Bab 3 Jam Setengah 4 Dini Hari

by Brandon Li 15:03,Jul 03,2020
Dimas Wu membuka kembali mulutnya, ia yang biasanya diam tiba-tiba mengejutkan banyak pihak!

Ruangan yang sunyi, seketika kembali riuh.

“Ada apa dengan si dungu hari ini? Rasanya penyakitnya semakin lama semakin parah.“

“Apa mungkin otaknya rusak karena terbentur terlalu keras dan membuatnya semakin tidak peduli apa-apa.”

“Benar, nenek pun sedang marah besar, tetapi si bodoh ini malah begitu berani membantah nenek. Benar-benar bodoh hingga tidak tertolong lagi.”

“Baru saja keluar dari rumah sakit sudah kambuh lagi. Orang bodoh seperti dirinya ini seharusnya dikurung di rumah sakit jiwa selamanya!“

Suara hinaan dan cemooh tidak berhenti terdengar.

Angel Xia juga ikut terkejut. Dimas Wu hari ini memang aneh, dulu saat penyakitnya kambuh, ia bisa melakukan berbagai macam perilaku bodoh, tetapi saat tidak kambuh, ia masih termasuk normal. Namun, kali ini otaknya ikut terbentur sehingga ucapannya semakin tidak karuan. Angel Xia tidak bisa begitu saja membiarkan Dimas Wu berbuat hal konyol. Maka dari itu, ia bergegas menepuk bahu Dimas Wu dan berkata tegas: “Bukankah aku sudah melarangmu untuk berbicara? Duduk!“

Semua orang yang ada di situ tidak dianggap oleh Dimas Wu, hanya Angel Xiu saja yang ia hormati. Karena Angel Xia tidak ingin dirinya terlibat, Dimas Wu pun hanya bisa duduk dalam diam.

Raut wajah nyonya besar saat ini telah membeku seperti es. Ia menunjuk Dimas Wu dan berkata kepada Angel Xia dengan suara berat: “Angel, lihatlah si bodoh yang tidak punya rasa hormat ini, kamu tidak bercerai lalu bertahan dengannya untuk apa?“

Angel Xia juga tahu bahwa kondisi Dimas Wu sampai saat ini semakin tidak stabil, bisa jadi ia akan membuat satu masalah yang lebih besar di kemudian hari. Bertahan dengannya memang hanya membuat repot saja.

Hanya saja, jika ingin menyuruhnya langsung membuat keputusan untuk bercerai, ia masih tidak bisa berbuat sejahat ini. Apalagi ia benar-benar tidak ingin menikah dengan Jhony Wang.

Sejenak, barulah Angel Xia membuka suara dan dengan berat hati berkata: “Biarkan aku pikir-pikir dulu!“

Melihat Angel Xia yang tidak lagi bersikeras, ekspresi nyonya besar pun akhirnya melunak. Ia juga sadar bahwa ia tidak bisa memaksakan kehendaknya pada Angel Xia. Lagipula, jika benar-benar melewatkan kesempatan untuk menikah dengan anggota keluarga Wang ini, maka bagi keluarga Xia ini merupakan sebuah kerugian yang sangat besar. Oleh karena itu, nyonya besar pun ikut mengalah dan menjawab: “Baik, aku beri kamu waktu 3 hari untuk memikirkannya.“

Setelah berkata demikian, nada bicara nyonya besar mendadak berubah. Ia lalu berkata dengan tegas: “Setelah lewat 3 hari, kamu harus bercerai dan menyetujui lamaran keluarga Wang. Kalau tidak, keluarga Xia tidak akan mengampunimu!“

Kemudian, nyonya besar pun berbalik badan dan kembali ke kamar.

“Entah apa yang sebenarnya ada di benak Angel Xia ini, lamaran pernikahan yang begitu bagus ini masih perlu ia pertimbangkan?“

“Benar, apa masih ada yang bisa dibandingkan dari seorang yang bodoh dengan seorang pemuda kaya? Apa yang masih membuatnya ragu?“

“Berpura-pura saja mungkin, sampai pada saatnya ia pasti akan bercerai, sedangkan sekarang ia hanya berpura-pura saja untuk kita lihat supaya orang tahu kalau dia bukanlah orang yang mudah mempermainkan perasaan.“

Di sela-sela diskusi, perjamuan keluarga ini pun berangsur-angsur sampai pada akhir acara.

Akhirnya, semua orang kembali ke rumah masing-masing.

Angel Xia menyetir mobil membawa Dimas Wu dan Felicia Huang ke daerah perumahannya.

Di perjalanan, Felicia Huang yang duduk di sebelah pengemudi pun marah besar. Ia menatap Angel Xia dan berkata dengan emosi: “Angel, hal gila apa yang sebenarnya terjadi padamu? Kenapa kamu tidak ingin bercerai? Si dungu ini selain hanya bisa membawa masalah dan menyebabkan keributan, masih ada guna apa lagi?“

Suasana hati Angel Xia sangat buruk, ia tidak ingin memberi penjelasan apa-apa dan langsung menjawab: “Ibu, aku sedang menyetir dan tidak ingin berbicara. Bisakah kamu memberiku waktu untuk diam sebentar?“

Felicia Huang menahan amarahnya dan menutup mulutnya.

Setengah jam kemudian, sampailah ketiga orang itu di rumah.

Sesampainya di rumah, Felicia Huang kembali tidak tahan dan membuka suara: “Angel, jangan sampai kamu melakukan kesalahan, ya. Kamu harus menyetujui permintaan nyonya besar. Kamu seharusnya tahu betul, sejak Dimas Wu menjadi anggota keluarga kita, kehidupan keluarga kita berubah menjadi miskin. Jika nanti diusir nyonya besar dari keluarga Xia, bagaimana kita akan melanjutkan hidup?”

Angel Xia dongkol hingga tidak bersuara, suasana hatinya sangat terpuruk.

Melihat Angel Xia tidak mengucapkan apa pun, Felicia Huang kembali melanjutkan: “Kamu harus tahu seberapa pentingnya peran seorang suami yang baik, Amanda Xia karena menikah dengan suami yang baik, posisinya di keluarga Xia pun langsung naik. Orang tuanya pun sekarang tinggal di villa besar. Kamu lihat-lihat lagi keluarga kita, tinggal di rumah yang kumuh seperti ini. Setiap hari aku masih harus membantu melayani si bodoh ini, hidupku yang sekarang ini pun tidak lebih baik dibandingkan dengan pembantu. Ayahmu meninggal cepat, ibumu sekarang hanya bisa menaruh harapan padamu, bisakah kamu memikirkan perasaan ibumu ini?”

Satu demi satu kalimat terlontarkan dari bibir Felicia Huang, secara tak sadar air mata pun keluar dari matanya.

Ia benar-benar merasa sangat menderita. Teringat pada saat itu, ketika tuan besar Xia masih hidup, hidupnya begitu enak. Saat itu, Angel Xia mendapatkan kasih sayang yang lebih dari kakeknya. Tempat tinggal ibu dan anak itu adalah villa besar keluarga Xia, membuat hidup Felicia Huang sungguh nyaman. Tetapi, siapa sangka, dunia berbalik seketika, tuan besar tiba-tiba menyuruh Angel Xia menikah dengan seorang yang bodoh. Tak berapa lama kemudian, tuan besar meninggalkan dunia yang fana ini. Sejak saat itu, Angel Xia harus menerima perlakuan tidak menyenangkan dari keluarga Xia, yaitu ia dan ibunya dipaksa untuk tinggal di rumah kecil dengan 1 ruang tamu dan 3 kamar tidur. Kehidupan Felicia Huang langsung menurun drastis.

Sudah 3 tahun, Felicia Huang sudah melewati ini 3 tahun. Kali ini, akhirnya muncul kesempatan untuk bebas dari penderitaan ini, anak perempuannya bisa membuang Dimas Wu yang bodoh ini. Ia bisa memanjat pohon kemenangan di keluarga Wang. Ini adalah sebuah kesempatan emas, bagaimana mungkin Felicia Huang akan menyia-nyiakannya.

Mendengar ucapan Felicia Huang, hati Angel Xia semakin tidak enak. Ia berkata dalam-dalam: “Aku pasti akan mempertimbangkannya baik-baik.” Setelah itu, ia langsung berjalan menuju kamarnya dan menutup pintu.

Begitu Angel Xia pergi, Felicia Huang langsung menoleh dan berteriak kepada Dimas Wu: “Keluarga kami telah merawatmu selama 3 tahun, sudah layak untukmu. Anakku akan segera menikah dan menjadi anggota keluarga orang kaya, aku harap kamu jangan lagi menggila, menurut saja mengikuti anakku untuk memproses perceraian!”

Begitu terpikirkan Dimas Wu yang hari ini berperilaku tidak wajar di perjamuan keluarga, Felicia Huang pun meluapkan segala emosi yang sudah dipendamnya itu.

Dimas Wu tidak memedulikan Felicia Huang, tetapi mulut Felicia Huang seperti senapan mesin yang tidak berhenti berbunyi, terus-menerus mencerca Dimas Wu selama setengah jam dan tidak menutup mulut.

Akhirnya, Dimas Wu benar-benar sudah tidak tahan lagi, lalu bergegas meninggalkan ruang tamu dan kembali ke kamar.

Saat ia masuk, Angel Xia telah berbaring di ranjang. Begitu melihat Dimas Wu, ia langsung membuka suara: “Kamu baru saja pulang dari rumah sakit, cepatlah mandi, aku sudah menaruh baju tidurmu di kamar mandi.“

Angel Xia memiliki sedikit fobia kotor, ia selalu meminta Dimas Wu menjaga kebersihan.

Dimas Wu mengiyakan pelan, lalu berjalan masuk ke toilet dalam kamar.

Setelah mandi, Dimas Wu dengan penuh kesadaran berjalan ke tikar yang ada di sebelah ranjang, lalu tertidur pulas.

Meskipun keduanya adalah pasangan suami istri, tetapi kenyataannya selama 3 tahun ini, Dimas Wu selalu tidur di lantai.

Angel Xia memang sangat tidak menyukai Dimas Wu karena saat penyakitnya kambuh, ia sering melakukan hal-hal aneh di luar nalar manusia. Angel Xia tidak hanya harus menanggung repot akibat perbuatan Dimas Wu, tetapi ia juga harus menjadi bahan tertawaan orang lain. Kehidupan seperti ini benar-benar sulit diterima.

Pada mulanya, Angel Xia masih menaruh harapan pada Dimas Wu. Lagipula, ia adalah orang yang dijodohkan oleh kakeknya. Angel Xia mengira bahwa orang seperti ini pasti selalu memiliki kelebihan tersendiri. Tetapi, kenyataannya malah tidak sesuai harapan, Dimas Wu adalah seorang gelandangan yang tidak memiliki kepintaran, ia tidak pernah melakukan suatu hal normal selain hanya bisa kambuh penyakitnya dan menjadi bahan ejekan orang.

Angel Xia hampir gila dibuatnya dan sampai detik ini akhirnya ia bisa terbebas, ia bisa bercerai dari Dimas Wu. Namun, malah timbul rasa tidak rela dalam dirinya. Angel Xia sendiri tidak mengerti kenapa dirinya bisa seperti ini, apakah begitu sulit meninggalkan seorang yang bodoh?

Tanpa disadari, Angel Xia pun bergumam: “Dimas, kalau saja kamu meninggalkanku, apakah kamu bisa bertahan hidup seorang diri?“

Setelah menunggu dalam diam selama beberapa detik, tidak ada reaksi sama sekali.

Angel Xia tidak tahan, lalu membalikkan badan dan melihat ke bawah ranjang, barulah ia menyadari bahwa Dimas Wu sudah masuk ke dunia mimpi.

Angel Xia berkata iri: “Memang lebih enak menjadi orang bodoh. Kerjanya hanya makan, tidur, makan, tidur, tidak perlu memikirkan apa-apa.“

Selama 3 tahun berumah tangga, Angel Xia tidak pernah memandang baik Dimas Wu. Sekarang, ia menyampingkan badan dan memperhatikan Dimas Wu dengan seksama. Mendadak Angel Xia menyadari kalau si dungu ini memiliki wajah yang tampan.

“Ah, kalau saja kamu bukan orang bodoh, pasti sangat bahagia hidupku!“ Angel Xia tanpa sadar mengutarakan isi hatinya.

Kalau saja Dimas Wu tidak bodoh, Angel Xia sepertinya masih bisa menerimanya, paling tidak jika dibandingkan dengan Jhony Wang yang malas dan buaya darat itu, Angel Xia akan lebih bersedia hidup bersama Dimas Wu. Lagipula, Dimas Wu tidak pernah sekalipun menduakan dirinya, ia juga menurut akan perkataannya. Hanya saja sangat disayangkan, Dimas Wu memiliki penyakit yang bisa kambuh secara tiba-tiba dan membuat orang tidak dapat hidup tenang.

Tidak hanya Angel Xia, seluruh anggota keluarga Xia juga mendapat malu karena Dimas Wu ini. Oleh karena itu, keluarga memaksa dirinya untuk bercerai. Angel Xia bisa mengerti hal itu, tetapi jika ingin menyuruhnya menikah lagi dengan Jhony Wang, hati kecilnya tidak bisa menerima.

Namun, perintah tegas dari nenek, kebahagiaan ibu di masa depan, semua ini juga tidak bisa tidak ia pertimbangkan.

Angel Xia benar-benar bingung, ia berbaring di atas ranjang, membolak-balikkan badan tidak bisa tidur. Sampai pada tengah malam, barulah ia perlahan-lahan terlelap.

Jam setengah 4 dini hari, begitu sudah yakin kalau Angel Xia sudah tertidur pulas, Dimas Wu segera bangun.

Ia lebih dulu menutup tubuh Angel Xia dengan selimut, lalu berjalan menyelinap keluar dari kamar dan pergi ke tempat baca buku.

Di atas meja di tempat baca buku, terdapat sebuah komputer. Ini adalah komputer yang digunakan Angel Xia saat bekerja di rumah.

Dimas Wu duduk di atas kursi dan membuka komputer itu.

Komputer Angel Xia dipasang kata sandi untuk membukanya, tetapi hal ini tidak menyulitkan Dimas Wu. Ia adalah orang cerdas dalam berbagai hal, pengetahuan mengenai komputer pun juga sangat dikuasai. Dengan cepat, ia langsung bisa membuka kata sandi itu, lalu masuk ke website Baidu (website yang biasa digunakan di Tiongkok).

Ia melakukan pencarian di Baidu dan mengetik perlahan 4 huruf:

Keluarga Wu, Kota Yanjing.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1020