Bab 6 Bersembunyi?

by Brama aditio 23:38,Jun 16,2020
"Kak, ada apa? Apakah kabar tentang orang itu? Apa ia juga dihantam?" Melihat raut wajah Kakaknya yang berubah, Serrly pun segera tertawa dan mendekatinya. Ia tak sabar ingin melihat adegan Nofan yang sedang dihantam.

Dasar tidak tahu diri, masih berangan-angan untuk menikahi kakakku? harus kasih kamu pelajaran.

serrly, bukan."Ria"mengerutkan keningnya, sekarang yang dia perhatikan bukan cara Novan menagih tagihan Nara totendo, melainkan janji dia.

Apakah dia akan menikah dengan sampah ini?

"apa yang terjadi" melihat raut wajah kakak sedikit aneh, Serrly dengan cepat mengambil handphone, dan saat dia melihat hasil transfer, mukanya langsung kusam.


300miliar.........yang transfer perusahaan Nara totendo?

Apakah ia meminta balik uangnya?

Bagaimana...mungkin!

Serrly tidak bisa percaya.

"Kak, orang itu pasti hanya beruntung saja. Mungkin Perusahaan Nara Totendo sedang bersiap mengembalikan uang dan ia hanya kebetulan saja. Kalau tidak, mungkin Perusahaan Nara Totendo salah mengirim uang tersebut. Bagaimanapun, bajingan itu pasti tidak mungkin berhasil. Jangan berfikir terlalu banyak, Kak Ria." Serrly berkata dengan panik.

Ia mengenal kakaknya sendiri dan bisa melakukan apapun yang ia inginkan. Sekarang Nofan meminta uang kembali. Tidak mungkin ia benar-benar harus menikah dengan bajingan itu kan?

"Serrly, kamu masih belum paham dengan Perusahaan Nara Totendo. Apakah kamu sendiri percaya dengan kata-katamu?" Ria menghela nafas dan bertanya.

Seketika Serrly pun terdiam. Perusahaan Nara Totendo adalah perusahaan besar, uang yang masuk tidak mungkin keluar lagi. Bagaimana mungkin bisa mengembalikan uang? Apalagi salah mengirim uang itu adalah hal yang sangat mustahil.

"Lupakan saja."

Ria seperti kepikiran sesuatu. Bisa meminta hutang dan memperoleh seratus miliar dari Perusahaan Nara Totendo dalam waktu yang singkat. Apakah ada kemungkinan kalau Nofan tidak seperti yang mereka kenal?

"Tidak, bagaimana bisa dilupakan begitu saja!" Mendengar kakaknya ada maksud untuk menyerah, Serrly pun semakin panik. "Kak, kamu tidak boleh membuat keputusan begitu mudah. ​​Orang itu pasti menggunakan cara yang licik. Oh iya, ia pasti mengirim dengan uangnya sendiri, mungkin...mungkin..."

Serrly pun tidak bisa lanjut mengarangnya lagi. Jika Nofan memang memiliki uang yang begitu banyak, mengapa ia mengenakan pakaian yang tidak layak?

"Kamu ini!” Ria tersenyum sambil menyentuh mata Serrly yang memerah karena panik, lalu ia berkata, “Kakak memang setuju untuk menikah dengannya, jika ia membayar hutang tersebut. Tetapi kakak tidak berjanji dengannya untuk kapan menikah."

Seketika mata Serrly pun bersinar, "Maksud Kak Ria..."

"Iya, seperti apa yang kamu pikirkan." Ria tersenyum anggun, "Karena ia adalah tunangan kakak, maka ia juga harus menanggung beban yang seharusnya dilakukan sebagai seorang tunangan. "

Karena informasi yang didapatkan sebelumnya salah, ia pun ingin mencari tahu apa saja yang disembunyikan Nofan. Ia percaya akan tidak ada seseorang yang bisa lolos darinya.

Akhirnya Serrly pun tersenyum dan mengangkat ibu jarinya kepada Ria. Ia sudah tahu bahwa kakaknya tidak akan mudah mengalah.

Ringringring.

Nada dering yang menusuk berbunyi, melihat nomor telepon yang mengubunginya, Ria pun segera mengangkat panggilan.

"Apakah ini Bu Ria? Mohon Anda segera datang ke perusahaan, laboratorium kita telah dirampas. B-borda, demi menjaga data perusahaan, ditusuk banyak kali oleh penjahat!"

Dari seberang sana terdengar suara yang sangat panik, Ria pun segera berdiri dengan wajah yang memucat.

Garcia adalah produk terbaru yang dikembangkan oleh Perusahaan Surya Prasma. Secara teori, Gracia memiliki kualitas yang lebih baik daripada produk perawatan kulit terbaik di pasaran. Hasil keuntungan yang diperoleh Perusahaan Surya Prasma beberapa tahun ini telah digunakan untuk penelitian dan pengembangan. Melihat semua ini sudah mau berhasil, Perusahaan Surya Prasma juga bisa lebih berkembang dengan Garcia. Tak sangka tiba-tiba terjadi masalah di waktu yang tepat ini, sangat mustahil jika ia tidak panik.

"Kak, ada apa?" Serrly bertanya dengan panik.

Ria pun segera memasukkan ponselya dan berlari keluar dengan tasnya. Ia pun menjelaskannya sambil mengganti sepatu, "Terjadi masalah pada kantor, aku pergi dulu."

Serrly belum keburu bertanya kepadanya, apa yang harus dilakukan jika Nofan pulang ,lalu terdengar suara mobil yang menderu dari luar pintu dan meluncur dengan cepat.

"Masalah terus mendatang, semua ini karena Nofan si pembawa sial!” Serrly memasang wajah murungg dan menyalahkan semua kesalahan ini pada Nofan.

Hachiu!

Nofan yang sedang dalam perjalanan pun bersin dengan keras. Ia pun menggosok hidungnya dan melihat sekelilingnya.

Jalan yang sepi sama sekali tidak ada satu pun orang, apalagi taksi.

Ketenaran Perusahaan Nara Totendo memang tertampak jelas.

Namun ia juga tidak buru-buru, lagipula ia sudah meminta kembali hutangnya dan memperoleh seratus miliar. Ria sama sekali tidak dapat mengelaknya. Ia sendiri akan memberi waktu untuk Ria mencernanya, agar tidak muncul masalah lagi.


Hush...

Sebuah mobil Buick hitam melewatinya dengan menggunakan kecepatan yang sangat cepat. Seketika Nofan pun terkejut. Ia melihat pria yang duduk di kursi pengemudi tampak gugup, bahkan ada noda darah di lengan baju kanannya.

B 3560 DNG.

Nofan pun langsung mengingat plat mobil tersebut. Tapi setelah itu, ia tersenyum.

Sini bukanlah Afrika yang penuh perperangan, bukan juga Eropa yang sering terjadi kasus penembakan atau penyerangan teroris. Sini adalah China, negara teraman di seluruh dunia. Bagaimana mungkin terjadi begitu banyak kekacauan. Mungkin orang itu memang sedang dalam keadaan darurat.

Setelah berjalan sebanyak tujuh delapan kilometer, Nofan baru mendapat taksi.

Sepuluh menit kemudian, di bawah tatapan supir taksi yang janggal, Nofan pun berjalan kearah rumah besar. Ia langsung bertemu dengan Serrly yang memasang ekspresi wajah tidak sabar di ruang tamu.

Melihat sekeliling, ia sama sekali tidak menemukan sosok Ria.

"Dimana Kakakmu?” Nofan mengerutkan dahinya, “Jangan bilang karena kalah taruhan, lalu ingin mengingkarinya!"”

Ia paling tidak takut dengan mengingkari janji. Ia berharap Ria lebih baik kabur dari rumahnya, sehingga ia juga dapat memberi penjelasan kepada orang tua itu.

"Kamulah orang yang mengingkarinya!"

Serrly yang sedang khawatir kepada Kakaknya tentu saja tidak mengeluarkan kata-kata yang baik, "Kamu pikir semua orang sama kerennya denganmu? Meninggalkan keluarga sama saja menjadi orang yang tidak berguna."

Nofan mengerutkan dahinya dan tidak mencari masalah dengan Serrly. Ia berkata, "Siapkan makanan untukku. Dan juga bereskan kamar tamu untukku."

"Apa yang ingin kamu lakukan?" Hati Srrly muncul firasat buruk.

"Tentu tinggal disini."

Nofan berkata dengan sebagaimana mestinya, "Kakakmu kalah taruhan, maka ia akan menjadi istriku. Tidak tinggal disini, dimana aku harus tinggal?"

Serrly sangat marah, matanya berapi dan ia hampir menghancurkan giginya, lalu berkata dengan cuek, "Pergilah! Kamu tidak disambut di sini!"

"Kamu tidak dianggap disini!"

Nofan mengangkat bahunya pelan, "Kamu tidak ingin menunjuk arahnya kepadaku, maka aku akan mencari kamar sendiri untuk kutinggali."

"Dasar tidak tahu malu!"

Serrly tidak bisa menahannya lagi, lalu berterikak keras, "Alonso, usir ia dari sini!"

Awalnya karena peringatan Kak Ria, ia siap untuk bersabar. Tak sangka Nofan begitu tidak tahu malu.

Huala.

Seketika tiga pengawal lari masuk ke dalam. Diantaranya yang paling tinggi dan kokoh memberi salam pada Serrly, lalu memanggilnya 'Kak Serrly'.

Nofan menyipitkan matanya dan melihat ke arah ketiga orang yang lari masuk ke dalam. Difikir-fikir juga benar, bagaimana mungkin Keluarga Chu membiarkan kedua wanita ini tinggal berdua tanpa pengawal

"Silahkan, Pak."

Alonso berjalan ke hadapan Nofan dan melihatnya dengan tatapan sombong. Seketika rasa jijik melintas di matanya.

"Kamu yakin?” Nofan tersenyum tipis. Alonso yang berada dihadapannya memang lebih kuat dari para pecundang Perusahaan Nara Totendo sebelumnya. Tetapi orang yang se-jago pun tetaplah sampah.

Nofan yang acuh tak acuh membuat kedua mata Alonso memerah. Dasar bajingan, berani-beraninya kamu berlagak dihadapanku. Sepertinya kamu ingin mencari mati.

"Cepat keluarkan ia!” Serrly dengan marah berkata. Ia sedetik pun tidak ingin bersama dengan Nofan.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

628