Bab 2 Nasib Baik Menghampirimu

by Brandon Li 15:03,Jul 03,2020
Dimas Wu bodoh yang diam menahan semua cemoohan itu, tiba-tiba meledakkan amarahnya dan memberontak!

Seluruh penonton tercengang!

Semua orang seakan telah ditekan tombol jeda. Ruang tamu yang begitu besar langsung sunyi senyap dan tidak ada suara.

“Kamu menyuruhku pergi?“ Randy Xia adalah orang pertama yang baru merespon. Matanya melotot dan memaki ke arah Dimas Wu.

Yang lainnya juga mulai berbisik-bisik. Semuanya tahu bahwa Randy Xia benar-benar dibuat habis kesabaran dan kali ini Dimas Wu akan mendapat masalah.

Angel Xia tahu jika Randy Xia tidak akan segan-segan untuk main tangan. Ia takut Randy Xia akan menghajar Dimas Wu habis-habisan, karena itu ia segera menarik Dimas Wu dan menjelaskan kepada Randy Xia: “Kepala Dimas terbentur keras, kamu jangan memedulikannya.”

Mana mungkin Randy Xia mau mendengar penjelasan Angel Xia, ia pun berkata dengan amarah yang meluap-luap: “Pergi!”

Angel Xia berkata tidak puas: “Apakah kamu harus membuang tenaga hanya untuk menghadapi seorang yang bodoh?“

Randy Xia berkata dengan suara nyaring: “Memangnya kenapa dengan orang bodoh? Hari ini aku harus memberinya pelajaran!“ Setelah berkata demikian, ia langsung melewati Angel Xia dan berjalan ke arah Dimas Wu.

“Sudah cukup membuat masalahnya?“

Tepat di saat suasana yang tidak bisa dikendalikan lagi itu, muncullah nyonya besar keluarga Xia yang berjalan keluar dari dalam kamar dan mengeluarkan suara yang tegas.

Nyonya Xia adalah pemimpin mutlak di keluarga Xia. Begitu tuan besar keluarga Xia meninggal, semua anggota keluarga Xia menghormati dirinya. Ia sendiri memang berbakat dan memiliki kemampuan, tak ada seorang pun yang berani membantahnya.

Semua orang di ruangan itu, begitu melihat nyonya besar muncul, mereka segera menyembunyikan suara, bahkan Randy Xia yang sombong dan congkak itu pun segera kembali ke tempat duduknya.

Angel Xia juga bergegas membawa Dimas Wu duduk di kursi yang kosong.

Dimas Wu yang sudah kelaparan seharian, melihat di atas meja tersaji makanan yang begitu banyak, ia pun sama sekali tidak sungkan. Ia mengambil sumpit dan mulai memakan dengan lahap, seolah tidak ada peristiwa yang terjadi tadi.

Jika nyonya besar belum duduk, semuanya tidak akan mulai makan, hanya Dimas Wu seorang yang tanpa memedulikan apa-apa makan dengan nikmat di sana.

Banyak orang yang menyorotkan pandangan melecehkan dan tak sudi ke arah Dimas Wu, ada beberapa orang yang sangat ingin mencubitnya. Akan tetapi, nyonya besar malah sama sekali tidak memperhatikan Dimas Wu. Setelah ia duduk di kursi utama, ia pun mengeluarkan suara: “Sudah, sudah, semuanya tidak perlu terlalu takut, makanlah!“

Spontan, keadaan pun berubah menjadi meriah. Semua orang mulai makan dan minum serta berbincang ria.

Felicia Huang yang duduk bersebelahan dengan Dimas Wu, wajahnya memerah. Dengan emosi yang sudah di ujung kepala, ia menyalahkan Angel Xia dan berkata: “Angel, lihatlah, untuk apa kamu membawanya kemari? Bukan hanya membuat malu, ia juga melakukan kesalahan terhadap Randy.“

Angel Xia menjawab dengan tidak sabar: “Ibu, jangan bicara lagi!“

Sampai saat ini, Angel Xia juga menyesal membawa Dimas Wu datang, tetapi ia sudah di sini, mau berkata apa lagi juga tidak ada gunanya.

“Apa yang dikatakan ibumu ini benar, untuk apa kamu membawa kambing congek ke sini?“

“Benar, siapa yang ada selera makan duduk bersama si bodoh ini? Tindakanmu ini bukannya malah berpengaruh terhadap kami?“

“Sungguh sial!“

Beberapa saudara yang duduk berdekatan dengan Dimas Wu saling menyalahkan Angel Xia.

Angel Xia merasa sangat bersalah.

Saat perjamuan sudah berlangsung hingga setengah perjalanan, tiba-tiba nyonya besar bangkit berdiri dan berkata dengan suara keras: “Sekarang, aku akan mengumumkan satu berita baik!“ Meski umur nyonya besar sudah lebih dari 70 tahun, tetapi ia masih sangat tegas, wibawanya tidak pudar, suaranya juga sangat nyaring.

Setiap kali perjamuan keluarga, nyonya besar selalu mempunyai suatu kabar penting yang akan diumumkan. Karena itu, mendengar ucapannya ini, selain Dimas Wu, semua orang lainnya menaruh sumpit, memasang telinga baik-baik, dan tanpa suara mendengarkan nyonya besar berbicara.

Nyonya besar berhenti sejenak, lalu melanjutkan: “Pagi hari ini, Perusahaan Keluarga Wang datang ke tempat kita untuk menawarkan perjodohan. Jhony Wang, tuan muda keluarga Wang, ingin mempersunting gadis di keluarga Xia!“

Melemparkan batu ke dalam air akan menciptakan gelombang dan ombak. Sama halnya dengan ucapan nyonya besar ini, membuat keadaan seketika riuh.

Semua orang terperanjat.

Perlu diketahui bahwa Perusahaan Keluarga Wang merupakan sebuah perusahaan besar yang sangat terkenal di Kota Xiyuan. Keluarga Wang adalah keluarga nomor satu di Kota Xiyuan yang sudah tidak perlu diragukan lagi. Jika bisa masuk menjadi anggota keluarga Wang, itu berarti masuk ke dalam keluarga orang kaya raya.

Para gadis keluarga Xia yang masih belum memiliki pasangan pun sangat bersemangat hingga hampir melompat kegirangan.

Sementara yang lainnya juga sedang berdiskusi ria mengenai siapa sebenarnya yang begitu beruntung bisa mendapatkan hati keluarga Wang.

Terlihat jelas suara yang paling kencang adalah suara Rachel Xia.

Anak cucu di keluarga Xia begitu banyak, tidak sedikit anak perempuan yang masih muda dan cantik. Tetapi, yang paling terkenal ada 3 orang dan mendapat julukan "The Three Gold" di keluarga Xia. Mereka tidak hanya berparas cantik, tetapi juga bertalenta. Ketiga orang tersebut adalah Amanda Xia, Angel Xia, dan Rachel Xia.

Hanya saja, Angel Xia dan Amanda Xia sudah menjadi milik orang. Anggota "The Three Gold" keluarga Xia hanya tersisa Rachel Xia saja yang belum memiliki pasangan.

Karena itu, semua orang menebak kalau orang yang akan menjadi anggota keluarga baru keluarga Wang pasti adalah Rachel Xia. Rachel Xia sendiri juga sudah menggenggam kemenangan di tangannya, wajahnya telah berubah seperti sekuntum bunga. Antusiasnya itu pun dapat dirasakan oleh semua orang tanpa harus dijelaskan dengan kata-kata. Di tengah-tengah suara diskusi orang-orang, Rachel Xia bangkit berdiri dan bertanya kepada nyonya besar dengan penuh percaya diri: “Nenek, apakah orang itu adalah diriku?“

Nyonya besar menggeleng-gelengkan kepalanya.

Ternyata bukan Rachel Xia!

Suasana kembali riuh. Kali ini, semuanya benar-benar tidak paham lagi.

Di saat semua orang saling menebak satu sama lain, nyonya besar tiba-tiba membuka suara: “Tidak usah menebak lagi, orang itu adalah Angel.”

Setelah berkata demikian, nyonya besar melihat ke arah Angel Xia dan berkata sambil tersenyum ceria: “Angel, kamu beruntung sekali.“

Suasana yang tadinya meriah seketika sunyi senyap. Semua orang sangat terkejut, keluarga Wang ternyata menawarkan perjodohan kepada seorang perempuan yang sudah bersuami? Apakah mereka ini sudah kehilangan akal sehat?

Bahkan Angel Xia sendiri tercengang. Ia terdiam 2 detik, lalu segera berdiri dan berkata pada nyonya besar: “Nenek, aku sudah menikah!“

Nyonya besar menyingkirkan senyumnya, lalu berkata dengan raut wajah serius: “Tentu saja aku tahu kamu sudah menikah. 3 tahun yang lalu, kakekmu tidak sadar dan tidak memedulikan nasihat orang, ia bersikeras menikahkanmu dengan seorang laki-laki bodoh. Kamu juga tahu, sejak kamu menikah dengan Dimas Wu, keluarga Xia kita ini telah menerima tidak sedikit cemooh dan kritik, bisnis keluarga pun juga ikut mendapat pengaruh. Fakta membuktikan Dimas Wu adalah bencana bagi keluarga Xia ini. Hari ini, dengan resmi kuumumkan perjanjian pernikahanmu dengan Dimas Wu tidak berlaku lagi. Besok, bawalah Dimas Wu pergi bersamamu ke Biro Urusan Sipil untuk mengurus perceraian.“

Perceraian?

Hati Angel Xia mendadak berdegup kencang. Sudah 3 tahun ia menahan beban terlalu banyak. Sering kali ia ingin bercerai dan membebaskan diri dari Dimas Wu, ia ingin menikmati hidup sebagai orang normal. Akan tetapi, ia pada akhirnya selalu teringat akan kata-kata terakhir kakeknya.

Tanpa keraguan sedikit pun, Angel Xiu segera menjawab nyonya besar: “Aku tidak ingin menentang kehendak kakek!“

Nyonya besar sudah tahu Angel Xia akan berkata seperti ini. Awalnya ia tidak ingin berkata apa-apa, tetapi mau tidak mau ia pun menjelaskan pelan-pelan: “Urusan ini berhubungan dengan nasib keluarga Xia di masa yang akan datang. Arwah kakekmu pun pasti tahu hal ini, ia juga pasti akan memahaminya. Kamu secepatnya bercerai, tunggu sampai hari aku meninggal, aku akan pergi ke bawah untuk menjelaskannya pada kakekmu!“

Ucapan nyonya besar sangat lugas, membuat hati Angel Xiu seakan hancur berkeping-keping. Jika dipikir dengan logika, nyonya besar sudah mengucapkan kata-kata yang menyangkut nasib keluarga Xia ini dan Angel Xia bisa menerima seluruhnya. Ia juga bisa menggunakan kesempatan ini untuk benar-benar lepas dari Dimas Wu. Namun, saat ucapan itu sampai pada perceraian, Angel Xia pun merasa tidak rela.

Hubungan yang mereka bangun selama 3 tahun itu, membuatnya tidak bisa begitu tak berperasaan.

Angel Xia menundukkan kepala dan melihat sekilas Dimas Wu yang masih hanya memedulikan makan, lalu menghela napas dalam-dalam dan berkata: “Aku tidak ingin bercerai.”

Mendengar jawaban ini, semua orang yang ada di sana terkejut. Jhony Wang, pemuda kaya Xiyuan, dibandingkan dengan Dimas Wu yang bodoh itu, benar-benar berbeda 180 derajat, yang satu langit, yang satu tanah. Angel Xia bisa saja langsung keluar dari neraka dan naik ke surga, kesempatan yang sangat langka ini ternyata ditolaknya?

Felicia Huang adalah orang pertama yang tidak tahan lagi. Ia pun berteriak ke arah Angel Xia: “Angel, apakah kamu sudah gila?”

Angel Xia menjawab dengan suara keras: “Aku tidak gila, aku tidak ingin bercerai dan menikah dengan Jhony Wang!“

Nada bicara Angel Xiu ini sangat tegas dan penuh keyakinan.

Jhony Wang sudah tidak asing lagi bagi Angel Xia. Orang ini pernah mengejarnya pada saat ia masih belum memiliki pasangan, tetapi pada saat itu ia sudah menolaknya karena Jhony Wang adalah seorang pemuda kaya yang malas dan tidak mau bekerja keras. Angel Xia tidak suka orang seperti ini. Sekarang mau dirinya bercerai dan menikah dengan orang lain yang tidak ia sukai, ia tidak sanggup melakukannya.

Sikap Angel Xia ini benar-benar membuat orang-orang tidak habis pikir, semuanya saling bertanya-tanya.

Bruukkk!

Nyonya besar memukul meja kuat-kuat, lalu berkata tegas: “Angel Xia, kamu sudah sok dewasa, ya, bahkan ucapan nenek pun tidak kamu dengarkan lagi?“ Biasanya, meskipun nyonya besar tegas dan serius, tetapi ia sangat jarang marah. Kali ini, ia sungguh berang.

Begitu nyonya besar marah, suasana di villa pun mencekam. Semua orang yang hadir tidak berani mengeluarkan suara sedikit pun.

Angel Xia yang terkena ledakan emosi nyonya besar pun gemetaran. Ia sangat menyesal, sangat sedih, sangat menderita.

3 tahun yang lalu, kakek memaksanya menikah dengan seorang dungu. Sekarang, neneklah yang memaksa dirinya bercerai dan menikah dengan pemuda kaya raya. Ia adalah pion yang digerakkan oleh orang di dalam keluarganya, tidak memiliki kebebasan dan hak sama sekali.

Hati Angel Xia benar-benar putus asa. Air mata telah tergenang di matanya. Air mata keputusasaan itu jatuh bercucuran secara perlahan dan mengalir masuk ke dalam hati Dimas Wu.

Dimas Wu sedang terus-menerus makan, dari tampak luarnya terlihat bahwa ia sama sekali tidak peduli dengan semua ini. Tetapi, nyatanya ia mendengarkan semua ucapan dan masuk ke telinganya. Jika Angel Xia setuju untuk bercerai dengannya, ia tidak akan menentang. Lagipula, ia sudah merepotkan Angel Xia selama 3 tahun ini. Angel Xia berhak mengejar kebahagiaan miliknya sendiri. Akan tetapi, Angel Xia tidak menyetujuinya. Di samping itu, Dimas Wu juga bisa merasakan bahwa Angel Xia tidak seluruhnya membenci dirinya. Angel Xia di mana pun selalu melindungi dirinya dan tidak membiarkan dirinya tertindas. Bisa dibilang bahwa di seluruh pelosok Kota Xiyuan ini, hanya Angel Xia lah yang menganggapnya manusia.

Perempuan ini pantas untuk ia lindungi!

Di saat suasana hening tanpa suara, Dimas Wu meletakkan sumpitnya. Ia bangkit berdiri menghadap ke arah orang banyak dan berkata dengan suara nyaring: “Siapapun tidak mempunyai hak untuk memaksanya bercerai!”

Pada saat berbicara, kedua mata Dimas Wu memancarkan sinar terang yang menunjukkan kewibawaannya!

Ia, memandang rendah semua yang hadir di sana!

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1020