Bab 10 Berteknologi Tinggi benar-benar Bisa Melakukan Apapun yang Diinginkan

by Brama aditio 23:41,Jun 16,2020
Nofan bisa melihat tetesan air mata yang melayang di udara, saat Ria berbalik badan dan pergi.

"Daya tahannya terlalu payah."

Ia bergumam sendiri. Nofan pun belum kenyang setelag memakan sarapan dari Ria mereka berdua. Setelah itu, ia kembali ke kamar tamu yang ia tempati dan menyalakan komputer di kamar tamu.

Setelah lebih dari sepuluh detik, komputer pun ternyalakan. Nofan memeriksa menggunakan komputer.

"Benar-benar sampah"

Dengan kedua tangan ditekan bersamaan, Nofan meletakkan tangannya di atas papan tombol. Detik berikutnya, matanya yang tajam langsung melesat keluar, suara ketikan bergema di ruangan itu, lalu garis kode baris demi baris di layar komouter keluar bagai air terjun.

Alasan ia dipanggil sebagai Asuro, karena selama ini ia sendiri yang melakukannya, tanpa tim. Semuanya ditangani oleh ia sendiri.

Tentu, termasuk juga dengan teknologi komputer.

Jika tidak, saat ini teknologi elektronik yang sudah merajalela. Dunia yang sudah dipenuhi dengan televisi sirkuit tertutup dan kamera mini penuh, Nofan mungkin saja sudah bisa dikalahkan.

Setengah jam kemudian, suara ketikan dari papan tombol itu pun berhenti dan komputer kembali dinyalakan kembali lagi.

Ketika layar menyala kembali, tidak ada yang terlihat berbeda dari sebelumnya. Faktanya komputer ini sudah menjadi salah satu benteng terkuat di dunia. Semua celah yang diketahui telah diisi kembali.

"Setidaknya dapat dipakai."

Ia bergumam sendiri. Nofan membuka penjelajah web. Setelah merangkai sebuah skrip, ia pun memasuki sebuah situs web.

Kemudian di layar muncul sebuah halaman web yang gelap dan dipenuhi dengan berbagai dokumen.

Semua dokumen ini dirangkai satu per satu oleh Nofan selama beberapa tahun ini. Semua ini mempunyai fungsi masing-masing.

Nofan mengunduh sebuah dokumen, lalu menutup halaman web dan menghapus jejak.

Setelah itu Nofan pun mulai menjalankan dokumen tersebut.

Sepuluh menit kemudian, Nofan pun memasuki jaringan internal Biro Keamanan Masyarakat Kota Haloja. Ia memperoleh cepat kasus Ria.

”Pengkhianat dalam perusahaan, pesaing, kasus spionase komersial yang umum."

Sudut bibir Nofan terangkat. Tak sangka ia sebagai Asuro yang terkenal di dunia gelap, ternyata melakukan hal rendahan seperti ini.

Tak lama kemudian, video pengawasan kemarin malam di sekitar Perusahaan Surya Prasma International pun muncul.

Setelah sekitar sepuluh menit, Nofan pun menargetkan tersangka.

"Hah?"

Melihat pria paruh baya yang terlihat biasa di layar, Nofan pun merasa sedikit terkejut. Kemarin malam, ia bertemu dengan pria paruh baya ini. Pria itu terlihat panik dengan lengan baju yang bernoda darah dan juga plat mobil B 3560 DNG.

Adanya petunjuk-petunjuk ini, masalah lain pun sudah tak layak disebut bagi Nofan. Seluruh data pengawasan di Kota Haloja sedang dipindahkan secara diam-diam. Tak lama, Nofan pun menjadikan keberadaan Bernard sebagai target.

Sekitar pukul tujuh pagi, terakhir kali Bernard muncul di depan kamera pengintai, ia tidak sendirian, melainkan didampingi oleh dua orang sebelahnya.

Tiga menit kemudian, setelah diselidiki identitasnya, ternyata orang yang mendampingi Bernard adalah pengawal pribadi milik Perusahaan Elmani, Evy Gu.

Terakhir, Nofan pun berhasil menemukan laboratorium milik Perusahaan Elmani. Pertahanan jaringan di laboratorium ini tak layak disebut baginya. Ia pun mengunduh semua data tentang Garcia yang terdapat di laboratorium, lalu menghapus semua data tentang Garcia dari jarak jauh.

Tentu, Nofan juga mengirim berbagai data dan bukti ke Biro Keamanan Masyarakat. Tidak peduli Bernard si pembunuh ini atau Perusahaan Elmani. Otoritas Penegak Hukum pasti akan memberinya hukuman.

Setelah membersihkan semua jejak, Nofan pun bersandar di kursi, lalu dengan bosan membaca data-data tentang Garcia yang tadi ia unduh.

Setelah mengetahui semua sebab dan akibat masalah ini, Nofan pun mengerti kesulitan yang sedang dihadapi oleh Perusahaan Surya Prasma. Tentu mengerti betapa pentingnya Garcia terhadap Perusahaan Surya Prasma.

"Ckck, pemikirannya lumayan bagus. Sayangnya salah di langkah terpenting."

Setelah membaca datanya sekilas, kedua mata Nofan pun bersinar.

Ia harus mengakui bahwa data penelitian ini sungguh luar biasa. Jika ini benar-benar berhasil, Garcia pasti akan membuat semua orang tergila-gila padanya. Tidak hanya wanita saja, tetapi juga dengan pria.

Tidak ada perbedaan antar pria dan wanita dalam hal mencintai kecantikan.

Namun, langkah terpenting dalam data ini terdapat kesalahan. Jika tidak memperbaiki kesalahan ini, jangan bilang membuat produk berhasil yang memenuhi syarat dalam waktu yang singkat, tiga hingga lima tahun saja juga tidak akan ada hasilnya.

Dalam bidang kreativitas dan kreativitas teknologi, Nofan tidak sebanding dengan orang lain. Tetapi adanya data utuh dihadapannya, dengan hanya memperbaiki kesalahan dan mengoptimalkan lagi, ia sangatlah yakin.

Jika ia sekarang pergi menguji IQ-nya, mungkin ada sekelompok orang yang akan terkejut.

Setelah berfikir ulang, Nofan pun berdiri dan berjalan keluar dari kamar, lalu menyuruh pelayan rumah untuk pergi membeli obat.

Mendengar permintaan dari Nofan, pelayannya pun tercengang. Mau tak mau, ia pun menemukan Ria yang sedang merasa sedih.

"Nofan...!"

Ria pun ada rasa ingin membunuh Nofan. Menghadapi tatapan mata pelayan yang ingin bertanya, ia pun dengan tak berdaya berkata, "Pergi beli, lakukan apa pun yang ia suruh."

Ia tidak begitu marah.

Tetapi pelayan itu baru saja pergi, Ria pun naik ke ranjang dan menangis lagi.

Hanya dalam waktu yang singkat, suasana hatinya seperti berjalan bolak-balik dari neraka. Ia tidak ada tempat untuk menceritakan keluhannya. Ia hanya bisa melampiaskannya dengan cara seperti ini.

Setelah menangis selama setengah jam lebih, ia pun melampiaskan semua keluhannya. Ria membersihkan air mata di wajahnya, lalu menatap dirinya sendiri di hadapan cermin dan kembali semangat lagi.

Ia tidak akan mengakui kekalahan! Pantang menyerah!

Garcia sudah tidak ada harapan lagi, kalau begitu dapatkanlah hak kuasa. Perusahaan Surya Prasma Internasional tetaplah Perusahaan Surya Prasma Internasional.

Setelah kepikiran, ia pun segera melakukannya. Ria mengambil ponselnya dan bersiap untuk memberi pemberitahuan pada orang-orang perusahaan, tak peduli menggunakan cara apapun itu, ia harus mendapatkan hak kuasa kuartal berikutnya.

Ia belum melakukan panggilan, malah ada panggilan yang masuk.

Pak Jorge?

Ria mengerutkan dahi dan mengangkat panggilan tersebut.


"Bu Ria, kasus ini terselesaikan. Tersangka Bernard telah berhasil ditangkap..."

Mendengarkan suara dari seberang sana, Ria benar-benar tercengang. Seolah-olah seseorang di padang pasir yang sangat haus, tiba-tiba menemukan oasis. Kepalanya terasa pusing, bahkan kata-kata yang diucapkan Jorge selanjutnya, ia sama sekali tidak mendengarkannya.

Kasus telah terselesaikan, semua krisis ini telah teratasi. Blokade pada perusahaan sudah boleh dicabut. Data penelitian Garcia juga mungkin terselamatkan. Perusahaan Surya Prasma hidup kembali.

"Terima kasih, terima kasih, terima kasih." Ria terus berterima kasih. Baru saja membersihkan wajahnya, air matanya pun mengalir lagi karena bahagia.

Setelah memutuskan panggilan, Ria pun berberes-beres, lalu pergi dari rumah dengan penuh semangat. Pikirannya penuh dengan urusan perusahaan. Sedangkan untuk masalah Nofan, ia sudah melupakannya.

Ria yang penuh semangat meninggalkan rumah, Nofan tentu tahu. Tetapi Nofan juga hanya bergumam sendiri, 'cepat juga kerjanya', lalu menunduk kepala dan lanjut meneliti data.

Setelah mendapatkan semua bahan obat yang ia butuhkan, Nofan pun mulai membuat Garcia yang telah diubah resepnya. Seluruh rumah dipenuhi dengan aroma obat tradisional yang kuat.

Ketika Serrly pulang di malam hari dan membuka pintu, ia langsung mencium aroma yang sangat kuat.

Ia bertanya kepada pelayan itu dan ia tahu bahwa aroma aneh itu dibuat oleh Nofan. Serrly sangat marah dan langsung masuk ke kamar tamu. Ketika ia melihat Nofan yang sedang menumbuk obat-obat tradisional, ia pun langsung mengambil obat-obatnya dan ingin menghancurkannya.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

628