Bab 6 Kita Cerai Saja

by Brandon Li 15:03,Jul 03,2020
Jam 1 siang, di villa.

Dimas Wu duduk di sofa lobby, dan Jeremy Li berdiri dengan hormat di hadapannya.

"Katakan, apa hasil penyelidikannya?" Setelah beberapa saat, Dimas Wu berkata dengan suara rendah.

Jeremy Li melaporkan yang sebenarnya: "Menurut penyelidikan, tiga tahun lalu, Tuan Thomas Xia berbaring di tempat tidur karena penyakitnya yang serius dan tidak pernah meninggalkan Kota Xiyuan. Apalagi, hampir semua keluarga besar di Yanjing sekarang percaya kalau kamu adalah mati. Dan kamu selamat sepenuhnya adalah karena pertolongan dewa. Keluarga Xia adalah keluarga kelas dua di kota Xiyuan. Thomas Xia tidak memiliki kemampuan untuk melakukan penipuan dan menyelamatkanmu dengan tenang kembali ke kota Xiyuan."

Jeremy Li sudah menjelaskan tetapi seperti tidak mengatakan apapun, Dimas Wu berkata dengan tidak senang: "Jangan bilang, kamu belum menyelidiki apa pun dalam satu hari?"

Jeremy Li segera berkata: "Tidak, masih ada petunjuk. Aku memeriksa kehidupan Thomas Xia dan menemukan bahwa dia adalah seorang prajurit di Yanjing ketika masih muda, dan telah menjadi prajurit selama bertahun-tahun. Jadi, aku pikir itu mungkin karena Thomas Xia pernah tinggal di Yangjing, dia menyelamatkanmu dan memberikanmu identitas penduduk kota Xiyuan dan menempatkanmu di rumah Xia."

Thomas Xia bertugas sebagai tentara di Yanjing?

Mendengar ini, pemikiran Dimas Wu mulai menjadi jelas.

Setelah merenung beberapa saat, dia perlahan membuka mulutnya dan berkata seperti menyembunyikan rahasia: "Jika apa yang kuperkirakan benar, orang yang menyelamatkanku pasti adalah orang dari keluarga Wu."

Jeremy Li menatap Dimas Wu dan hatinya sedikit melonjak. Menurutnya, orang yang bisa menyelamatkan Dimas Wu yang diracuni dan menyembunyikan Dimas Wu di Kota Xiyuan tanpa diketahui orang-orang. Pasti luar biasa. Jeremy Li tidak bisa menahan rasa penasarannya dan bertanya: "Siapa itu?"

Dimas Wu memelototinya, dengan dingin berkata, "Ada beberapa hal yang lebih baik tidak kamu ketahui."

Jeremy Li dengan cepat menundukan kepalanya dan berkata: “Iya!”

Ekspresi Dimas Wu menjadi lebih serius dan diam. Meskipun dia sudah menebak orang yang menyelamatkannya, tetapi kenapa dia menyelamatkannya, selain itu, Kevin Wu, seorang anak haram yang tidak dihargai, bagaimana dia berhasil membunuh dengan tangan orang lain, menggulingkan kekuasaan ayahnya dan mengambil alih keluarga Wu. Semua ini tidak diketahui oleh Dimas Wu untuk saat ini.

Kevin Wu tidak setia, Dimas Wu tahu akan hal ini, tapi dia tidak tahu kalau Kevin Wu mempunyai kemampuan untuk merubah total hidupnya.

Orang ini, terlalu misterius.

Melihat Dimas Wu terdiam, Jeremy Li berkata: "Tuan muda ketiga, apakah ada hal lain yang harus aku periksa?"

Dimas Wu langsung berkata: "Tidak."

Hal-hal selanjutnya adalah urusan internal keluarga Wu. Meskipun Jeremy Li adalah orang terkaya di Provinsi Jiangdong, dia belum bisa menyentuh urusan internal keluarga Wu.

Jeremy Li mengangguk, lalu mengeluarkan VIP Black Card dari sakunya. Ini adalah kartu tertinggi bank Jiangdong. Kartu ini adalah simbol martabat. Setoran di dalamnya tidak boleh kurang dari 100 juta RMB (sekitar 200 miliar rupiah).

Jeremy Li menggunakan dua tangannya untuk memberikan kartu bank kepada Dimas Wu lalu berkata: "Ini kartu yang kamu minta untuk aku tangani kemarin. Sudah ditangani."

Dimas Wu dilahirkan dari keluarga kaya. Sejak kecil dia tidak pernah kekurangan uang. Dia tidak pernah menganggap uang sebagai sesuatu yang penting. Di matanya, uang hanyalah tumpukan angka yang tidak nyata.

Tetapi sekarang, setelah memulihkan ingatannya selama tiga tahun di kota Xiyuan, Dimas Wu baru menyadari bahwa uang masih berguna dan dapat mengubah banyak hal.

Misalnya, uang dapat membantu Angel Xia.

Dimas Wu meraih kartu bank itu dan memasukkannya ke dalam sakunya.

"Ini adalah ponsel yang aku persiapkan untukmu. Nomorku sudah aku simpan di dalamnya. Jika kamu butuh sesuatu, kamu dapat langsung menghubungiku." Setelah menyerahkan kartu bank, Jeremy Li mengeluarkan ponsel dan menyerahkannya dengan hormat kepada Dimas Wu.

Ini adalah ponsel mahal edisi terbatas di dunia, bernilai jutaan RMB, tetapi dari bentuknya, ponsel ini terlihat seperti mesin tua yang tidak cerdas, sangat sederhana.

Dimas Wu mengambil ponsel dan melihat waktu. Lalu dia tiba-tiba berdiri dan berkata: "Aku harus pergi."

Jeremy Li segera berkata: "Aku akan mengantarmu!"

Dimas Wu menolak: "Tidak perlu!"

Setelah berbicara, dia buru-buru pergi.

Setelah meninggalkan villa, Dimas Wu langsung pergi ke Bank Jiangdong.

Bank Jiangdong adalah bank lokal di Provinsi Jiangdong, tetapi momentum perkembangannya sangat cepat. Hingga saat ini, Bank Jiangdong telah menyebar ke seluruh negeri dengan dana yang melimpah.

Ketika memasuki bank, langsung terlihat banyak orang mengantri di lobby.

Dimas Wu tidak ikut mengantri, begitu datang, dia langsung menuju ke ruang tunggu VIP.

Ketika sampai di depan pintu ruang tunggu, Dimas Wu mendorong pintu lalu masuk.

"Untuk pelayanan, bisa mengantri di lobby luar. Hanya pelanggan VIP yang bisa masuk ke sini." Sharon Xie, manajer pelanggan VIP yang duduk di kursi kantor, melirik Dimas Wu, lalu berkata dengan suara rendah.

Dimas Wu hanya diam dan berjalan ke meja, melemparkan kartu itu ke atas meja lalu berkata dengan suara dingin: "Tarik 1 juta RMB (sekitar 2 miliar rupiah)."

VIP Black Card teratas terlintas di mata Sharon Xie, dia terkejut.

Sharon Xie lulus dari sekolah terkenal dengan kemampuan bisnis yang kuat, jadi hanya dalam beberapa tahun setelah lulus, dia bisa duduk di posisi sekarang dari karyawan bank biasa.

Dia telah melihat banyak orang kaya, dengan berbagai sikap dan penampilan mereka. Namun, yang seperti Dimas Wu hampir tidak ada. Pemuda lusuh ini langsung mengeluarkan VIP Black Card.

Harus tahu, orang yang memiliki kartu seperti itu di Kota Xiyuan bisa dihitung dengan jari.

Sharon Xie terkejut selama beberapa detik. Segera, dia tersenyum dan berkata kepada Dimas Wu: "Baik, tuan!"

Sharon Xie sangat gesit dalam melakukan pekerjaannya. Tak lama, dia sudah selesai menyiapkan uang untuk Dimas Wu. Kemudian, dia meminta maaf kepada Dimas Wu dan berkata: "Mohon maaf, tuan, koper dengan kata sandi habis. Saya sudah menyuruh seseorang untuk membelinya sekarang. Harap tunggu sebentar."

Dimas Wu tidak ingin membuang waktu, dan segera berkata: "Tidak perlu menunggu, cukup beri saya kantong."

Sharon Xie menganggukkan kepalanya dan berkata: “Baik!”

Dengan cepat, Sharon Xie mengeluarkan kantong plastik hitam dan mengemas uang 1 juta RMB.

Didampingi oleh Sharon Xie, Dimas Wu berjalan keluar dari bank. Begitu sampai di depan pintu, Sharon Xie dengan cepat menyerahkan kartu namanya kepada Dimas Wu dan berkata: "Tuan, ini kartu nama saya. Jika Anda perlu sesuatu nantinya, anda dapat menghubungi saya langsung dan saya akan langsung melayani Anda."

Sharon Xie memiliki penampilan yang baik dan semacam wanita professional yang menggoda. Namun, Dimas Wu tidak tertarik kepadanya dari awal sampai akhir. Adapun kartu namanya, Dimas Wu tidak mengambilnya dan langsung bergegas pergi.

Sharon Xie menatap punggung Dimas Wu dan bergumam: "Sederhana, dingin, aku suka itu!"

Dimas Wu naik taksi dan kembali ke area perumahan.

Setelah keluar dari mobil, Dimas Wu dengan cepat berjalan pulang membawa kantong plastik.

"Bukankah ini kakak iparku yang bodoh?" Tanpa pertanda apa pun, Rachel Xia muncul dan menghalangi Dimas Wu.

Rachel Xia dan Angel Xia tinggal di area perumahan yang sama, tetapi dia tinggal di sini demi kenyamanan bekerja. Keluarganya tetap tinggal di area villa.

Dalam hal penampilan dan bentuk tubuh, Rachel Xia adalah peringkat teratas. Selain itu, dia memiliki bakatnya sendiri. Dia telah belajar menggambar sejak dia masih kecil. Sekarang dia adalah pelukis cantik yang terkenal di kota Xiyuan.

Sebagai "The Three Gold" di keluarga Xia, reputasi Rachel Xia di luar cukup bagus, tetapi semua orang yang akrab dengan Rachel Xia tahu bahwa dia adalah wanita yang mencintai uang. Ketika dia memilih teman, harus didasarkan pada kriteria uang. Tanpa uang, orang itu tidak memenuhi syarat untuk menjadi temannya. Orang bodoh seperti Dimas Wu yang tidak punya uang dan tidak berguna, adalah tipe yang paling dibenci oleh Rachel Xia, jadi ketika dia bertemu Dimas Wu, dia selalu mempermalukannya.

Dimas Wu sama sekali tidak memandang Rachel Xia, hanya berkata dengan ringan: "Biarkan aku lewat".

Rachel Xia tidak menyingkir. Dia melirik kantong plastik hitam di tangan Dimas Wu dan mencibir: "Bodoh, lagi-lagi kamu membawa setumpuk sampah pulang. Kamu tidak takut dipukuli?"

Ketika mengatakan hal ini, Rachel Xia tampaknya telah teringat sesuatu dan segera berkata, "Oh, aku ingat kalau kamu akan segera diusir keluar rumah oleh keluarga Xia, dan kamu hanya bisa mengandalkan tumpukan sampah untuk bertahan hidup di masa depan."

Selesai bicara, Rachel Xia menyesap teh susu di tangannya, dan kemudian dia melemparkan gelas itu ke hadapan Dimas Wu, dan berkata dengan berani: "Ini untukmu, tidak perlu berterima kasih."

Dimas Wu melirik Rachel Xia, lalu melewatinya dan pergi dengan cepat.

Pukul lima sore, Dimas Wu baru saja berjalan ke pintu rumah. Pintu tiba-tiba dibuka dari dalam, dan Angel Xia berdiri di pintu.

Saat ini, mata Angel Xia merah, dia memandang Dimas Wu dan berkata dengan berat, "Kita cerai saja!"

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1020