Bab 10 Mengejutkan Semua Orang

by Brandon Li 15:04,Jul 03,2020
Terlihat seorang pria yang bersikap seperti pahlawan dan dengan sekejap menolong dirinya, saat itu pula ketakutan yang dirasakan oleh Angel Xia mulai sirna dan muncul rasa senang.

Hanya saja dia merasa sedikit aneh, kenapa pria ini adalah Dimas Wu?

Angel Xia tidak dapat mengalahkan hebatnya efek bir, dan saat itu pula dia merasa mabuknya mulai parah, matanya seolah berhalusinasi melihat orang, dan orang yang dia lihat di depan matanya adalah Dimas Wu, dia benar-benar tidak percaya, dia pun melihat Dimas Wu dengan tatapan kosong dan dengan tanpa tenaga hanya berkata: “Iya.”

“Lepaskan aku, kalau tidak kamu akan mati!” kepala James yang dihantam oleh Dimas Wu membuat James Hu merasa kehilangan separuh nyawanya, botol yang tadinya dia pegang di dalam tangannya pun sudah terjatuh di bawah lantai, kepalanya sakit sekali dan di dalam hatinya tidak berhenti memaki, dia tidak menyangka bahwa Dimas Wu begitu kuat, jadi dia hanya bisa mengancam.

Dimas Wu merasa sangat marah sekali, apa lagi saat baru saja dia masuk, dia melihat adegan James Hu melepaskan tali pinggangnya, dan sekarang melihat Angel Xia yang telah mabuk, tentu saja dia bisa menebak akal busuk yang akan dilakukan si brengsek itu.

Dimas Wu pun tidak dapat menahan amarahnya.

Prakk! Prakk!

Dimas Wu yang masih menjambak James Hu pun kembali menghantam wajahnya dua kali di atas meja.

Sampai-sampai kepala James Hu pun berdarah dan pusing.

Setelah melepaskan rambut James, Dimas pun berkata dengan nada sedih: “Mari kita pulang!”

Kemudian dia pun memapah tubuh Angel Xia yang lemah dan tidak berdaya.

Baru saja keluar dari ruangan, Dimas Wu pun melihat di koridor depannya sudah penuh dengan 20-an petugas keamanan yang terlihat gagah.

Tampak seseorang yang berumur 30-an tahun, tubuhnya mengenakan jas dan tampak elegan, tetapi sebenarnya adalah orang yang kejam, dia adalah manajer Hotel Imperial, Lucas Sun!

Bisa menduduki posisi manajer di hotel berbintang lima, tentu saja tidak akan bisa jika tidak mempunyai keahlian. Dan keahlian Lucas pun tidak perlu diragukan lagi.

“Berani memukul orang di wilayahku dan pergi begitu saja, tidak begitu mudah.” Kata Lucas dengan nada datar.

Mata Dimas Wu sama sekali tidak melihat Lucas, dia hanya mengeluarkan satu kata dengan nada dingin: “Minggir!”

Raut wajah Lucas pun menjadi dingin, dan matanya seolah tidak senang, tamu-tamu yang datang di Hotel Imperial semuanya sangat menghormatinya, tetapi Dimas Wu ini sudah memukul orang, masih pula dengan santai meninggalkan tempat ini, hal itu pun membuat Lucas menjadi marah besar, nada suaranya berubah dan mulai meninggi: “Bocah, sudah memukul orang di wilayahku, jangan harap bisa pergi begitu saja, lebih baik kamu menurut padaku, kalau tidak jangan salahkan aku untuk tidak segan lagi padamu!”

Dimas Wu masih saja berkata dengan nada dingin: “Aku katakan sekali lagi, minggir!”

Lucas Sun tambah emosi, dia pun memaki: “Jahanam!” dia pun berjalan ke arah Dimas Wu.

Prakk!!!

Belum lagi mendekati Dimas, tubuh Lucas pun seperti terbang kembali dan jatuh ke lantai.

Sekelompok petugas keamanan di koridor itu pun seperti tidak melihat bagaimana Dimas Wu menghajar Lucas, yang mereka lihat hanyalah Lucas sudah terjatuh di bawah.

Adegan ini benar-benar misterius sekali.

Semua orang pun terdiam, Lucas Sun biasanya sangat mahir dalam berkelahi, tetapi kenapa sekarang malah menjadi sangat lemah sekali?

“Hei bocah, hebat sekali!” tiba-tiba saja pintu ruangan sebelah terbuka, lalu muncullah seorang lelaki yang mengenakan baju Jas Mao (Sebuah jas yang tertutup dengan empat buah kantung di atasan bagian depan, seperti jas pemimpin komunis) keluar dari ruangan itu.

Pria ini usianya hampir mendekati 50-an, yang bernama Liam Feng.

Di kota Xiyuan, Liam Feng termasuk salah satu orang legendaris, walaupun dia seperti warga pada umumnya, tetapi menjadi dia seseorang yang hebat di kota Xiyuan, bisnisnya mencakup hotel, KTV, klub malam, bar, hartanya yang sangat berlimpah, relasinya juga sangat luas, bawahannya banyak, dan bisa dikatakan dia adalah perwakilan orang kota Xiyuan yang tidak baik dan juga tidak buruk.

Hotel Imperial juga termasuk salah satu bisnisnya.

Malam ini, Liam Feng dan beberapa orang penting di kota Xiyuan makan malam di lantai empat ruang pribadi dan sedang membahas masalah.

Awalnya Dimas Wu memukul orang terdengar sampai ke telinga Liam Feng, karena dia menganggap itu masalah kecil dan tidak perlu dia untuk turun tangan, jadi dia hanya mengira bahwa masalah itu akan cepat selesai, tetapi keributannya terdengar sampai keluar, Liam Feng pun terpaksa keluar dari ruangan.

Begitu pintu dibuka, dia melihat orang kepercayaannya si Lucas Sun sudah terjatuh ke lantai, saat itu dia pun tahu bahwa Dimas Wu adalah orang yang sangat kuat.

“Bos!”

“Bos!”

Begitu Liam Feng keluar, seluruh petugas keamanan di sana pun menundukkan tubuhnya dan memanggil.

Dimas Wu pun menghentikan langkahnya, melihat sekilas ke arah Liam dan berkata: “Jangan ikut campur!”

“Hahaha, Liam, sekarang ketenaranmu sudah luntur ya, sampai-sampai ada orang yang merendahkanmu, pantas saja dia sampai berani ribut di dalam hotel!” saat tadi Liam Feng keluar dari ruang pribadi itu, terlihat juga empat orang pria yang berusia 50-an tahun, serta seorang wanita yang kira-kira berusia 40-an tahun keluar secara bersamaan.

Beberapa orang ini, mereka adalah orang-orang penting yang sangat berpengaruh di kota Xiyuan.

Mendengar kata-kata itu, Liam Feng berkata: “Iya, aku juga sudah bertahun-tahun tidak berkelahi, takutnya anak muda sekarang malah tidak mengenalku.”

Kesuksesan Liam Feng bisa dikatakan berkat kemampuan berkelahinya. Dia berkelahi dengan sangat kuat, sekali pukul saja sudah terasa sangat menyakitkan sekali, dia bisa berkuasa di kota Xiyuan juga semua berkat kekuatannya itu.

Sampai sekarang Liam sudah terkenal sekali, dan dia sudah menjadi bos besar yang ditakuti, jadi dia tidak perlu lagi berkelahi, dan juga kota Xiyuan sekarang sudah tidak ada satu orang pun yang berani mencari masalah di wilayahnya. Tetapi Dimas Wu yang tidak tahu takut itu, bukan hanya terang-terangan memukul orang di dalam hotel, tetapi dia juga mengabaikan Liam Feng, ini berarti dia tidak memberi muka kepada Liam Feng.

Liam pun perlahan berjalan ke depan Dimas, dengan nada dingin berkata: “Bocah, kamu begitu berani apa karena kamu berpikir kamu sudah hebat, hari ini aku akan memberitahumu bahwa di atas langit masih ada langit!”

Setelah berkata seperti itu, Liam pun melepaskan baju Jas Mao (Sebuah jas yang tertutup dengan empat buah kantung di atasan bagian depan, seperti jas pemimpin komunis) yang dipakainya, dan melemparkannya kepada salah satu petugas keamanan di sebelahnya.

Sudah lama sekali Liam Feng tidak berkelahi, dan kebetulan bisa bertemu dengan orang yang tidak otak sepertinya, tentu saja dia ingin merilekskan otot-ototnya sejenak.

Segerombolan petugas keamanan yang berada disana pun merasa sangat senang, karena bisa melihat bosnya berkelahi secara langsung, bisa melihat Liam Feng berkelahi dengan mata kepala sendiri, bagi mereka adalah hal yang sangat beruntung.

Sampai-sampai beberapa orang-orang penting yang keluar dari ruangan itu juga merasa senang.

Tetapi, Dimas Wu tidak bereaksi dan wajahnya tanpa ekspresi.

“Turunkan wanita yang ada di tanganmu itu, aku temani kamu latihan.” Kata Liam Feng dengan tegas.

Dimas Wu berkata dengan datar: “Berkelahi denganmu, tidak perlu.”

Gila, benar-benar gila!

Semua orang yang berada di sana pun berpikir seperti itu.

“Kamu ini benar-benar cari mati!” kata Liam Feng dengan nada yang marah sambil menghempaskan kakinya ke tubuh Dimas.

Dimas Wu yang kedua tangannya sedang memapah Angel Xia, dia pun hanya bisa menggunakan kakinya. Melihat kaki kanan Liam yang terbang ke arahnya, satu kaki Dimas pun menyambutnya ke atas.

Prakk!

Kaki sama kaki pun saling bertabrakan!

Pergelangan kaki Liam seperti menghantam sebuah pelat baja, sampai-sampai membuat Liam mundur beberapa langkah, wajahnya pun terkejut.

Anak muda ini, kekuatannya melebihi perkiraannya.

Suitt!!!

Liam tidak berdiam diri, emosinya seketika meluap-luap dan kembali menghempaskan kakinya kepada Dimas Wu.

Dan kali ini, dia pun tidak lagi memedulikan wanita yang berada dalam tangan Dimas, dia benar-benar memposisikan Dimas sebagai lawannya.

Dimas Wu masih saja bersikap datar, Liam pun terus-terusan memukulnya, tetapi dia hanya menahan dan tidak menyerangnya balik, Liam sangatlah hebat, tetapi Dimas jauh lebih hebat, beberapa kali Liam memukulnya dengan kuat, Dimas pun bisa dengan mudah menghindarinya, dia seperti dewa perang yang tidak ada tandingannya, hanya dengan dua buah kakinya, dia pun bisa menahan seluruh serangan dari Liam Feng.

Seluruh orang yang berada di sana, semuanya pun terdiam tidak bergerak.

Mereka semua terkejut akan kejadian itu.

Walaupun dari raut wajah Dimas Wu tidak tampak, tetapi dalam hatinya, dia sedikit terkejut karena dia tidak menyangka di kota Xiyuan yang sangat kecil ini, masih ada orang seperti Liam Feng yang jago, tetapi bagaimana pun juga dia menghajarnya, bagi Dimas Wu pun hanya sejengkal jari.

Setelah diserang selama dua menit, kesabaran Dimas Wu pun hampir habis, dia tidak ingin lagi membuang-buang waktu, jadi dia pun segera membalas serangannya.

Semuanya melihat Dimas Wu yang dari tadi hanya bertahan, tiba-tiba saja dia pun mulai menyerang, sebuah gerakan menendang berpola melingkar dengan cantik bergerak di udara.

Hanya dengan satu kaki menendang bagian dada Liam Feng.

Prakk!

Saat Liam Feng menerima serangan balasan, ketika itu juga keluarlah banyak darah dari mulutnya, sedangkan tubuhnya pun sudah terbang jatuh ke lantai.

Seluruh orang dibuat terkejut kembali!

Semua orang pun menjadi terdiam, serangan Dimas Wu yang tampak indah itu terlihat seperti gerakan kilat di mata orang-orang, lalu membuat mereka pun seolah tidak percaya, dan lebih hebatnya lagi, wanita itu tidak pernah lepas dari pelukannya dari tadi, dengan kondisi itu dia masih bisa mengeluarkan serangan yang indah dan mematikan.

Dia sebenarnya orang atau dewa!

Segerombolan petugas keamanan pun terkejut bodoh.

“Anak muda ini benar-benar terlalu kuat!” kata hati beberapa orang penting yang berada di sana.

Liam Feng yang terhempas di lantai juga sangat terkejut, karena dalam hidupnya dia tidak pernah bertemu lawan yang sehebat ini, tubuh dan pikirannya pun semuanya diserang habis-habisan, seperti membuatnya bertambah sepuluh tahun.

Dimas Wu pun menundukkan kepalanya dan melihat ke arah Liam Feng yang berada di lantai, dengan nada datar dan memberi peringatan, berkata: “Jangan ganggu aku lagi, karena tidak ada untungnya bagimu.” Setelah itu dia pun berjalan keluar.

Melihat Dimas Wu ingin pergi, dia pun berpikir, dia memang dikalahkan oleh kekuatan Dimas Wu, tetapi, jika hanya dengan dia melepaskan Dimas Wu pergi, sama saja dengan memalukan dirinya sendiri, ke depannya bagaimana dia hidup di kota Xiyuan ini.

Karena itu Liam Feng pun dengan segera berdiri sambil berteriak dengan nada emosi kepada Dimas Wu: “Memangnya kenapa kalau berkelahimu hebat? Sekarang aku yang berkuasa di kota Xiyuan ini, jika menggangguku, maka tidak akan ada ampun!” walaupun kalah dalam jurus, tetapi dia masih mempunyai kekuasaan.

Setelah itu, tangannya menunjuk dan memerintah: “Habiskan dia.”

“Permisi, permisi.” Saat itu pula segerombolan pria yang memakai jas membelah kerumunan dan berjalan dengan cepat.

Yang memimpin mereka adalah Presdir Changsheng Group, Jeremy Li.

Orang-orang penting kota Xiyuan yang berada di sana termasuk Liam Feng, semuanya mengenal Jeremy Li, begitu melihatnya, beberapa orang di antaranya menyambut dan berkata: “Presdir Li, kenapa anda datang kemari?”

Jeremy Li pun mengabaikan orang-orang ini, dia hanya berjalan ke arah Dimas Wu.

Sesampainya di depan Dimas Wu, Jeremy pun menundukkan kepalanya menghormat dan berkata: “Maaf tuan muda ketiga, aku sudah terlambat.”

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1020