Bab 5 300 miliar

by Brama aditio 23:17,Jun 16,2020
Nofan melihat beberapa orang yang mengelilinya, bahkan tidak bergerak sama sekali, senyum disudut mulut Jacky lebih buruk lagi. Orang bodoh ini, apakah sudah dikejutkan sampai terbodoh.

Tetapi pada saat berikutnya, senyum disudut mulutnya terhenti.

Hanya melihat Nofan lompat tinggi, sebuah kaki melayang, menyapu terbang 4 orang. 3 orang yang tersisa masih belum bereaksi, lalu disapu terbang lagi oleh kaki Nofan, lalu terhantam didinding.

Seluruh proses, tidak sampai 3 detik!

Apakah….ini masih seorang manusia?

Jacky tertegun, bahkan ketika rokok ditangannya menyentuh jarinya, dia juga tidak tersadarkan.

Melihat Nofan berjalan ke arahnya, Jacky akhirnya baru tersadarkan.

“Saudara, kesalahpahaman, mari kita berbicara tentang hutang itu perlahan-lahan.” Jacky terburu-buru berkata dengan menurunkan suaranya, kekuatan bertarung pemuda dihadapannya, benar-benar bukanlah manusia.

Nofan tersenyum menghina, lalu berkata: “Bagaimana membicarakannya?”

Bola mata Jacky berputar, lalu terburu-buru berkata: “Kak Nofan, bukan karena aku tidak mau membayar kembali uang kakak ipar, tetapi keuangan perusahaan beberapa minggu ini sudah terlalu menegangkan. Anda jangan khawatir, tunggu setelah beberapa minggu ketika perusahaan beroperasi secara normal, aku pasti akan mengembalikan uang itu kepada Kakak ipar.”

“Bos Jacky, apakah kamu melihatku seperti anak berusia 3 tahun?” Nofan bertanya dengan datar.

Jacky tersenyum pahit, lalu berkata: “Kak Nofan, Anda jangan bercanda lagi…….”

“Begini saja, aku akan memberimu waktu 3 menit, dalam 3 menit, jika kamu mentransfer uang beserta bunganya kepada Ria, aku akan melepaskanmu. Jika kamu melewati 3 menit, dan Ria masih belum menerima uang itu, maka setiap lewat satu menit, aku akan mematahkan sebuah jarimu. Bos Jacky, menurutmu bagaimana dengan usul ini?” Nofan berkata sambil tersenyum.

Melihat senyum iblis Nofan, Jacky gemetaran, raut wajahnya bahkan sangat suram. Memintanya mengeluarkan dua ratus miliar, itu sama dengan meminta nyawanya.

Tetapi, jika tidak mengeluarkan uangnya, dia juga tidak bisa yakin terhadap sifat Nofan.

“Kak Nofan……Anda lebih toleransi lagi, aku benar-benar tidak ada uang sekarang.” Jacky berkata dengan wajah kesusahan.

“2 menit.” Nofan berkata dengan datar.

Melihat Nofan tetap menginginkan uang, mata Jacky terlintas sebuah aura membunuh, mengulurkan tangan kearah laci dimejanya.

Gerakan Jacky tentu saja terlihat oleh Nofan, dia tersenyum bercanda lalu berkata: “Bos Jacky, kamu pikirlah dengan baik. Jika mengeluarkan barang itu, uang yang perlu dikembalikan bukan hanya dua ratus miliar.”

Hati Jacky terkejut, apakah iblis ini tahu bahwa dirinya akan mengambil pistol?

Tetapi kemudian, Jacky menggertakkan giginya, tangannya mengeluarkan pistol dari laci, lalu mengarahkannya ke Nofan.

Sebelumnya, dia tentu saja memiliki kesempatan untuk mengeluarkan pistol, tetapi dia tidak ingin melakukannya. Bagaimanapun, dia dengan tidak mudahnya membersihkan diri, biasanya menyakiti orang bukanlah masalah besar, tetapi jika membunuh orang dengan pistol, maka itu benar-benar adalah hal yang sangat besar.

Tetapi Jacky tidak ada pilihan lain lagi, dua ratus miliar sudah cukup baginya untuk mengambil risiko.

Meskipun mulut hitam pistol tertuju di tengah dahi Nofan, tetapi Nofan bahkan tidak berkedip sedikitpun. Dia tersenyum, lalu berkata “Bos Jacky, apakah kamu akibat dari mengarahkan pistol ke arahku?”

Wajah Jacky terkejut, apakah si bodoh ini tidak takut mati?

“Akibat melumpuhkanmu! Apakah kamu melihat benda ditanganku? Ini adalah pistol! Aku bisa meledakkan kepalamu hanya dengan 1 tembakan sekarang, dan kamu bahkan masih berani berpura-pura hebat.” Jacky langsung bangkit dari kursi, wajah penuh keganasan.

“Kamu berlututlah, lalu mengetukkan kepala 3 kali ke lantai untukku. Dan aku akan mempertimbangkan untuk melepaskanmu.” Ada pistol ditangannya, Jacky langsung arogan, dia harus membiarkan Nofan membayar kembali sepuluh kali lipat penghinaan terhadapnya!

Nofan menyeringai, benar-benar tidak tahu bagaimana orang bodoh ini bisa manjat sampai ke posisi ini.

“1 ketukan, 20 miliar, ditambah lagi bunga 40 miliar, Bos Jacky, nantinya kamu harus membayarku 300 miliar.” Nofan berkata tanpa ekspresi.

“Haha, dasar bodoh, sudah sampai saat seperti ini dan masih berpikir aku akan mengembalikan uang. Anjir, benar-benar tidak tahu bagaimana cara menulis kata mati! Aku beritahumu, aku bukan hanya tidak akan mengembalikan seperser uang pun kepada Ria, setelah kamu mati, aku masih akan membuatnya berlutut kepadaku, menjadi anjing betinaku.” Jacky berkata dengan semangat, seolah-olah sudah melihat adegan Ria berlutut dihadapannya.

“Hhu, cari mati!”

Mata Nofan terlintas sebuah cahaya, dalam sekejap menghilang dari hadapan Jacky.

Pupil mata Jacky langsung menyusut, menembak kearah Nofan.

“Bang”

Tembakan ini terkena dinding.

Pada saat berikutnya, pergelangan tangannya terasa sakit yang mendalam, kemudian seluruh tubuhnya terbang keluar.

“Baam”

Jacky terjatuh dilantai dengan kuat, yang menempati posisi awalnya adalah Nofan!

Mata Jacky melebar, rasa sakit dipergelangan tangannya membuatnya hampir tidak berani mempercayai, bahwa adegan didepan mata ini adalah sebenarnya.

Didunia ini, bahkan ada orang yang bisa menghindari peluru! Dan juga dijumpai oleh dirinya.

“300 miliar, transferlah sendiri.” Nofan menatap dingin Jacky lalu berkata.

Setelah terkejut, mata Jacky terlintas kegilaan. Dia sudah kalah, selama lebih dari puluhan tahun di Kota Haloja, dia dari seorang tunawisma menjadi seorang miliader, tetapi tidak disangka, hari ini terkalahkan dengan seperti ini.

Kalah ditangan seorang pemuda yang baru saja ditemui.

“Aku tidak punya uang, kamu bunuhlah aku, haha…..” Jacky tertawa gila, dia sampai sekarang bahkan tidak mengerti, mengapa dirinya bisa bertemu dengan orang hebat yang bisa menghindari peluru ini.

Nofan tertawa dingin, tanpa berbicara lalu langsung menembak kaki Jacky.

“Ah!”

Rasa sakit yang kuat langsung membuat wajah Jacky memelintir.

“Bang”

Nofan mengangkat tangan dan sebuah tembakan lagi, tanpa mengedipkan matanya.

Darah segar memercik dilantai, dahi Jacky penuh dengan butiran keringat, matanya memerah, penuh dengan garis merah, dia sangat ingin merobek Nofan.

Melihat Jacky menegaskan tidak ingin mengembalikan.

Nofan mengerutkan kening, menutup matanya. Lalu pistol tertuju ke arah Jacky.

Melihat Nofan bahkan memejamkan matanya, sebuah rasa ketakutan dari lubuk hati mengelilingi Jacky.

Iblis ini! Dia benar-benar berani membunuh orang.

“Bang”

Tembakan pertama, mengenai tulang kaki Jacky.

Jacky berteriak kesakitan.

“Bang”

Tembakan kedua, mengenai perut Jacky.

Darah mengalir keluar dari tubuhnya, Jacky merasa dirinya sudah hampir mati.

Dia akhirnya mengerti, mengapa Nofan menutup mata. Iblis ini ingin membuat dirinya mengerti, seperti apa rasa ketakutan yang belum diketahui.

Jacky sudah takut, dia tidak berani menjamin bahwa tembakan Nofan selanjutnya tidak akan jatuh ke bagian tubuhnya yang mematikan.

Karena, dengan mata tertutup, apapun bisa terjadi!

“Aku mengembalikannya!” Tepat ketika Nofan hendak melakukan tembakan ketiga, Jacky akhirnya menyerah.

Nofan membuka mata, Jacky mengeluarkan air mata, ingus, lalu dengan tangan gemetar mengeluarkan ponsel. Dia tidak pernah sedekat ini dengan kematian.

“300 miliar ya, Bos Jacky, jangan lupa.” Nofan tersenyum tipis.

Senyuman ini didalam pandangan Jacky, seperti seorang iblis, meninggalkan efek psikologis yang sulit dihapus dalam seumur hidup.

Dia benci, membenci dirinya mengapa tidak mendengarkan dari awal, bersikeras ingin berurusan dengan Nofan, dan pada akhirnya kehilangan semua asetnya.

Di Villa Keluarga Chu, ponsel Ria tiba-tiba berdering.

Dia mengambil ponsel dengan ragu, lalu ketika dia melihat informasi pengiriman uang, hatinya langsung terkejut.

Dia menggosok matanya, lalu menghitung ada beberapa nol dengan teliti.

Setelah memastikan bahwa dirinya tidak salah, dia merasa kepalanya sedikit pusing.

Dalam waktu kurang dari 1 jam, tunangan tak berguna dirinya itu, sudah menagih hutangnya?

Selain itu masih lebih 100 miliar?

Bagaimana dia bisa melakukannya? Mata indah Ria melebar, lalu berpikir dengan tidak mempercayainya.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

628