelaskan bagaimana anak itu didapat, tetapi Finola bisa memahaminya, emosi yang telah berlangsung sepanjang malam akhirnya meledak, dia pun mencibir: "Apakah itu anak di Jalan Chunyang No. 14?"

Jarak antara kediaman keluarga Yu dan kediaman mereka tidak terlalu jauh. Mereka pada saat ini sudah tiba. Finola juga mengambil napas dalam-dalam, tetapi dia masih tidak bisa memadamkan api yang telah menyala sejak tiga bulan yang lalu.

"Presdir Yu, meskipun kita pada awalnya menikah dalam keadaan terpaksa, dan tidak ada rasa atau hubungan apa pun, tapi itu tidak berarti kalau aku bisa membantu orang lain membesarkan anak. Kalau kamu ingin membawa anak itu ke rumah, ya bisa, setujui gugatan ceraiku, sampai saat itu tiba, jangankan anak, ibunya pun juga bisa, dan silakan lakukan sesukamu."

Setelah dia selesai mengatakan itu, dia membuka pintu mobil dan keluar dari mobil, langsung masuk ke ruang utama rumah. Begitu dia melewati ambang pintu, dia mendengar suara mesin melaju di belakangnya. Tidak perlu dilihat dia tahu kalau Jordy Yu telah pergi.

Mengapa tidak bisa bermalam di rumah keluarga Yu?

Karena Jordy Yu selama tiga bulan terakhir ini setiap malam harus pergi ke rumah di Jalan Chunyang No. 14 menemani ibu dan anak itu, dan dia bagaimana bisa tidur sekamar dengannya!

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

445