Bab 1 Kembali Untuk Menikah Denganmu

by Hideo Takashi 16:08,Sep 11,2020
"Broomm!"

"Broomm!"

Puluhan mobil Mercedes-Benz hitam melaju dari satu arah, dan memenuhi pintu keluar Bandara Internasional Sinra!. Lalu ratusan pria kuat memakai jas hitam turun dari mobil, berbaris dalam dua baris. Mereka ikut memisahkan penumpang yang lain seperti air yang mengalir.

Sehingga tampaklah jalan yang benar-benar lurus dan terbuka. Semuanya tampak serius, seolah sedang menghadapi musuh. Kemudian sebuah Rolls-Royce berhenti perlahan dan karpet merah membentang dari pintu Rolls Royce menuju ke pintu keluar bandara.

Tidak lama kemudian, seorang pria paruh baya yang berpakaian seperti Butler berjalan dengan cepat di karpet merah.
*** (butler adalah pelayan kelas atas, seperti Alfred pada film Batman) ***

Di pintu keluar bandara, Cloud yang mengenakan pakaian kasual biasa tengah berjalan keluar. Lalu Butler dan semua pria berbaju hitam membungkuk 90 derajat dan berteriak serempak.

"Selamat datang di rumah Pangeran Kedua!"

Cloud menyentuh hidungnya dan mencibir mereka, lalu dia berbalik dan berjalan pergi, tetapi Butler yang berdiri di tengah dengan cepat mengikutinya dan berkata.

"Pangeran Kedua! Tuan besar mengundangmu untuk datang ke rumah!"

Cloud berkata dengan jijik, "Menurutmu apakah aku akan pergi ke rumah anjing itu sekarang?"

Seseorang bahkan ada yang berani mengatakan bahwa Mansion yang terletak di tepi pantai milik keluarga terbesar di kota Altisia adalah rumah anjing?. Jika kata-kata itu didengar oleh para pejabat kelas atas Kota Altisia, dia khawatir kalau mereka akan memberi pelajaran pada Cloud karena merasa tersinggung.

Butler tidak membantah kata - kata Cloud, karena Cloud adalah Dewa Perang Laut Merah yang memimpin ribuan pasukan!

Dia sangat kuat dan juga kaya raya!

Tapi dia juga punya identitas, yaitu sebagai bagian dari keluarga pertama di kota Altisia, sekaligus pewaris tunggal dari keluarga Revengale!

"Pangeran Kedua, pulanglah bersamaku, Tuannya sudah mempersiapkan masakan dengan tangannya sendiri, dia memasak banyak hidangan yang menjadi kesukaan Pangeran Kedua, ketika masih kecil." Butler memohon kepadanya, tetapi dia tidak berani mendekat.

Saat ini, Cloud membawa aura yang sangat berbeda, bahkan hanya dalam jarak lima meter, napas Butler terasa berat, dan dia tidak bisa berdiri tegak!

"16 tahun lalu, ibuku disakiti lalu meninggal dan dia tidak mengatakan sepatah kata pun!"

"Dan tepat 16 tahun lalu, aku diusir dari rumah, bahkan dia bahkan tidak muncul!"

"Sekarang! Kalian berani - beraninya untuk menemuiku?"

Di dalam kata - kata Cloud yang dingin, terdapat hinaan dan rasa marah yang tak ada habisnya tersimpan!

"Aku akan mengasihanimu dengan tidak membunuhmu!"

Cloud keluar dari lobi, dan Butler kehilangan akal dan segera mendekatinya lalu mengulurkan tangan untuk menghentikannya. Tiba - tiba Cloud menatapnya dengan dingin. Dari tatapannya saja sudah membuat Butler ketakutan hingga gemetar, seluruh tubuhnya berkeringat dingin, dan punggungnya terasa dingin! Kemudian dia kehilangan keseimbangan dan jatuh ke tanah!

"Pergi dan katakan padanya, jangan pernah untuk mengganggu aku lagi, jika tidak, aku akan datang dan membunuh kalian satu per satu!"

Mata tajamnya seperti pisau yang menusuk hati Butler sangat dalam! Tekanannya yang kuat bahkan membuatnya tidak bisa bernapas! Untungnya, sebuah mobil melaju dan berhenti di depannya, begitu Cloud masuk ke dalam mobil, seluruh napasnya rasanya langsung menghilang. Dan Butler hanya duduk di bawah dan mencoba mengatur napasnya, karena merasa sangat ketakutan!

Di dalam mobil.

Cloud mengeluarkan kotak besi yang sudah menemaninya selama 16 tahun Kemudian dia mengambil coklat dari dalam kotak dan memasukannya ke mulut lalu mengunyahnya perlahan. Dia sangat suka makan semua jenis coklat, tetapi dia tidak pernah mengganti kotak kaleng tempatnya.

Rasa coklat yang lembut dan manis membawa pikirannya kembali ke kejadian 16 tahun yang lalu. 16 tahun yang lalu, Cloud diusir dari rumah lalu mengambil abu ibunya dan tinggal di Sinra. Saat dia merasa lapar dan kedinginan, dia dikejar - kejar oleh seekor anjing liar.

Di saat dia merasa sangat putus asa dan tidak berdaya, tiba - tiba seorang gadis kecil dengan kuncir kuda dan rok bermotif bunga muncul di depannya. Dia melambaikan tongkat kecil di tangannya, meski dirinya jelas sangat ketakutan, tetapi dia terus mengumpulkan keberanian untuk mengusir anjing liar itu.

Senyumannya yang polos dan cerah seperti matahari, menghangatkan tubuh dan pikiran Cloud. Dia juga memberi Cloud kotak cokelat yang sangat disayanginya. Dialah yang telah memberi Cloud keberanian dan kekuatan untuk bertahan hidup.

Setelah itu, Cloud bertemu dengan seorang pria misterius yang akhirnya menjadi gurunya dan pergi meninggalkan Kota Sinra. Laut Merah adalah tempat yang sangat luas dan kaya, tetapi disana sangat kacau, dan perang selalu terjadi dimana saja dan kapan saja.

Selama 5 tahun dia terus bertempur di seluruh daerah di Laut Merah dan akhirnya mendapat julukan sebagai Dewa Perang!

Saat itu, usianya baru 15 tahun, dan pada usia 18 tahun, dia sudah mampu mengatasi semua rintangan serta menjadi raja sejati yang berdiri di atas Laut Merah!

Setelah tinggal disana selama 16 tahun, hal itu membuatnya menjadi tidak tertandingi di dunia ini. Setiap kali dia menginjakkan kakinya, seluruh dunia pasti akan bergetar!

Tetapi sekarang, dia memilih untuk pulang dengan berani.

Dia pulang, karena waktu itu Cloud pernah berjanji pada gadis kecil itu. Jika dia tidak mati, jika dia belum menikah, maka dia Harus kembali untuk menikahinya!

Di Kota tua Sinra, di dalam bangunan rumah tua.

Aeris duduk diam di sofa. Sofa itu sangat empuk, tetapi tubuhnya sangat kaku, karena hatinya sedingin es serta rambut hitam panjangnya seperti air terjun menjuntai, dan menutupi setengah dari wajahnya yang putih dan halus.

Matanya berkabut, karena penuh dengan kesedihan dan air mata menetes dari sudut matanya.

"Aeris, Ayah tahu kamu sangat sedih."

"Tapi adikmu saat ini sedang berada di tangan Black Panther. Jika kita tidak melakukan ini, dia mungkin tidak akan bisa kembali."

Casius sedang memegangi surat pemerasan yang dikirim oleh bos mafia bernama Black Panther. Adik kandung Aeris, yaitu Denzel berhutang banyak kepada Black Panther karena kalah berjudi. Dan dia telah dikurung oleh Black Panther selama tiga hari.

Black Panther menginginkan uang tebusan sebesar 4 milyar rupiah. Casius sendiri sudah tidak dianggap oleh orang tuanya sejak dia masih kecil karena kakak tertuanya Jared yang telah mengambil semuanya.

Ditambah lagi, dia pernah mengalami kecelakaan mobil tiga tahun lalu yang membuat kakinya menjadi pincang. Karena itu dia hanya bisa menghidupi keluarganya dengan "tunjangan subsisten" dan harus melakukan banyak hal dengan sangat hati-hati.

Keluarga Lehard adalah keluarga kecil kelas tiga di Sinra, yang mengoperasikan sebuah Grup Perusahaan dengan nilai pasar 20 triliun rupiah. Kakaknya Jared bertindak sebagai pemimpin Grup, sehingga Casius meminta kakaknya untuk membantunya.

Jared tidak menolak hal itu, tetapi dia berkata Aeris yang sudah berusia 25 tahun tetapi masih belum memiliki pacar. Kemudian mereka secara terang - terangan mengatakan kalau akan mencarikannya calon suami untuknya.

"Tidak, pasti ada cara lain selain melakukan ini!" Gavia memandang suaminya dengan geram.

Casius berbisik, "Mungkin ... Mungkinkah kakakmu, akan benar-benar bisa menemukan suami yang baik untuk Aeris?"

"Sstttt, kamu diamlah!"

Gavia menegur Casius dengan keras.

"Sejak kapan dia begitu baik pada putriku?"

"Aku curiga putraku mungkin ditangkap oleh Black Panther karena kakak tertuamu yang menghasutnya!"

Casius melambaikan tangannya dengan cepat.

"Jangan katakan itu. Setelah Denzel ditangkap, kakak tertua menjadi sangat sibuk dan banyak berpikir."

Gavia semakin marah: "Aku tidak peduli!"

"Kita tidak bisa merusak kebahagiaan putri kita karena anak lelaki kita!"

Casius mengulurkan tangannya dan mengusap wajahnya, dengan kalimat negatif.

"Dari sayembara itu sudah lebih dari 100 orang mendaftar."

"Tetapi ... apakah kita benar-benar bisa menemukan menantu yang baik?"

Gavia memerah karena marah, lalu Ia memegang tubuh Casius dan terus menggoyangkan tubuh kurusnya.

"Kamu memang tidak berguna!"

"Bagaimana aku bisa menikah dengan orang sepertimu, apa aku buta!"

Casius membiarkan Gavia memarahinya. Sekarang, selain menyalahkan diri sendiri dan menyesalinya, sekarang dia hanya memiliki rasa bersalah yang dalam untuk putrinya.

"Bu, sudahlah."

Aeris yang tadi duduk, tiba-tiba bangkit.

“Aku sudah menikah."

Setelah berbicara, dia berbalik dan berjalan menuju pintu. Saat dia berjalan, air matanya perlahan jatuh dari sudut matanya.

Unduh App untuk lanjut membaca

Daftar Isi

1105