Bab 12 Pembatalan Kerja Sama yang Tidak Terduga

by Odel 10:16,May 03,2022
Setelah bernegosiasi dengan Presdir Cheng tentang rincian kerja sama, siangnya mereka masih makan bersama. Setelah obrolan selesai, Presdir Cheng secara pribadi mengantat mereka sampai ke pintu masuk lift.

Finola sambil tersenyum berkata: "Jika tidak ada masalah lainnya, aku akan segera menghubungi bagian hukum perusahaan dan meminta mereka untuk membawa kontrak secara langsung."

Mendengar itu Presdir Cheng langsung menjawab, "boleh."

"Kalau begitu, semoga kerja sama kita menyenangkan." Finola mengulurkan tangannya.

“Iya, semoga.” Jawab Presdir Cheng sambil tersenyum, “untuk kali ini aku benar-benar berterima kasih kepada Wakil Jiang, sudah memberikqn penawaran terbaik untuk kedua belah pihak. Jika tidak, aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku di sini sekali mau meminta maaf atas keterlambatan kami sebelumnya."

Finola menjawab, "Selanjutnya hubungan kedua perusahaan kita akan semakin dekat, tidak perlu sesungkan ini."

Setelah mengucapkan beberapa kata sungkan, Finola dan sekretaris akhirnya memasuki lift dan turun.

Sekretaris dengan suara rendah berbisik, "Lihat senyumnya yang lebar, sampai matanya tidak terlihat."

“Tentu saja, sekarang dia bisa membayar hutang dan menyelesaikan masalah yang telah mengganggunya lama, dengan kedua hal seperti ini dia mana mungkin tidak bahagia, kan?” Finola yang berhasil menyelesaikan tugas utama di
Kota Ning turut merasa bahagia.

Tapi sekretaris itu masih kesal dan menyimpan dendam: "Kalau aku bilangin ya, Wakil Jiang, kamu seharusnya tidak memberinya ide bagus itu. Kamu lihat dia sebelumnya bahkan tidak mengizinkan kita masuk dan bertemu, huh."

Finola meliriknya. Sekretarisnya ini tidak berpengalaman dan agak tidak sabaran. Dia mengulurkan tangan dan membelai kuncir kudanya: "Membantu dia juga sama dengan membantu kita."

Jika tidak begini, mereka pasti masih belum mendapatkan uang mereka.

Sekretaris itu mendengus: "Tapi kalau aku lihat masih dia yang untungnya lebih banyak. Dia sekarang diam-diam pasti merasa sangat senang. Ketika departemen hukum kita tiba, dia pasti akan segera menandatangani kontraknya."

Namun, kenyataannya tidak sama dengan harapan mereka.

Setelah orang bagian hukum tiba di Kota Ning malam itu, mereka keesokan harinya langsung menghubungi Jiaxing. Awalnya pikir itu hanya penandatanganan kontrak yang sederhana, tetapi tak disangka bagian hukum Jiaxing sangat ribet, terus mengatakan kalau ada masalah dalam kontrak, membuat mereka bolak-balik untuk merevisinya. Dan menunda penanda-tanganan kontrak hingga dua hari penuh.

Pada hari ketiga, orang dari departemen hukum berkata kepada Finola, "Mereka tampaknya bermaksud untuk menunda waktu."

Mendengar itu Finola mengerutkan keningnya: "Kamu bagaimana bisa mengatakan itu?"

"Aku pagi jam 8:00 kirim kontrak, dan mereka tidak membalas sampai jam 4:00 sore baru bilang ada masalah. Aku segera merevisi kontrak dan mengirimnya lagi, dan mereka tidak membalas sampai hari berikutnya. Dan sejujurnya, masalah yang dikatakan oleh mereka bukan masalah besar, dan itu tidak akan mempengaruhi kontrak sama sekali.”

Finola menggigit kukunya dan berpikir sejenak, lalu berkata: "Bawa laptopmu, kita sama-sama ke Jiaxing. Jika ada masalah, kita akan langsung memperbaikinya di tempat. Kita harus menyelesaikan kontraknya hari ini juga."

"Baik."

Setelah mereka tiba di Jiaxing, mereka menyatakan niat mereka, Presdir Cheng menyetujuinya, menelepon bagian hukum, dan kedua pihak pergi ke ruang konferensi untuk menandatangani kontrak, tetapi setelah menunggu setengah jam, sekretaris Presdir Cheng baru datang mengatakan kalai orang yang bertanggung jawab atas kontrak mengambil cuti sakit dan tidak datang.

Presdir Cheng merentangkan tangannya: "Kalau begitu sangat disayangkan. Perusahaan kami menetapkan siapa pun yang mengikuti kontrak di awal akan bertanggung jawab atas seluruh prosesnya. Orang lain tidak dapat memalsukan tanda tangannya, ya ini dilakukan untuk menghindari masalah ataupun mengelak dari tanggung jawab."

"Lalu kapan orang itu akan datang bekerja?"

"Ini tidak tahu, tapi yang pasti tidak mungkin dalam dua atau tiga hari."

Sekalipun orang bodoh pasti dapat melihat kalau mereka sedang mempermainkannya!

Finola jelas marah, tetapi wajahnya masih tetap tersenyum, sangat profesional: "Presdir Cheng, ku pikir ketulusan kerja sama kita baik, tetapi sikap yang ditunjukkan perusahaan ini bukankah kurang?"

Wajah Presdir Cheng berubah, dan dia tiba-tiba berdiri: "Apa maksudmu? Kenapa? Kamu pikir dengan kamu memberiku ide, kamu jadi bisa berkata seperti itu? Ku beritahu kamu ya, Jiaxing kami bahkan tidak melihat wajah kecil wakil ketua perusahaanmu!"

Finola tertegun, dia tidak menyangka kalau dia bisa semarah itu: "Presdir Cheng, aku tidak bermaksud begitu..."

“Lalu apa maksudmu? Karena kamu tidak senang bekerja sama, ya sudah apa yang pernah dikatakan sebelumnya lepaskan saja!” Presdir Cheng berteriak, “Bagian keuangan, segera transfer pembayaran yang harus diselesaikan ke rekening perusahaan mereka, sepeser pun jangan kurang!"

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

445