Bab 1 Ternyata Aku Sudah Menikah

by Brandon Li 15:03,Jul 03,2020
Villa elit, daerah pinggiran kota, Yanjing.

Di pusat sebuah vila elit yang tanahnya dipenuhi ratusan bibit tanaman, ada sebuah kamar besi yang sangat kukuh dan tidak dapat dihancurkan. Seluruh kamar terbuat dari besi dan baja dengan kualitas terbaik, bahkan tiang pintu dan jendela kamar itu juga terbuat dari besi dan baja. Ia berdiri tegak di villa yang elegan ini, begitu unik dan berbeda dari yang lain.

Siang hari tiba, ada seorang perempuan cantik yang mempunyai gelar perempuan terkaya di seluruh negeri bernama Christine Liu. Di tangannya sudah tersajikan makanan, ia lalu berjalan perlahan dengan langkah kecil-kecil mendekati kamar besi itu.

Baru saja sampai di depan pintu, terdengar suara berat laki-laki yang muncul di dalam kamar besi: “Taruh saja makanannya di depan pintu!“

Christine Liu pun menghentikan langkahnya dan berkata: “Biarkan aku masuk dan duduk sebentar!“

“Tidak bisa!“ Kata laki-laki yang ada di dalam kamar bersikeras menolak.

Christine Liu tidak putus asa, ia lanjut berkata: “Aku hanya ingin melihatmu. Biarkan aku masuk sebentar saja, lalu aku akan pergi.”

“Kamarku ini terlalu banyak perangkap, kamu bisa terluka kalau masuk ke dalam.“ Suara yang dingin terdengar pelan dari kamar besi.

Christine Liu berkata dengan pasrah: “Anakku, villa kita ini sudah dipasang CCTV di semua tempat, penjagaan juga sangat ketat. Lagipula, kamu dari kecil sudah belajar ilmu bela diri, dari awal sudah memiliki kemampuan yang luar biasa, apakah kamu masih begitu waspada seperti ini?“

Benar, orang yang ada di dalam kamar besi itu adalah Dimas Wu, anak kesayangan Christine Liu yang juga merupakan ahli waris keluarga Wu yang pertama di Tiongkok!

Mendengar perkataan ibunya, Dimas Wu pun berkata pelan: “Di dunia ini ada serangan yang terlihat jelas di depan mata dan ada yang tersembunyi, memiliki rasa waspada dan hati-hati juga tidak ada salahnya.“

Christine Liu berkata tak berdaya: “Memang tidak salah untuk berhati-hati, tetapi sejak kamu telah menjadi penerus takhta keluarga, kamu terus-menerus berada di dalam kamar ini dan tidak pernah keluar. Ibumu ini saja sudah 4 tahun tidak pernah melihatmu, perbuatanmu ini juga sedikit berlebihan, kan?“

Dimas Wu tidak setuju, lalu menjawab: “Ibu, apakah kamu tahu bahwa di luar sana ada banyak orang yang iri, cemburu, bahkan membenciku karena aku menjadi penerus takhta keluarga Wu? Berapa banyak anggota keluarga yang sirik padaku? Aku sekarang ini berada dalam keadaan membahayakan, menurutmu apakah aku bisa tidak waspada?“

Yang paling dipedulikan Dimas Wu adalah nyawanya ini. Dari kecil, ia termotivasi untuk hidup selama mungkin. Oleh karena itu, ia mengubah namanya menjadi ‘Dimas‘ (berasal dari kata hidup emas).

Sebagai ibu Dimas Wu, Christine Liu tentu saja adalah orang yang paling memahami Dimas Wu. Anaknya ini luar biasa cerdas, belajar apa pun sangatlah hebat. Sampai saat ini, ia sudah menjadi pria hebat yang berbakat. Karena dirinya yang terlalu hebat itu, barulah ia bisa diangkat menjadi ahli waris keluarga Wu.

Namun, ia juga mempunyai satu kelemahan, yaitu terlalu hati-hati!

Christine Liu benar-benar tidak berdaya menghadapi anaknya ini. Melihat anaknya yang keras kepala, ia hanya bisa membuang napas, lalu meletakkan makanan yang dibawanya pelan-pelan dan berbalik badan lalu pergi.

Sampai Christine Liu benar-benar menghilang, Dimas Wu barulah mengambil makanan yang ada di pintu luar, menundukkan kepala dan mulai memakannya.

Setelah makan beberapa suap, tiba-tiba raut wajah Dimas Wu berubah.

“Ada racun!“

Menyadari ada hal yang tidak beres, Dimas Wu segera memasukkan tangannya ke dalam tenggorokan dan mencoba memuntahkan makanan keluar.

Hueekkk!!

Darah segar mengalir keluar dari dalam mulut Dimas Wu. Ia pun langsung tersungkur di tanah, ekspresinya membeku dalam ketakutan.

------

3 tahun kemudian, di rumah sakit jiwa, Kota Xiyuan.

Dimas Wu yang tergeletak di ranjang pasien, perlahan-lahan membuka kedua matanya. Ia menatap langit-langit yang ada di atasnya, sama sekali tidak bergerak.

Di tengah-tengah kesunyian, kedua tangan Dimas Wu dikepalkan erat-erat, dari tubuhnya keluar sebuah tenaga yang dahsyat mengalir keluar. Kedua matanya memancarkan sinar kebencian.

Dimas Wu yang selalu berhati-hati dalam hidupnya, tak disangka pada akhirnya terjatuh karena terkena racun.

Semakin membayangkan ini, amarah Dimas Wu semakin meluap.

“Sudah mati belum? Kalau belum mati, ayo ganti baju dan ikut aku keluar dari rumah sakit!”

Tepat di saat Dimas Wu tenggelam dalam dunia masa lalunya, tiba-tiba terdengar suara seorang perempuan. Bersamaan dengan itu, seorang perempuan dengan tubuh tinggi semampai melangkahkan kakinya dan masuk ke kamar pasien.

Perempuan ini bernama Angel Xia, ia adalah perempuan cantik yang ternama di Kota Xiyuan.

Dimas Wu segera melepaskan genggamannya dan mengalihkan pandangannya kepada Angel Xia.

Setelah melihat beberapa detik, Dimas Wu pun bertanya: “Siapa kamu?“

Angel Xia pun menggerutu: “Apakah kamu sekarang bodoh hingga tidak mengenali istrimu sendiri?“

Istri?

Dimas Wu seketika tercengang mendengar ucapan ini, sejak kapan ia mempunyai seorang istri?

Ia berusaha mengingat kembali, tetapi ingatannya ini seperti sangat mengerikan. Semakin ia memikirkan, kepalanya semakin sakit. Dengan menahan sakit, ia mengulurkan tangannya dan memegang dahinya yang terbalut kain kasa.

Angel Xia yang melihat Dimas Wu yang konyol itu, amarahnya semakin membara. Ia mengernyitkan alisnya, lalu mengeluh: “Sungguh aku tidak tahu apa yang dipikirkan kakek, kenapa mengharuskan aku menikahi kamu yang bodoh ini!“

3 tahun sebelumnya, Thomas Xia, kakek Angel Xia, menyerahkan Angel Xia, cucu yang paling disayanginya itu untuk dinikahi Dimas Wu. Setelah itu, Thomas Xia meninggal dunia. Kata-kata terakhirnya sebelum ia meninggal adalah memerintahkan Angel Xia untuk tidak bercerai.

Angel Xia tidak mengerti apa maksud dari kakeknya itu, tetapi ia tetap mengikuti wasiat dari kakeknya itu. Ia tidak bercerai, hanya saja hidupnya sangat menderita.

“Ternyata, aku sudah menikah.“ Gumam Dimas Wu tiba-tiba duduk di ranjang.

Kepingan-kepingan dari memorinya mulai terpasang satu sama lain, membuat Dimas Wu perlahan-lahan teringat kembali. Setelah ia terbangun dari keracunan pada saat itu, ia sudah berada di Kota Xiyuan yang asing ini. Pada saat yang bersamaan, ia telah kehilangan ingatan masa lalunya dan juga kecerdasan serta kekuatannya, seolah dalam waktu semalam, ia berubah dari yang awalnya seorang penerus takhta keluarga pertama yang jenius, kini menjadi seorang bodoh yang tidak memiliki status apa-apa. Sedangkan Angel Xia menikah dengan si bodoh ini. Keduanya sudah hidup bersama selama 3 tahun.

Sampai di sini, semua ingatan Dimas Wu sudah pulih kembali!

“Bangun, ikut denganku!“ Angel Xia benar-benar dibuat mati kutu oleh Dimas Wu. Ia malas untuk berkata apa-apa lagi. Setelah berkata demikian, ia langsung berjalan keluar dari kamar pasien.

Dimas Wu melihat Angel Xia yang pergi, pandangan matanya kacau. Ia tertegun sejenak, lalu menanggalkan baju pasiennya, menggantinya dengan bajunya sendiri, dan pergi mengikuti Angel Xia keluar.

Di pinggir jalan raya, Angel Xia dengan raut wajah yang dingin mengendarai mobil Audi Q3 miliknya dengan kecepatan tinggi.

Dimas Wu duduk di tempat duduk belakang diam tanpa kata.

3 tahun ini, Dimas Wu telah melakukan banyak hal yang tidak bisa dibayangkan. Ia menjadi menantu bodoh yang terkenal di Kota Xiyuan, setiap hari mendapatkan cemooh dan hinaan dari banyak orang.

Karena dirinya, Angel Xia ikut menjadi bahan ejekan penduduk Kota Xiyuan.

Tidak salah jika Angel Xia bersikap buruk padanya.

Dimas Wu mengerti dan juga bersalah padanya.

“Tidak peduli akan bertemu siapa nantinya, jangan berbicara sepatah kata pun. Anggap saja aku memohon padamu, jangan mempermalukan diriku lagi.“ Kata Angel Xia dengan dingin sambil menyetir.

Dimas Wu membungkam mulutnya dan menjawab: “Oh.“

Jam 6 petang, tibalah mereka di villa besar keluarga Xia.

Setelah memarkirkan mobilnya, Felicia Huang, ibu Angel Xia, berjalan kemari, lalu berkata tergesa-gesa kepada Angel Xia: ”Angel, kenapa kamu baru datang? Perjamuan akan segera dimulai.“

Angel Xia turun dari mobil dan menjelaskan: “Aku pergi menjemput Dimas.“

Saat berkata demikian, Dimas Wu sudah turun dari pintu belakang mobil.

Begitu melihat Dimas Wu, keluarlah asap dari kepala Felicia Huang. Ia marah sambil berkata dengan suara keras: “Angel, kenapa kamu membawa si bodoh ini lagi? Kamu ini mau membuatku marah?“

Jika bisa dibilang di dunia ini siapa orang yang paling membenci Dimas Wu, orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Felicia Huang. Sejak Dimas Wu masuk ke dalam keluarga Xia, tidak ada satu hari pun Felicia Huang tidak gelisah. Ia hampir dibuat mati karena terlalu emosi terhadap Dimas Wu, dirinya disiksa hingga serasa menua 10 tahun.

3 tahun ini, Felicia Huang sering mengantar Dimas Wu ke rumah sakit jiwa, tetapi setiap kali selalu dijemput pulang oleh Angel Xia. Kali ini, penyakit Dimas Wu kambuh, ia memukulkan kepalanya ke tembok, membuat tembok rumah itu retak. Felicia Huang awalnya mengira kali ini Dimas Wu bisa berada sementara di rumah sakit jiwa. Tetapi, siapa yang mengira kalau Angel Xia kembali membawanya pulang. Hal ini benar-benar membuat amarah Felicia Huang meledak.

Raut wajah Angel Xia berubah menjadi serius, lalu berkata: “Bagaimanapun juga, ia adalah suamiku. Perjamuan makan malam keluarga Xia, tentu saja harus ada kehadirannya.” Setelah mengatakan demikian, ia pun membawa Dimas Wu masuk ke dalam villa.

Keluarga Xia adalah keluarga terhormat ke-2 di Kota Xiyuan yang terdiri dari banyak anak dan cucu. Di perjamuan kali ini, seluruh anggota keluarga Xia pun berkumpul di villa besar.

Begitu Angel Xia dan Dimas Wu masuk, langsung ada orang yang terkejut dan berkata: “Semuanya cepat lihat, menantu bodoh keluarga Xia sudah datang!“

Bersamaan dengan ini, terdengar suara-suara ejekan yang berdatangan:

“Dimas, dengar-dengar kamu menjadikan rumah ini sebagai tempat pembuangan sampah, sering sekali mengambil sampah lalu dibawa pulang. Ini benar atau tidak?“

“Hahaha, ini masih belum apa-apa, aku malah mendengar kalau dia menggunakan air di dalam kloset untuk mencuci muka!“

“Kalian semua tidak tahu, aku pernah suatu kali melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau ia saling berebut tulang dengan anjing!“

“Kali ini dengar-dengar agak di luar batas kewajaran, ia langsung membenturkan kepalanya ke tembok. Menurut kalian, lain kali saat penyakitnya kambuh, hal apa yang akan ia lakukan?“

Bermacam-macam suara terus bergeming masuk ke telinga. Angel Xia dari awal sudah tahu bahwa beberapa saudara di rumahnya ini paling suka mengejek Dimas Wu. Awalnya ia mengira kalau ia bisa menutup telinganya dan tidak memedulikan suara-suara ini, tetapi kenyataannya malah ia tetap saja sulit menerimanya. Memiliki seorang suami yang bodoh seperti ini selamanya tidak akan pernah membuatnya bisa mendongakkan kepala di depan orang lain.

Tanpa disadari, Angel Xia pun menundukkan kepalanya, lalu melangkahkan kakinya cepat-cepat menuju ke arah kursi yang kosong.

Dimas Wu melihat sekilas Angel Xia yang seolah mengalami kekalahan dan melarikan diri, lalu dengan diam mengikutinya di belakang.

Saat ini, Randy Xia, adik sepupu Angel Xia, tiba-tiba menghadang Dimas Wu dan berkata kepada Angel Xia dengan nada serius: “Dimas Wu tidak boleh makan di sini.“

Randy Xia masih muda dan sukses, ia sangat disayang dan dihargai oleh nyonya besar keluarga Xia. Karena alasan inilah, Randy Xia di dalam keluarga Xia tidak takut apapun dan sangat angkuh. Ia sering memprovokasi yang lainnya untuk menindas Dimas Wu. Di matanya, Dimas Wu adalah seekor binatang yang digunakan untuk bermain dan menghibur dirinya. Ia sama sekali tidak pernah menganggap Dimas Wu sebagai seorang manusia.

Wajah Angel Xia yang dari awal sudah suram, setelah mendengar ucapan Randy Xia, wajahnya semakin suram. Dengan tidak senang hati, ia membalas perkataannya: “Dia adalah suamiku, atas dasar apa dia tidak bisa duduk di sini?“

Randy Xia berkata tegas: “Seorang bodoh yang berebut makanan dengan anjing tidak pantas makan bersama kami!“

Ucapan ini mendapat dukungan dari anggota keluarga Xia lainnya. Semua orang saling bersautan tidak memperbolehkan Dimas Wu duduk.

Meski Angel Xia juga tidak menyukai Dimas Wu, tetapi ia juga tidak bisa menahan emosinya saat orang-orang begitu berani menindas Dimas Wu. Maka, ia menambah volume suaranya dan bersikukuh berkata: “Pernikahanku dan Dimas Wu disepakati sendiri oleh kakek. Ia adalah menantu keluarga Xia, ia berhak ikut dalam perjamuan keluarga.“

Randy Xia tertawa melecehkan, lalu mengejek: “Huh, tak disangka kamu masih melindungi suami yang bodoh ini. Kalau dia mau makan boleh saja, tetapi di sana.“ Setelah berkata demikian, Randy Xia menunjuk ke sudut ruang tamu.

Di sudut itu, ada seekor anjing Samoyed yang sedang makan makanan yang ada di mangkok anjing.

Terlihat jelas bahwa Randy Xia ingin Dimas Wu pergi makan makanan anjing. Hal ini bisa memang bisa dilakukan oleh Dimas Wu, tetapi bagi Angel Xia, hal ini merupakan hinaan yang sudah di luar batas kemanusiaan. Angel Xia marah hingga matanya memerah, ia memaki Randy Xia: “Randy Xia, kamu jangan kelewatan!”

Randy Xia membantah: “Kenapa aku kelewatan? Suami bodohmu ini juga bukannya tidak pernah makan makanan anjing. Jangan salah, makanan anjing keluarga Xia ini adalah ikan dan daging.“

Setelah itu, Randy Xia memanggil Dimas Wu: “Dimas, cepat kemari dan makan, nanti kalau makanannya sudah dihabiskan oleh si anjing, kamu tidak akan mendapat makanan apa-apa lagi.“

Dulunya, yang paling ditakuti Dimas Wu adalah Randy Xia, apa yang disuruh Randy Xia pasti akan dilakukan oleh Dimas Wu. Tetapi, saat ini, Dimas Wu sama sekali tidak bergeming, seolah tidak mendengarkan ucapan Randy Xia.

Randy Xia seketika merasa dipermalukan, ia pun mengangkat tangannya dengan gusar, lalu mengancam Dimas Wu dan berkata: “Aku menyuruhmu ke sana untuk makan, apa kamu dengar? Percaya tidak aku akan menghajarmu habis-habisan?“

Dimas Wu yang dari tadi diam seribu bahasa, tiba-tiba mengeluarkan suara dan berkata dingin: “Pergi!“

Hanya melontarkan satu kata, tetapi penuh dengan wibawa yang tidak biasa!

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1014