Bab 8 Membujuk

by Brama aditio 23:40,Jun 16,2020
"Pak Jorge, bagaimana dengan keadaan sekarang? Kapan kasus ini bisa diselesaikan?"

Ria menemukan polisi yang bertanggung jawab atas kasus ini dan langsung bertanya.

Tiga ratus miliar hanya bisa menenangkan bagian internal Perusahaan Surya Prasma. Sedangkan masalah ini tetap ada dan yang terpenting adalah data penelitian Garcia. Saat ini, ia harus segera mengetahui berapa banyak data yang hilang dan apakah ada kemungkinan untuk dipulihkan kembali.

"Bu Ria."

Jorge melihati wanita cantik didepannya, tatapan mata yang sekilas menunjukkan terpesona. Setelah mengetahui situasi, akhirnya ia pun memberitahu kesimpulannya. "Bu Ria, menurut tebakan awal, seharusnya orang kalian sendiri yang ingin mencuri data tersebut, lalu ditemukan oleh korban, sehingga terjadilah konflik. Karena itu terjadinya kasus pembunuhan."

"Bagian dalam?" Ria mengerutkan dahinya.

"Tidak ada tanda-tanda pencurian di sekitarnya. Satu-satu yang dapat dijelaskan adalah pelaku tersebut sangat kenal dengan lingkungan laboratorium kalian.” Meskipun Jorge masih menebak, tetapi dari suaranya terdengar sangat yakin.


Ia sudah pernah menangani cukup banyak kasus semacam ini. Pada dasarnya, semua masalah ini disebabkan oleh orang bagian dalam.

"Terima kasih, kita pasti akan bekerja sama dengan Anda dalam penyelidikan kasus ini. Semoga kasus ini dapat diselesaikan secepat mungkin dan memberi kita jawaban." Ria berkata dengan serius.

Sekarang satu-satunya yang bisa ia andalkan hanyalah polisi yang berada dihadapannya. Semoga ia dapat segera menyelesaikan kasus ini dan menemukan kembali data yang hilang.

”Ini adalah kewajiban kita." Jorge membalasnya. Setelah berfikir-fikir, ia pun memanggil Ria yang telah bersiap untuk pergi, "Bu Ria, Anda juga bisa ingat kembali ada pesaing apa saja yang berkaitan dengan perusahaan kalian."

"Aku mengerti, terima kasih.” Ria berterima kasih lagi. Hatinya bagaikan cermin, ia tahu perusahaan yang sedang mengganggunya pasti adalah Perusahaan Elmani.

Bisnis utama Perusahaan Surya Prasma Internasional adalah penjualan kosmetik. Tetapi perusahaan kosmetik bermerek besar yang laris hanya ada beberapa itu saja. Demi hak penjualan, Perusahaan Surya Prasma juga sering bermasalah dengan Perusahaan Elmani. Ini juga merupakan salah satu alasan mengapa Ria harus berusaha keras dalam pengembangan Garcia. Hanya dengan adanya teknologi inti, maka tidak akan ada yang menjebaknya lagi.


Kemudian Ria pun tiba di Biro Keamanan Masyarakat untuk lanjut mencari tahu situasinya dan menenangkan keluarga Borda. Setelah menyelesaikan serangkaian masalah dan kembali ke rumah, waktu sudah pukul dua pagi.

"Bagaimana dengan keadaannya, Kak?"

Ria baru saja memasuki ruang tamu, Serrly yang belum tertidur pun datang dan membawakannya segelas air.

Ria mengambil gelas dan terduduk di sofa dengan lelah. Wajahnya menunjukkan kelelahan. Dan juga hanya dihadapan adiknya sendiri, ia baru bisa melepaskan tingkat kewaspadaannya dan menyampaikan perasaan yang nyata.


"Serrly, sepertinya kali ini perusahaan kakak benar-benar tidak ada jalan keluar.” Ria memejamkan matanya, ucapannya terdengar penuh dengan kelelahan.

Sebulan lagi adalah hari dimana jatuh tempo hak kuasa Perusahaan Surya Prasma. Karena keberhasilan Garcia sudah berada dalam jangkauan, ditambah dengan dana perusahaan yang tidak cukup, awalnya perusahaan memang tidak mendapatkan hak kuasa.


Tanpa hak kuasa, sekarang Garcia juga terasa sangat jauh. Dana sebanyak seratus miliar juga hanya bisa membuat Perusahaan Surya Prasma beroperasi selama tiga bulan.

Perusahaan Elmani pasti akan mengumpulkan semua kekuasaannya untuk melawan Perusahaan Surya Prasma dan membuatnya jatuh ke titik terendah.

”Kak, kamu tidak boleh berkecil hati!” Serrly pun cemas, “Kamu telah mendirikan Perusahaan Surya Prasma dengan susah payah, apakah kamu merelakannya jatuh? Dengan kondisimu saat ini, jika Perusahaan Surya Prasma hilang, kamu hanya bisa menerima rencana dari rumah! "

Ria pun menghela nafas. Apa yang bisa ia lakukan meskipun tidak rela? Tidak bisa mendapatkan hak kuasa dan mendapat serangan dari Perusahaan Elmani, ia sungguh tidak percaya diri untuk mengubah kekalahan menjadi kemenangan.

"Kak, apakah tidak ada cara lain lagi?” Serrly tidak rela. Hanya ia yang mengetahui, betapa banyak upaya yang telah dilakukan oleh kakaknya untuk menjauhkan diri dari keluarga. Bekerja lembur siang dan malam, mengikat hati orang-orang, lalu mengumpulkan dana. Setiap prestasi yang bersinar di Perusahaan Surya Prasma pasti terdapat usahanya.

” Ria tersenyum pahit, "Kecuali bisa merebut kembali data penelitian Garcia, lalu melakukan investasi pada produksi dan penjualan Garcia dalam waktu satu bulan lagi."

Dengan begini, Perusahaan Surya Prasma tidak hanya hidup kembali, tetapi juga akan menjadi salah satu perusahaan besar.

Namun itu sangat mustahil.

Menemukan kembali data penelitian Garcia, lalu harus ditingkatkan dan disempurnakan lagi. Namun, saat ini Borda sebagai ketua penelitian telah terbunuh. Ingin menyempurnakan penelitian ini tidak begitu mudah. Bahkan jika semua ini telah selesai diperiksa, produk Garcia masih harus mendapatkan perizinan dari Badan Pengawan Obat dan Makanan. Hingga terakhir, Garcia baru bis diproduksi dan dijual.

Jangan bilang satu bulan, satu tahun saja juga susah dilakukan.

”Mungkin..." Tatapan mata Serrly berubah menjadi licik sambil mendorong Ria, "Kak, mungkin ada seseorang yang bisa melakukannya."

”Jangan bercanda lagi," Ria senyum dengan terpaksa, "Sudah kamu tidak perlu menghibur kakak. Besok adalah hari pertama kamu kuliah, nikmatilah kehidupan kampusmu."

Serrly yang keras kepala pun menggelengkan kepalanya dan mengulangi apa yang tadi Alonso katakan, "Kak, aku rasa Alonso tidak berbohong. Kalau tidak, bagaimana mungkin ia bisa mendapatkan kembali hutang kepada Perusahaan Nara Totendo."

Ria pun terduduk dan menanggapinya dengan sedikit serius.

Setiap Prajurit Imbatible bukan hanya memiliki kekuatan tempur yang kuat. Dalam bidang IQ, pengetahuan dan lain-lain jugalah yang terbaik. Jika Nofan benar-benar memiliki kemampuan seperti itu...

”Melihat adanya peluang, Serrly pun terus membujuknya, "Kak, bukankah ia memenangkan taruhan sebelumnya? Karena ia sudah menjadi tunangan kakak, maka ia juga seharusnya melakukan sesuatu untukmu."

Ria pun ragu.

”Kak, sekarang orang yang bisa kita andalkan hanyalah ia. Jika berhasil, kita semua akan berbahagia. Jika gagal, kita juga tidak rugi. Lagipula, jika tidak bisa menyelesaikan hal sekecil ini, ia tidak mungkin ada harga diri untuk lanjut mengganggumu."

Apakah Nofan sungguh bisa melakukannya?

Ria sangat bingung. Ia tahu bahwa cara yang diajukan oleh Serrly memang baik. Tetapi pada dasarnya ini adalah memanfaatkan orang. Jika Nofan sungguh berhasil, apa yang ia harus gunakan untuk membayarnya?

"Kak, jangan ragu lagi. Kamu hanya perlu menganggukkan kepala dan aku yang akan menikah dengannya. Hal sekecil ini saja tidak bisa diselesaikan, apa gunanya ia.” Serrly ingin mengambil kesempatan dalam waktu yang tepat.

Ria pun tergoyah. Di satu sisi adalah Perusahaan Surya Prasma yang didirikan oleh dirinya sendiri dengan susah payah. Lalu di sisi lain adalah 'tunangan' yang ia benci. Membuat pilihan itu tidaklah sulit, Ria pun menganggukkan kepalanya pelan.

Serrly merasa sangat senang, "Besok aku akan menikah dengannya."

”Tidak." Ria menggelengkan kepalanya dan berkata dengan serius, "Aku sendiri yang akan menikah dengannya."

Serrly mengeluarkan suara 'oh', tetapi ia tidak tahu bahwa Ria telah membuat keputusan. Jika Nofan benar-benar bisa melakukannya, ia pun akan menikah dengan Nofan, sesungguhnya menikah.

"Cepat pergi istirahat. Kakak ingin menenangkan diri sebentar."

Melihat Serrly yang pergi beristirahat, Ria pun memijat pelipisnya, lalu menyandarkan seluruh tubuhnya di sofa, bagaikan kucing kesepian yang hanya bisa menghangatkan dirinya sendiri dengan tubuhnya.

Entah kapan itu, Ria pun perlahan-lahan tertidur.

Pukul enam pagi.

Nofan yang tertidur pulas tiba-tiba membuka matanya dan terbangun, lalu memakai baju dan langsung melipat selimutnya.

Nofan yang telah selesai merapikan diri pun bersiap untuk pergi lari. Saat melewati ruang tamu, ada yang terlintas di sudut matanya. Langkah kakinya pun tiba-tiba berhenti.

Ia melihat Ria.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

628