Bab 9 Dimas Wu Marah

by Brandon Li 15:04,Jul 03,2020
Komplotan Jhony Wang datang dengan gaya yang garang.

Tetapi Dimas Wu tidak memedulikan mereka, dia pun dengan tenang menerima telepon itu, dan terdengarlah suara Jeremy Li dari ponsel itu.

Mendengar laporan dari Jeremy Li, Dimas Wu pun berkata dengan serius: “Baiklah, Aku sudah tahu.” Setelah itu dia pun memutuskan telepon.

Saat itu Jhony Wang sudah berdiri di depan Dimas Wu, dia menghembuskan asap rokoknya ke wajah Dimas Wu, dengan nada ngejek berkata: “Kamu yang bodoh ini masih bisa menelepon, bagaimana, apakah kamu sudah mencari bantuan? Aku akan memberikanmu waktu untuk mencarinya.”

Jhony Wang tentu saja tidak takut pada Dimas, karena hari ini dia sudah membawa puluhan pengawal.

Dimas Wu sangat kesal dengan Jhony Wang, terutama saat dia tahu bahwa Jhony telah membohongi Angel Xia, Dimas pun ingin sekali memberinya pelajaran, tetapi sekarang dia lebih ingin segera mencari Angel Xia, sehingga dia tidak ingin lagi membuang-buang waktu kepada Jhony, dengan begitu dia pun berkata: “Awas, aku tidak punya waktu bermain-main denganmu!”

Begitu mendengar kalimat ini Jhony Wang seketika emosi dan membuang rokok di hadapannya, dengan kuat berkata: “Awas kepalamu! Kamu sekarang masih saja berpura-pura, sudah kukatakan, jika kamu tidak bercerai dengannya, maka aku akan mematahkan kakimu, hari ini...”

Prakk!

Belum lagi kalimatnya selesai, tiba-tiba saja Dimas Wu melayangkan satu kakinya dan menjatuhkan Jhony Wang ke lantai.

Jhony Wang yang terjatuh di lantai pun menjadi sangat marah besar, semua orang di Kota Xiyuan semuanya menurut kepadanya, selama ini hanya dia yang boleh menindas orang lain, tetapi dia tidak boleh ditindas, dan sekarang si bodoh ini malah sudah memukulnya sebanyak dua kali.

Pukulan pertama kali sangat diingat oleh Jhony dengan jelas, tetapi dia tidak segera membalaskan dendamnya, dia malah melaporkannya terlebih dahulu kepada Angel Xia, yang paling penting baginya adalah menaklukkan Angel Xia terlebih dahulu, karena baginya mendapatkan Angel Xia adalah hal yang paling penting.

Tetapi siapa sangka, rencana yang sudah dia buat sebaik mungkin malah ketahuan oleh orang lain, dan akhirnya rencana itu pun gagal. Karena itulah dengan tidak segan-segan yang pertama kali dia cari adalah Dimas Wu.

Dia juga tidak menyangka, Dimas Wu masih berani memukulnya walaupun dia membawa banyak orang, dia benar-benar sangat marah besar,dan dengan amarah yang kuat dia berteriak: “Habiskan dia!”

Setelah mendengar perintah, beberapa pria perkasa segera berjalan ke arah Dimas Wu dan ingin memukulnya.

Prakk prakk prakk!!!

Tidak sampai setengah detik, belasan pria perkasa itu semuanya terjatuh di lantai.

Dimas Wu terlihat gagah, saat malam hari, kekuatannya pun melebihi dari biasanya.

Satu lawan sepuluh, itu sangatlah mudah.

Jhony Wang yang terduduk di atas lantai pun seketika melupakan amarah dan kesakitannya, sekarang dia malah terkejut seperti orang bodoh, dia melihat dengan mata kepala sendiri Dimas Wu yang mengalahkan belasan orang dalam beberapa detik, adegan ini pun seperti tidak nyata. Dia sudah pernah bertemu dengan orang-orang hebat dan juga mengenal beberapa pelatih-pelatih, tetapi yang bisa menghajar orang seperti Dimas Wu, ini pertama kalinya dia lihat, orang yang tampak profesional seperti ini bagaimana mungkin adalah orang bodoh?

Dan saat Jhony Wang terdiam, Dimas pun berjalan mendekat ke arahnya.

Dimas Wu sama seperti dulu, raut wajahnya tanpa ekspresi, tetapi dari aura tubuhnya bertambah kharisma yang kuat dan misterius layaknya raja iblis, melihat dia semakin mendekat, keberanian Jhony Wang pun menciut, dia sangat panik dan ingin segera kabur, tetapi dia seperti tertahan dan tidak bisa bergerak sama sekali.

“Kamu jangan kemari.” Kata Jhony Wang dengan ketakutan.

Dimas Wu berjalan ke sebelah Jhony Wang seperti seorang raja yang menatap seekor semut, dengan tegas berkata: “Lain kali jangan ganggu istriku.”

Setelah itu, dia kembali menendang Jhony Wang.

Setelah itu, Dimas pun menaiki sebuah taksi, dia berkata kepada supir taksi yang sudah terkejut olehnya itu: “Pergi ke Hotel Imperial.”

......

Hotel Imperial adalah sebuah hotel berbintan lima di Kota Xiyuan, di dalam gedung hotel itu semuanya ada, termasuk restoran, penginapan, dan hiburan.

Di lantai empat adalah restoran dalam ruangan, enam orang duduk mengelilingi di sebuah meja makan besar, dan enam orang ini adalah orang-orang dari perusahaan Starlight (Yang bergerak dalam bidang desain) dan perusahaan Property Greenland.

Perwakilan dari perusahaan Starlight tentu saja adalah Angel Xia, sedangkan perwakilan dari perusahaan Property Greenland adalah manajer perusahaan itu sendiri, yaitu James Hu.

Karena sekarang Angel Xia diganti posisinya menjadi bagian sales, dan targetnya dalam bulan ini harus bisa menembus 20 juta RMB (Sekitar 40 miliar Rupiah), waktunya pun sudah sangat mepet, mencari sebuah perusahaan kecil atau pun klien pribadi, tentu saja tidak bisa menyelesaikan target ini. Jadi mau tidak mau Angel Xia terpaksa harus langsung mencari perusahaan Property besar, hanya saja sekarang perusahaan Starlight sudah tidak terlalu menonjol di kota Xiyuan, sudah setengah hari Angel Xia berlari kesana-kemari dan semua menolaknya, jangankan membahas kontrak, dia saja tidak diberi kesempatan untuk bertatap muka dengan atasan mereka.

Tentu saja tuhan mengasihi orang-orang yang sudah berusaha, dan saat waktu sudah sore, Angel Xia berhasil bertatap muka dengan manajer perusahaan Property Greenland dan bersedia untuk bekerjasama dengannya.

Dan akhirnya, kedua perusahaan itu pun membuat janji temu dan makan lama di hotel Imperial.

James Hu bisa menjadi manajer perusahaan Property Greenland juga tidak mudah, tahun ini dia baru saja memasuki 40 tahun yang sudah menjadi figur seorang paman, wajahnya berminyak, perutnya buncit, dan sorot matanya yang licik, saat makan pun dia terus-menerus memikirkan cara untuk membuat Angel Xia meminum bir.

Angel Xia juga merupakan orang yang cerdas, kali ini dia membahas bisnis juga sengaja membawa asistennya.

Asistennya bernama Ratna Zhang yang merupakan sales profesional, walaupun dia hanyalah seorang perempuan, tetapi untuk masalah minum bir dia juga sangat kuat, walaupun hanya meminum arak putih. Hanya saja mau bagaimana pun hebatnya, tetap saja tidak bisa mengalahkan empat orang dari perusahaan Greenland yang bergiliran minum dengannya.

Setelah minum sampai puas, waktu sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam, masalah kerjasama mereka juga sudah dibahas dengan baik. Dan saat ini asisten Angel Xia, Ratna pun sudah mabuk.

Melihat si penghalang itu sudah tidak kuat lagi, James Hu pun kembali bersemangat, dia segera menuangkan segelas penuh bir untuk Angel Xia, dan kemudian menuangkan ke gelasnya sendiri, lalu berkata: “Jujur saja, aku sangat senang sekali bisa bekerjasama dengan nona Xia, mari kita bersulang segelas, semoga kerjasama kita bisa berjalan dengan lancar!”

Angel Xia pun menolaknya dengan lembut: “Manajer Hu, aku benar-benar tidak bisa minum bir, maafkan aku.”

Raut wajah James Hu pun berubah seperti tidak puas: “Nona Xia, memang perusahaan kami ada beberapa property yang ingin direnovasi, tetapi banyak sekali perusahaan yang bisa aku pilih untuk diajak bekerjasama, dan kali ini aku memilih kerjasama denganmu karena salut padamu, apakah kamu tidak memberi muka padaku?”

Angel Xia dengan berat berkata: “Tetapi aku benar-benar tidak bisa minum bir.”

James Hu pun mengeluh: “Huh, kata-katanya saja yang kerjasama, tetapi satu gelas pun tidak mau minum, sepertinya kamu sudah memandang rendah perusahaan Greenland, kalau begitu, karena nona Xia tidak benar-benar ingin bekerjasama dengan kami, maka kerjasama ini tidak perlu dibahas lagi!”

Mendengar kata-kata itu, Angel Xia pun terkejut. Dia memang tidak bisa minum, tetapi kerjasama kali ini benar-benar sangat penting baginya, jika dia tidak mendapatkan kerjasama ini, maka dia pun akan kehilangan pekerjaannya, dan yang paling penting sekarang perusahaan sedang berada di dalam keuangan yang kritis dan memerlukan sebuah keuntungan besar untuk membalikkan keadaan, jadi kerjasama dengan James Hu tidak bisa tidak jadi.

Setelah ragu beberapa lama, mata Angel Xia pun melihat ke arah gelas kaca yang dipenuhi oleh arak putih, dan akhirnya dia mengambil keputusan mengangkat gelas arak itu, dan dengan rasa berterima kasih berkata: “Terima kasih atas kebaikan hati manajer Hu.”

Setelah itu Angel Xia pun meminumnya hingga habis.

Segelas arak putih turun ke dalam perut, perutnya pun terasa seperti terbakar oleh api, dan kepalanya perlahan-lahan mulai merasa kesakitan, Angel Xia tahu bahwa dirinya perlahan-lahan mabuk, wajahnya pun merah merona.

Angel Xia yang seperti ini pun semakin tampak menawan.

James Hu pun menjadi senang melihatnya, Angel Xia adalah tipe wanita yang dia sukai, dan James Hu adalah seorang buaya darat yang profesional, dalam beberapa tahun ini, tidak tahu berapa banyak wanita yang dia tiduri, dan kali ini alasan kenapa dia ingin bekerjasama dengan Angel Xia, itu karena dia menyukai wanita itu.

Keluarga Xia yang kaya raya sangat dikenal di kota Xiyuan, Angel Xia menikah dengan seorang yang bodoh pun benar-benar memalukan sekali, semua orang juga tahu akan hal itu, James Hu pun merasa sangat kasihan kepada Angel Xia, dan juga dia ingin memiliki janda seperti Angel Xia.

Awalnya James Hu berencana untuk memberikan beberapa gelas bir kepada Angel Xia, tetapi begitu melihatnya meminum satu gelas saja sudah hampir mabuk, dia pun merasa lebih senang karena tidak perlu menghabiskan banyak waktu, dan dia tidak sabar untuk melancarkan aksinya, tangannya pun mengusap tangan Angel Xia dan berkata dengan genit: “Nona Xia, kamu menikah dengan suami yang bodoh, tentu saja hari-harimu dipenuhi oleh penderitaan, terutama saat malam hari, semua perempuan pasti memerlukan pria yang normal”

Belum sempat dia menyentuh tangan Angel Xia, Angel pun dengan respon cepat menyimpan tangannya dan berkata sedikit marah: “Manajer Hu, jangan seperti ini.”

James Hu dengan tatapan serius berkata: “Nona Xia, di dalam dunia pekerjaan ada peraturan untuk saling membantu sesama, aku bersedia untuk memberikanmu kerjasama yang bernilai 20 juta RMB (sekitar 40 miliar rupiah) dan seharusnya kamu juga bersedia membantuku!”

“Aku bukanlah orang seperti itu.” Saat itu Angel Xia pun sudah tidak sadar berkata apa.

Mendapatkan penolakan seperti itu oleh Angel Xia, raut wajah James pun berubah, dia kemudian menatap tiga bawahannya dan mereka semua pun langsung mengerti, satu dari bawahannya membawa Ratna Zhang yang sudah mabuk itu ke luar ruangan, dan kedua lelaki lainnya keluar dari ruang privasi itu dan menunggu di depan pintu.

Dengan cepat pula ruangan yang besar itu hanya tersisa James Hu dan Angel Xia, dan saat itu gelagat rubah dari James pun keluar, dia berkata: “Kalau kamu tidak mau, jangan salahkan aku untuk bersikap kasar padamu.”

Melihat hal itu Angel Xia pun panik, dia sangat ketakutan dan ingin segera kabur dari situ.

Tetapi dia baru minum bir, apa lagi alkohol dalam bir itu sangat tinggi, untuk berdiri saja dia tidak sanggup, kepalanya pun sangat pusing dan berkunang-kunang, dia dengan sikap memohon dan dengan lembut berkata: “Kamu jangan sembarangan, ini sangat melanggar hukum.”

James Hu pun mengabaikan kata-katanya: “Hehe, walaupun hal ini diberitakan keluar, semua pasti akan mengira kamu yang mengoda diriku untuk sebuah bisnis.”

James Hu adalah seekor rubah licik, bagaimana mungkin Angel Xia bisa mengalahkannya.

Begitu kata-katanya selesai, James Hu pun berdiri dan mulai membuka tali pinggangnya.

Angel pun sangat merasa ketakutan dan sangat panik, tetapi dia tidak bisa kabur, dia tidak tahu harus bagaimana, karena saat ini tubuhnya pun sudah tidak bertenaga dan berkunang-kunang seperti tidak ada harapan lagi.

Prakk!

Di waktu yang tepat terdengar suara pintu yang didobrak, dua bawahan James yang berada di luar ruang privat itu pun melayang masuk ke dalam.

Dan kemudian Dimas Wu pun berjalan masuk.

James terdiam seketika, dia tidak mengenal siapa Dimas Wu, tetapi dilihat dari penampilannya, sepertinya dia adalah seorang pelatih, tetapi James Hu juga adalah orang yang berpengalaman di dalam kemasyarakatan, ditambah dengan jabatan sosialnya, jadi dia tidak takut dengan Dimas Wu.

Dia segera mengambil sebuah botor bir, menunjuk ke arah Dimas Wu dan dengan marah berkata: “Kamu tahu tidak aku siapa, berani sekali macam-macam denganku, mau cari mati ya?”

Sorot mata Dimas Wu bagaikan pisau, kakinya berjalan dengan cepat ke samping James Hu, dan belum sempat James merespon, tangan Dimas bagaikan kilat yang sangat cepat pun menjambak rambut James Hu.

Prakk!!!

Dimas yang menjambak rambut James, dengan kuat menghamtamnya ke meja makan.

Lalu Dimas Wu pun bertanya kepada Angel Xia yang berada di sampingnya: “Istriku, kamu tidak kenapa-kenapa kan?”

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1020