Bab 2 Aku tidak menyukaimu

by Brama aditio 23:01,Jun 16,2020
Pakaian Nofan di seluruh tubuh ini, ditambah lagi tas berwarna hijau militer, beberapa orang mengira bahwa Nofan adalah tukang reparasi Keluarga Chu.

Tetapi tidak disangka, tukang reparasi dimata mereka, adalah tuan muda Keluarga Ye yang mereka tunggu-tunggukan.

“Sialan, kamu kemarilah!”

Setelah bereaksi, pria berpirang langsung berteriak.

Nofan mengerutkan alis, wajahnya berubah menjadi dingin.

“Sialan, aku menyuruhmu kemari, apakah kamu tuli!” Melihat Nofan tidak bergerak, Pria berpirang dengan langsung marah.

Harondi dan pemuda lainnya mengamati Nofan dengan dingin, melihat bagaimana Nofan bereaksi.

Tetapi yang mengejutkan semua orang adalah, Nofan tidak marah, dia hanya menggelengkan kepala, lalu berkata: “Aku tidak tuli.”

“Aku kira orang seperti apa tuan muda keluarga Ye di kota Sinabor, ternyata hanyalah seorang pecundang.” Pria yang mengenakan merek Asmadi menertawakan dengan jahat. Awalnya dia mengira ketika menghadapi situasi seperti ini, Nofan akan marah dan membalasnya dengan kejam.

Tetapi kenyataannya malah, Nofan bahkan tidak berani mengucapkan sepatah kata kejam pun.

“Kembali ke Sinabor, dan aku dapat menganggap tidak ada yang terjadi.” Nofan yang begitu pecundang, Harondi juga tidak tertarik untuk mempermasalahkannya, menindas orang seperti ini, sama dengan memalukan dirinya.

“Mengapa aku harus kembali ke Kota Sinabor?” Nofan bertanya dengan datar.

“Karena orang sepertimu tidak layak bersama dengan Ria.” Harondi berkata dengan dingin.

“Hehe.” Nofan tertawa, lalu menggelengkan kepala dan bertanya balik: “Kamu merasa, aku tidak layak bersama Ria?”

“Tentu saja! Ria ketika berusia 16 tahun adalah wanita tercantik pertama di Kota Haloja, dan ketika berusia 18 tahun mendirikan Perusahaan Surya Prasma, sampai sekarang, Perusahaan Surya Prasma memiliki aset ratusan miliar. Dia berbakat dan cantik, sifatnya juga baik hati, terlihat seperti seorang peri. Lalu, kamu seorang sampah yang diusir keluar dari keluarga, memiliki kualifikasi apa untuk berbanding dengannya!” Harondi berkata dengan bangga, seolah-olah yang melakukan hal-hal ini adalah dirinya.

“Itu saja?” Nofan mengangkat alisnya lalu bertanya. Jika hanya melakukan semua hal-hal ini saja, maka tunangan-nya masih jauh dari yang diharapkan dirinya.

“Apa maksudmu dengan itu saja!” Harondi sedikit marah, pecundang dihadapannya ini bahkan masih berani meragukan dewinya.

“Jika Ria yang kalian katakan hanya bisa melakukan sampai tahap seperti ini, maka kami memang tidak bisa berbanding. Namun, bukan aku yang tidak layak mendapatkannya, tetapi dia, yang tidak layak bersamaku alias Nofan!” Nofan berkata dengan datar.

Sebelumnya, ketika berada di luar negeri, tidak tahu ada berapa banyak putri kerajaan dan artis internasional kelas atas yang mengejarnya, tetapi semua ditolak olehnya.

Sekarang kembali ke China, pandangannya masih tetap sangat pemilih.

Wanita biasa yang hanya tahu berdandan, dia benar-benar tidak menyukai.

Tetapi Harondi dan lainnya mendengar perkataan ini, langsung meledak.

Ria tidak layak bersamamu?

Jika kamu berani mengucapkan pertakaan ini didepan ribuan pria di Kota Haloja, kamu pasti akan diludahi sampai tenggelam oleh orang-orang.

Di Kota Haloja, Ria layak menjadi dewi pertama!

Harondi menghembuskan nafas berat dilubang hidungnya, dia belum pernah berjumpa dengan orang yang begitu arogan. Jika Ria tidak layak bersamamu, maka pengejar Ria alias kami adalah orang seperti apa, penjilat?

“Kak Harondi, aku lihat orang ini idiot.” Pria berpirang juga sangat marah.

“Lebih bersihlah mulutmu.” Nofan melihat Pria berpirang dengan dingin, sebelumnya Pria berpirang memarahinya, dia sudah menahannya, bagaimanapun dia baru kembali dari luar negeri, jika begitu pulang sudah membuat masalah, sedikit bersalah.

Tetapi pertama kali, kedua kali, tidak ada lagi ketiga dan keempat kali!

Asuro, tidak boleh dihina!

“Sialan, aku sudah memberimu muka…….” Pria berpirang terus memaki.

“Piak”

Perkataannya masih belum selesai, dihadapan matanya terlihat sebuah telapak tangan seperti kipas.

“Baam”

Pria berpirang terbang keluar, terhantam di atas Ferrari dekatnya, ada beberapa gigi dengan darah terjatuh di udara.

Melihat setengah wajah Pria berpirang yang membengkak, Harondi dan lainnya terbodoh.

“Apakah kamu tahu siapa yang kamu pukul itu? Apakah kamu ingin mati!” Pria mengenakan merek Asmadi berteriak dengan marah. Ayah pria berpirang itu adalah pemimpin dibelakang Klub Mcrown, adalah orang yang dapat berbuat asal di Kota Haloja. Dulunya ada seseorang membuat onar di Klub Mcrown, keesokan harinya mayatnya tergantung di jam besar alun-alun kota.

“Aku tidak tahu siapa yang kupukuli, tetapi aku tahu, jika kamu ribut lagi, kamu akan mati.” Nofan berkata dengan datar, dia bahkan tidak menggunakan seluruh tenaganya tadi untuk memukul pria berpirang, jika dia benar-benar mengeluarkan seluruh tenaganya, sebuah tamparan ini, kepala Pria berpirang pun akan hilang.

Pria mengenakan merek Asmadi begitu mendengarkan perkataan ini langsung menutup mulut, dia tidak berani mempertaruhkan nyawanya.

Hanya saja, mengapa sampah legenda ini memiliki kekuatan yang begitu mengerikan, sebuah tamparan langsung membuat orang terdampar 2 sampai 3 meter, bahkan para pengawal khusus dirumah pun tidak akan dapat melakukannya kan.

Harondi mengepalkan tangan dengan erat, wajah memucat, “Nofan, apakah kamu tahu apa yang kamu lakukan? Kamu sedang menyatakan perang dengan seluruh Haloja!”

“Kamu dapat mewakili Kota Haloja?”

“Aku…….” Harondi Kesal, meskipun dia sangat terkenal di Kota Haloja, tetapi dia bukanlah yang teratas.

“Jika tidak maka jangan omong kosong, suruh orang yang dapat mewakili Kota Haloja kemari.” Nofan berkata dengan tenang.

“Baik, baik, baik! Nofan, cepat atau lambat kamu akan menyesalinya!” Harondi sangatlah marah, jika bukan karena dari kecil sampai besar dia berkehidupan mewah, tidak pernah berkelahi dengan orang, dia sangat ingin memukul Nofan sampai mati.

“Pergilah, jika tidak pergi, aku akan membuatmu menyesal sekarang.” Nofan tersenyum datar lalu berkata.

Harondi melihat sekilas Nofan dengan kejam, lalu menyeret Pria berpirang yang sudah pingsan masuk kedalam mobil, dan beberapa orang itu pergi dengan suram.

“Kak, orang itu sudah tiba.” Seorang pembantu Keluarga Chu berkata dengan hati-hati kepada seorang gadis anggun yang berdiri disamping jendela.

Gadis anggun ini adalah Ria, wanita cantik pertama di Kota Haloja.

Dia lumayan mirip dengan Serrly Chu yang dijumpai Nofan ketika dibandara sebelumnya. Badannya tinggi, kaki panjang yang indah, wajah kecil, kulit putih, dan rambut hitam panjang yang terurai dipundaknya. Dibandingkan dengan Serrly, tubuhnya terdapat sedikit penampilan melankolis, membuat orang tidak bisa menahan untuk menyayangi dan mencintainya.

Mendengar perkataan pembantu, Ria mengerutkan kening, membuka mulut dengan pelan, berkata: “Biarkan dia masuk.”

Nofan berjumpa dengan Ria diruang tamu Keluarga Chu.

Harus dikatakan, kecantikan Ria melebihi harapan Nofan, dia merasakan sebuah pesona yang berbeda dari wanita ini.

Penampilan luar lemah, tetapi dalam hatinya sangatlah kuat.

Ini adalah perasaan yang Ria berikan kepada Nofan.

Kedua orang duduk berhadapan selama setengah jam, tetapi tidak ada yang berbicara terlebih dahulu.

Sepasang mata indah Ria terus menatapi Nofan, seolah-olah ada sesuatu di wajah Nofan.

Sementara, Nofan menyilangkan kakinya, duduk di sofa dengan santai, mencicipi teh, eskpresi yang tidak peduli, bahkan tidak melihat Ria sama sekali, seolah-olah daya tarik Ria yang dihadapannya tidak sebesar teh didalam cangkir.

Meskipun kesabaran Ria sangat bagus, juga akan dibuat marah oleh Nofan.

Apakah dia menggunakan taktik ketika menangkap seseorang, membiarkannya pergi terlebih dahulu lalu menangkapnya ketika dia tidak waspada? Ria berpikir sambil mengerutkan kening.

“Aku tidak menyukaimu.” Akhirnya, Ria memecahkan suasana hening ini.

Nofan mengangkat kepala, melihat sekilas Ria, lalu berkata dengan datar: “Aku juga.”

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

631