Bab 11 Orang Misterius Dengan Emoji Bintang

by Odel 10:16,May 03,2022
Finola menyewa mobil dan menunggu di depan Gedung Jiaxing.

Malam itu setelah jam sepuluh lewat, dia akhirnya melihat Presdir Cheng bergegas keluar dari gedung dan masuk ke mobil, dan mobil itu langsung pergi tanpa berhenti.

Sudut mulutnya sedikit melengkung, dia mengikutinya, mencari bagian jalan yang sedikit orang dan hanya beberapa mobil, lalu mempercepat laju mobilnya melewati depan mobil Presdir Cheng, dengan cepat berputar dan menghadang di depan mobilnya.

Supir mobil Presdir Cheng terkejut dan buru-buru menginjak rem: "Ciittt"

Presdir Cheng yang duduk di kursi belakang hampir menabrak punggung kursi depan, dia dengan berang berkata, "Ada apa?"

Supir itu juga kaget: "Presdir Cheng, ada sebuah mobil yang tiba-tiba melewati kita dan menghalangi jalan kita!"

Mendengar itu, Presdir Cheng mengerutkan keningnya: "Siapa?"

Supir melihat seseorang turun dari mobil dengan tangan kosong, sepertinya tidak ada ancaman: "Itu seorang wanita."

“Wanita?” Presdir Cheng membuka jendela mobil melihat dan ternyata itu seseorang yang dia kenal.

Finola tersenyum: "Presdir Cheng, bisakah Anda keluar dari mobil dan mengobrol?"

Presdir Cheng tentu saja tahu kalau Finola akhir-akhir ini datang ke perusahaan untuk menemuinya, dia juga tahu niatnya, oleh karena itu dia terus menghindarinya. Tapi saat ini dia tidak menyangka kalau wanita ini berani menghentikan mobilnya di jalan. Wajahnya terlihat tidak enak, tanpa mengatakan apa-apa ingin menutup kembali jendelanya.

Tapi sebuah tangan putih langsung menahan jendela itu, senyum Finola masih tidak berubah: "Aku tahu Jiaxing sedang memiliki masalah yang tidak kecil, beri aku waktu tiga menit, aku akan menyelesaikan masalah ini untukmu, kalau kamu puas, kita baru membicarakan hal lainnya."

Presdir Cheng dalam hati mencibir, merasa wanita ini bukannya tidak bisa memahami situasinya saat ini tapi terlalu merasa dirinya hebat, hanya dalam waktu tiga menit bisa menyelesaikan masalah yang telah mengganggunya selama lebih dari setengah tahun, gila apa!

Tapi ekspresi Finola masih acuh tak acuh, seolah tiket kemenangan ada di tangannya, Presdir Cheng juga berhenti. Wanita ini lagi pula telah memblokir jalannya, memberinya waktu tiga menit harusnya tidak mempengaruhi apa pun, kan?

Jadi keduanya akhirnya berjalan ke sisi jalan, dan Finola langsung masuk ke topik: "Kemitraan membeli sebidang tanah yang sangat berharga dari pemerintah, memegang 40% saham tanah, dan 2 mitra lainnya memegang 30%, sebidang tanah ini awalnya telah memiliki keputusan akhir, tetapi suatu hari, mitra 1 tiba-tiba menjual sahamnya, jadi mitra 2 akhirnya memiliki 60%, dan pemilik 40% saham tidak bisa lagi menjadi pemilik tanah. Setelah keputusan antara kedua belah pihak tidak menemukan hasil, sebuah laporan sampai di pengadilan, dengan hasil kontrak tidak valid, tetapi pihak pemeganng 40% saham tidak puas dan sudah mengajukan banding."

Alis Presdir Cheng berkedut, semua ini sesuai dengan kata-kata Jiaxing.

Finola melanjutkan: “Meskipun peluang memenangkan persidangan kedua atau persidangan ketiga sangat besar, tapi itu juga bukan tanpa rasa takut, karena kasusnya belum selesai, tanah tidak bisa memulai proyek, dan tidak ada cara untuk menarik investasi. Jika kamu tidak bisa mendapatkan uangmu kembali, maka perputaran modal perusahaan akan sangat sulit, bahkan kamu tidak dapat terus bekerja sama dengan perusahaan lain. Dalam jangka panjang, seluruh perusahaan akan terseret sampai mati."

Setelah mengatakan begitu banyak, semuanya bukankah sama dengan omong kosong, Presdir Cheng pun dengan dingin merespon, "Sudah dua menit."

Finola melanjutkan: "Pihak itu tiba-tiba menjual semua sahamnya karena kekurangan uang, dan harga yang ditawarkan kepada mereka cukup tinggi hingga mereka bisa merelakan saham mereka, tetapi jika saat ini ada latar belakang yang kuat, menawarkan harga beli yang cukup membuat orang tersentuh dan membeli 10 persen dari saham masing-masing pihak, situasi yang terbentuk secara alami akan berbalik, dan selama ada ini, juga tidak akan ada lagi yang berani melakukan hal lainnya, dan kasus ini akan segera selesai, semuanya akan senang, dan kerja samanya berakhir bahagia, bukankah bagus?"

Presdir Cheng tiba-tiba menatapnya, dan Finola meneruskan: "Gaoqiao kami, sangat senang untuk melakukan ini, dan kami juga mendukung, untuk melunasi hutang dengan saham."

...

Keesokan harinya, Finola membawa sekretarisnya ke Jiaxing untuk membahas rincian kerja sama.

Dalam perjalanan, sekretaris mendengarkan ceritanya kemarin dan tercengang: "Wakil Jiang, nyalimu ini besar ya? Kamu bagaimana atas nama perusahaan membuat keputusan seperti itu? Kalau perusahaan tidak ingin mencampuri urusan tanah itu, kamu sendiri yang membuat keputusan tanpa izin, maka itu akan menjadi tanggung jawab yang besar!"

Dan dia bisa-bisanya mengatakan kalau dia bisa melunasi hutangnya dengan saham, dari mana asal nyalinya hingga begitu berani mengatakan omong kosong itu!

Finola tersenyum, memegang kemudi di satu tangan, tangan lainnya mengeluarkan ponselnya, membuka log obrolan WeChat, dan menyerahkannya padanya.

Di atasnya hanya ada satu kata.

Tertarik dengan tanah No. 8 di Bund? Aku dapat mengambil setidaknya 20% saham untuk perusahaan, dan jika kamu mau membayar hutang dengan bayaran saham, aku dapat mengambil lebih banyak.

Boleh.

Sekretaris itu tercengang, lalu melihat nama catatan Wechat di atas, hanya ada emoji bintang.

Dia telah bersama Finola selama bertahun-tahun, dan telah mendengar sedikit tentang pemilik wechat dengan logo bintang ini. Meskipun dia tidak tahu identitas sebenarnya, tapi dia tahu kalau orang ini sangat hebat, di Gaoqiao bagian dalam mempunyai power, dan dia juga telah banyak membantu Wakil Jiang. Tak disangka untuk hal sebesar ini, dia juga bisa membuat keputusan dengan satu kata "Boleh" ini.

"Wakil Jiang, siapa dia sebenarnya?"

Finola memarkir mobil di tempat parkir, menghindari dan tidak ingin membicarakan itu, dia hanya mengerjapkan matanya: "Tanpa persetujuan dari orang atas, aku bagaimana mungkin berani membuat keputusan sendiri? Turun, pergi ambil uang kita."

Keduanya kali ini dengan bangga memasuki Jiaxing, wanita di meja depan kali ini telah menerimw perintah untuk membawa mereka menaiki lift, menyambut mereka dengan senyuman.

Pintu lift tertutup, dan Finola melihat iklan bergambar di samping, tidak menyadari kalau pintu lift di depannya terbuka, di sana ada Presdir Cheng yang secara pribadi mengantar beberapa orang turun.

Di antara orang-orang ini, pria di depan melihat wajah Finola yang menyamping, dan matanya menjadi sedikit bergejolak.

Sekretaris di sampingnya juga ikut tercengang: "Presdir Yu, itu..."

Jordy Yu mengangkat tangannya, memberi isyarat padanya untuk diam, dan kemudian mengangguk kepada Presdir Cheng: "Sampai di sini saja."

“Tidak apa-apa, tidak apa-apa.” Presdir Cheng tersenyum dan mengantar mereka sampai ke mobil.

Di kursi belakang, Jordy Yu memejamkan mata dan dengan ringan berkata, "Cari tahu apa yang ingin dia lakukan di Jiaxing."

Sekretaris yang menerima perintah itu langsung menjawab: "Baik."

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

445