Bab 4 Kejadian Keluarga yang Tak Diduga

by Brandon Li 15:03,Jul 03,2020
Keluarga Wu di Kota Yanjiang tidak hanya terkenal di seluruh penjuru negeri, bahkan sampai di seluruh dunia. Industrinya tersebar luar di seluruh muka bumi.

Seorang sanak saudara keluarga Wu dari pihak perempuan pun bisa menduduki peringkat pertama sebagai orang dengan kekayaan terbanyak. Karena itu, begitu melakukan pencarian di Baidu, semua halaman website menjadi penuh akan berita-berita mengenai keluarga Wu.

Hanya saja, berita-berita ini semuanya adalah berita positif yang mengandung puji-pujian kepada keluarga Wu.

Dimas Wu membaca-baca dalam waktu yang sangat lama, barulah ia menemukan sebuah berita yang ditulis 3 tahun yang lalu:

Ahli waris keluarga Wu yang paling rendah hati dan misterius tiba-tiba meninggal, membuat Christine Liu sangat sulit menerima kenyataan pahit ini. Ia akhirnya menyimpan rasa sakit ini hingga meninggal dunia!

Steve Wu, pemimpin keluarga Wu mengumumkan bahwa ia akan menjaga makam anak dan istri tercintanya serta melepas kedudukan sebagai pemimpin keluarga!

Anak Steve Wu dari luar pernikahan, yaitu Kevin Wu, menggantikan posisi ayahnya dan menjadi pemegang kendali yang paling muda dalam sejarah keluarga Wu!

Tidak banyak kata yang ditulis dalam berita ini, tetapi cukup membuat Dimas Wu membutuhkan waktu hingga setengah jam untuk membacanya. Kedua matanya memerah dan mengeluarkan pantulan sinar dari air mata yang berkilauan.

Beberapa lama kemudian, barulah ia berkata dan mengeluarkan suara yang sangat berat: ”Kevin Wu, ternyata kamu pelakunya!“

1 jam kemudian, Dimas Wu menutup komputer, lalu pergi meninggalkan ruang baca buku dan kembali ke kamar untuk tidur.

Jam 12 siang, Dimas Wu terbangun. Semalaman tidak tidur nyenyak membuat mata Dimas Wu masih merah. Ia bangkit berdiri dan mengenakan pakaian, lalu pergi ke toilet untuk mandi. Setelah itu, ia berjalan keluar dari kamar.

Sekeluarnya dari kamar, ia melihat ada banyak makanan yang tersaji di meja. Dimas Wu juga tidak sungkan, ia langsung berjalan ke arah meja makan dan duduk, lalu mengambil sumpit dan mulai makan.

Baru saja ia makan satu suap, Felicia Huang berlari keluar dari dapur, lalu memukul sumpit di tangan Dimas Wu hingga jatuh dan berkata padanya dengan gusar: “Siapa yang suruh kamu makan? Pergi sana!“

Setelah itu, Felicia Huang langsung mengubah nada bicaranya dan berkata ramah kepada pemuda yang sedang duduk di sofa ruang tamu: “Jhony, makanan sudah matang, cepatlah kemari untuk makan.“

Kemudian, seorang laki-laki jantan yang mengenakan jas mahal bangkit berdiri dan berjalan kemari.

Laki-laki ini ialah Jhony Wang, tuan muda keluarga Wang.

Jhony Wang tidak menganggap dirinya adalah orang asing. Begitu ia kemari, ia langsung duduk di kursi ruang makan, mengambil piring yang ada di atas meja dan mulai melahap isi piring tersebut. Setelah makan 2 suap, ia masih sempat memuji Felicia Huang: “Masakan tante benar-benar enak.”

Felicia Huang berkata dengan riang: “Kita ini satu keluarga, kenapa masih panggil tante? Seharusnya panggil saja ibu!”

Jhony Wang berkata dengan nada tersirat: “Bukankah aku dan Angel belum menikah?”

Dari awal hingga akhir, Jhony Wang tidak pernah melihat sekilas ke arah Dimas Wu, seolah Dimas Wu adalah udara yang tak bisa dilihat dengan mata telanjang.

“Segera, segera. Di dunia ini, aku hanya mengakui kamu seorang sebagai menantuku. Asalkan Angel menceraikan si dungu ini, kalian bisa segera menikah.“ Pada saat berbicara, Felicia Huang mengalihkan pandangannya menuju Dimas Wu.

Begitu melihat Dimas Wu yang tampak seperti orang bodoh, darah tingginya pun naik. Ia lalu langsung menepuk pundak Dimas Wu dan memarahinya: “Untuk apa kamu masih terbengong di sini? Pergi dari sini! Mataku perih melihatmu!“

Dimas Wu melirik sekilas Jhony Wang, lalu duduk di sofa ruang tamu tanpa bersuara.

Tak berapa lama kemudian, Angel Xia pulang dari kerja dan sampai di rumah. Begitu melihat Jhony Wang, ia langsung mengerutkan alisnya dan berkata: “Untuk apa kamu datang ke rumahku?“

Tanpa menunggu jawaban Jhony Wang, Felicia Huang bergegas menjelaskan: “Aku yang menyuruh dia datang.“ Sebenarnya, Jhony Wang datang karena kemauannya sendiri, tetapi Felicia Huang memang ingin melindunginya.

Mendengar ucapan Felicia Huang, alis Angel Xia semakin berkerut. Tindakan Felicia Huang ini sama sekali tidak memikirkan Dimas Wu. Meski Dimas Wu adalah seorang yang bodoh, tetapi ia tetap saja merupakan suaminya. Felicia Huang mengajak Jhony Wang ke rumahnya untuk makan di hadapan Dimas Wu, ini saja sudah tidak benar.

Angel Xia mengomeli Felicia Huang dengan tidak senang hati: “Ibu, apa yang kamu lakukan?“

Felicia Huang pun mengalihkan topik pembicaraan dan berkata: “Sudah, sudah, jangan membahas ini, cepat ke sini makan!“ Kemudian, tanpa mendengarkan penjelasan apa-apa lagi, Felicia Huang langsung menarik Angel Xia untuk duduk di sebelah Jhony Wang. Ia memikirkan berbagai macam cara agar pernikahan Jhony Wang dan Angel Xia cepat terselenggara.

Angel Xia melihat Dimas Wu dengan tatapan bersalah, lalu berkata: “Dimas, kamu juga makan di sini!“

Felicia Huang berbohong: “Si dungu itu sudah makan, tidak usah pedulikan dia!“

Setelah Angel Xia duduk, Jhony Wang segera mengeluarkan sebuah kotak hadiah. Ia lalu membukanya, menyerahkannya ke hadapan Angel Xia, dan berkata dengan gagah: “Angel, ini adalah hadiah yang kuberikan untukmu sebagai tanda awal pertemuan kita.“

Di dalam kotak tersebut, ada sebuah jam tangan bermerek yang harganya bisa mencapai lebih dari 20 ribu RMB (sekitar 40 juta rupiah).

Walaupun Angel Xia tidak ada uang untuk membelinya, tetapi ia masih mengenali barang seperti itu. Ia pun tanpa ragu menolaknya dan berkata: “Barang semahal ini, aku tidak bisa menerimanya!“ Ia adalah perempuan yang bisa tergerak hatinya dengan barang-barang seperti ini. Namun, ini adalah barang yang diserahkan oleh Jhony Wang sehingga tidak bisa ia terima.

Mendengar hal itu, Felicia Huang menjadi kesal. Ia langsung mewakili Angel Xia menerima jam tangan itu, lalu berkata dengan antusias: “Ini adalah keinginan hati Jhony Wang, kalau kamu tidak mau, untukku saja.“

Angel Xia berkata tak berdaya: “Ibu, kembalikan itu padanya!”

Felicia Huang menyangkal: “Kenapa aku harus mengembalikan barang yang diberikan menantuku?” Felicia Huang selalu dibutakan matanya oleh uang, barang yang sudah sampai di tangannya, jangan harap bisa diambil lagi!

Angel Xia masih ingin melanjutkan ucapannya, lalu Jhony Wang pun membuka suara dan berkata seenaknya: “Tidak apa-apa, ini cuma barang kecil.“

Angel Xia berkata serius: “Bagimu ini memang tidak ada apa-apanya, tetapi tidak bagiku!“

Jhony Wang menyadari kalau Angel Xia masih menolaknya, ia pun segera menjelaskan: “Angel, aku tahu kamu tidak suka padaku yang dulu tidak rajin bekerja, setiap hari mabuk-mabukan. Karena itu, kamu bisa berkali-kali menolakku. Tetapi, aku sekarang sudah berubah. 3 tahun ini, aku selalu bekerja dengan baik di perusahaan keluarga. Aku sekarang sangatlah giat, jika kamu menikah denganku, aku pasti akan membuatmu menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini.“

“Iya, benar, anak seperti Jhony Wang ini sekarang sudah sangat hebat. Ia jauh lebih hebat 10 kali lipat dibanding seseorang yang dungu!“ Felicia Huang menambahi di sebelah.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Jhony Wang memang sudah berubah. Hal ini juga bisa dirasakan oleh Angel Xia. Jhony Wang tidak sama seperti yang dahulu kala, Jhony Wang yang dulu menyepelekan berbagai macam hal, pemalas, angkuh, dan tidak setia. Baginya, perempuan hanyalah sebuah mainan. Tetapi sekarang, Jhony Wang terlihat jelas menjadi rendah hati, sopan, dan juga berhati besar. Jhony Wang yang seperti ini tidaklah menjengkelkan.

Perlahan-lahan, sikap Angel Xia terhadap Jhony Wang tak lagi begitu dingin. Mereka mulai bercakap-cakap di meja makan.

Dimas Wu yang duduk di sofa benar-benar diasingkan, seakan ketiga orang yang ada di meja makanlah yang termasuk satu keluarga.

Dimas Wu kemarin masih mengira jika Angel Xia memilih untuk bercerai, ia juga bisa menerimanya. Lagipula, ia dan Angel Xia tidak lain tidak bukan hanyalah pasangan suami istri yang tampak dari luar saja. Ia juga karena hilang ingatan, barulah menikah dengan Angel Xia. Tetapi sekarang, melihat Angel Xia dan Jhony Wang berbincang begitu intim, muncul rasa cemburu di dalam hatinya yang membuatnya tidak senang.

Setelah Angel Xia dan yang lainnya selesai makan, di layar televisi ruang tamu, tiba-tiba muncul video Jhony Wang yang sedang diwawancara.

Felicia Huang yang berada di ruang makan, begitu mengenali suara Jhony Wang, ia bergegas kemari.

Melihat Jhony Wang muncul di layar televisi, mata Felicia Huang pun berbinar-binar. Ia berteriak kegirangan: “Jhony, bukankah kamu yang ada di layar televisi ini?”

Sebenarnya, semua ini sudah direncanakan oleh Jhony Wang. Ia sengaja datang ke rumah Angel Xia hari ini, sengaja membuka televisi dan memasukkan videonya di saluran Xiyuan, semuanya demi menunggu saat-saat seperti ini.

Mendengar perkataan Felicia Huang, Jhony Wang bangkit berdiri dan berjalan pelan kemari. Ia melihat televisi, lalu berkata dengan tenang: “Ah, ini, ini adalah wawancara seorang reporter stasiun televisi pada saat aku membicarakan sebuah proyek dengan Changsheng Group kemarin.”

Changsheng Group?

Nama besar ini pun membuat Felicia Huang tercengang, ini adalah perusahaan yang ternama di seluruh negeri yang bergerak di bidang properti. Perusahaan ini sungguh besar dan berkuasa. Yang paling penting adalah perusahaan pusat Changsheng Group ini ada di ibu kota provinsi ini. Jeremy Li, presdir Changsheng Group merupakan orang terkaya yang sudah dikenal namanya di Provinsi Jiangdong.

Mata Felicia Huang sudah sebesar mata sapi, ia pun bertanya kepada Jhony Wang dengan terkejut: “Perusahaan kalian membicarakan proyek dengan Changsheng Group?”

Jhony Wang berpura-pura merendah dan berkata: “Benar, Changsheng Group menyiapkan proyek yang memfokuskan pengembangan Kota Xiyuan. Kali ini, Presdir Li datang sendiri ke Kota Xiyuan untuk memandu pekerjaan, bahkan aku masih sempat berjabat tangan dengan Presdir Li kemarin!“

Bagi keluarga biasa-biasa saja, Jeremy Li merupakan seorang legenda. Jika bisa melihat orang sepertinya dengan mata kepala sendiri saja sudah sangat beruntung. Jeremy Li masih bisa berjabat tangan dengannya, terlihat jelas kalau posisi Jhony Wang di perusahaan sudah tidak perlu diragukan lagi.

Jhony Wang yang sekarang benar-benar membuat Angel Xia tidak bisa menilainya seperti yang dulu lagi.

Tepat di saat ini, di layar televisi muncul bayangan Jeremy Li. Begitu ia terlihat, reporter yang ada di tempat kejadian pun seketika bergerak dan mengarahkan mikrofon ke arahnya untuk diwawancara.

Felicia Huang menatap Jeremy Li yang ada di layar tanpa berkedip, bahkan sampai Angel Xia pun ikut datang dan menyaksikan. Sedangkan Jhony Wang menceritakan peristiwa mengenai Jeremy Li di sebelah mereka. Ia ingin menggunakan Jeremy Li untuk menunjukkan kebolehannya.

Jhony Wang yang sekarang ini penuh dengan keunggulan.

Tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa saat Dimas Wu melihat Jeremy Li di televisi, terlihat pandangan yang berbeda dari sorot matanya.

Saat Jhony Wang mengarang cerita, Dimas Wu mendadak berdiri dan berjalan ke luar dalam diam.

“Kamu mau ke mana?“ Tanya Angel Xia yang melihat Dimas Wu akan pergi.

Dimas Wu menjawab: “Pergi jalan-jalan.“

Sesaat ketika ia membuka pintu dan berjalan keluar, Felicia Huang berteriak ke arah Dimas Wu dengan suara serak: “Jangan lagi kamu memunguti sampah-sampah ke rumah ini!“

Dimas Wu pun pergi, setelah keluar dari gedung, ia pun berjalan ke luar dari perumahan.

Baru saja sampai di depan pintu perumahan, sebuah mobil Cayenne tiba-tiba keluar dari perumahan dan menghalangi jalan Dimas Wu.

Begitu mobil berhenti, Jhony Wang berjalan keluar dari dalam mobil. Ia berdiri di depan Dimas Wu dan berkata dengan sombong: “Dengar-dengar, kamu bisa mengerti ucapan manusia. Kalau begitu aku beri tahu padamu, Angel Xia adalah perempuan milikku, kamu jangan menempelinya terus dan tidak melepaskannya. Nanti, kamu harus menurut dan bercerai dengannya, paham tidak?“

Nada bicara Jhony Wang sangat keras, ia selalu menganggap dirinya adalah tuan raja. Bertahun-tahun lamanya ini, perempuan seperti apa yang ingin ia dapatkan pasti bisa jatuh ke tangannya. Hanya Angel Xia yang tidak bisa ditaklukan, tetapi semakin sulit didapatkan, ia semakin tertantang.

Demi mendapatkan Angel Xia, ia telah berpikir keras. Kejadian selama dua hari ini masuk dalam rencananya. Ia merasa semuanya pada dasarnya sudah berhasil, asalkan Dimas Wu dan Angel Xia bercerai, Angel Xia otomatis akan menjadi miliknya.

“Pergi!“

Dimas Wu tidak menyukai orang seperti Jhony Wang, sangat tidak suka. Ia tidak berkata apa-apa kepada Jhony Wang dan langsung menjawab 1 kata dengan dingin.

Di rumah Angel Xia, Jhony Wang berpura-pura sangat gagah dan berwibawa, tetapi di depan si bodoh Dimas Wu, ia sama sekali tidak perlu berakting. Ia memperlihatkan sifat aslinya, lalu ia menggulung lengan bajunya, mengacungkan jarinya pada hidung Dimas Wu dan mengancamnya dengan nada serius: “Cepatlah kamu mengurus proses perceraian, jika kamu tidak menurut, aku akan mematahkan kakimu supaya kamu menjadi pengemis!“

Bruukkk!!

Baru saja Jhony Wang selesai berkata, Dimas Wu tiba-tiba menendang kakinya keluar.

Hanya dengan satu kaki bisa membuat Jhony Wang yang congkak jatuh ke atas kap mesin mobilnya.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1020