Bab 7 Ukuran Dress yang Tidak Sesuai

by Odel 10:15,May 03,2022
Begitu masuk, mata karyawan butik langsung menyala, bergegas menyambutnya, dengan tangan terlipat di depan dan sikap yang sangat hormat berkata: "Tuan Yu, selamat pagi."

Jordy Yu sedikit mengangguk: "Iya."

Karyawan butik mengikuti di belakang mereka: "Ada yang bisa aku bantu?"

Jordy Yu duduk di sofa, mengangkat tangannya menunjuk Finola, lalu mengambil sebuah majalah dan melihat isi majalah.

Finola juga bukan tipe orang yang hobi berbelanja, jadi dia langsung bertanya, "New York Fashion Week awal Februari, tema zodiac sign semua sudah ada yang jadi?"

Begitu karyawan butik mendengarnya, dia langsung tahu kalau Finola adalah orang yang sering memperhatikan aspek ini. Identitas dan statusnya pasti tinggi atau mahal, dan sikapnya menjadi lebih dan lebih hormat: "Baru saja tiba, nona mau coba model yang mana?"

"Yang Gemini." Finola sangat menyukai bintang, dan telah memperhatikan dress model itu sejak lama. Sebelumnya dia telah bertanya kepada manajer butik yang sering dia kunjungi dan manajer sana bilang kalau barang itu belum masuk. Karena hari ini kebetulan di sini jadi dia sekalian datang bertanya, kalau ada ya dia langsung mengeksekusi barang itu.

Karyawan butik menjawab: "Baik, silakan pergi dan tunggu di ruang ganti sebentar, aku akan mengambilnya."

Finola agak merasa aneh. Dia baru pertama kali ke butik ini, karyawan ini seharusnya tidak tahu ukuran nya kan? Kok dia tidak bertanya dulu padanya?

Tapi dia tidak terlalu memikirkannya dan memasuki ruang ganti. Setelah beberapa saat, karyawan butik menyerahkan pakaiannya dari celah pintu, dan Finola sambil berganti pakaian sambil mengobrol ringan dengannya: "Sekarang mata karyawan begitu hebat ya? Aku belum mengatakan berapa ukuranku, tapi hanya melihat tubuhku kamu sudah tahu?"

Karyawan itu tersenyum sedikit: "Tuan Yu sebelumnya ada datang mengambil pakaian, dia sudah mengatakan ukurannya, dan kami semua mengingatnya."

Gerakan Finola terhenti.

Jordy Yu tidak pernah membelikan pakaian untuknya.

Dia mengenakan dressnya, ukuran ini ternyata benar-benar bukan ukurannya, bagian payudaranya terlalu ketat.

Kalau dia tidak salah lihat, ukuran dada Nona Bai lebih kecil darinya. Pakaian yang diambil Jordy Yu seharusnya untuknya, kan?

Tidak heran dia tahu ada toko Chanel di sini. Dia sering datang ke klub Thomas tapi tidak menyadari ada butik mewah di sini. Tidak heran saat Jordy Yu masuk karyawan di sini langsung memanggilnya "Tuan Yu", ternyata dia sering datang ke tempat ini.

Tidak tahu apakah ruang ganti ini tidak berventilasi atau apakah pakaiannya terlalu ketat. Finola merasa dadanya tidak bisa bernapas. Dia mengerutkan bibirnya, melepas pakaiannya, dan menyerahkannya melalui celah pintu. Kemudian dengan suara datar berkata: “Tukar ke ukuran satu di atas ini.”

Karyawan itu menjadi kaku. Orang yang bisa bekerja di tempat ini semuanya adalah orang pintar. Setelah memikirkannya, dia tahu kalau pakaian yang Tuan Yu ambil sebelumnya bukan untuk nona muda ini. "...Bai, Baik..."

Namun, Finola yang keluar setelah mengganti pakaiannya, juga tidak melakukan apa apa padanya, dan langsung pergi ke arah Jordy Yu, membuka tangannya dan bertanya, "Bagaimana?"

Jordy Yu mengangkat kepalanya.

Entah bagaimana, dia teringat lelucon temannya yang mengatakan kalau pakaian bagus bisa menutupi wajah? Tapi case saat ini adalah wajah menutupi pakaian! Mau memakai pakaian dari karung pun dia tetap terlihat seperti bidadari.

Finola tergolong sebagai wanita "cantik".

Mungkin karena ibunya berasal dari Lingnan, fitur wajahnya memiliki kecantikan oriental yang istimewa, terutama mata itu, ramping dan ke atas, walau sedikit kurang menawan dari mata bunga persik, tapi ini lebih menawan dari mata phoenix, tidak perlu ditambah apapun, matanya dengan natural membawa senyuman, ditambah kulitnya yang putih, rambut keriting panjangnya yang berwarna kastanye, dengan gerakan tangan yang menyelipkan rambut panjangnya ke belakang telinga pun sudah terlihat penuh dengan feminitas.

Jordy Yu menutup majalah, matanya sedikit menyipit, dengan hangat berkata, "Seleramu seperti biasa, selalu bagus."

Finola tersenyum, dan tiba-tiba berjalan mengitari meja mendekatinya. Jordy Yu memperhatikannya yang mendekat, tidak menghindar, mata hitamnya menatap tanpa gelombang, Finola meletakkan satu tangannya di belakang sofa di belakangnya, dan satu lututnya berada di atas sofa, dia menundukkan kepalanya dan bertanya dengan lembut di telinganya, "Coba kamu cium sekarang masih bau alkohol tidak?"

Beberapa helai rambutnya jatuh di lehernya, dan beberapa helai itu dengan lembut ikut bergerak bersama gerakannya, membuat Jordy Yu merasa ada seseorang yang menggunakan bulu sedang menggelitiknya dengan kejam, dan itu masih menggelitik ke titik sensitifnya, jakun Jordy Yu sedikit bergulir.

Dia mengangkat bola matanya dan menatapnya lagi. Matanya masih gelap dan dalam, tetapi lebih seperti laut sebelum angin dan hujan, menyembunyikan turbulensi dan bahaya yang tidak diketahui orang lain.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

445