Bab 14 Baru Keluar Dari Mulut Serigala Malah Masuk Ke Kandang Harimau

by Odel 10:16,May 03,2022
"Um!"

"eh"

Finola tidak menyangka di kota besar, di jaringan hotel global yang terkenal, dia bisa diculik!

Dia mati-matian mencoba melarikan diri, tetapi setelah pintu lift tertutup, itu menjadi ruang yang sempit dan tertutup. Dirinya dengan cepat ditundukkan oleh mereka, tangannya diikat ke belakang dengan tali rami, mulutnya ditempel dengan pita transparan, membuatnya sama sekali tidak bisa berteriak meminta bantuan.

Dia tidak tahu siapa mereka dan apa yang ingin mereka lakukan. Mereka menekan tombol lift dan kembali ke tempat parkir di lantai -1. Mungkin karena takut staf di ruang CCTV akan melihat kamera di lift dan datang untuk menyelamatkan Finola. Jadi setelah keluar dari lift, mereka segera memasukkan Finola ke dalam van.

Kemudian, mobil itu melesat pergi.

Dengan itu, Finola pun dibawa pergi.

Untuk pertama kalinya menghadapi hal seperti itu, hati Finola kalut dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Setelah melaju beberapa waktu mobil akhirnya berhenti. Seorang pria berbadan kekar menyeretnya keluar dari mobil. Finola melihat kalau itu adalah sebuah pabrik tua yang tak terpakai dan tanpa lampu di sekitarnya.

Dia dilempar ke tanah dengan kasar, membuat matanya terkena debu, kemudian seseorang menarik rambutnya dan mengangkat kepalanya, seorang pria berambut kuning mengunyah permen karet, tersenyum dan berkata padanya, "Wanita kecil ini cukup menarik. Kamu ini ya, paras cantik bukannya baik-baik diam di tempatmu, mengapa kamu malah datang memutus aliran uang orang lain?"

Pria berambut kuning memandang Finola, dari muka ke tubuh, matanya sudah benar-benar lurus: "Kak, untuk apa bicara omong kosong dengannya? Orang sana sudah bilang dan menyuruh kita memberinya pelajaran yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidup, biar dia ke depannya tidak berani lagi sok ide memberikan orang saran atau apapun itu!"

Mendengar itu pria berambut kuning pun berkata: "Untuk apa terburu-buru? Pabrik ini juga sangat terpencil, dan ini sudah malam. Tidak akan ada orang yang datang. Kita bisa menikmatinya secara perlahan."

Sangat jelas, mereka melakukan ini karena diperintah orang lain dan ingin memperkosanya!

Dalam hati Finola jelas panik: "Wu! Wuu!" Apa yang kalian inginkan? Uang? Aku akan memberikannya! Selama kalian mau membiarkan aku pergi, aku akan memberikan uang sebanyak yang kalian inginkan!

Pada saat yang sama, dalam otaknya berputar cepat. Ini adalah pertama kalinya dia datang ke Kota Ning, siapa yang dia singgung hingga memperlakukannya seperti ini? Apa yang mereka barusan katakan? Memutus aliran uang orang? Memberi orang saran?

Kapan dia memutus aliran uang orang lain? Kapan dia memberi orang lain saran?

Tunggu...Mungkinkah itu tentang persengketaan tanah Jiaxing? Oh ya? Membeli saham itu, dan pengadilan telah memutuskan kalau kontrak itu tidak sah, dan mereka mengajukan banding kedua?

Jika Jiaxing dan Gaoqiao menandatangani kontrak, maka dia memang bisa dikatakan memutus aliran uang orang lainnya, tetapi bukan kah kontrak itu tidak jadi ditandatangani!

"Wuwu!" Kepala Finola menabrak pria berambut kuning dan bangkit untuk berlari, tetapi sebelum dia bisa berlari dua langkah, dia langsung ditampar oleh pria kekar lainnya dan jatuh kembali ke tanah.

Pria berambut kuning itu meludahkan permen karetnya: "Pergi dan siapkan kamera, arahkan ke wajahnya, dengan adanya video ini, wanita kecil ini tidak akan berani melapor polisi."

Pria berambut merah kemudian menambahkan: "Ya benar, benar, memang cuma kakak tertua yang bisa memikirkan ini, dan ke depannya kita juga dapat menggunakan video ini untuk memaksanya melayani kita!"

"Hahaha!"

Tawa liar mereka bergema di pabrik, dan keputusasaan di hati Finola semakin kuat.

Pria berambut merah menepuk wajahnya: "Kalau mau menyalahkan, salahkan dirimu sendiri karena sudah sok pintar. Tanah itu awalnya sudah dimiliki oleh Tuan Wang. Diberikan beberapa waktu lagi, mungkin Jiaxing pun akan menjadi milik Tuan Wang. Tapi kamu bagus, merusak perhitungan Tuan Wang."

Ternyata benar!

"Coba lah kamu pikir untuk apa kamu melakukan itu? Kalau kamu menghasilkan uang, uang itu juga akan menjadi milik perusahaan, untuk apa bekerja begitu keras? Kami malam ini akan memberimu pelajaran, ke depannya jangan pernah lagi ikut campur dalam bisnis orang lain."

Finola menggelengkan kepalanya kuat-kuat: "Wu! Wu!" Kalau kalian berani menyentuhku, tidak peduli apa yang kamera rekam, aku tetap akan melapor pada polisi! Aku tidak akan membiarkan kalian pergi begitu saja! Keluarga Yu juga tidak akan pernah melepaskan kalian!

Memikirkan Jordy Yu, matanya memerah. Dia saat ini mungkin sedang menemani Karina Bai dan putranya, dia bagaimana mungkin tahu apa yang terjadi padanya saat ini?

Bahkan sekalipun dia tahu, apakah dia akan peduli?

“Sekarang baru memohon belas kasihan, sudah terlambat.” Pria berambut kuning tertawa lebar.

Tapi ketika dia tertawa, tawanya tiba-tiba berhenti. Finola yang menatapnya dengan mata merah, kini berhenti menangis dan menatapnya dengan sangat tajam bahkan agak galak, seperti serigala betina garang yang didorong ke situasi yang mencekam dan hendak melawan.

Entah kenapa, dia sedikit kecut.

Setelah menyadari hal ini, pria berambut kuning itu jadi semakin marah, dan menamparnya: "Apa yang kamu lihat! Kalau kamu melihat seperti itu lagi akan ku cungkil matamu!"

Tamparan ini membuat telinga Finola berdenging, dan dia merasakan darah di mulutnya. Dia bahkan tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan?

Pria berambut kuning itu mengutuk: "Cari selembar kain tutup matanya, mata jalang kecil ini agak menakutkan."

Mata Finolapun diikat dengan kain hitam, dan seluruh dunianya menjadi gelap.

"Kak, kamu duluan, aku yang kedua!"

"Hehe, baik!"

Ada orang yang melompat ke atas Finola dan merobek pakaiannya. Kedua kaki Finola reflek menendang orang itu, menolak untuk membiarkan niat mereka berhasil. Pria itu pun kesal dan langsung memberinya tamparan: "Sudah mau mati masih berani melawan!"

Finola yang ditampar lagi tercengang, hanya tubuhnya masih tanpa sadar bergerak untuk melawan.

Dalam telinganya, dia seperti mendengar seseorang berkata, "Kak, sepertinya ada yang datang!"

"Siapa yang bisa datang ke tempat tak berpenghuni ini, pergi keluar lihat."

Setelah beberapa saat, orang yang menekannya juga bangkit.

Dia tidak bisa melihat ataupun mendengar, apakah ada orang yang datang menyelamatkannya? Benar ada orang yang datang menyelamatkannya?

Dia mencoba untuk bangun, terhuyung-huyung, tidak tahu apa tersandung apa, tubuhnya jatuh ke depan lagi.

Dia pikir dia akan jatuh ke tanah berdebu itu lagi, tetapi tidak disangka ada seseorang yang menangkapnya, dan orang itu langsung memeluknya.

Apakah dia yang menyelamatkannya? Siapa dia?

Yang anehnya orang ini tidak bermaksud untuk melepaskannya, terus berjalan dengan memeluk dan menggendongnya dalam pelukannya, kemudian masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil itu begitu sunyi dan tidak ada yang berbicara.

Tidak tahu berapa lama mobil itu melaju hingga akhirnya berhenti, tubuhnya dibawa turun olehnya, ujung hidungnya mengenai dadanya, dan dia mencium bau yang sangat familiar, baunya seperti…Dia.

Tapi bagaimana mungkin? Dia juga tidak ada di Kota Ning, bagaimana mungkin ini dia?

Apa yang ingin orang ini lakukan? Mengapa masih tidak melepaskannya?

Mungkinkah dia bukan datang m menyelamatkannya? Tapi dia sama dengan para bajingan tadi?

Dia baru saja keluar dari mulut serigala dan sekarang masuk ke sarang harimau?

Tubuh Finola dilempar ke tempat tidur, terpental di kasur yang memantul tinggi, dan ditekan kembali. Kecemasannya tiba-tiba meningkat: "Wuwu!" Siapa kamu? Apa yang ingin kamu lakukan?

Dia menyentuh wajahnya, seolah-olah sedang melihat bekas tamparan orang-orang tadi, dan pada detik berikutnya dia mengalihkan tangannya ke pakaiannya dan merobek pakaiannya.

Finola menendang dengan kedua kakinya, tetapi kakinya tidak hanya berhasil menendang, malah membiarkan orang itu menangkapnya dan membuka kedua kakinya. Ketakutannya saat ini menjadi lebih dalam dari saat dia ditangkap oleh keempat orang itu.

Tapi dia tidak tahu seperti apa penampilannya saat ini.

Kulit putih dan lembut, tetapi matanya tertutup kain hitam. Kedua warna itu membentuk kontras yang ekstrem, dan karena ketakutan, tubuhnya sedikit gemetar, dan dia tidak dapat bergerak di bawah kendali orang itu. Perasaan di bawah kendali penuh ini membuat orang di atasnya semakin ingin menindasnya.

Tubuhnya tidak terluka, yang mengalami luka hanya wajahnya saja, jadi dia tidak perlu sungkan lagi.

"Wuwu!"

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

445