Bab 5 Arti Pernikahannya

by Odel 10:15,May 03,2022
Hari setelah dia mengetahui keberadaan ibu dan anak itu, keesokannya, dia pergi lagi ke Jalan Chunyang No. 14 itu.

Wanita itu sedang memegang sapu dan menyapu daun-daun yang jatuh di depan rumah. Finola pun berdiri di depannya, wanita itu mengangkat kepalanya, matanya bergerak memandangnya sedikit bingung: "Mohon maaf, ada apa ya?"

Finola memperhatikannya dengan cermat. Parasnya cantik, dengan bibir merah dan gigi putih, juga tubuh yang ramping dan terlihat rapuh. Dia tampak seperti bunga negara...Ngomong-ngomong, mungkinkah dia cinta pertamanya Jordy Yu?

Menarik sudut mulutnya, Finola langsung bertanya, "Siapa namamu?"

Wanita itu mungkin merasa sikapnya tidak jelas, bagaimana bisa ada seseorang yang datang langsung menanyakan namanya, dengan sikap yang waspada, dia hanya menjawab: "Margaku Bai."

“Nona Bai, bisakah kita bicara?” Finola bisa melihat kewaspadaannya, kemudian mengungkapkan identitasnya, “Aku istri Jordy Yu.”

Ekspresinya langsung kaku kemudian menundukkan kepalanya, bulu matanya menutupi emosi di matanya, dia juga tidak mengatakan apa-apa, berbalik memasuki pintu rumah, dan Finola mengikutinya.

Meskipun rumahnya tidak besar, tapi perabotan di sana lengkap, lantainya dilapisi karpet tebal, anaknya sedang duduk di lantai bermain dengan mainannya, ketika melihat Finola, matanya mengerjap, meskipun bentuk wajahnya masih belum begitu menonjol, tapi dari bagian matanya bisa terlihat sosok Jordy Yu.

Dalam hati Finola merasa tidak enak, dia membuang muka dan tidak memperhatikan anak itu lagi, terlihat Nona Bai sedang menuangkan segelas air hangat untuknya.

Karena sudah datang ke sini, jadi Finola ingin menanyakan hal-halnya dengan jelas, tanpa bertele-tele, dia berkata langsung: "Kamu sudah tahu identitasku, dan kamu harusnya sudah bisa menebak mengapa aku datang ke sini mencarimu,kan?"

Nona Bai menundukkan kepalanya dan tidak menjawab, sikap tenangnya seperti ini membuatnya terlihat memiliki temperamen yang begitu lembut.

Baik lah, karena dia tidak berbicara, Finola tidak punya pilihan selain mengajukan satu pertanyaan: "Berapa umur anak itu?"

Dia menjawab dengan lembut, "Tiga tahun."

“Tiga tahun, kalau begitu waktu kalian bersama setidaknya ada empat tahun, kan? Tapi rumah ini baru-baru ini dibeli, di mana kalian tinggal sebelumnya?” Tanyanya lagi.

Nona Bai sedikit mengerucutkan bibir bawahnya: "Awalnya kami tidak tinggal di Kota Jin."

Mendengar itu Finola mengangkat alisnya: "Dia bagaimana mungkin rela membiarkan kalian tingngal di luar, sepertinya anak itu bukan anaknya."

Nona Bai dengan cepat mengangkat kepalanya dan meliriknya, seolah-olah dia sedikit marah mendengarnya mengatakan ini, dengan nada suara yang lebih kuat dari sebelumnya berkata: "Tidak peduli itu anak Jor atau bukan, ini tidak ada hubungannya dengan Nona Jiang, kami hanya ingin tinggal di sini dengan tenang, dan tidak akan merebut sesuatu darimu, Nona Jiang hari ini sejujurnya tidak perlu datang kemari."

Jor...Finola tersenyum, panggilan yang sangat akrab.

Merebut sesuatu darinya? Apa yang bisa dia rebut darinya? Jordi Yu? Atau identitas nona muda dari keluarga Yu?

Dan masih ada poin penting lainnya: "Kamu tahu margaku Jiang, berarti kamu tahu keberadaanku. Karena kamu tahu keberadaanku, lalu mengapa kamu masih rela berada di sisinya menjadi kekasih gelap tidak mempunyai nama dan identitas?"

Nona Bai masih terlihat begitu tenang dan lembut, tetapi kata-katanya sudah lebih banyak dari sebelumnya: "Nona Jiang sepertinya salah urutan, aku duluan yang mengenal Jor, hanya sebelumnya kamu tidak mengenalku, dan aku juga tidak bertanya mengapa kamu merebut cinta itu, aku hanya mau mengatakan, Nona Jiang melihat keluarga ini harusnya tahu, aku dari awal sudah mengenal Jor duluan dan sudah berada di sisinya, kamu bagaimana bisa menanyakan kalimat itu padaku?"

Butuh beberapa saat bagi Finola untuk memahami apa yang dia maksud, setelah memahaminya dia baru mengerti kalau wanita sudah mengenal Jordy Yu sebelum dia. Dia bukan kekasih gelap, tetapi sebaliknya, dialah orang ketiga yang ikut campur tangan di hubungan keduanya.

Finola kemudian menyipitkan matanya: "Apakah dia menyukaimu karena mulutmu yang begitu fasih?"

Nona Bai tampaknya terkejut dengan pertanyaannya, dia berdiri dan matanya pada yang saat sama juga memerah: "Nona Jiang, aku minta maaf, aku minta maaf, Nona Jiang, aku, aku tahu keberadaanku dan Edric telah menyebabkan banyak masalah bagimu, jika bukan karena sudah tidak ada jalan lagi, kami pasti tidak akan datang ke kota Jin, aku janji, setelah kami melewati kesulitan ini, kami akan pergi, pergi jauh, dan tidak akan pernah mengganggumu lagi."

Mendengar itu Finola tentu tidak mengerti: "Apa yang kamu bicarakan?"

Wanita itu tiba-tiba memeluk anaknya dan berlutut di depan Finola: "Tolong jangan usir kami sekarang, kami benar-benar belum bisa pergi, aku mengalami kesulitan, kalau tidak, seumur hidupku pasti tidak akan pernah datang menemui Jor lagi."

Anak itu masih kecil, sangat ketakutan dengan tindakan ibunya yang begitu tiba-tiba, dia pun menangis.

Finola: "..."

Dia kapan bilang mau mengusir mereka? Padahal jelas kalau dia tidak mengatakan apa-apa.

Finola juga membungkuk dan mencoba menarik mereka berdiri, tetapi sebelum tangannya menyentuh Nona Bai, pergelangan tangannya dipegang dengan tangan lain dan ditarik dengan keras, dia berbalik dan tiba-tiba matanya bertemu dengan sepasang mata hitam nan dingin.

Nona Bai menggigit bibirnya, matanya basah karena air mata, dan suaranya terdengar sedih: "Jor..."

“Kamu bagaimana bisa tahu tempat ini? Apa yang kamu lakukan di sini?” Jordy Yu menatap Finola dengan dingin, dan ketidaksenangan tertulis dengan jelas di wajahnya.

Finola melihatnya, segera mengerti apa yang dimaksud Nona Bai dengan kata-kata omong kosong itu. Dia tidak bisa menahan tawa. Dia awalnya masih berpikir kalau dia benar-benar teratai putih yang patut dikasihani. Tapi ternyata teratai ini sama sekali bukan teratai suci.

Melihat dia masih bisa tertawa, wajah Jordy Yu menjadi semakin tidak enak.

Finola berusaha melepaskan tangannya dari jeratan Jordy Yu tapi dia tidak bisa, dia sedikit mengerucutkan bibirnya berkata: "Meskipun kamu tidak memberi tahuku keberadaan mereka, tapi bagaimanapun juga itu adalah anakmu, sebagai istrimu, tentu saja aku ingin datang melihat, apa yang kurang darinya, jadi aku bisa memenuhi kekurangannya."

“Kamu di sini ingin menunjukkan keagungamu sebagai nona muda keluarga Yu?” Jordy Yu langsung melemparnya ke pintu, “Keluar, selanjutnya kamu tidak diizinkan untuk datang ke sini lagi.”

Finola memakai sepatu hak tinggi. Dorongan Jordy Yu membuatnya hampir limbung, dan dia dengan tepat waktu memegang dinding menahan tubuhnya agar tidak jatuh. Dia melihat lagi ke arah mereka, seorang pria yang acuh tak acuh, wanita yang terlihat menyedihkan, dan anak yang tidak bersalah. Kalau ada orang yang tidak tahu apa-apa lewat di sini mereka pasti berpikir kalau dirinya adalah wanita jahat yang datang untuk menghancurkan keluarga orang lain.

Baik lah, tidak boleh datang, ya dia tidak akan datang lagi.

Finola pun berbalik dan pergi, tetapi sebelum dia keluar, dia mendengar pria di belakangnya dengan dingin berkata, "Finola Jiang, orang lain tidak tahu mengapa aku saat itu setuju untuk menikahimu, tetapi kamu, kamu mengetahui semua itu dengan baik."

Jadi dirinya tidak punya hak untuk menggunakan identitas nona muda Yu untuk menggertak siapa pun.

Tubuh Finola berhenti sesaat, kemudian dia maju terus berjalan keluar.

Baru lah akhirnya ada pertengkaran mereka saat ini.

Dia menanyainya tentang asal usul ibu dan anak itu, tapi dia tidak mengatakan apa-apa.

Dia dengan putus asa meminta cerai, tapi dia juga tidak menjawab apa-apa.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

445